<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351</id><updated>2012-01-09T01:02:44.217-08:00</updated><category term='Kisah-Kisah'/><category term='Fiqh'/><category term='Penyejuk Qalbu'/><category term='Renungan'/><category term='kesehatan'/><category term='DearyQu'/><category term='dunia laki-laki'/><category term='goresan tangan'/><title type='text'>Pelangi DuniaQu</title><subtitle type='html'>Nikmati Blog</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>94</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8255639756913912434</id><published>2010-10-02T10:04:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T10:06:46.921-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Pesona yang Dilupakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TKdmh0BVNEI/AAAAAAAAAV0/EuHrQN0uGdE/s1600/300px-Jakarta_slumhome_2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TKdmh0BVNEI/AAAAAAAAAV0/EuHrQN0uGdE/s320/300px-Jakarta_slumhome_2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523496199079146562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungai-sungai jaman dulu merupakan urat nadi perkembangan kota. Kita tengok berkembangnya kerajaan2 dan kota-kota dimulai dari sungai. Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi, Kerajaan Siak di Sungai Siak, perkembangan Jakarta dimulai disekitar Sungai Ciliwung, Bandung dengan Citarumnya, Kota Pontianak di Sungai Kapuas, Banjarmasin di Sungai Barito dll.&lt;br /&gt;Sungai jaman dulu merupakan jalur utama transportasi dan pusat perdagangan karena ditunjang dengan pelabuhan, sehingga mati hidupnya kota sangat tergantung padanya.&lt;br /&gt;Sungai merupakan sumber air minum kita, sungai merupakan mata pencarian bagi peternak ikan, sungai tempat hidup makhluk-makhluk air dan yang tergantung padanya. Sungai tempat bermain, berolahraga dan berekreasi bagi penduduk kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat lagunya Gesang : Bengawan Solo ......riwayatmu dulu......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dulu lain sekarang, semakin kita mengandalkan transportasi darat semakin kita tinggalkan peran sungai. Kepentingan ekonomi sesaat telah melupakan peran ekologi sungai.&lt;br /&gt;Sungai sekarang sudah tidak diperhatikan lagi, lihat saja fakta-fakta ini : &lt;br /&gt;Sungai-sungai ini telah menjadi MCK terpanjang di dunia. &lt;br /&gt;Sungai-sungai sudah menjadi tempat pembuangan sampah dari buangan sampah rumah tangga hingga sampah kota. &lt;br /&gt;Sungai-sungai kita telah menjadi tempat buangan limbah bagi kegiatan industri (beberapa sungai telah mengandung COD dan BOD melebihi ambang batas bahkan mengandung Mercury) &lt;br /&gt;Sungai-sungai telah menjadi sumber bencana banjir dan sumber penyakit. &lt;br /&gt;Daftar ini akan semakin panjang kalau semakin kita abaikan sungai-sungai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduh terbayang....&lt;br /&gt;Indahnya sungai kita bila bangunan-bangunan di kota menghadap sungai, dan kita bisa kemana-mana dengan menyusuri sungai karena ada angkutan sungai.&lt;br /&gt;Anak-anak kita berenang/ bermain di sungai dan kita berrekreasi keluarga di pinggir sungai.&lt;br /&gt;Kita memancing sambil mendengarkan kicauan burung di pinggir sungai yang teduh dengan pepohonan.&lt;br /&gt;Aquarium kita dapat diisi dengan ikan-akan eksotis yang langsung dapat kita ambil dari sungai atau dari peternak ikan hias.&lt;br /&gt;Kita dapat mengkonsumsi ikan tanpa harus was-was ikannya sudah tarakumulasi limabah.&lt;br /&gt;Kita dapat menjadi eksportir ikan hias terbesar didunia karena keaneka ragaman ikan kita terbesar di dunia dan para peternak ikan kita tidak was-was ikannnya mati karena limbah.&lt;br /&gt;Kita tidak perlu kuatir dengan bencana banjir dan tidak perlu pusing-pusing kehabisan air bersih dimusim kemarau.&lt;br /&gt;PLTA kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana ketersedian listrik di musim kemarau atau kita tetap akan dijamin ketersediaan sumber listrik yang cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi kali ye....Tetapi kalau ini kita bisa jadikan menjadi mimpi kita bersama saya yakin ini dapat kita wujudkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8255639756913912434?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8255639756913912434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8255639756913912434' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8255639756913912434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8255639756913912434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/10/pesona-yang-dilupakan.html' title='Pesona yang Dilupakan'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TKdmh0BVNEI/AAAAAAAAAV0/EuHrQN0uGdE/s72-c/300px-Jakarta_slumhome_2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-907982418261689253</id><published>2010-10-02T09:59:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T10:00:33.023-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Sungguh besar jasamu</title><content type='html'>Sampah selalu jadi masalah… ya kotor, bau, sumber penyakit dll yang harus segera dimusnahkan.&lt;br /&gt;Tunggu dulu, ternyata sampah bisa memberi manfaat, lihat saja dari penelitian para ahli ternyata bisnis pemulung di Bantar Gebang menghasilkan putaran uang minimal Rp 1,5 miliar per hari. Bahkan jika produksi kompos dari sampah dilakukan secara optimal melalui sistem pabrikasi terpadu, dapat diperoleh devisa 897.000 dollar AS per hari atau setara Rp 7,62 miliar. Dalam setahun, bisnis ini menghasilkan 2,78 triliun rupiah melebihi 20 persen APBD DKI Jakarta! (Tumpukan Busuk Itu Beromzet Miliaran Rupiah, Kompas; Sabtu, 10 Januari 2004)&lt;br /&gt;Bantar Gebang menjadi tempat menyambung hidup sekitar 6.000 pemulung dari pelbagai daerah minus di Jawa dan Sumatera. (Kompas; Sabtu, 10 Januari 2004)&lt;br /&gt;Ternyata pemulung memberi peran peting dalam pengelolaan sampah, diperkirakan pemulung dapat mereduksi sampah hingga 20 % dari total sampah dan 80 % sampah an organik. Ini artinya pemulung bisa mengurangi beban TPA dan mengurangi biaya angkutan sampah yang dikelola PD Kebersihan.&lt;br /&gt;Jadi bagi para pengelola sampah, libatkan para pemulung dalam pengelolaan sampah kota. Beri dia (kelompok organisasi pemulung) hak pengelolaan di tiap TPS, Insya Allah TPS akan bersih, TPA berkurang buangannya, biaya operasi kendaraan angkutan sampah berkurang dan pemerintah telah memberi lapangan kerja.&lt;br /&gt;Terimakasih pemulung, kamu telah berjasa membantu mengurangi sampah kota, semoga bertambah sejahtera penghidupanmu kalau pemerintah ikut memperhatikan kehidupanmu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-907982418261689253?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/907982418261689253/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=907982418261689253' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/907982418261689253'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/907982418261689253'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/10/sungguh-besar-jasamu.html' title='Sungguh besar jasamu'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-752001194781817</id><published>2010-10-02T08:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T08:34:23.889-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Atas Nama Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TKdQinl_8BI/AAAAAAAAAVk/bAQ8kyeK2vU/s1600/erti_cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TKdQinl_8BI/AAAAAAAAAVk/bAQ8kyeK2vU/s320/erti_cinta.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523472023667339282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tika mata&lt;br /&gt;Diuji manisnya senyuman&lt;br /&gt;Terpamit rasa menyubur harapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seketika&lt;br /&gt;Terlontar ke dunia khayalan&lt;br /&gt;Hingga terlupa singkat perjalanan&lt;br /&gt;Tersedar aku dari terlena&lt;br /&gt;Dibuai lembut belaian cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rela aku pendamkan&lt;br /&gt;Impian yang tersimpan&lt;br /&gt;Enggan ku keasyikan&lt;br /&gt;Gusar keindahannya&lt;br /&gt;Merampas rasa cinta&lt;br /&gt;Pada Dia yang lebih sempuna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan mudah&lt;br /&gt;Bernafas dalam jiwa hamba&lt;br /&gt;Dan ku cuba&lt;br /&gt;Menghindarkan pesona maya&lt;br /&gt;Kerna tak upaya ku hadapinya&lt;br /&gt;Andai murka-Nya menghukum leka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diatas nama cinta&lt;br /&gt;Pada yang selayaknya&lt;br /&gt;Kunafikan yang fana&lt;br /&gt;Moga dalam hitungan&lt;br /&gt;Setiap pengorbanan&lt;br /&gt;Agar disuluh cahaya redha-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biar sendiri hingga hujung nyawa&lt;br /&gt;Asal tak sepi dari kasih-Nya&lt;br /&gt;Kerna sesungguhnya hakikat cinta&lt;br /&gt;Hanya Dia yang Esa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saratkan hati ini dengan cinta hakiki&lt;br /&gt;Sehingga ku rasai&lt;br /&gt;Nikmat-Nya&lt;br /&gt;Syurga-Nya&lt;br /&gt;Cinta-Nya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-752001194781817?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/752001194781817/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=752001194781817' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/752001194781817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/752001194781817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/10/atas-nama-cinta.html' title='Atas Nama Cinta'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TKdQinl_8BI/AAAAAAAAAVk/bAQ8kyeK2vU/s72-c/erti_cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1974449440276154441</id><published>2010-07-11T07:52:00.000-07:00</published><updated>2010-07-11T08:06:06.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Laksamana Malahayati, Laksamana Wanita Indonesia yang Terlupakan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDndlSulm1I/AAAAAAAAAVU/cq0snm_S3LI/s1600/kuburan.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 138px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDndlSulm1I/AAAAAAAAAVU/cq0snm_S3LI/s200/kuburan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492664853307169618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara soal perempuan hebat, ada sedikit cerita tentang sosok perempuan lain yang berbeda generasi dari RA Kartini. Perempuan yang untuknya tidak ada lagu pujian. Pahlawan yang jarang disebut namanya. pahlawan yang tidak pernah diungkit sejarahnya. Laksamana perempuan pertama di dunia. Petarung garis depan. Pemimpin laskar Inong Balee yang disegani musuh dan kawan. Dialah Laksamana Malahayati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Laksamana Malahayati walaupun tidak banyak, semua bercerita tentang kepahlawanannya. Pada saat dibentuk pasukan yang prajuritnya terdiri dari para janda yang kemudian dikenal dengan nama pasukan Inong Balee, Malahayati adalah panglimanya (suami Malahayati sendiri gugur pada pertempuran melawan Portugis). Konon kabarnya, pembentukan Inong Balee sendiri adalah hasil buah pikiran Malahayati. Malahayati juga membangun benteng bersama pasukannya dan benteng tersebut dinamai Benteng Inong Balee.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karir militer Malahayati terus menanjak hingga ia menduduki jabatan tertinggi di angkatan laut Kerajaan Aceh kala itu. Sebagaimana layaknya para pemimpin jaman itu, Laksamana Malahayati turut bertempur di garis depan melawan kekuatan Portugis dan Belanda yang hendak menguasai jalur laut Selat Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah kepemimpinan Malahayati, Angkatan Laut Kerajaan Aceh terbilang besar dengan armada yang terdiri dari ratusan kapal perang. Adalah Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang tiba di Indonesia, pada kunjungannya yang ke dua mencoba untuk menggoyang kekuasaan Aceh pada tahun 1599. Cornelis de Houtman yang terkenal berangasan, kali ini ketemu batunya. Alih-alih bisa meruntuhkan Aceh, armadanya malah porak poranda digebuk armada Laksamana Malahayati. Banyak orang-orangnya yang ditawan dan Cornelis de Houtman sendiri mati dibunuh oleh Laksamana Malahayati pada tanggal 11 September 1599.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain armada Belanda, Laksamana Malahayati juga berhasil menggebuk armada Portugis. Reputasi Malahayati sebagai penjaga pintu gerbang kerajaan membuat Inggris yang belakangan masuk ke wilayah ini, memilih untuk menempuh jalan damai. Surat baik-baik dari Ratu Elizabeth I yang dibawa oleh James Lancaster untuk Sultan Aceh, membuka jalan bagi Inggris untuk menuju Jawa dan membuka pos dagang di Banten. Keberhasilan ini membuat James Lancaster dianugrahi gelar bangsawan sepulangnya ia ke Inggris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Negara-negara maju berkoar masalah kesetaraan gender terutama terhadap Negara berkembang dewasa ini, wilayah nusantara telah lama mempunyai pahlawan gender yang luar biasa. Laksamana perang wanita pertama di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Malahayati saat ini terserak di mana-mana, sebagai nama jalan, pelabuhan, rumah sakit, perguruan tinggi dan tentu saja … nama kapal perang. KRI Malahayati, satu dari tiga fregat berpeluru kendali MM-38 Exocet kelas Fatahillah. Bahkan lukisannya diabadikan di museum kapal selam surabaya. di Pun demikian, entah kenapa tak banyak yang mengenal namanya. “Siapa sih Malahayati itu?” begitu sering kita dengar. Hanya ada jawaban, “Oh, dia itu Laksamana“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Keumalahayati atau Malahayati mudah ditemukan di literatur barat maupun China. Di Indonesia, dia memang tidak sepopuler Cut Nyak Dien, namun oleh peneliti barat, Malahayati disejajarkan dengan Semiramis, Permaisuri Raja Babilon dan Katherina II, Kaisar Rusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laksamana Malahayati …. grande dame (perempuan yang agung). Pahlawan emansipasi yang terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDndIFu8toI/AAAAAAAAAVE/g9kqBdrkXMA/s1600/laksmana.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 104px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDndIFu8toI/AAAAAAAAAVE/g9kqBdrkXMA/s200/laksmana.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492664351602816642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER: http://ndobos.com/archives/133id.wikiped...Malahayati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1974449440276154441?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1974449440276154441/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1974449440276154441' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1974449440276154441'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1974449440276154441'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/07/bicara-soal-perempuan-hebat-ada-sedikit.html' title='Laksamana Malahayati, Laksamana Wanita Indonesia yang Terlupakan'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDndlSulm1I/AAAAAAAAAVU/cq0snm_S3LI/s72-c/kuburan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8601854127748924601</id><published>2010-07-10T08:24:00.001-07:00</published><updated>2010-07-10T08:37:23.293-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Akhwat jatuh cinta....???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDiSGvEKzlI/AAAAAAAAAUs/Xy1bRCyT1cw/s1600/tin14.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 152px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDiSGvEKzlI/AAAAAAAAAUs/Xy1bRCyT1cw/s200/tin14.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492300389989142098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Akhwat jatuh cinta..&lt;br /&gt;Tak ada y aneh, mrk jg adalah manusia.&lt;br /&gt;Bukankah cinta adalah fitrah manusia?&lt;br /&gt;Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?&lt;br /&gt;Mereka jg punya hati dan rasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?&lt;br /&gt;Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu d wajah, tak ada buncah suka d dada..&lt;br /&gt;Namun sebaliknya..&lt;br /&gt;Ketika akhwat jatuh cinta..&lt;br /&gt;Y mereka rasakan adalah penyesalan y amat sangat, atas sbuah hijab y tersingkap.&lt;br /&gt;Ketika lelaki y tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirx, y mrk rasakan adalah ketakutan y bgt besar akan cinta y tak suci lg..&lt;br /&gt;Ketika rasa rindu mulai merekah d hatinya, y mereka rasakan adalah kesedihan y tak terperih akan sbuah asa y tak semestinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..&lt;br /&gt;Yang ada adalah malam2 y d penuhi air mata penyesalan atas cintaNya y ternodai..&lt;br /&gt;Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa y salah arah..&lt;br /&gt;Yg ada adalah penderitaan akan hati y mulai sakit..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhwat jatuh cinta..&lt;br /&gt;Bukan harapan u btemu y mrk nantikan, tapi y ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.&lt;br /&gt;Tak ada kata2 cinta, dan rayu.. Y ada adalah kehawatiran y amat sangat akan hati y mulai merindukan lelaki y blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..&lt;br /&gt;Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan d hatinya y tak mampu lg memberix ketenangan d wajahnya y dulu teduh..&lt;br /&gt;Mrk akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya.. Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mrk lakux..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn y ada adalah penderitaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dr Rabbmu..&lt;br /&gt;Matikan rasa itu secepatnya..&lt;br /&gt;Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..&lt;br /&gt;Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai..&lt;br /&gt;Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab y tersingkap..&lt;br /&gt;Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..&lt;br /&gt;Pupusx rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya.. Krn bila memang kalian d takdirkan bersama, maka tak akan ada y dpt mencegah kalian bersatu..&lt;br /&gt;Tp ketahuilah, bgm pun usaha kalian u bersatu, jika Allah tak menghendakix, maka tak akan pernah kalian bersatu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah y mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8601854127748924601?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8601854127748924601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8601854127748924601' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8601854127748924601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8601854127748924601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/07/akhwat-jatuh-cinta.html' title='Akhwat jatuh cinta....???'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDiSGvEKzlI/AAAAAAAAAUs/Xy1bRCyT1cw/s72-c/tin14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1419541567798370404</id><published>2010-07-10T08:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-10T08:21:35.952-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>BERHIJABLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDiPsPwBbnI/AAAAAAAAAUk/PJbnlLDECRo/s1600/ai3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 136px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDiPsPwBbnI/AAAAAAAAAUk/PJbnlLDECRo/s200/ai3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5492297735883288178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum....&lt;br /&gt;Bissmillahirrahmanirrahim.......&lt;br /&gt;Wahai muslimah.....berhijablah!!&lt;br /&gt;Sesungguhnya hijab menjagamu dari pandangan yang beracun. Pandangan yang berasal dari penyakit hati dan penyakit kemanusiaan. Hijab memutuskan darimu ketamakan yang berapi api.&lt;br /&gt;Maka pakailah hijab. Berpeganglah pada hijab. Dan janganlah kamu tergoda oleh pengumbar fitnah yang bertujuan memerangi hijab atau mengecilkan dari bentuknya. Sebab ia ingin menjadikanmu jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;Sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh jauhnya (dari kebenaran). " (An-Nisaa': 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman-Nya yang lain:&lt;br /&gt;"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, putra-putra saudara perempuan mereka. " (An-Nur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam firman-Nya yang lain:&lt;br /&gt;"Dan apabila kamu ada sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (hijab). " (Al-Ahzab: 53)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1419541567798370404?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1419541567798370404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1419541567798370404' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1419541567798370404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1419541567798370404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/07/berhijablah.html' title='BERHIJABLAH'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TDiPsPwBbnI/AAAAAAAAAUk/PJbnlLDECRo/s72-c/ai3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8972759050956033443</id><published>2010-06-29T22:16:00.001-07:00</published><updated>2010-06-29T22:17:17.645-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Untuk Pangeranku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCrTQxwuIkI/AAAAAAAAAUc/qc3d6mfUHxo/s1600/images+1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCrTQxwuIkI/AAAAAAAAAUc/qc3d6mfUHxo/s200/images+1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488431381093425730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teruntukmu,,,,,,&lt;br /&gt;Aq bersama semua baktiku yang tertunda,,,&lt;br /&gt;Bersama sepotong cinta yang tak akan sempurna,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk calon suamiku ,,,,&lt;br /&gt;Izinkan bakti dan taatku melebur bersama senyummu,,,&lt;br /&gt;Iiznkan cinta dan kehormatanku terpatri kuat untuk menjaga kehormatanmu,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai calon suamiku ,,,,&lt;br /&gt;Ketahuilah,,,&lt;br /&gt;Bahwa aku wanita asing bagimu,,,&lt;br /&gt;Nanti terangkanlah apa2 yang tidak kumengerti darimu,,,&lt;br /&gt;Terangkanlah apa2 yang tidak tersukai darimu,,,&lt;br /&gt;Agar istri solehah menjadi mahkota mendampingimu,,,&lt;br /&gt;Untuk calon suamiku yang masih sibuk dalam kelelahanmu,,,&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa aq selalu menunggumu,,,&lt;br /&gt;Menunggu menjadi kendaraan yang nyaman buatmu,,,&lt;br /&gt;Menjadi rumah yang lapang untukmu,,,&lt;br /&gt;Menjadi penunjuk jalan yang lurus untukmu,,,&lt;br /&gt;Menjadi penyejuk hatimu,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Wahai engkau calon pengobat cintaku,,,&lt;br /&gt;Bila nanti Allah rizkikan engkau untukku,,,&lt;br /&gt;Maka semoga aku juga menjadi rizki mulia untukmu,,,&lt;br /&gt;Bersama menyempurnakan hati dalam MahabahNya,,,&lt;br /&gt;Menyemarakan dakwah dengan para Jundi2 Allah,,,&lt;br /&gt;Aku bersama kesederhanaan yang terbalut takwamu,,,&lt;br /&gt;Bersama menggapai perjuangan ini,,,&lt;br /&gt;Yang karenamu,,,Allah semakin sayang padaku,,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8972759050956033443?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8972759050956033443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8972759050956033443' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8972759050956033443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8972759050956033443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/untuk-pangeranku.html' title='Untuk Pangeranku'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCrTQxwuIkI/AAAAAAAAAUc/qc3d6mfUHxo/s72-c/images+1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8465381755269484174</id><published>2010-06-29T22:05:00.000-07:00</published><updated>2010-06-29T22:09:53.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>bejalan berteman rembulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCrRlvm-4BI/AAAAAAAAAUU/7F8iym9SmUM/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCrRlvm-4BI/AAAAAAAAAUU/7F8iym9SmUM/s200/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488429542269706258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berjalan sendirian dalam kegelapan malam&lt;br /&gt;Bukankah itu yang biasa kulakukan&lt;br /&gt;Kekelaman dalam kehidupan&lt;br /&gt;Bukankah itu sering kulalui dalam kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesendirian&lt;br /&gt;Aku mendapat banyak pelajaran&lt;br /&gt;Aku memiliki keberanian&lt;br /&gt;Aku mendapat kekuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah aku selalu sendirian??&lt;br /&gt;Tapi aku tidak kesepian karma Rabku slalu ada untukku&lt;br /&gt;Dan sampai kapapun aku slalu ditemaniNya,,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah kaki ini semakin jauh di kehidupan&lt;br /&gt;Melangkah terus ke masa depan&lt;br /&gt;Jauh mengarah pada tujuan&lt;br /&gt;Tujuan apa di depan,,,,,&lt;br /&gt;Akan kah kudapatkan seorang teman...&lt;br /&gt;Ya, teman tuk melewati kehidupan...&lt;br /&gt;Teman tuk mengahadapi badai kehidupan&lt;br /&gt;Ya, seorang teman yang diberikan Rabbku,,,&lt;br /&gt;Itu semua akan terjawab bila waktunya tiba,,,&lt;br /&gt;Karna aku yakin Rabbku telah menyiapkan aku seseorang dan waktu yg tepat tuk ku,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8465381755269484174?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8465381755269484174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8465381755269484174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8465381755269484174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8465381755269484174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/bejalan-berteman-rembulan.html' title='bejalan berteman rembulan'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCrRlvm-4BI/AAAAAAAAAUU/7F8iym9SmUM/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-6232624550554978752</id><published>2010-06-25T02:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-25T02:26:26.817-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>AKHWAT FACEBOOKIYYAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCR2HBPJUiI/AAAAAAAAATs/uD0DciEDoLs/s1600/korea+akhwt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCR2HBPJUiI/AAAAAAAAATs/uD0DciEDoLs/s200/korea+akhwt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486640109007229474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dulu aku mengenalmu, &lt;br /&gt;Sejak pertama komentar di statusmu, &lt;br /&gt;Lalu kau balik komentar di statusku &lt;br /&gt;Semua interaksi yang terkesan biasa &lt;br /&gt;komentar yang semua biasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku tersentak kaget, &lt;br /&gt;Dengan statusmu yang sama dengan statusku, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di wall mu dan di wall ku tertulis: &lt;br /&gt;“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu`” (QS. Al-Baqarah:75) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lagsung koment, bilang kalau status kita sama, &lt;br /&gt;Kau tampak biasa, aku pun sama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari berikutnya &lt;br /&gt;Di wall ku tertulis: &lt;br /&gt;“Kebajikan itu ialah akhlak yang baik dan dosa itu ialah sesuatu yang merisaukan dirimu dan kamu tidak senang bila diketahui orang lain. (HR. Muslim)” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau langsung koment, status kita sama lagi, &lt;br /&gt;Beberapa kali berikutnya begitu &lt;br /&gt;Lagi dan lagi &lt;br /&gt;Dan bukan hanya sekali dua kali &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin lama kita semakin dekat &lt;br /&gt;Interaksi seakan begitu padat &lt;br /&gt;Dari situ aku mulai terpikat &lt;br /&gt;Betapa hati ini seakan terikat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------------------------------ &lt;br /&gt;Yang begitu membuatku semakin kaget &lt;br /&gt;Pada hari itu, &lt;br /&gt;Handphoneku berdering, dari no. tanpa nama &lt;br /&gt;Aku angkat… &lt;br /&gt;Salam dari Suara ujung sana terdengar &lt;br /&gt;Suara seorang ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum.. Nak”, &lt;br /&gt;“wa’alaikumsalam Bu,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Koq, suaramu seperti seorang perempuan Nak?” &lt;br /&gt;“Aku memang perempuan Bu,” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan baru aku ketahui, &lt;br /&gt;Bahwa itu Ibumu, &lt;br /&gt;Yang nyasar ingin menelponmu &lt;br /&gt;Tapi malah sambung ke no.ku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;No. HP kita ternyata hanya berbeda satu angka, &lt;br /&gt;Dan itu membuat ibumu nyasar menelponku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tahu, apakah ini hanya kebetulan semata? &lt;br /&gt;----------------------------------- &lt;br /&gt;Sejak itu, obrolan berlanjut via HP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercanda, &lt;br /&gt;Berkenalan, &lt;br /&gt;Aktifitas apa? &lt;br /&gt;Kuliah di mana? &lt;br /&gt;Jurusan apa? &lt;br /&gt;Semester berapa? &lt;br /&gt;Dan lain-lain.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi - lagi aku terkesima &lt;br /&gt;Jurusan kita ternyata sama &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin Tak mengerti, apakah ini masih di anggap kebetulan semata? &lt;br /&gt;---------------------------- &lt;br /&gt;Beberapa hari berselang &lt;br /&gt;Kau mulai mengurangi ritme interaksi kita &lt;br /&gt;Aku tidak paham &lt;br /&gt;Kau pun mulai diam &lt;br /&gt;-------------------------------- &lt;br /&gt;Dalam perjalananku pulang kampung waktu itu &lt;br /&gt;Malam ku sendiri tak terlelap &lt;br /&gt;Dalam kereta, &lt;br /&gt;Aku mencoba membuka akunmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak bisa terbuka, &lt;br /&gt;Ternyata kau meremove ku &lt;br /&gt;Aku menangis, &lt;br /&gt;Aku pun risau, &lt;br /&gt;Apakah salah ku? &lt;br /&gt;Mencoba untuk tetap tenang dalam tidurku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi…mimpi… &lt;br /&gt;Mimpi yang membuatku bangun seketika &lt;br /&gt;Di tengah malam itu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaanku semakin tak enak, &lt;br /&gt;Gemetar tubuhku, &lt;br /&gt;mengetik SMS untukmu, &lt;br /&gt;ku awali menanyakan sujud mu malam ini? &lt;br /&gt;Dan menanyakan &lt;br /&gt;Apa alasanmu meremove akunku? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tunggu balasanmu &lt;br /&gt;Tak ada &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun mendesak mu &lt;br /&gt;Tolong dibalas &lt;br /&gt;Agar aku bisa tenang &lt;br /&gt;Agar aku bisa kembali bermimpi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya pagi mulai menyapa &lt;br /&gt;Menembus sela-sela ruang yang menerpa &lt;br /&gt;Kau membalas SMS itu, &lt;br /&gt;Kau bilang tidak ada apa-apa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau meminta ku &lt;br /&gt;Untuk SMS seperlunya &lt;br /&gt;Tanpa canda, &lt;br /&gt;Tanpa sia-sia, &lt;br /&gt;Tanpa ada kata percuma, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu pun ikut berbicara &lt;br /&gt;Tidak juga di atas jam 9 malam, &lt;br /&gt;Tidak dini hari, &lt;br /&gt;Tidak usah mengingatkan Sujud malammu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau bilang takut menimbulkan fitnah &lt;br /&gt;termasuk untuk menetralisir perasaan &lt;br /&gt;dan untuk meremove ku dari fikiranmu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sepakat dengan syaratmu. &lt;br /&gt;Aku pun menangis sejadi-jadinya, &lt;br /&gt;Ternayata selama ini aku begitu, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Akun FB ku, kau blokir &lt;br /&gt;No.HP mu kau ganti &lt;br /&gt;Semua celah kau tutup rapat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada komunikasi &lt;br /&gt;Tak ada lagi interaksi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilih sepi, &lt;br /&gt;memilih sendiri, &lt;br /&gt;Sepi dalam tangisan mata &lt;br /&gt;Sendiri dalam linangan gerimis jiwa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangisan tak tertahankan &lt;br /&gt;Di sepertiga malam terkahir &lt;br /&gt;Aku memohon ampunan &lt;br /&gt;Ya Ghofar &lt;br /&gt;Ya Syahiid &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampuni Hamba-Mu ini &lt;br /&gt;Saksikanlah gemuruh pengharapan &lt;br /&gt;Pengampunan atas segala dosa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kau yang ada disana &lt;br /&gt;Kini Aku akan menikah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari pernikahanku nanti &lt;br /&gt;Aku ingin kau datang &lt;br /&gt;Sebagai penenang hatiku &lt;br /&gt;Bahwa kau telah bahagia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua berjalan sesuai rencanamu &lt;br /&gt;Seharusnya kau sudah menikah di bulan Syawal tahun lalu &lt;br /&gt;Di bulan sebelumnya aku pernah menunggu &lt;br /&gt;Menuggu akan ada telepon lagi dari ibumu &lt;br /&gt;Tapi bukan karena nyasar &lt;br /&gt;Tapi menunggu kabar dari ibumu &lt;br /&gt;Bahwa kau kan melamarku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ternyata tidak &lt;br /&gt;Hampa &lt;br /&gt;Kosong &lt;br /&gt;Tak bertuan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu, &lt;br /&gt;Aku memang tidak pantas untukmu &lt;br /&gt;Aku yang pernah mengotori hatimu &lt;br /&gt;Maafkan aku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kau pernah bilang : &lt;br /&gt;“jika menginginkan sesuatu yang suci, maka harus di tempuh dengan jalan yang suci pula” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai kau yang ada disana &lt;br /&gt;Aku memang tidak pantas untukmu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih atas semua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lebih pantas dengan yang lebih terjaga juga &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;---------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Aku akan menikah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah dengan orang yang belum pernah aku kenal sebelumnya &lt;br /&gt;Semua aku serahkan pada kakak laki-laki tertuaku &lt;br /&gt;Tanpa Ta’aruf &lt;br /&gt;Tanpa Nazhar &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku percaya pada kakakku untuk memilih yang terbaik untukku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kejadian itu &lt;br /&gt;Aku putuskan semua interaksi dengan lawan jenis &lt;br /&gt;Aku menjadi terlalu sensitife dengan mereka &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kau pernah bilang &lt;br /&gt;“seorang yang mengaku dirinya hamba, tidak akan mengulangi kesalahan berulang-ulang kali” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Aku Akan Menikah… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan aku menulis begini &lt;br /&gt;Kau tak lagi mungkin membaca catatanku ini, &lt;br /&gt;karena ternyata blokir lebih kejam dari remove &lt;br /&gt;Dan memang bukan itu yang kuharapkan.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya ingin mengingatkan pada yang lain, &lt;br /&gt;sebagai pelajaran untuk semua &lt;br /&gt;Just It.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--------------------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena Aku Akan Menikah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-----------selesai penukilan-------------- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar saya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah bahaya facebook dan internet secara umum. Hendaknya kita menjaga diri kita dari segala pintu fitnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah dengan akhwat facebookiyyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali Kau bisa mendapatkan istri dari sana... &lt;br /&gt;Namun istrimu menyimpan laki-laki lain di hatinya.... &lt;br /&gt;Yaitu laki-laki yang pernah ada di friendlist facebooknya..... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika kau tidak ingin seperti itu... &lt;br /&gt;Hendaknya kita pun juga menjaga diri kita.... &lt;br /&gt;Dengan tidak bermudah-mudahan dengan lawan jenis.... &lt;br /&gt;Jangan latih diri kita tuk mengkhianati kekasih kita.... &lt;br /&gt;Dengan FB-an pada Wanita yang bukan mahram kita... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-jazaa'u min jinsi al'amali.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati-hatilah dengan kata-kata "bersayap"... &lt;br /&gt;yang mungkin kita kontarkan.... &lt;br /&gt;atau akhwat lontarkan kepada kita... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata saudari kita di atas adalah kata-kata "bersayap".... &lt;br /&gt;yaitu kata-kata yang mengatakan "pergilah", &lt;br /&gt;tetapi orang yang ditujunya akan membacanya "datanglah"... &lt;br /&gt;Yang sebenarnya kita pun malu mambacanya.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, seorang muslim yang baik adalah yang menjauhi fitnah yang merusak.... &lt;br /&gt;Ia tidak terlena dengan untaian kata-kata wanita.... &lt;br /&gt;tetapi terlena dengan kalamullah dan kalam nabi-Nya... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini Tulisan Panjang Amir ya ^_^, Afwan &lt;br /&gt;Sumber:myquran&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-6232624550554978752?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/6232624550554978752/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=6232624550554978752' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6232624550554978752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6232624550554978752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/akhwat-facebookiyyah.html' title='AKHWAT FACEBOOKIYYAH'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCR2HBPJUiI/AAAAAAAAATs/uD0DciEDoLs/s72-c/korea+akhwt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3605104127830046713</id><published>2010-06-19T00:35:00.000-07:00</published><updated>2010-06-19T00:48:31.308-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>MiR@i........</title><content type='html'>Aku hanya insan biasa saja dimata manusia termasuk dirimu&lt;br /&gt;Begitu banyak kekurangan yg ada padaku&lt;br /&gt;Tolong lihat diriku dengan penuh kekurangan&lt;br /&gt;Itukan kan melegakanku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih untuk seseorang yang telah mencintaiku dari sudut pandang yang indah &lt;br /&gt;ku hargai itu sebuah fitrah manusia tapi ku mohon jangan menjadi sebuah beban untukmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku hanya seorang wanita biasa yang hanya ingin menjadi luarbiasa dimata Allah&lt;br /&gt;Cintai aku dengan sederhana, karena ku takut...takut...takut....cintamu menjadi benci dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap tulis doa dan harapanmu bukan menjadi suatu kebanggaan untukku &lt;br /&gt;Karena dicintai seorang laki-laki,tapi kesedihan berujung beban&lt;br /&gt;Ku kan menunggu cinta yang hala darimu &lt;br /&gt;demi MIRAI cinta kita didunia dan diakhirat dalam naungan cintaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintai aku sederhana saja.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku mohon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3605104127830046713?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3605104127830046713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3605104127830046713' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3605104127830046713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3605104127830046713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/miri.html' title='MiR@i........'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2949686848357624896</id><published>2010-06-17T04:16:00.000-07:00</published><updated>2010-06-17T04:29:25.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>maaf kan</title><content type='html'>bismillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb&lt;br /&gt;Engkau Maha Mengetahui isi-isi hati ini dengan begitu detailnya&lt;br /&gt;sehingga diriku tidak berani untuk berbohong kepadaMu&lt;br /&gt;karena kutahu itu sama halnya aku membohongi diriku dan terhina dihadapanMU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya Rabb&lt;br /&gt;sampaikan salam cintaku untuknya karenaMu&lt;br /&gt;ku harus selalu menjaga cinta ini murni dan suci yang mestinya Engkau perintahkan&lt;br /&gt;Ku akan simpan selalu cinta ini dan kan ku berikan pada waktu dan cara yg indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb&lt;br /&gt;Ku pasrahkan diri karena ku tahu Engkau kan memberikan ku yang terindah untukku&lt;br /&gt;Maafkan aku bukan aku tidak memberikan cinta ini,aku hanya ingin menjaga cinta ini indah dan membawa berkah untuk selamanya.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb&lt;br /&gt;Berikan ia ketabahan dan kesabaran akan cintanya padaku&lt;br /&gt;Cintaku padaMu lebih besar dari cintaku padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb&lt;br /&gt;Jagalah selalu perasaanku terhadapnya hingga waktunya&lt;br /&gt;Jagalah selalu sikapku terhadapnya hingga waktunya&lt;br /&gt;Aku hanya ingin cintaku padanya Halal dimataMu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2949686848357624896?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2949686848357624896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2949686848357624896' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2949686848357624896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2949686848357624896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/maaf-kan.html' title='maaf kan'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5579323223091234963</id><published>2010-06-11T00:43:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T00:44:36.769-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Stardas..........</title><content type='html'>Semakin panjang usia kita, semakin panjang pula catatan  pengalaman hidup kita. Bagi mereka yang mau memetik pelajaran dari pengalamannya, maka pengalaman jadi kekayaan yang unik baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia membawanya pada kebajikan. Sedangkan bagi mereka yang acuh, pengalaman tak lebih dari goresan di atas pasir pantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia tak menjamin apa-apa selain ketuaan baginya. Meski kita sama-sama dinaungi oleh langit yang sama; meski kita sama-sama diterangi oleh cahya matahari yang sama;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meski kita sama-sama digelapi oleh malam yang sama, namun kita tak pernah sama dalam mencerap semua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita melihat cakrawala dari ketinggian yang berbeda. Kita melangkah di jalan setapak dengan bobot yang berbeda.Kita mengisi ruang dan waktu ini dengan besar tubuh yang berbeda pula. Maka, meski kita lahir di bumi yang satu, namun kita hidup di dunia yang berbeda-beda. Kita mempunyai sidik dunia pikiran yang tak sama bagi setiap orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keunikan itu takkan banyak berarti bila tak menjadi kekayaan bagi kita. Dan, kekayaan itu tak banyak bermakna bila tak membuat diri kita semakin bijak bestari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5579323223091234963?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5579323223091234963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5579323223091234963' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5579323223091234963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5579323223091234963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/stardas.html' title='Stardas..........'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8884292602375255853</id><published>2010-06-10T22:56:00.000-07:00</published><updated>2010-06-10T23:04:38.384-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Benarkah millatfacebook buatan pakistan???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TBHR42E2HXI/AAAAAAAAATE/VPIKRDB82TU/s1600/mfb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 111px; height: 74px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TBHR42E2HXI/AAAAAAAAATE/VPIKRDB82TU/s200/mfb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481392996005322098" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ teman- teman semua, hapus akun FB kita, saatnya hijrah ke MFB (MillatFacebook), yang di buat oleh pemuda Pakistan untuk umat Islam”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah potongan pesan yang kuterima pagi ini,. Awalnya bingung, apa maksud SMS dari temanku itu. Setelah dapat signal Wifi di STIS AL AZHAR MAKASSAR, kubuka akun facebook-ku. Mungkinkah ini seruan meninggalkan FB sehubungan dengan kasus Kapal Mavi Marmara?&lt;br /&gt;Tak lama kemudian, aku cek inbox FB, ternyata ada pesan serupa.&lt;br /&gt;“ Assalamu'alaikum... Saya mengajak teman2 yg tergabung dalam Grup ini, membuat akun di MFB, jejaring sosial yg ditemukan oleh Sodara kita seorang Muslim dari Pakistan, karena seperti yg kita tahu bahwa facebook adalah jejaring sosial buatan Yahudi...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ehm… tunggu dulu…..&lt;br /&gt;Sebelum menghapus akun FB, kucoba mengunjungi situs yang dimaksud. Sepertinya servernya belum maksimal, masih lambat loading. Segera kutinggalkan tanpa membuat akun di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa benar, itu situs jejaring sosial buatan pemuda muslim?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman- teman yang mengirimiku pesan juga tak bisa memberikan data yang valid, minimal data diri pembuat situs tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa berpikir panjang, otakku beraksi. Akan kucoba cari tahu tentang situs tersebut, dengan cara paling sederhana, melakukan Proof of Concept dengan melakukan penetrasi terhadap server nya. Metode yang digunakan, DNS Locator, IP viewer location dan comment ping dari cmd.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, untuk millatfacebook.com (double L) yang katanya dari Pakistan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hasilnya setelah ping dari cmd :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Microsoft Windows [Version 6.1.7600]&lt;br /&gt;Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved.&lt;br /&gt;C:\Users\Free Palestine&gt;ping millatfacebook.com&lt;br /&gt;Pinging millatfacebook.com [204.61.223.84] with 32 bytes of data:&lt;br /&gt;Reply from 204.61.223.84: bytes=32 time=383ms TTL=47&lt;br /&gt;Reply from 204.61.223.84: bytes=32 time=379ms TTL=47&lt;br /&gt;Ping statistics for 204.61.223.84:&lt;br /&gt;Packets: Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 (0% loss),&lt;br /&gt;Approximate round trip times in milli-seconds:&lt;br /&gt;Minimum = 379ms, Maximum = 383ms, Average = 381ms&lt;br /&gt;Control-C&lt;br /&gt;^C&lt;br /&gt;C:\Users\Free Palestine&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini didapatkan IP Address: 204.61.223.84&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, metode selanjutnya, dengan melakukan trace pada IP Addres tersebut. Bagaimana caranya? Bisa teman- teman coba memasukkan IP Addres nya disini&lt;br /&gt;Dan berikut hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Address: 204.61.223.84&lt;br /&gt;Hostname: node-lb0.millatbook.com&lt;br /&gt;IP Country: United States&lt;br /&gt;IP Country Code: USA&lt;br /&gt;IP Continent: North America&lt;br /&gt;IP Region: Texas&lt;br /&gt;Guessed City: Friendswood&lt;br /&gt;IP Latitude: 29.5141&lt;br /&gt;IP Longitude: -95.1903&lt;br /&gt;Organization: Lakota Data Center LLC&lt;br /&gt;ISP Provider: Lakota Data Center LLC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, dengan metode yang sama, untuk milatfacebook.com / joinpk.com (L nya satu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut hasilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Address: 64.202.189.170&lt;br /&gt;Hostname: pwfwd-v01.prod.mesa1.secureserver.net&lt;br /&gt;IP Country: United States&lt;br /&gt;IP Country Code: USA&lt;br /&gt;IP Continent: North America&lt;br /&gt;IP Region: Arizona&lt;br /&gt;Guessed City: Scottsdal&lt;br /&gt;IP Latitude: 33.6119&lt;br /&gt;IP Longitude: -111.8907&lt;br /&gt;Organization: GoDaddy.com&lt;br /&gt;ISP Provider: GoDaddy.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, sebagai perbandingan, situs asli facebook.com (milik mark zuckerberg)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut hasilnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Address: 69.63.189.16&lt;br /&gt;Hostname: www-11-01-ash2.facebook.com&lt;br /&gt;IP Country: United States&lt;br /&gt;IP Country Code: USA&lt;br /&gt;IP Continent: North America&lt;br /&gt;IP Region: California&lt;br /&gt;Guessed City: Palo Alto&lt;br /&gt;IP Latitude: 37.4429&lt;br /&gt;IP Longitude: -122.1514&lt;br /&gt;Organization: Facebook&lt;br /&gt;ISP Provider: Facebook&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANA ? MASIH PERCAYA MILLATFACEBOOK BERASAL DARI PAKISTAN ?&lt;br /&gt;SAMPAI SEKARANG PUN SAYA TIDAK TAHU SIAPA YANG MENDIRIKAN, SAYA HANYA TAHU BAHWA ITU SERVERNYA ADA DI AMERIKA, HANYA BEDA NEGARA BAGIAN DAN BOLEH JADI MILIK SATU PERUSAHAAN YANG SAMA DENGAN FACEBOOK (bingung mode: On )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya, Indonesia juga punya jejaring sosial loh, namanya KOPROL.&lt;br /&gt;BENARKAH PUNYA INDONESIA ? Kita lihat hasilnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Address: 180.233.199.240&lt;br /&gt;Hostname: 180.233.199.240&lt;br /&gt;IP Country: Korea, Republic of&lt;br /&gt;IP Country Code: KOR&lt;br /&gt;IP Continent: Asia&lt;br /&gt;IP Region:&lt;br /&gt;Guessed City:&lt;br /&gt;IP Latitude: 37&lt;br /&gt;IP Longitude: 127.5&lt;br /&gt;Organization:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm….. situs jejaring sosial koprol.com ternyata servernya bukan di Indonesia, tapi di Republik Korea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini contohnya untuk site yang memang berasal dari negara kita, INDONESIA. Saya ambil contoh situs koran Republika&lt;br /&gt;Hasilnya memang benar berasal dari Indonesia, ternyata IP Locator nya benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IP Address: 118.82.8.132&lt;br /&gt;Hostname: 118.82.8.132&lt;br /&gt;IP Country: Indonesia&lt;br /&gt;IP Country Code: IDN&lt;br /&gt;IP Continent: Asia&lt;br /&gt;IP Region: Jakarta Raya&lt;br /&gt;Guessed City: Jakarta&lt;br /&gt;IP Latitude: -6.1744&lt;br /&gt;IP Longitude: 106.8294&lt;br /&gt;Organization: PT. Digital Wireless Indonesia&lt;br /&gt;ISP Provider: PT. Digital Wireless Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TRUS, SOLUSINYA SEPERTI APA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sebaiknya kosongkan info profil FB, MFB, apapun situsnya terutama aktivitas organisasi kita. CIA dan Mossad sedang gencar mengumpulkan data-data peribadi untuk kemudian dipetakan. Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga info ini bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Untuk millatfacebook.com ternyata nggak punya hosting sendiri, tapi beli di Lakota Data Center, LLC, Perusahaan web hosting punya Amerika, tepatnya di Texas.. (sama aja bohong, kalaupun buatan orang Pakistan, databasenya juga masuk ke Amerika)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;update tanggal 10 Juni 2010 Pkl. 15.01 WITA:&lt;br /&gt;Cara paling mudah mengetahui IP Address dan lokasi website, kunjungi http://www.domainwhitepages.com/ dan masukkan alamat situs atau website.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WARNING: Info menarik, dari pada browsing di google tentang video mesum artis mendingan luangkan waktu untuk membaca info di http://tinyurl.com/infokeren2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanya trik sederhana untuk mengetahui Negara asal penyedia situs tersebut. Percaya atau tidak, itu tergantung teman- teman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum teman- teman meninggalkan blog ini, mohon komentarnya dan setelah itu silahkan baca bonus info untuk teman- teman, silahkan klik di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Happy Blogging !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cyber Moslem07&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : http://diaryaktivis.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8884292602375255853?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8884292602375255853/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8884292602375255853' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8884292602375255853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8884292602375255853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/benarkah-millatfacebook-buatan-pakistan.html' title='Benarkah millatfacebook buatan pakistan???'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TBHR42E2HXI/AAAAAAAAATE/VPIKRDB82TU/s72-c/mfb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8954302239719425435</id><published>2010-06-09T06:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-09T06:39:35.495-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>wanita modern dan busana</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katakan padaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk apa busana wanita diciptakan&lt;br /&gt;bila wanita hanya menyukai secuil saja darinya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katakan padaku&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang manakah fungsinya busana wanita&lt;br /&gt;Menutupi ataukah membukai &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Katakan padaku &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manakah yang lebih modern&lt;br /&gt;Wanita purba dengan secarik kulit kayu&lt;br /&gt;ataukah Kylie Minogue &lt;br /&gt;dengan sejumput kain yang nyaris sama lebar &lt;br /&gt;cepat katakan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Aku sungguh ingin tahu! &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8954302239719425435?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8954302239719425435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8954302239719425435' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8954302239719425435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8954302239719425435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/06/wanita-modern-dan-busana.html' title='wanita modern dan busana'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1595879721251255463</id><published>2010-05-29T03:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-29T03:09:48.061-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Matinya Aktivis Di Tangan Finansial</title><content type='html'>by: Lia muliana rozana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita temukan banyaknya aktivis yang bergerak di berbagai bidang. Ketika kita lihat sepak terjangnya di dunia dakwah, dengan analisanya terhadap sebuah permasalahan, kemampuannya dalam melobi hingga kerja dakwah menjadi sedemikian lancarnya, sehingga segala prediket menempel di pundaknya. Semua orang bertepuk tangan bangga padanya. Orator handal, motivator dahsyat dan tetek bengek lainnya. Setiap dia bertemu dengan orang tidak ada yang mengenalnya. Bahkan siapa yang pernah bersalaman dengannya, kenal dengannya, atau dikenal olehnya menjadi begitu bangga. Bangga dikenal oleh seorang yang terkenal.&lt;br /&gt;Di bidang akademik, mungkin dia bukanlah orang yang menonjol, namun karena sikapnya yang supel dan menyenangkan menjadikannya orang yang terkenal juga. Banyak dosen yang senang karena daya analisa dan kekritisannya.&lt;br /&gt;Pokoknya dengan seabrek-abrek aktivitas tak membuatnya kendor. Bahkan dalam jenjang amanah, mungkin dia termasuk orang yang mengalami percepatan. Cepat diperhitungkan, cepat diberi amanah dengan jabatan lumayan berat, cepat segala-galanya.&lt;br /&gt;Dari segi ruhiyah, mungkin dia adalah orang bisa dianggap terjaga. Qiyaumul lail hampir tak pernah dilewatkannya. Shalat-shalat sunnah lainnya jarang tidak dilaksanakannya, meskipun dengan alasan apapun, tetap diusahakannya.&lt;br /&gt;Intinya, dia secara kasat mata adalah orang yang sangat dijadikan contoh dan tauladan dan menjadi profil idola bagi banyak aktivis lain. Menjadi tokoh dakwah yang cukup diperhitungkan karna kerja dakwahnya. Semua waktunya benar-benar dipersembahkan untuk dakwah semata.&lt;br /&gt;Alhasil, semakin banyaklah amanah yang sampai kepadanya, yang tak ingin dan tak mungkin ditolaknya. Bahkan, ada seorang ikhwan pemuja beliau berkata, jika ada yang akan keluar dari wajihah dakwah ini, maka dia adalah orang yang terakhir melakukannya. Begitu besar kepercayaan yang ditimbulkannya di hati para da'i yang lain.&lt;br /&gt;Namun lambat laun, namanya mulai hilang dari peredaran. Amanah yang sedang diembannya, sedikit demi sedikit ditinggalkannya. Rapat-rapat yang sering menjadi makanannya sehari-hari mulai jarang dimakannya. Mungkin karna kehilangan nafsu makan kali ya, semua orang jadi kebingungan. Kemana perginya sang idola di kampus juga lama tak kelihatan. Aktivitasnya di lembaga luar kampus pun sudah lama di tinggalkannya. Semua orang kehilangan.. semuanya kecewa..terutama para aktivis yang berhasil di kadernya.&lt;br /&gt;Usut punya usut, terdengarlah kabar kalau si akhi punya kendala finansial. Keuangan yang menyebabkannya memilih untuk tidak melanjutkan aktivitas dakwahnya dan mulai berkarya untuk maisyah.. memilih menjauh dari komunitas yang akrab dengannya selama ini.. memilih untuk menutupi permasalahannya dan menghindar dari orang-orang yang begitu menyayanginya.&lt;br /&gt;Mungkin fenomena di atas, tidak sekali dua kali kita dengar dan lihat sendiri. Bisa jadi kita adalah salah satu orang yang sedang mengalaminya, atau sahabat terdekat kita yang sedang mengalaminya.&lt;br /&gt;Terkadang, kita salah dalam mengartikan kata aktivis. Apakah aktivis itu melulu orang yang mampu berperan di lembaga dakwah, bersedia mengorbankan harta, benda dan raganya hanya untuk lembaga tersebut? Apakah aktivis itu adalah orang hanya melulu memikirkan masalah ummat dan mengabaikan masalah dirinya?&lt;br /&gt;Apakah aktivis merupakan sosok lilin yang akan menerangi orang di sekitarnya namun membakar habis dirinya dan akhirnya hilang tak berbekas?&lt;br /&gt;Apakah aktivis itu adalah seorang manusia berbadan tivis, kantong tivis, IPK tivis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak!!! justru aktivis merupakan seorang yang memiliki keahlian lebih dibanding 'manusia biasa'.&lt;br /&gt;Justru aktivis merupakan seorang yang memiliki inovasi dan kreativitas lebih tinggi untuk menjadi 'pencipta' sesuatu, bukan pengisi yang sudah ada.&lt;br /&gt;Memiliki kemampuan 'menciptakan' bukan malah menjadi pesuruh dari suatu lembaga atau organisasi finansial.&lt;br /&gt;Justru seharusnya dialah trendsetter, bukan follower...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah aktivis sejati...&lt;br /&gt;dialah lampu penerang, bukan sekedar lilin. melainkan lampu yang memiliki asupan energi yang selalu membuatnya terang dan menerangi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aktivis seperti apakah ukhti atau akhi???? Sanggupkah antum wa antunna syahid justru bukan di medan pertempuran, tapi justru di tangan finansial..&lt;br /&gt;Bukankah Allah menyukai muslim yang kuat???&lt;br /&gt;Kuat fisik, kuat finansial, kuat dalam arti kemanusiaannya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1595879721251255463?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1595879721251255463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1595879721251255463' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1595879721251255463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1595879721251255463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/matinya-aktivis-di-tangan-finansial.html' title='Matinya Aktivis Di Tangan Finansial'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-295532192154564162</id><published>2010-05-24T23:25:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T23:26:58.790-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Memotivasi diri untuk Semangat Berdakwah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_ttnWCzMfI/AAAAAAAAAS8/eOiYHBeGnns/s1600/Akhwat%2Bmsh%2Bskull.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 174px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_ttnWCzMfI/AAAAAAAAAS8/eOiYHBeGnns/s320/Akhwat%2Bmsh%2Bskull.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5475090294698619378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tausiyah ini sebenarnya bukan hanya untuk akhwat saja tetapi boleh juga untuk ikhwan kerana ikhwan dan akhwat sama-sama mengemban kewajipan untuk berdakwah dan keduanya sama-sama punya peluang untuk mengendor semangat dakwahnya. Kalau ditinjau dari segi akhwat, seorang muslimah memang seharusnya mempunyai double power power kerana selain menjalankan peranannya sebagai anak, ibu atau isteri, dia juga harus bergiat aktif dalam dunia dakwah. Bagaimana caranya untuk memotivasi diri supaya tetap bersemangat dalam dakwah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Status apapun yang telah disandang oleh seorang muslimah, baik sebagai seorang anak, ibu atau isteri maka aktivitinya dalam dunia dakwah sudah menjadi suatu keharusan. Sebab dakwah ilallah adalah kewajipan yang telah telah dipikul sejak masa Rasulullah saw sehingga saat ini. Bahkan muslimah di masa itu ikut bersama dalam memikul beban dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sedar bahawa mereka mempunyai kewajipan untuk melaksanakan dakwah sesuai dengan tabiat dan kemampuannya. Mereka memahami betul makna dakwah dan berbagai tuntutannya, bahawa dakwah bukan hanya ceramah-ceramah yang disampaikan kepada manusia tapi tugas yang lain diabaikan. Dakwah bagi mereka adalah tabligh, amal dan sekaligus jihad fi sabilillah di medan perang ketika situasi memang mengharuskannya. Pemahaman dakwah seperti inilah yang kita ingin hadirkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak menghendaki semangat dakwah yang mengendor dan melemah setelah melewati hari-hari awal berdakwah yang kita lalui dengan semangat juang, dipenuhi dengan iman, kecintaan, persaudaraan dan pengorbanan. Namun ketika berlalu masa yang panjang, kesibukan dalam rumah tangga, mengurus anak, mencari rezeki, semua aktifitas di masa lalu hanya menjadi sebuah kenangan indah, album lama yang disimpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk dapat termotivasi lagi dalam menjalankan dakwah, maka kiat-kiat yang diperlukan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami tujuan hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibadah kepada Allah adalah merupakan tujuan dari penciptaan kita, sehingga apapun bentuk amal perbuatan itu dilakukan dengan kesedaran bahawa Allah selalu berada bersama kita dan selalu mengawasi gerak-geri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memahami kewajipan dakwah dan keutamaannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara hukum dakwah adalah kewajipan yang harus diemban bagi setiap muslim. Fahami dengan mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ucapan mereka menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebahagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahawa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu" (An-Nahl[16]:25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu umat Islam adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasiq." (Ali Imran[3]:110)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga hadis-hadis sahih seperti (Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat, HR. Ahmad, Bukhari dan Tarmizi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami keutamaan dakwah, sehingga setiap muslim yang menjalankannya akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah dengan dikelompokkan ke dalam khairu ummah (ummat yang terbaik), memperoleh pahala yang amat besar (Barangsiapa yang menunjukan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya, HR.Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Tirmudzi), memperoleh keberuntungan, baik dalam kehidupan dunia mahupun di akhirat, terhindar dari laknat, memperoleh rahmat Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang kafir dari Bani Israel telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu kerana mereka derhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan munkar yang selalu mereka perbuat." (Al-Maidah[5]:78-79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong sebahagian yang lain, mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, melaksanakan solat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana." (At-Taubah[9]:71)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memahami nilai dunia dibandingkan akhirat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia bukanlah segala-galanya, oleh karena itu tidaklah pantas kita merasa aman di dunia sementara tidak memiliki perbekalan yang memadai untuk menghadap Allah, dan kita tentu tidak akan rela mengorbankan kehidupan yang kekal abadi hanya untuk mencari kehidupan yang fana ini. Kalaulah dalam menjalani kehidupan ini penuh dengan cubaan, musibah dan ujian, namun pada dasarnya kita tidak akan hidup selama-lamanya di dunia ini sebab dunia ini adalah penjara bagi orang yang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Meyakini dengan sepenuhnya konsep hari perhitungan (yaumul hisab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedaran akan hari perhitungan, syurga dan neraka akan memotivasi diri untuk mengisi seluruh waktu dalam kehidupan beribadah dan berdakwah kepada Allah, karena setiap amal sekecil apapun akan ada nilai dan pertanggungjawaban di hadapan Allah, setiap amal adalah merupakan investasi abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengakrabi kehidupan dengan Al Qur’an dan as-Sunnah serta berupaya untuk selalu berada di tengah orang yang sholeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan merenungi ayat-ayat Allah akan dapat memberi semangat dalam memelihara ketaatan dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, apalagi didukung dengan pergaulan bersama orang-orang yang sholeh. Upayakan untuk selalu hadir dalam pertemuan rutin, niatkan sepenuhnya hanya karena Allah walaupun terdapat kekurangan di dalam pertemuan tersebut, paling tidak niat silaturrahimnya sudah terpenuhi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menghindarkan diri dari semua bentuk kemaksiatan dan dosa-dosa kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerana sekecil apapun perbuatan maksiat dilakukan, akan dapat mempengaruhi hati dan ketaatan pada Allah. Karena pada dasarnya iman itu naik dan turun, naik dengan melaksanakan ketaatan pada Allah, dan turun karena melakukan maksiat padaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mengingat bahawa kematian itu datang secara mendadak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini akan mendorong kita untuk berlumba-lumba melakukan ketaatan kepada-Nya, karena ajal itu datang tanpa diundang. Alangkah indahnya apabila Alah memanggil kita dalam keadaan melaksanakan tugas dakwah, sehingga mendapatkan Husnul Khotimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memohon pertolongan dan bantuan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa berdoa padaNya: Allahumma a’inni ‘ala zikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika (Ya Allah Bantulah aku (senantiasa) dalam mengingatMu, mensyukuri (segala nikmatMu), dan dalam menyempurnakan ibadah-ibadahku padaMu). Mensyukuri nikmat Allah berupa hidayah adalah dengan berdakwah kembali menyebarkan nilai-nilai hidayah yang telah kita peroleh, itulah realisasi rasa syukur kepada Allah sehingga kita dapat menyempurnakan ibadah-ibadah kita hanya kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: majalah Tarbiyah Edisi 11 Th.2/Rajab-Sya’ban 1427 H)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-295532192154564162?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/295532192154564162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=295532192154564162' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/295532192154564162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/295532192154564162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/memotivasi-diri-untuk-semangat.html' title='Memotivasi diri untuk Semangat Berdakwah'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_ttnWCzMfI/AAAAAAAAAS8/eOiYHBeGnns/s72-c/Akhwat%2Bmsh%2Bskull.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-7524099613362642080</id><published>2010-05-20T01:16:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:25:23.986-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Karena Taman Itu Disirami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_TxkflOBSI/AAAAAAAAARs/lXdQZm9Ldlg/s1600/de.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 264px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_TxkflOBSI/AAAAAAAAARs/lXdQZm9Ldlg/s320/de.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473265056417187106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berawaldari sebuah lelucon dengan kawan tentang bercocok tanam sampai masalah berumah tangga, semoga tulisan ini bermanfaat dan maaf bila ada yang salah..........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya pergaulan pasutri dalam membina rumah tangganya sarat dengan keharmonisan. Keharmonisan merupakan sebutan yang sering dan selalu didamba keberadaannya oleh setiap pasutri. Hal ini wajar, mengingat begitu pentingnya peranannya dalam kehidupan setiap pasutri. Bisa jadi dan sangat mungkin sebab keharmonisan itu merupakan pokok keberhasilan dalam usaha mereka berdua mendayung sampan mengarungi samudera kehidupan rumah tangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk unsur pokok keharmonisan setiap pasutri adalah akhlaq yang terpuji dari tiap-tiap individu. Dan termasuk pokok akhlaq terpuji adalah berbuat adil dan tidak menzholimi. Seorang suami harus mempergauli isterinya dengan penuh keadilan dan tidak ada kezholiman. Begitu pula seorang isteri harus mengimbangi keadilan suami dengan keadilan serupa. Bersihnya suami dari kezholiman ialah dengan menahan dari melakukan kezholiman kepada isterinya. Bukankah itu adalah keharmonisan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kedudukan yang berbeda antara suami dan istri dalam rumah tangganya, hal ini menuntut keadilan dan dibuangnya jauh-jauh kezholinman dari setiap pasutri terhadap pasangannya. Sebab dibalik perbedaan itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menganugerahkan keharmonisan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka…. (QS. an-Nisa’ [4]: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan para suami sebagai orang yang memiliki kuasa dalam membina para isterinya, mendidik mereka, serta memerintah mereka untuk melaksanakan seluruh kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada suaminya, serta memberikan pelajaran kepada mereka bila mereka tidak menunaikannya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menghendaki sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ditetapkan demikian? Padahal yang demikian ini benar-benar sebuah perbedaan? Memang benar, itu adalah perbedaan, sedangkan keharmonisan tidak selamanya harus sepadan, harus sama, dan harus selaras. Dalam perbedaan pun Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki keharmonisan, bahkan merupakan keharmonisan yang sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hanya suami? Sebab Subhanahu wa Ta’ala telah melebihkan para suami atas para isteri dengan mahar-mahar yang mereka bayarkan, dengan harta yang mereka nafkahkan untuk isteri mereka, dan dengan kecukupan yang mereka berikan kepada para isteri mereka. Benar-benar sebuah keharmonisan! Para isteri itu di sisi suami laksana bunga-bunga di taman yang selalu disirami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah tidak harmonis bila yang selalu disirami tidak ’mengerti’ tuannya? Seperti juga bukan keharmonisan bila si tuan tidak menyirami tamannya? Karena taman itu disirami, maka selayaknya mawar-mawar itu memahami perbedaan ini. Hanya karena taman itu disirami maka bunga-bunga keharmonisan pun harum semerbak mewangi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-7524099613362642080?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/7524099613362642080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=7524099613362642080' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7524099613362642080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7524099613362642080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/karena-taman-itu-disirami.html' title='Karena Taman Itu Disirami'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_TxkflOBSI/AAAAAAAAARs/lXdQZm9Ldlg/s72-c/de.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5832252215915974875</id><published>2010-05-20T00:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T00:57:25.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Istri Shalihah Mencintai Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_TrP7J1GKI/AAAAAAAAARk/YjZQ0wXMxjI/s1600/duma.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_TrP7J1GKI/AAAAAAAAARk/YjZQ0wXMxjI/s320/duma.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473258105971480738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, para suami yang shalih…&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa salah satu tanda istri yang shalihah adalah penuh perhatian dan cinta kepada ilmu. Bila sifat itu belum ada pada istrimu maka doronglah ia kepadanya. Dan jika sudah, maka usahakanlah untuk memberi kelapangan jalan untuk menuju ke sana. Memang, pada ilmu terdapat kenikmatan dan pada kebodohan bersemayam segudang penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha telah memuji wanita Anshor karena cinta mereka kepada ilmu. Ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”sebaik-baik wanita adalah wanita Anshor. Rasa malu tidak menghalangi mereka memperdalam agama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu bantulah ia dan berikanlah kesempatan serta fasilitas untuk menambah khazanah ilmunya. Temanilah ia dan tidak ada salahnya engkau menggantikan tugasnya menjaga anak-anak agar istrimu bisa menghadiri majelis-majelis ilmu dan mendengarkan nasehat yang berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi anjuran ini usahakan agar rumahmu ada perpustakaan, meskipun sederhana. Milikilah sarana pengetahuan yang bervariasi, seperti buku, radio, tape recorder ataupun CD-CD yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, semakin bertambah ketaqwaan dan keshalihan istrimu, maka engkaulah orang pertama yang akan menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh mengherankan, ada suami yang sepertinya merasa takut apabila istrinya lebih berilmu daripadanya. Ada juga suami yang giat berda’wah dan menyebarkan ilmu di tengah masyarakat, sementara ia biarkan istrinya hidup dalam kebodohan. Ia merana dan merugi serta tidak berkembang pengetahuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Rasulullooh shololloohi ‘alahi wassalaam memang mengajari kira seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali-kali tidak, bahkan beliau adalah sosok suami yang memberikan perhatian penuh kepada keluarganya. Beliau membagi waktunya, sebagian untuk Robb-Nya, sebagian untuk keluarganya,dan sebagian lagi untuk ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shololloohu ‘alahi wassalaam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Sesungguhnya istrimu punya hak atasmu, tamumu punya hak atasmu dan jasadmu juga punya hak atasmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shololloohu ‘alahi wassalaam juga membenarkan ucapan Salman yang berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    ”Sesunnguhnya Robbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak atasmu, keluargamu juga punya hak atasmu maka berikanlah setiap orang haknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditulis ulang oleh Ummu Tsaqiif dari buku Surat Terbuka untuk Suami&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5832252215915974875?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5832252215915974875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5832252215915974875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5832252215915974875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5832252215915974875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/istri-shalihah-mencintai-ilmu.html' title='Istri Shalihah Mencintai Ilmu'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_TrP7J1GKI/AAAAAAAAARk/YjZQ0wXMxjI/s72-c/duma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4424665742107478907</id><published>2010-05-16T23:44:00.001-07:00</published><updated>2010-05-16T23:51:34.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Innalillahi...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_DnMHafncI/AAAAAAAAARc/KY9IfvQK5aM/s1600/ngamen.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_DnMHafncI/AAAAAAAAARc/KY9IfvQK5aM/s320/ngamen.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472127742589771202" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya teringat anak-anak NTB yang busung lapar......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hanya teringat tetanggaku yang tidak mampu menyekolahkan anaknya karena dia cuma jadi tukang becak angkut barang di pasar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat seorang bapak yang menggendong mayat anaknya karena tak punya uang untuk sewa ambulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat seseorang yang terpaksa 'menjual diri' karena tak punya uang untuk beli makanan, padahal tetangga-tetangganya bermobil sedan mengkilat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat anak-anak yang lulus UAN tapi tak bisa lanjut sekolah karena uang tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat kisah sekeluarga yang gantung diri karena tak punya harapan untuk mencari nafkah di hari esok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat para pengungsi aceh yang masih tidur di tenda sampai hari ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat orang-orang yang bergotong royong untuk korupsi APBD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat seorang anak kecil, yang gantung diri karena tak punya uang buat bayar SPP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat....aku cuma teringat.....kalau semua itu berlangsung di Indonesia yang negaranya berpenduduk muslim terbesar di dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cuma teringat surat al Ma'un&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku juga teringat....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di tengah ketakberdayaan saudaraku di Palestina, rata-rata dua profesor di universitas-universitas amerika berasal dari palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rata-rata para dosen di universitas timur tengah, berasal dari palestina&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sementara indonesiaku....yang katanya gemah ripah loh jinawi, lumbung makanan, penghasil oksigennya dunia.....negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, surat al ma'un.....apakah kau hanya akan jadi pusaka saja di rak-rak buku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasihan kau.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4424665742107478907?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4424665742107478907/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4424665742107478907' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4424665742107478907'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4424665742107478907'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/innalillahi.html' title='Innalillahi...'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S_DnMHafncI/AAAAAAAAARc/KY9IfvQK5aM/s72-c/ngamen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-6716136501075314772</id><published>2010-05-09T23:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T23:58:36.287-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Saat Tepat Senam Ibu Hamil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-euZJDczFI/AAAAAAAAARU/VmnntttJcpE/s1600/senam+hamil.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-euZJDczFI/AAAAAAAAARU/VmnntttJcpE/s320/senam+hamil.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469532019415108690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti - Senin, 10 Mei&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VIVAnews - Berbagai persiapan dilakukan ibu hamil menjelang persalinan. Bukan hanya menyeimbangkan nutrisi janin, tetapi juga gerakan fisik untuk memperlancar persalinan yaitu senam ibu hamil.&lt;br /&gt;Persalinan memang sebuah proses yang alami. Namun, tidak ada salahnya melakukan persiapan untuk melenturkan otot-otot yang mendukung persalinan.&lt;br /&gt;Tapi perlu diingat, senam ibu hamil tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Gerakan-gerakan senam khusus itu perlu dilakukan dengan benar dan saat yang tepat agar tak membahayakan kesehatan ibu dan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter spesialis kandungan Rumah Sakit Islam Pondok Kopi, Ahmad Zani Agusfar, mengatakan, usia kehamilan sekitar tujuh bulan adalah saat yang tepat memulai senam persiapan persalinan. "Namun senam ini hanya bisa dilakukan oleh ibu yang memiliki kehamilan yang dinyatakan sehat dan normal oleh dokter yang memeriksanya,” katanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Berikut sejumlah manfaat senam bagi ibu hamil, berdasar informasi dari sanggar senam Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.&lt;br /&gt;1. Mempersiapkan mental ibu hamil, sehingga ibu hamil mempunyai rasa percaya diri bahwa akan sanggup untuk menghadapi proses persalinan yang akan terjadi&lt;br /&gt;2. Melenturkan otot tubuh, sehingga mengurangi keluhan-keluhan pada waktu hamil&lt;br /&gt;3. Apabila diperlukan, para ibu hamil juga bisa diajarkan senam anti-sungsang, yaitu suatu usaha mengubah posisi bayi sungsang menjadi posisi kepala normal.&lt;br /&gt;4. Ibu hamil dapat mengatur pernapasan, pada waktu sedang timbul mulas dalam proses persalinan&lt;br /&gt;5. Ibu hamil dapat mengejan dengan baik dan benar, sehingga proses persalinan berjalan lancar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-6716136501075314772?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/6716136501075314772/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=6716136501075314772' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6716136501075314772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6716136501075314772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/saat-tepat-senam-ibu-hamil.html' title='Saat Tepat Senam Ibu Hamil'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-euZJDczFI/AAAAAAAAARU/VmnntttJcpE/s72-c/senam+hamil.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3563815039913358602</id><published>2010-05-09T22:23:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T22:26:01.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Lowongan Kerja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-eYu3USMVI/AAAAAAAAARM/-fU8DV2DITw/s1600/welcome_14.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 100px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-eYu3USMVI/AAAAAAAAARM/-fU8DV2DITw/s320/welcome_14.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5469508203355189586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cserver-1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku terperanjat mendengar kata-kata yang tak pernah kuduga sebelumnya, seorang gadis tamatan SMU yang sedang mencari kerja karena tak mendapatkan biaya untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dia seorang gadis yang sangat biasa, dengan setelan jilbab yang juga tidak mencolok. Benar-benar seorang gadis yang biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu dimarahi lagi?" tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak papa kok, hanya sedikit diomelin." katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masih masalah yang sama?" kulanjutkan pertanyaanku, dia hanya tersenyum menatapku. Ya, kurasa masih masalah yang sama. Aku masih ingat ketika dia bercerita tentang apa yang dialaminya. Dia ditawari pekerjaan menjadi pegawai Negeri oleh kakak sepupunya yang mempunyai jabatan di sebuah institusi negeri. Dia di tawari karena memiliki kecerdasan yang bisa dibilang diatas rata-rata. Namun ada satu hal yang harus dia lakukan yaitu mengakui bahwa dia pernah ikut serta dalam kegiatan yang di gelar institusi itu. Hal itu terjadi karena jurusan yang diambilnya waktu SMU tidak cocok dengan jurusan yang diperlukan, dia akan mendapat dispensasi apabila pernah membantu dengan mengikuti kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin itu adalah peluang emas bagi seorang pencari kerja seperti dia. Apalagi sepupunya itu telah berjanji akan menyiapkan dokumen-dokumen sebagai bukti keterlibatannya dalam kegiatan yang dimaksud. Masalah tes, semua yakin dia bisa mengatasinya. Senangkah dia? Jawabannya tidak sama sekali...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun situasi memaksanya untuk terus mengikuti tawaran itu, kedua orang tuanya sangat berharap dia bekerja, apalagi dalam keadaan ekonomi keluarga yang kian memburuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari yang ditentukan, dimana dia akan menghadap panitia penerimaan pegawai dan akan mengakui sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Wajah murungnya tak dapat di sembunyikan, kedua orang tua gadis itu melihat jelas mimik wajah buah hatinya, mereka tahu ini sesuatu yang amat sulit dilakukan untuk gadis yang berakhlak seperti dia, namun di zaman sekarang siapa yang akan menghargai sebuah kejujuran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menumpang kendaraan sepupunya dia berangkat ke kantor itu. Sepanjang perjalanan dia tidak berbicara sepatah kata pun. Di dalam hati dia tak henti-hentinya menyebut nama Allah, Sang Penulis Takdir manusia. Dia yakin tidak ada satu kekuatan pun yang akan tercipta tanpa kehendak Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itu yang selalu ada dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namamu Wia?" tanya seorang bapak didepannya. Dia hanya menganggukkan kepala. Tampak sekali gurat keheranan di wajah bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tamatan dari sebuah sekolah yang terkenal ya?" lanjutnya, gadis itu kembali tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dik, jurusan kamu nggak cocok dengan yang kami minta, tapi katanya kamu pernah ikut membantu kantor kita ya?" tanya bapak itu lagi. Gadis yang bernama Wia itu tampak sangat gugup, dia pejamkan matanya sesaat, entah apa yang ada dalam pikirannya. Bapak tadi nampak penasaran dan tak sabar menunggu jawaban Wia. Sebenarnya pertanyaan itu hanyalah formalitas, namun bagi Wia adalah pertaruhan antara kejujuran dan kebohongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membuka matanya dan menjawab, "Tidak... Saya tidak pernah mengikuti kegiatan itu dan tak pernah membantu kantor ini." Bapak itu terdiam sesaat dan kembali bertanya, "Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, sangat yakin." Sebuah jawaban yang kontroversial, namun seorang gadis yang belum genap 19 tahun yang mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau begitu maaf sekali Dik, kamu tidak bisa melanjutkan..." ucap bapak tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nggak papa kok Pak." jawabnya begitu riang, seraya pamit dan melangkah keluar dengan senyuman. Tak ada lagi beban yang menghimpit dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah Ya Robb, Engkau menyelamatkanku dari sebuah lingkaran setan, yang apabila ku masuk kedalamnya, takkan biasa keluar lagi." Itu yang diucapkannya dalam perjalanan pulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kok senyum Mbak? &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang lucu?" tanyanya membuyarkan lamunanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wi, sampai saat ini orang tuamu masih kecewa ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sepertinya iya, mbak. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Tapi&lt;/st1:city&gt;  &lt;st1:state st="on"&gt;Wi&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; yakin kok suatu hari mereka akan mengerti. Wi tau mereka ingin yang terbaik buat Wi, namun Allah yang Mahatahu apa yang terbaik buat hambaNya, masalah rezeki itu sudah dituliskanNya dalam takdir Wi, Wi yakin yang terbaik adalah yang diridhai Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi pekerjaan yang ditawarkan pada kamu bukan pekerjaan yang hina lo Wi?" kataku mencoba melihat reaksinya.&lt;br /&gt;"Iya, itu bukan pekerjaan yang hina, namun cara Wi mendapatkannya yang hina, Mbak. Wi memilih Allah diatas segalanya. Dengan ridha &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Nya&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:state st="on"&gt;Wi&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; ingin menatap masa depan dan menjalani hidup. Itu yang Wi harapkan, meski di mata dunia Wi dianggap orang yang gagal, Wi tak ingin gagal di hadapan Allah. Do'a &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ya, Mbak. Semoga Allah memberikan jalan yang lebih baik buat Wi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tatap wajah gadis dihadapanku. Gurat kebeliaan masih terukir di wajahnya, namun betapa indah hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berkata pada diriku sendiri, "Dunia, lihatlah apa yang kau lakukan pada gadis kecil ini, tidakkah negeri ini memerlukan orang-orang seperti dia? Mengapa justru yang menduduki kursi-kursi itu adalah anak pejabat yang terkadang tak punya aturan dalam hidupnya? Kejujuran yang dia pertahankan membuahkan kekecewaan pada orang tuanya, membuatnya kembali harus mengumpulkan koran, untuk mencari kolom "LOWONGAN KERJA".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang akan menghargai kejujuranmu?" itu pertanyaan yang selalu di lontarkan orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah dan RosulNya." jawabnya dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dia pun kembali mengelilingi &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang panas, mencari adakah yang memerlukan karyawan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran adalah sesuatu yang amat berharga, sayang pada masa ini begitu banyak orang yang takut akan kejujuran. Ketika kita di hadapkan pada dua pilihan, yaitu kemegahan dunia atau berjuang di jalan Allah, adakah kita akan dengan tegas menjawab seperti Wia, "Aku memilih Allah di atas segalanya." (laut)&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3563815039913358602?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3563815039913358602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3563815039913358602' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3563815039913358602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3563815039913358602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/lowongan-kerja.html' title='Lowongan Kerja'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-eYu3USMVI/AAAAAAAAARM/-fU8DV2DITw/s72-c/welcome_14.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2943555513226376760</id><published>2010-05-05T02:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-05T02:42:50.670-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>13 Keuntungan jalan KAKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-E9ZAokWBI/AAAAAAAAARE/A44ZaO6tRMM/s1600/jalankaki.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 215px; height: 307px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-E9ZAokWBI/AAAAAAAAARE/A44ZaO6tRMM/s320/jalankaki.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5467718922480670738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua orang tentu setuju bahwa jalan kaki adalah salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman yang dapat kita lakukan. Nah, tahukah Anda bahwa jalan kaki akan membantu memperkuat tulang, mengontrol berat badan, dan kondisi jantung dan paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melakukan jalan kaki secara rutin dan konsisten adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk program aktivitas fisik yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berjalan kira-kira 20-25 mil per minggu lebih panjang umur beberapa tahun dibanding mereka yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa fakta tentang jalan kaki:&lt;br /&gt;1. Jalan kaki selama 20 menit setiap hari akan membakar 7 pound lemak per tahun.&lt;br /&gt;2. Jalan kaki lebih lama setiap hari selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.&lt;br /&gt;3. Jalan kaki cepat dari 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru.&lt;br /&gt;Jalan kaki juga memberikan manfaat sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memperbaiki efektivitas jantung dan paru-paru&lt;br /&gt;2. Membakar lemak dalam tubuh&lt;br /&gt;3. Meningkatkan metabolisme sehingga tubuh membakar kalori lebih cepat, bahkan sekalipun tengah istirahat&lt;br /&gt;4. Membantu mengontrol selera makan&lt;br /&gt;5. Meningkatkan energi&lt;br /&gt;6. Membantu menyembuhkan stress&lt;br /&gt;7. Memperlambat penuaan&lt;br /&gt;8. Menurunkan tingkat kolesterol dalam darah&lt;br /&gt;9. Menurunkan tingkat darah tinggi&lt;br /&gt;10. Membantu mengontrol dan mencegah diabetes&lt;br /&gt;11. Menurunkan beberapa resiko kanker seperti kanker prostat dan payudara&lt;br /&gt;12. Membantu rehabilitasi dari serangan jantung dan stroke&lt;br /&gt;13. Memperkuat otot kaki, paha dan tulang&lt;br /&gt;Jalan kaki jauh lebih disenangi di banding lari atau jogging karena jalan kaki mengurangi stress pada bagian tubuh termasuk paha, lutut dan ankle. Ingatlah untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu dan pelemasan setelah jalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakailah sepatu yang cocok dengan sedikit longgar di bagian depan untuk mengantisipasi pelebaran kaki saat jalan kaki dilakukan sehingga terhindar dari rasa sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2943555513226376760?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2943555513226376760/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2943555513226376760' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2943555513226376760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2943555513226376760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/13-keuntungan-jalan-kaki.html' title='13 Keuntungan jalan KAKI'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S-E9ZAokWBI/AAAAAAAAARE/A44ZaO6tRMM/s72-c/jalankaki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2983118927818152217</id><published>2010-05-01T02:05:00.000-07:00</published><updated>2010-05-01T03:17:26.009-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Membaca dan Menulis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S9v_X28ZA3I/AAAAAAAAAQs/3tUlJjWfvvU/s1600/mnulislah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S9v_X28ZA3I/AAAAAAAAAQs/3tUlJjWfvvU/s320/mnulislah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5466243358095115122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         "Kemampuan menulis itu berbanding lurus dengan ketekunan kita membaca." Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan teman yang belum lama saya kenal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Teman saya ini mampu membaca buku yang tebalnya ratusan halaman dalam waktu satu malam saja. Koleksi bukunya pun tak tanggung-tanggung, sekitar tujuh ratusan buah buku yang dia miliki, dan sudah pasti sudah dia baca semua. Buku-buku itu ia kumpulkan sejak ia mulai bekerja dengan gaji ratusan ribu rupiah. Maka tak heran jika dia mampu menghasilkan tulisan-tulisan ringan, enak dibaca namun penuh hikmah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Seorang penulis yang sering saya 'ambil' artikel di blognya pernah menceritakan dalam salah satu tulisannya, bahwa ketika beliau pindah rumah, sebagian besar kardus yang dibawa penuh berisi dengan buku-buku. Maka tak heran jika beliau begitu produktif dalam membuat artikel-artikel penuh dengan nasihat-nasihat dan petuah-petuah bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;        Membaca buku mungkin bukanlah yang sulit bagi saya dan Anda, toh kita sudah bisa membaca sejak lama. Sejak kita berada di sekolah dasar kita sudah mampu membaca buku pelajaran. Namun, untuk membaca apa yang tersirat dari setiap yang kita alami itu mungkin yang sulit. Padahal bila kita mau merenung sejenak, insya Allah kita bisa menemukan makna dari semua kejadian itu. Bukankah Allah dalam menciptakan sesuatu tidak dalam kesia-siaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Mungkin itulah kemampuan yang dimiliki oleh kedua orang yang saya ceritakan di atas. Selain mampu membaca apa yang tersurat dari setiap buku yang dibaca, keduanya juga membaca apa yang tersirat di dalamnya. Mereka mampu menggunakan kedua mata mereka yang sehat dan afiat, serta mata hati mereka dalam memandang perjalanan hidup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Mereka pun mampu untuk membuat tulisan sebagai buah karya berharga. Menebar hikmah dalam goresan pena. Memberikan tausiyah dalam lembaran-lembaran artikel. Mengalirkan manfaat bagi diri serta bagi orang-orang yang membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                   &lt;span style="font-style:italic;"&gt;  Mudah-mudahan saya bisa seperti mereka.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2983118927818152217?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2983118927818152217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2983118927818152217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2983118927818152217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2983118927818152217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/05/membaca-dan-menulis.html' title='Membaca dan Menulis'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S9v_X28ZA3I/AAAAAAAAAQs/3tUlJjWfvvU/s72-c/mnulislah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1630268346974159588</id><published>2010-04-27T21:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T22:20:58.763-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia laki-laki'/><title type='text'>Ayah</title><content type='html'>Ahad pagi… alhamdulillah aku merasa sangat cantik hari ini, mungkin karena telah kutumpahkan segala bebanku kepada Yang Berhak untuk dicurhati. Meski fisik ini terasa begitu lemah, namun semangatku menggebu untuk tidak telat mengikuti pelatihan istimewa. Kupaksakan diriku untuk beranjak dan bersiap-siap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setengah tujuh pagi, kutelusuri jalan yang masih asing bagiku dengan angkot CH. Kuperhatikan sepanjang jalan agar tidak salah turun alias nyasar. Maklum aku masih termasuk newcomers di kota metropolitan ini. Aku hanya diberi arahan agar turun di halte Mustika lalu jalan sedikit, sampailah di tempat training itu. Alhamdulillah… baru kali ini aku melihat Jakarta begitu lengang pagi ini, beda dengan hari-hari dimana aku harus berdesakan dalam metromini, mana macet lagi… Aku berpikir, kemana ya orang-orang sebanyak itu di pagi ini? Ah… sepertinya mereka juga pasti memiliki kegiatan sendiri seperti diriku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah… Segala Puji bagi-Mu yang menggerakkan hati setiap jiwa dengan kecenderungannya masing-masing. Mudah-mudahan Engkau senantiasa Menggerakkan hati kami cenderung kepada kebaikan dan taqwa. Akhirnya, sampai juga aku. Wah… banyak akhwat di sini, sepertinya 100-an lebih yang mengikuti training ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kok ikhwannya dikit banget ya…”, batinku. Paling juga 1/5 nggak ada. Kupikir maklumlah… ini kan pelatihan manajemen guru TKA/TPA plus, jadi kebanyakan akhwat yang tertarik. Tapi kan implementasinya bukan hanya TKA/TPA aja, ini kan menyangkut pendidikan buat putra-putri kita di masa mendatang. Apakah pendidikan dan perkembangan psikologis anak hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu? Retorika… masing-masing dari kita pasti telah mengetahui jawabannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu yang pasti, peran ibu dalam hal ini sangat besar sebab muslimah adalah bekal da’wah yang tidak hanya siap mendampingi pasangan da’wah (suami) mencapai tujuan syahidnya, tetapi juga dituntut untuk mampu melahirkan, mempersiapkan dan membentuk generasi da’wah di masa depan. Tugas yang berat lagi mulia bagimu muslimah… Dengan diawali basmalah dimulailah trainingnya. Materi-materinya begitu komprehensif dan para pembicaranya juga mampu membawakan dengan interaktif sehingga aku tertarik bahkan hanyut didalamnya melupakan rasa lemah fisik saat ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang aku merasa seolah-olah menjadi kanak-kanak lagi yang sedang belajar menyanyi dan bermain permainan tepuk Rukun Islam, tepuk Rukun Iman, dsb. Tapi terkadang, membayangkan seolah-olah aku sedang berdiri dengan dikelilingi oleh kanak-kanak yang sedang aku bina, yang riuh belajar, mengaji dan bermain bersamaku. Duhai indahnya suasana seperti ini ya Rabb… aku sangat merindukannya… Banyak hal baru yang kujumpai di sini, kesederhanaan, keceriaan, dunia kana-kanak yang penuh harapan dan kepolosan yang jauh dari hiruk pikuk rutinitas kerja engineer. Banyak ilmu yang kuperoleh di sini, manajemen tpa-tka dengan segala teorinya, kurikulum lengkap dengan metoda-metodanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu hal yang sangat membekas di hati ini, yaitu pernyataan pembicara bahwa pendidik merupakan taman bagi anak-anak didiknya. Sederhana namun sarat makna. Pendidik merupakan taman, artinya menjadi pusat perhatian yang indah bagi anak didiknya. Seorang pendidik harus mampu menjadi profil teladan yang baik sebab dengan kita-lah sang anak berinteraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang memiliki sifat meniru atau sedang berada dalam imitation phase dimana mereka sering meniru hal-hal baru atau kebiasaan-kebiasaan orang di sekitarnya. Sehingga sebagai orang yang memegang peranan penting bagi anak, kita harus mampu memberikan keteladanan yang baik. Pendidik merupakan taman, artinya menjadi tempat bermain dan pusat imajinasi anak. Sebab itu, dibutuhkan kesiapan ilmu, pengetahuan, pemahaman agama, bahkan kreativitas dalam kemampuan BCM (Bermain, Cerita dan Menyanyi). BCM merupakan tiga hal cukup penting dalam metoda menarik anak-anak dalam pengajaran sebab dunia anak adalah dunia bermain. Kita bisa tidak bisa memaksakan suatu keseriusan pada anak tetapi mengarahkan permainan, lagu dan cerita kepada pemahaman agama atau pengetahuan lainnya, sehingga mudah dicerna dan dimengerti bagi anak. Pendidik merupakan taman, artinya di situlah anak mengenal warna-warni bunga kehidupan, keramahan, keceriaan dan kebahagiaan. Untuk itu diperlukan kesabaran dan keikhlasan dalam membina anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiasilah selalu raut wajah kita dengan senyuman, karena wajah kita-lah yang selalu mereka tatap dan rindukan untuk menemani mereka tumbuh dan berkembang. Munculkan keceriaan mereka dengan keramahan kita, dan perkaya batin mereka dengan kebahagiaan-kebahagiaan yang mereka peroleh ketika berinteraksi bersama kita. Ingatlah, bahwa setiap kita berperan sebagai pendidik dalam keluarga. Terlebih, seorang ibu yang berfungsi sebagai madrasah pertama dalam keluarga. Kualitas akan generasi masa depan berada di pundak kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah kita mencetak generasi da’wah masa depan? Jawabannya tergantung pada kesiapan dan persiapan kita saat ini. Wallahu a’lam bishshowab. Persiapkanlah diri kita menjadi taman terindah sebagai tempat bermainnya kupu-kupu surga, sebagaimana kutipan dari sebuah lagu anak-anak: Santri-santri kecil dari TK-TPA Bawa satu buku Iqro juga bawa Al Qur-an Bermain, bernyanyi, mengaji bersama Berseragam indah bagai kupu-kupu surga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1630268346974159588?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1630268346974159588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1630268346974159588' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1630268346974159588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1630268346974159588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/ayah.html' title='Ayah'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1831255739411774334</id><published>2010-04-27T21:26:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T21:32:02.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Arti Perbedaan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S9e6LxB4YqI/AAAAAAAAAQk/ZvX045LhUkU/s1600/baris+n+akhwt.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 141px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S9e6LxB4YqI/AAAAAAAAAQk/ZvX045LhUkU/s320/baris+n+akhwt.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465041384139940514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saya bercermin, maka saya berkeyakinan bahwa orang yang benar-benar menyerupai saya adalah orang yang berada di balik cermin tersebut. Orang itu memiliki apa yang saya miliki. Mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Lebih dari itu warna dan bentuknya disetiap bagian tubuh saya sama dengan yang dia miliki. Bahkan ketika saya memakai pakaian, bentuk dan warna pakaian yang saya kenakan juga sama dengan yang dia kenakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya tidak hanya hidup di dalam sebuah kamar. Saya juga tidak hanya berinteraksi dengan bayangan saya di dalam cermin. Karena begitu keluar, akan saya temukan banyak orang-orang yang jauh berbeda dengan saya. Mulai dari jenis kelamin, usia, bentuk tubuh dan anggotanya, tinggi dan berat badan, warna kulit, warna dan bentuk ranmbut, pekerjaan, pendidikan, latar belakang budaya, pola pikir, karakter, serta entah apa lagi perbedaan yang ada. Rasanya saya tidak bisa menyebutkan semua perbedaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, di antara perbedaan yang ada, tentu saja ada kesamaan yang juga dimiliki saya dengan orang-orang di sekitar saya, juga dengan orang-orang yang berinteraksi dengan saya. Sebagai contoh, di ruangan kerja saya, ada kesamaan di antara orang-orangnya, kesamaan dalam hal tujuan yang akan diraih bersama, kesamaan bahwa kami bekerja di bawah departemen yang sama, kesamaan bahwa kami pernah mengikuti sebuah diklat yang sama, dan kesamaan-kesamaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas apa ada yang salah dengan perbedaan tersebut? Bukankah Allah jua yang menciptakan manusia itu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, lengkap dengan aneka perbedaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda pernah melihat sebuah pemandangan di gunung, di danau, di pantai atau tempat wisata lainnya, baik secara langsung mauapun melalui layar kaca. Anda bisa menyaksikan bahwa keindahan itu terjadi karena sekian banyak flora dan fauna yang ada. Sekian jenis flora dan fauna itu, dengan berbagai jenis, bentuk dan ukuran, membentuk suatu ekosistem yang indah. Kalau saja, setiap jenis flora dan fauna itu dipisahkan pada tempat yang berbeda-beda, mungkin saja nilai keindahannya akan berkurang, atau bahkan tak akan lagi menyimpan keindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelangi. Fenomena alam yang akan dapat kita lihat tatkala hujan mulai reda. Indah bukan? Saya berpikir bahwa keindahan pelangi itu karena adanya warna-warna yang berbeda yang mau berdampingan satu sama lain. Bila saja hanya ada satu warna yang ada, tidak akan indah, dan namanya tentu saja bukan pelangi lagi. Entah apa namanya, saya pun tidak tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian banyak perbedaan tentu saja akan ada persamaan. Sayangnya kita sering terlalu membesar-besarkan pebedaan yang kecil. Mungkin karena sekarang sudah ada alat yang canggih, seperti mikroskop yang mampu melihat benda-benda renik terlihat besar, maka kita juga ikut-ikutan latah. Lantas kita melihat perbedaan yang kecil itu dengan sebuah miksroskop, terlihatlah perbedaan itu berukuran raksasa, dan pada akhirnya perbedaan itu terus-menerus dipersoalkan dengan mengesampingkan berbagai kesamaan yang memang sudah jelas di depan mata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan itu merupakan suatu keniscayaan&lt;br /&gt;Dari 'sananya' ia dilahirkan&lt;br /&gt;Semuanya tergantung cara kita memberikan pandangan&lt;br /&gt;Bila ia sebagai suatu masalah, maka ia takan pernah terpecahkan&lt;br /&gt;Bila ia sebagai suatu anugerah, maka niscaya ia hadir dalam keindahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. &lt;br /&gt;Khalifah 'Umar)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1831255739411774334?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1831255739411774334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1831255739411774334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1831255739411774334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1831255739411774334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/arti-perbedaan.html' title='Arti Perbedaan'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S9e6LxB4YqI/AAAAAAAAAQk/ZvX045LhUkU/s72-c/baris+n+akhwt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-7128859968215191749</id><published>2010-04-21T01:17:00.001-07:00</published><updated>2010-04-21T01:22:12.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Maka Pilihlah, Kemudian Bertakwalah</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: georgia;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cserver-1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Verdana; 	panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:536871559 0 0 0 415 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;" &gt;Suatu hari, saya akan menuju suatu tempat. Saya harus memilih kira-kira jalur mana yang akan saya lewati dan alat transportasi apa yang akan saya gunakan. Apakah saya akan naik angkutan umum? Yang lewat tol atau jalur lambat? Atau naik kereta yang cepat namun dapat dipastikan terhimpit? Atau apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan pengetahuan yang saya miliki tentang kondisi jalanan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;, saya memilih naik angkutan umum patas AC yang jalurnya lewat tol (supaya tidak terlalu berdesak-desakan dan lebih cepat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata saya salah. Apa yang saya prediksikan bertolak belakang dari kenyataan. Tol macet total, penumpang penuh dan saya akhirnya harus berdiri dan tiba di tujuan sangat telat. Kesal, sebal, bete dan akhirnya menangis. Padahal saya sudah memilih dengan pemahaman &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;medan&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; terbaik, bukan tanpa pengetahuan. Padahal saya sudah memilih dengan menggunakan parameter-parameter islami. Tapi kok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi akhirnya saya menyadari, bahwa pilihan saya memang salah. Salah dalam arti prediksi saya tidak tepat, bukan SALAH dalam arti lawannya BENAR. Persepsi saya semula yang saya pikir akan memberikan prediksi yang mendekati benar karena berlandaskan pengetahuan yang cukup, ternyata masih kurang. Hal ini membuat saya makin sadar, bahwa pengetahuan saya sangat sedikit. Membuat saya makin tahu, begitu banyak yang di luar control dan kemampuan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun toh, setidaknya saya telah mengambil pilihan dan menjalaninya dengan sadar. Kalau ternyata hasil dari pilihan itu tidak seperti yang saya harapkan saat mengambil keputusan, itu adalah konsekuensi yang harus saya terima. Tak perlu menyesal apalagi merutuki diri dan orang lain. Bukan tidak mungkin, ada sesuatu yang tidak saya tahu, menjadi hikmah dari kejadian di luar kontrol itu tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***  *** ***      *** *** ***       *** *** ***     *** *** ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu fragmen di atas hanyalah contoh kecil dan remeh temeh, yang menunjukkan bahwa semua hal dalam hidup ini adalah pilihan. Hal-hal kecil seperti baju dan makanan pun kita memilih. Sekolah, cita-cita, aktivitas, kehidupan beragama, jodoh dan sikap hidup, juga pilihan Kita melakukannya dengan sadar atau tidak. Dengan pemahaman atau tidak. Secara reflek atau dipikir-pikir dulu. Kita pilih sendiri atau dipilihkan oleh orang lain untuk kita. Semua adalah PILIHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap pilihan akan membawa pada arah yang berbeda, hasil yang berbeda, serta konsekuensi berbeda pula. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; konsekuensi dan hasil yang merupakan akibat logis dari pilihan itu dan sebelumnya sudah kita prediksikan. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang merupakan akibat dan hasil yang di luar control kita, dan tak kita duga sebelumnya. Tak masalah. Karena bukan itu poinnya. Bukan HASIL dari pilihan itu yang terpenting. Namun bagaimana proses kita memilih: landasan apa yang kita gunakan sebagai dalil, pengetahuan dan pemahaman terhadap permasalahan dan kesadaran atas segala resiko dari setiap pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka apakah engkau akan lebih suka untuk tidak memilih? Toh, pada akhirnya, saat kau hanya menjalani suatu kehidupan secara mengalir saja atau menunggu dipilih atau dipilihkan oleh orang lain kau tetap akan harus menjalani satu pilihan. Jika demikian, lebih baik engkau memilih dan memutuskan dengan sadar, dengan segenap ilmu dan pemahaman yang telah kau miliki. Bahkan sekalipun ternyata pilihan itu salah. Setidaknya kita sudah pernah memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa kemudian kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan di awal pada saat menjatuhkan pilihan, itu tidak masalah karena hidup memang demikian. Allah Tahu dan Maha Tahu, sedang pengetahuan manusia sangat terbatas. Mengambil dan menjalani setiap pilihan akan membuat kita menyadari begitu banyak keterbatasan pengetahuan, pengertian dan pemahaman kita. Jika ternyata pilihan itu salah, setidaknya engkau akan mengerti dan menjadi lebih dewasa karenanya. Engkau bisa memilih yang lain lagi. Memilih yang lebih baik lagi. Dan belajar dari pilihan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, mulai bangun keberanian untuk memilih, sekarang juga. Memilih berdasarkan pemahaman dan pengetahuan maksimal yang kita miliki. Bermusyawarah dan meminta masukan dari orang-orang yang fakih, jika bisa dilakukan. Kemudian, minta ketetapan kepada Dia Yang Maha Tahu Yang Terbaik Untuk Kita melalui shalat istikharah, sebagai bentuk pengakuan akan betapa banyak yang kita tidak tahu dan tidak mampu kontrol hal-hal di luar kita. Sesudahnya, pasrah dan tawakkal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun hasilnya, tidak menjadi masalah, karena kita sudah memilih. Hanya orang yang berani memilihlah yang layak untuk mendapat penghargaan. Seberapa pun berat sebuah pilihan, ia tetap layak diacungi jempol. Dan hanya satu kata yang pantas untuk seorang yang tak berani memilih: &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;PECUNDANG!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-7128859968215191749?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/7128859968215191749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=7128859968215191749' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7128859968215191749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7128859968215191749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/maka-pilihlah-kemudian-bertakwalah.html' title='Maka Pilihlah, Kemudian Bertakwalah'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-129043018729959461</id><published>2010-04-20T21:20:00.000-07:00</published><updated>2010-04-27T03:25:17.080-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Perlukah Seorang Akhawat Menentukan Kriteria Pasangan, Perlukah?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S86wmEF8oyI/AAAAAAAAAQc/VHDlyq5S0-c/s1600/my+family.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cserver-1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 5 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-alt:Arial; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" equiv="Content-Type"&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cserver-1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;/span&gt;&lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt;&lt;br /&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"times newroman"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"times newromas"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:100%;"&gt;Kali ini Ani benar-benar stres. Asih temannya baru saja melakukan manuver tak terduga. Beberapa saat yang lalu. Asih telah mendatangi orang tuanya untuk mempromosikan seorang pria, “Pokoknya orang ini baik deh tante. Saya yakin dia cocok untuk Ani, jadi saya tau deh sifat-sifatnya.” Ibunya termakan provokasi ini. Sejak tadi ibu mempromosikan pria itu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani bukannya tak senang atas usaha teman baiknya ini. Usianya kini telah 25 tahun, ia memang sudah sangat ingin untuk menikah. Tapi ia tidak ingin membina hubungan khusus dengan pria. “Islam melarang kita pacaran.” Begitu katanya, tatkala ibu terus menanyakan mengapa tak seorangpun pria pernah berkunjung ke rumah untuk berkenalan dengan ibu. Makanya ketika Asih datang kepadanya menawarkan pria itu, ia pun sangat bersyukur. Persoalannya adalah Asih terlalu mendesak dan ingin Ani segera menerima tawarannya itu. “Kamu kayak gak percaya aja sama aku.” Ia kini benar-benar terpojok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sepertinya tidak diberikan kesempatan untuk memilih dan mengidamkan pria idealnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani tidak seorang diri menghadapi persoalan ini. Ini adalah masalah umum bagi seseorang yang telah memasuki masa dewasa muda (20-30 th), pada masa ini orang telah dapat memulai kehidupan dengan memilih dan menentukan kedudukannya ditengah masyarakat. Ia telah mampu menilai ide-ide yang telah didapatinya dari dunia secara umum, mengajukan perencanaan karir, mengambil peran dalam keluarga dan masyarakat, menyeleksi kawan hidup dan menikah. Dua hal terakhir inilah yang sedang menjadi masalah bagi Ani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimanakah sebaiknya kita memilih pasangan? Perlukah kita menetapkan kriteria ideal pasangan kita? Sebelum membahas masalah ini lebih jauh, ada baiknya kita pahami apa sebenarnya pernikahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah suatu hubungan antara dua orang, pria dan wanita, yang diketahui oleh umum, diatur melalui suatu aturan tertentu baik oleh agama, negara, maupun adat istiadat dalam masyarakat. Selain itu ada beberapa unsur dalam pernikahan yang perlu diperhatikan. Unsur-unsur ini telah diungkapkan oleh Stinnett dalam Lifespan Development (1984). Ia mengatakan bahwa dalam pernikahan terkandung unsur-unsur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;a. Komitmen&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tiap orang ingin merasakan ada yang memperhatikan dirinya tanpa pamrih. Pernikahan merupakan ekspresi dari dedikasi pada seseorang. Upacaranya sendiri merupakan symbol&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:100%;"&gt;dari pengabdian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;b. One to one relationship.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tiap orang ingin dekat dengan orang lain berdasarkan kedekatan emosi, seperti rasa percaya diri, mengasihi, menghargai, dan intim. Salah satu tugas perkembangan dari usia dewasa muda adalah belajar intim dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;c. Bekerja sama (companionship) dan berbagi (sharing)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah cara untuk mengusir kesepian dan rasa teriolasi. Dengan menikah, kita belajar untuk bekerja sama, dan saling berbagi/sharing. Sharing, paling penting dalam hubungan. Bila pasangan bisa sharing dan kebutuhannya saling terpenuhi, mereka akan lebih mencapai kepuasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;d. Love&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seseorang ingin merasakan mencintai dan dicintai. Hidup akan terasa hampa bila kita tidak memiliki pasangan hidup yang kita cintai dan mencintai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;e. Kebahagiaan (happiness)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Orang berfikir bahwa dengan menikah ia akan bahagia. Tetapi harus diingat bahwa bahagia tidak berasal dari pernikahan tapi tergantung bagaimana individu itu berinteraksi dengan pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;f. Legitimasi dari seks dan anak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan merupakan pengesahan social dari perilaku seksual dan memiliki anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kriteria Ideal, Perlukah?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ani. seperti setiap orang yang lain pasti memiliki kriteria-kriteria ideal adalah memilih pasangan hidupnya. Ia tentu menginginkan sifat/karakteristik/kondisi yang dia idam-idamkan ada pada calon pasangannya. Kriteria ini lahir dari prinsip yang diyakini dan dari hasil interaksi dengan lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping kriteria ideal versi dirinya sendiri, didalam memilih calon pasangan hidup, biasanya seseorang juga akan menghadapi kriteria ideal yang disodorkan oleh orang tuanya/keluarga maupun oleh lingkungan pergaulannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dalam beberapa kasus pemilihan calon pasangan hidup yang hanya berdasarkan pada kriteria ideal, sering kali mempersulit langkah orang tersebut dalam mendapatkan pasangan hidup. Pematokan kriteria ideal yang terlalu tinggi, rasa dibutuhkan mukjizat, atau setidak-tidaknya keberuntungan yang besar untuk mendapatkannya. Hal ini akan sangat potensial bagi timbulnya kesulitan dalam mendapatkan calon pasangan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan pernah berfikir akan mendapatkan sosok yang sempurna, karena setiap orang membawa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita boleh saja mengharapkan pendamping yang sempurna tanpa cela, asalkan kita juga bisa membuktikan bahwa kita sosok yang sempurna tanpa cela. Kita harus mau dan mampu untuk berlapang dada menerima kekurangan calon pasangan hidup kita karena pada saat yang sama calon pasangan kita juga telah melapangkan dada untuk menerima segala kekurangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun begitu penyusunan kriteria ideal tetap kita idamkan. &lt;?xml:namespace prefix = st1 /&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; dua kriteria utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:';font-size:100%;"&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Paling Sedikit Potensi Timbulnya Konflik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang wanita ingin menjadi wanita karir yang bebas membangun karirnya di luar rumah, tentu akan mencari calon suami yang mendukung keinginnannya tersebut. Mendapatkan suami yang mendukung keinginnya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapatkan suami yang mengharuskan tinggal di rumah saja tentu akan menjadi potensi konflik dalam rumah tangga. Contoh di atas menggambarkan bagaimana seseorang mencari calon pasangan dengan kriteria tertentu agar dapat memperkecil potensi konflik. Semua orang punya kecenderungan untuk mencari pasangan yang kira-kira tidak “menghambat” dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini syah-syah saja, hanya yang perlu diingat, jangan sampai terjebak pada egoisme yang sempit dan kaku. Ketika kita menetapkan kriteria calon pasangan yang tidak “mengahambat” sebenarnya kita sedang berfikir egois, bahwa kita punya keinginan/sifat seperti ini dan calon pasangan kita harus mau mengikuti keinginan/sifat kita tersebut. Jadi tempatkanlah segala sesuatunya secara proporsional dan realistis, apalagi jika keinginan kita itu tidak menyangkut hal yang prinsip, seperti keinginan menjalankan ibadah dengan tenang dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Paling besar potensi untuk mencapai rumah tangga yang diidam-idamkan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang mengatakan bahwa calon pasangannya haruslah orang yang mempunyai pemahaman agama yang baik, bisa jadi secara implisit dia mengatakan bahwa kembali ke ajaran agama adalah prinsip yang ingin dia terapkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga, sehingga mempunyai pasangan hidup yang pemahaman agamanya bagus diharapkan akan membantu mencapai keinginannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi patut saja Ani merasa stres. Ia tentu tak ingin sembarangan memilih pasangan hidup. Yang perlu kita ingatkan agar ia jangan pula terlalu muluk, dalam menetapkan kriteria calon suami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S86wmEF8oyI/AAAAAAAAAQc/VHDlyq5S0-c/s1600/my+family.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-129043018729959461?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/129043018729959461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=129043018729959461' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/129043018729959461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/129043018729959461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/perlukah-seorang-akhawat-menentukan.html' title='Perlukah Seorang Akhawat Menentukan Kriteria Pasangan, Perlukah?'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5426095108234227102</id><published>2010-04-18T00:05:00.000-07:00</published><updated>2010-04-18T00:09:53.623-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dunia laki-laki'/><title type='text'>doa seorang ikhwan</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8qvwYNmUnI/AAAAAAAAAQU/ALWX1-nGf0s/s1600/maluah.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 127px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8qvwYNmUnI/AAAAAAAAAQU/ALWX1-nGf0s/s200/maluah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461370743808217714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ya Allah, Izinkanlah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;" class="uiStreamMessage"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hamba........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya&lt;br /&gt;Allah......&lt;br /&gt;Bila hamba bertemu dengan seseorang&lt;br /&gt;dan hamba  jatuh cinta&lt;br /&gt;Izinkanlah hamba menjadi yang terbaik baginya&lt;br /&gt;dan dia yang terbaik bagi hamba &lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;" class="uiStreamMessage"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah......&lt;br /&gt;Bila Hamba  menjadi suami seseorang&lt;br /&gt;Izinkanlah diri hamba menjadi pelindung  baginya&lt;br /&gt;izinkanlah wajah hamba menjadi kesenang&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"  style="font-size:130%;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"  style="font-size:130%;"&gt;an  baginya&lt;br /&gt;izinkanlah mata hamba menjadi keteduhan baginya&lt;br /&gt;izinkanlah pundak hamba menjadi tempat melepas keresahan baginya&lt;br /&gt;izinkanlah setiap perkataan hamba menjadi kesejukan baginya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;" class="uiStreamMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Ya  Allah......&lt;br /&gt;Izinkanlah setiap pelukan menjadi jalan untuk lebih  mendekat kepadaMu&lt;br /&gt;izinkanlah setiap sentuhan menjadi perekat cinta  kepadaMu&lt;br /&gt;izinkanlah setiap pertemuan menjadikan kami bersyukur  kepadaMu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;" class="uiStreamMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah......&lt;br /&gt;izinkanlah hati yang sangat halus ini  tidak pernah merasa tersakiti&lt;br /&gt;izinlanlah hati yang rentan ini  tidak pernah merasa terkhianati&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;" class="uiStreamMessage"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h6 style="text-align: justify;" class="uiStreamMessage"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"  style="font-size:130%;"&gt;Ya Allah......&lt;br /&gt;jiwa kami ada  dalam genggamanMu&lt;br /&gt;maka izinkanlah jiwa kami selalu bertaut dalam  cintaMu&lt;br /&gt;Ya Allah......&lt;br /&gt;permintaan terakhirku, semoga kami  berdua selalu berada dalam&lt;br /&gt;perlindunganMu&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;by :www.akhmad-ady.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5426095108234227102?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5426095108234227102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5426095108234227102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5426095108234227102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5426095108234227102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/doa-seorang-ikhwan.html' title='doa seorang ikhwan'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8qvwYNmUnI/AAAAAAAAAQU/ALWX1-nGf0s/s72-c/maluah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-455241936984234577</id><published>2010-04-16T22:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T22:50:09.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8lLZhVf6gI/AAAAAAAAAQE/YOeJsLFTHcg/s1600/17042010%28005%29.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;fiuuhh.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya selesai juga hoby yang terpendam beberapa hari walaupun mengerjakannya pas kita hati lagi gak enak, eh ternyata obatnya membuat kerajianan deh walaupun tidak cantik sih yaitu tempat HP. klw untuk jilbabnya lumayan lama mngerjakannya.....&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya berharap hobi saya ini bisa terus  saya geluti, dan saya juga sangat berharap bisa sharing, berbagi  pengetahuan, pengalaman, dan belajar lebih banyak lagi dengan para  ahlinya yang sudah sangat mahir, selain untuk mengembangkan pengetahuan,  produk, dan kesempurnaan karya saya nantinya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;ini  foto sebagian  hasil karya saya,&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8lLxKAZS2I/AAAAAAAAAQM/rv8JPbNUyv0/s1600/17042010%28001%29.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8lLxKAZS2I/AAAAAAAAAQM/rv8JPbNUyv0/s320/17042010%28001%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460979331035122530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8lLZhVf6gI/AAAAAAAAAQE/YOeJsLFTHcg/s1600/17042010%28005%29.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8lLZhVf6gI/AAAAAAAAAQE/YOeJsLFTHcg/s320/17042010%28005%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460978924980791810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-455241936984234577?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/455241936984234577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=455241936984234577' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/455241936984234577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/455241936984234577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/fiuuhh.html' title=''/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8lLxKAZS2I/AAAAAAAAAQM/rv8JPbNUyv0/s72-c/17042010%28001%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4815265735326892833</id><published>2010-04-16T02:04:00.001-07:00</published><updated>2010-04-16T02:04:59.717-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>RESEP CANTIK DARI BAHAN ALAMI</title><content type='html'>&lt;p class="textpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang menyenangkan punya koleksi perawatan  tubuh dan wajah dari merk ternama. Tapi kalo kondisi keuangan Anda,  tidak mendukung, kenapa tidak meracik sendiri "ramuan kecantikan" Anda  dari bahan-bahan alami yang bisa didapat dengan harga murah? Kami  sediakan resepnya di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGHILANG MATA SEMBAB/BENGKAK&lt;br /&gt;Dinginkan  2 kantung teh celup bekas di dalam kulkas, lalu kompreskan pada mata  selama 10 menit. Selain teh celup, kita juga bisa menggunakan mentimun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASKER  UNTUK KULIT BERMINYAK&lt;br /&gt;1 buah pisang matang&lt;br /&gt;1 sdm madu&lt;br /&gt;1 butir  jeruk nipis&lt;br /&gt;Hancurkan pisang di dalam mangkuk, aduk-aduk dengan madu  dan perasan jeruk nipis. Oleskan di wajah, diamkan selama 15 menit, lalu  bilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASKER UNTUK KULIT KERING&lt;br /&gt;1/2 butir alpukat&lt;br /&gt;1/4  cangkir madu&lt;br /&gt;Hancurkan alpukat di dalam mangkuk, campur dengan madu  hingga rata. Pakaikan di wajah selama 10 menit, lalu bilas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MASKER  PENCERAH KULIT&lt;br /&gt;1/2 gelas pepaya muda, potong dadu&lt;br /&gt;1 sdt yoghurt&lt;br /&gt;1  sdt madu&lt;br /&gt;Haluskan semua bahan di dalam blender, pakaikan di wajah  selama 10 menit. Setelah itu, bilas wajah dengan air dingin, keringkan,  dan olesi dengan pelembab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SCRUB ANTIOKSIDAN&lt;br /&gt;1 genggam kacang  almond&lt;br /&gt;1 kulit jeruk&lt;br /&gt;1 cangkir minyak zaitun&lt;br /&gt;Haluskan semua  bahan dengan blender (jangan terlalu halus), gunakan sebagai scrub wajah  atau kulit tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GARAM MANDI DETOKSIFIKASI&lt;br /&gt;3/4 cangkir garam  mandi&lt;br /&gt;1/4 cangkir baking soda&lt;br /&gt;4 tetes essential oil&lt;br /&gt;Campurkan  garam dan baking soda. Setelah merata, tetesi dengan essential oil.  Masukkan campuran ini ke dalam bath tub Anda sebelum berendam.&lt;/p&gt;                                                      &lt;div class="bubble confirm_delete" style="display: none;"&gt;             &lt;a href="http://mim.yahoo.com/yahooindonesia/p/-IB5nIY/?cid=idtd#" class="close"&gt;×&lt;/a&gt;             &lt;form method="post" action="/yahooindonesia/p/-IB5nIY/delete/"&gt;                 &lt;input name=".crumb" value="vd37R5yDdMN" type="hidden"&gt;                 &lt;div class="prompt"&gt;                     &lt;span class="msg"&gt;Anda yakin ingin menghapus  postingan ini?&lt;/span&gt;                     &lt;input onclick="if(capture_on_click){  capture_on_click('13'); }" class="btn" value="hapus" type="submit"&gt;                 &lt;/div&gt;             &lt;/form&gt;         &lt;/div&gt;         &lt;p class="from"&gt;                 &lt;/p&gt;          &lt;!-- close text --&gt;   &lt;!-- close post --&gt;  &lt;!-- vim: set sts=4 sw=4 ts=4 et: --&gt; &lt;div class="meta"&gt;     &lt;div class="wrap"&gt;                     &lt;div class="via"&gt;                 &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;img src="http://d.yimg.com/cc/img/resize/SIG=13gdk80ud/*/30x30/http%3A%2F%2Fd.yimg.com%2Fgg%2Fyahooindonesia%2Favatars%2Fb60bd04d32329933942fcd68f886356d58c65958.jpeg" /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;             &lt;/div&gt;                                                                        &lt;div&gt;             &lt;a href="http://mim.yahoo.com/yahooindonesia/p/-IB5nIY/abuse/" class="report" title="laporkan penyalahgunaan"&gt;                 &lt;span&gt;laporkan penyalahgunaan&lt;/span&gt;             &lt;/a&gt;         &lt;/div&gt;             &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;       &lt;!-- reposts --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4815265735326892833?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4815265735326892833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4815265735326892833' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4815265735326892833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4815265735326892833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/resep-cantik-dari-bahan-alami.html' title='RESEP CANTIK DARI BAHAN ALAMI'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5766771451616868996</id><published>2010-04-13T00:58:00.000-07:00</published><updated>2010-04-13T02:17:36.951-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>rintihanku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8Qnoi8tVyI/AAAAAAAAAP8/0j4ZJMA9_rI/s1600/puisi.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 398px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8Qnoi8tVyI/AAAAAAAAAP8/0j4ZJMA9_rI/s400/puisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459532225809569570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5766771451616868996?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5766771451616868996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5766771451616868996' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5766771451616868996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5766771451616868996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/blog-post.html' title='rintihanku'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S8Qnoi8tVyI/AAAAAAAAAP8/0j4ZJMA9_rI/s72-c/puisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-6056585584962438572</id><published>2010-04-11T22:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T22:06:55.706-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk Qalbu'/><title type='text'>Bila Rumah Tangga Cinta Dunia</title><content type='html'>Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Dan tiadalah kehidupan di dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesunguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan kalau mereka mengetahui” Al-Ankabut ayat 64&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seakan telah menjadi bagian yang sangat standar dari skenario kehidupan ini, bahwa hampir sepanjang rentang usia dunia hingga saat ini, betapa banyak orang yang selama hidupnya begitu disibukkan oleh kerja keras, peras keringat banting tulang dalm mencari penghidupan, persis seperti ketakutan tidak kebagian makan. Apa yang telah diperolehnya dikumpul-kumpulkan dan ditimbun dengan seksama demi agar anak-anaknya terjamin masa depannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga orang yang dalam hidupnya teramat merindukan penghargaan dan penghormatan, sehingga hari-harinya begitu disibukan dengan memperindah rumah, mematut-matut diri, membeli aneka asesori, dan sebagainya, yang semua itu notabene dilakukan semata-mata ingin dihargai orang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah fenomena kehidupan yang menunjukan betapa manusia dalam kehidupannya akan selalu berpeluang dekat dengan hawa nafsu yan merugikan. Oleh sebab itu, bagi siapa pun yang berniat mengayuh bahtera rumah tangga, hendaknya jangan membayangkan rumah tangga akan beroleh kebahagiaan dan ketenangan bila hanya dipenuhi dengan hal-hal duniawi belaka. Karena, segala asesoris duniawi diberikan oleh ALLAH kepada orang yang terlaknat sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya tujuan sebuah rumah tangga hanya duniawi belaka, maka batapa para penghuninya akan merasakan letih lahir batin karena energinya akan lebih banyak terkuras oleh segala bentuk pemikiran tentang taktik dan siasat, serta nafsu menggebu untuk mengejar-ngejarnya terus menerus siang malam. Padahal, apa yang didapatkannya tak lebih dari apa yang telah ditetapkan ALLAH untuknya. Walhasil, hari-harinya akan terjauhkan dari ketenteraman batin dan keindahan hidup yang hakiki karena tak ubahnya seorang budak. Ya, budak dunia ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH ‘Azza wa jalla memang telah berfirman untuk siapa pun yang menyikapi dunia dengan cara apa pun : cara hak maupun cara bathil. “Hai dunia, titah-Nya, “ladeni orang yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya kepada-Ku. Akan tetapi sebaliknya, perbudak orang yang hidupnya hanya menghamba kepadamu” ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang hanya ingin dipuji karena asesoris duniawi yang dimilikinya, yang sibuk hanya menilai kebahagiaan dan kemuliaan datang dari perkara duniawi, adalah rumah tangga yang pasti akan diperbudak olehnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah tangga yang tujuannya hanya ALLAH, ketika mendapatkan karunia duniawi, akan bersimpuh penuh rasa syukur kehadiratnya. Sama sekali tidak akan pernah kecewa dengan seberapa pun yang ALLAH berikan kepada-Nya. Demikian pun manakala ALLAH mengamininya kembali dari tangannya, sekali-kali tidak akan pernah kecewa karena yakin bahwa semua ini hanyalah titipannya belaka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendek kata adanya duniawi di sisinya tidak membuatnya sombong tiadanya pun tiada pernah membuatnya menderita dan sengsara, apalagi jadi merasa rendah diri karenanya. Lebih-lebih lagi dalam hal ikhtiar dalam mendapatkan karunia duniawi tersebut. Baginya yang penting bukan perkara dapat atau tidak dapat, melainkan bagaimana agar dalam rangka menyongsong hati tetap terpelihara, sehingga ALLAH tetap ridha kepadanya. Jumlah yang didapat tidaklah menjadi masalah, namun kejujuran dalam menyongsongnya inilah yang senantiasa diperhatikan sungguh-sungguh. Karena, nilainya bukanlah dari karunia duniawi yang diperolehnya, melainkan dari sikap terhadapnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, rumah tangga yang tujuannya ALLAH Azza wa Jalla sama sekali tidak akan silau dan terpedaya oleh ada atau tidak adanya segala perkara duniawi ini. Karena, yang penting baginya,ketika aneka asesoris duniawi itu tergenggam di tangan, tetap membuat ALLAH suka. Sebaliknya, ketika semua itu tidak tersandang, ALLAH tetap ridha. Demikian pun gerak ikhtiarnya akan membuahkan cinta darinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merekalah para penghuni rumah tanggga yang memahami hakikat kehidupan dunia ini. Dunia, bagaimana pun hanyalah senda gurau dan permainan belaka, sehingga yang mereka cari sesungguhnya bukan lagi dunianya itu sendiri, melainkan Dzat yang Maha memiliki dunia. Bila orang-orang pencinta dunia bekerja sekeras-kerasanya untuk mencari uang, maka mereka bekerja demi mencari dzat yang Maha membagikan uang kalau orang lain sibuk mengejar prestasi demi ingin dihargai dan dipuji sesama manusia, maka mereka pun akan sibuk mengejar prestasi demi mendapatkan penghargaan dan pujian dari Dia yang Maha menggerakan siapapun yang menghargai dan memuji &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan itu, jadinya begitu jelas dan tegas bagaikan siang dan malam. Bagi rumah tangga yang tujuannya yang hanya asesoris duniawi pastilah aneka kesibukannya itu semata-mata sebatas ingin mendapatkan ingin mendapatkan yang satu itu saja sedangkan bagi rumah tangga yang hanya ALLAH yang menjadi tujuan dan tumpuan harapannnya, maka otomatis yang dicarinya pun langsung tembus kepada Dzat Maha pemilik dan penguasa segala-galanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan rumah tangga kita tidak menjadi pencinta dunia. Karena, betapa banyak rumah tangga yang bergelimang harta, tetapi tidak pernah berbahagia. Betapa tak sedikit rumah tangga yang tinggi pangkat, gelar dan jabatannya, tetapi tidak pernah menemukan kesejukan hati. Memang, kebahagian yang hakiki itu hanyalah bagi orang-orang yang disukai dan dicintai oleh-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, periasam dan bermegah-megahan diantara kamu, serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menguning, kemudian menjadi hancur dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari ALLAH serta keridoannya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” [Q.S.Al-Hadid ayat 20]&lt;/span&gt;. Wallahu ‘alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-6056585584962438572?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/6056585584962438572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=6056585584962438572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6056585584962438572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6056585584962438572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/bila-rumah-tangga-cinta-dunia.html' title='Bila Rumah Tangga Cinta Dunia'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-326545763885379611</id><published>2010-04-10T04:17:00.000-07:00</published><updated>2010-04-10T04:18:33.776-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Dunia AngkotQ: Rinduku</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cserver-1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari ini hujan menyapa &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; unikku yg kesekian kalinya unt hari ini, sehingga ku tunda kepulanganku sampai reda hujan. Setelah shalat isya hujan mulai reda (makasih ya Allah,Engkau benar2 mcintai ku) aku langsung pulang walaupn ada gerimis sedikit-sedikit. Alhamdulillah mobil jemputan yang kutunggu langsung ada jd tidak perlu lagi menunggu cukup lama……&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku masuki angkot tnyata isinya hanya diriku dan pak supir, krn hujan kami membuka pcakapan, tidak begitu lama dalam perjalanan.angkot berhenti mangangkut seorang ibu dng anaknya yg lg dgendong spertinya baru berumur 6bln, sesaat ku termenung meliat pemandangan itu, kemudian tak lama angkot berhenti lg unt mengangkut seorang ibu dng anaknya sekitar 5&lt;sup&gt;th &lt;/sup&gt;dia menasehati anaknya agar berhati-hati. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kembali ku terdiam melihat pemandangan itu…ya Allah ingin rasanya aku ingin membunuh perasaan ini. Terdiam mulut ini bergejolah dikepala dan perasaanku. Daripadaku melihat pemandangan itu akhirnya ku alihkan mata ini untuk melihat keluar. Benteng pertahanan mataku akhirny roboh juga, airmata itu akhirnya jatuh. Bahan bangunan apa agar pertahanan ini gak mudah roboh, senjata apa yang bisa membunuh perasaan ini. Kulalui dunia ini bersamaMU ya Allah,tidak pernah ku lalui dengan lemah dan tangisan, tp kenapa bila ku selalu melhat pemandangan itu ku selalu lemah………..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ku ingin pulang dan betemu dngnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Ku ingin pulang ingin melihat senyumnya,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Ku ingin pulang ingin merasakan pelukan hangatnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Ku ingin pulang mendengar cerewetnya dalam menasehatiku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Ku ingin pulang mendengar doa harapanya untukku&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Ku ingin pulang merasakan masakannya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;Tapi aku harus pulang kemana untuk bertemumu…….. begitu lembutnya dirimu kenapa banyak diluarsana kasar terhadapmu. Begitu banyaknya pengorbananmu kenapa banyak diluarsana tidak menghargaimu. Ya Allah titip salamku untuk wanita yang telah banyak berkorban untukku dan ku bangga dilahirkan dari rahimnya…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ruang sempit 3x5, 10 April 2010&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-326545763885379611?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/326545763885379611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=326545763885379611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/326545763885379611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/326545763885379611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/dunia-angkotq-rinduku.html' title='Dunia AngkotQ: Rinduku'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5647570913227108226</id><published>2010-04-02T03:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T04:02:08.304-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Menjadi Aktivis Minimalis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S7XOkaLz9GI/AAAAAAAAAP0/oRJXGnxuag4/s1600/karikatur.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S7XOkaLz9GI/AAAAAAAAAP0/oRJXGnxuag4/s320/karikatur.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5455493648528700514" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santai memang dibolehkan, agar jasad, akal dan jiwa ini bisa menyerap kembali serpihan energy yang ia butuhkan, sehingga keringkihan elemen-elemen tubuh seorang insan bisa kembali tersegarkan. Oleh sebab itu pulalah, menikmati kesantaian bukanlah sesuatu yang diajarkan agama ini. Maka, rehat dan bersantailah seperlunya saja, dan jangan pernah nyaman dan berasyik masyuk dengan kesantaian.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cita-cita yang kita inginkan adalah untuk menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta ini, maka logikanya  tentu bekal yang mesti kita siapkan setidaknya juga sebesar alam dan seisinya ini, sekiranya tidak mungkin untuk lebih besar dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, ekspansi dakwah bagi semesta alam yang terus bergulir disadari menuntut keseimbangan bekal dari para pengusung amanah dakwah ini. Jika tidak, kita khawatir kalau kemandegan, stagnasi atau antiklimaks akan menerpa perjalanan panjang dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini, kejenuhan mulai melanda para aktivis dakwah. Kejenuhan yang salah satunya muncul akibat semakin berkurangnya bekal para du’at, sementara di sisi lain beban terus bertambah. Modal-modal dasar seorang aktivis semakin tak tertunaikan akibat lemahnya manajemen waktu para aktivis dakwah yang kini lebih cendrung hanya memenuhi penunaian akan tugas dakwah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, ibarat proses bernafas, kita merasakan langsung bagaimana kita menghirup udara, mengumpulkannya sejenak dan melepaskannya serta kembali menghirupnya. Hal itu berjalan laksana irama nan begitu indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semestinya dalam menjalani aktivitas dakwah kita juga demikian. Proses menyerap energy, mengumpulkannya dan melepasnya mesti berjalan secara sinergi. Jika itu terjadi, Insyaallah kita tidak akan merasa kelelahan, walau pada aspek kemanusiaan, lelah itu tetaplah ada. Adalah sesuatu yang tidak mungkin jika kita hanya menyerap energy saja sementara tidak pernah digunakan. Dan juga tidak akan mungkin kalau kita hanya melepaskan energy saja dalam bentuk aktivitas dakwah, tapi proses penyerapan dan pengumpulan energy tidak kita lakukan. Maka tidak heran, manakala kita berasyik masyuk melepas energy dalam dakwah, sementara tak ada penyerapan kembali, yang kita dapati adalah kelelahan, kejenuhan akibat tidak seimbangnya perputaran energy kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itulah dalam fenomena hari ini semakin banyak kita temukan diri kita para aktivis dakwah yang secara perlahan dan tidak disadari menjadi aktivis dakwah minimalis. Ada yang minimal dalam hal amal dakwahnya dan  ada pula yang minimal dalam pemenuhan bekal seorang aktivis dakwah, bahkan ada pula yang melanda kedua sisinya, amal dan bekal yang sama-sama minimalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perenungan kita barangkali bisa dirasakan, konsistensi amal yaumiyah kita saja, yang menjadi salah satu bekal bagi para aktivis dakwah, kini semakin minimal kita lakukan. Alih-alih terpenuhi standar minimalnya, bahkan tak jarang kita temukan diri kita hanya sekedar memenuhi jawaban kalau hal itu sudah kita lakukan.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah mulai kita temukan aktivis dakwah yang terjerat kemalasan untuk melakukan shalat di awal waktu, apalagi shalat berjamaah. Kalaupun tetap berjamaah, tapi mulai muncul kemalasan untuk pergi ke mesjid. Qiroaah Quran pun semakin berkurang. Dari standar satu juz perlahan barangkali turun menjadi setengah juz, seperempat juz atau bisa jadi beberapa ayat saja sebagai pemenuhan syarat sudah membaca Al-quran pada hari bersangkutan. Alma’tsurat kurang lebih juga sama, berjalan beriringan. Dari dua kali sehari, pagi dan petang menjadi satu kali saja. Dari sekali setiap hari turun menjadi tiga atau lima kali seminggu. Dari pengulangan tiga-tiga kali turun menjadi sekali lalu saja. Hal itu seolah berjalan turun dengan keteraturan yang terkadang tanpa disadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek ibadah lain pun menemukan hal yang tidak jauh berbeda. Shalat sunat dhuha misalnya, dari setiap hari secara disiplin ditunaikan, perlahan turun menjadi beberapa kali saja dalam seminggu. Setelah mengalami secara kuantitas penurunan kualitaspun mengiringi. Rakaatnya menurun, doa dan zikirnya pun menurun. Bahkan tidak jarang pula hanya sekedar memenuhi “absensi” saja, shalat dua rakaat minus zikir dan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa sunnah seperti Senin Kamis juga mengalami hal serupa. Puasa pertengahan bulan pun mulai terlupakan dengan berbagai kesibukan. Alasannya tidak zahur atau kesibukan yang membutuhkan energy full tanpa puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum cukup sampai di situ, ibadah pamungkas seperti qiyamul lail pun kian sepi bersama nyenyak lelap di dingin malam. Mata kian berat untuk bangkit dari tidur di malam hari, meski pun sejenak kita sempat tersintak dari lelap kita di sepertiga malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya lagi, kita juga mencari-cari alasan untuk memaklumi kondisi itu. Alasan kesibukan kerja yang membuat kita sulit shalat di awal waktu apalagi berjamaah ke mesjid. Alasan padatnya agenda dakwah yang membuat kita seolah tidak memiliki waktu untuk membaca alquran sebagaimana biasanya. Atau kesibukan yang tak terputus hingga pagi dan sore hari yang membuat kita sulit untuk membaca almaktsurat. Atau bisa jadi kepenatan yang tak berkesudahan yang membuat kita berat untuk bangkit dari tidur di sepertiga malam.  Atau alasan lain yang sangat mungkin dicarikan atau dialaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah problema dakwah yang kita harapkan mampu membuka mata hati kita. Karena kita meyakini bahwa problema ini sedikitpun tidaklah diinginkan tapi tetap berpotensi untuk tumbuh subur karena belum ada ketegasan dari para aktivis dakwah untuk keluar dari sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tulisan ini ditulis dan dibaca, tentu kita tidak sedang meratapi atau menyalahkan kondisi ini. Kita tidak sedang manghujat kondisi ini dengan memutar memory dalam nostalgia indah. Kita juga tidak ingin terjebak dengan nostalgia bahwa dulu sangat begini dan begitu, yang pada intinya dulu fenomena seperti di atas sangatlah langka, dan yang banyak itu hanyalah fenomena dimana kita memiliki konsistensi dan disiplin yang kuat dalam menjalankan amalan-amalan penting seorang aktivis dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak, sekali lagi kita tidak sedang berbicara tentang itu. Kita hanya ingin jujur membaca realitas dakwah hari ini dan kemudian menegaskan kembali, bahwa kerja besar ini juga membutuhkan energy besar. Cita-cita besar dakwah ini perlu ditopang oleh amunisi yang jauh lebih besar dari cita-cita itu. Dan kita harus selalu menjaga bagaimana energy dan amunisi besar itu tetap tersedia dengan konsistensi kita menyalakan reaktor-reaktor yang ada di dalam diri dan lingkungan sekitar kita. Itu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, biarlah cita-cita dakwah ini terus menari bersama irama gerakan dakwah yang semakin menemukan keragaman corak dan medannya. Biarlah tantangan dakwah dan godaan yang ada di dalamnya menjadi simpony yang akan menyejukkan sekaligus mengokohkan hati-hati kita. Pada akhirnya, konsistensi kesholehan, doa, ikhtiar dan kesungguhan kita jualah yang akan membuat dakwah ini tetap ada di bumi dimana kita berada. Karena itu pulalah kita tidak ingin menjadi aktivis minimalis. Wallahu’alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by: mamanto fani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5647570913227108226?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5647570913227108226/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5647570913227108226' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5647570913227108226'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5647570913227108226'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/menjadi-aktivis-minimalis.html' title='Menjadi Aktivis Minimalis'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S7XOkaLz9GI/AAAAAAAAAP0/oRJXGnxuag4/s72-c/karikatur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2766871477492960240</id><published>2010-04-02T00:31:00.000-07:00</published><updated>2010-04-02T00:39:41.644-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Tak Semua...!!!</title><content type='html'>Tak semua yang ku ratapi&lt;br /&gt;Mengoyak kepiluan di relung hati&lt;br /&gt;Tak semua yang kuinginkan&lt;br /&gt;Sesuai dengan yang kuharapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*** ----- ***-----***----***----***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semua yang kuresapi&lt;br /&gt;Punya ragam makna dihati&lt;br /&gt;Tak semua yang kuimpikan&lt;br /&gt;Dapat berubah jadi kenyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***----***----***----***---***----&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semua yang kusayangi&lt;br /&gt;Mampu membahagiakan sanubari&lt;br /&gt;Tak semua yang membuatku terlena&lt;br /&gt;Mampu membawaku terbang kesana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***----***----***----***----***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak semua harta yang kumiliki&lt;br /&gt;Akan kubawa sampaiku mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu,haruskahku berhenti berharap???&lt;br /&gt;      Oh tidak ya Tuhan&lt;br /&gt;Karena Engkaulah sang segala Maha....................&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2766871477492960240?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2766871477492960240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2766871477492960240' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2766871477492960240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2766871477492960240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/04/tak-semua.html' title='Tak Semua...!!!'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2815370697560762360</id><published>2010-03-27T05:35:00.000-07:00</published><updated>2010-03-27T05:38:49.912-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Mulia Di Akhirat &amp; Meraih Dunia dengan Ilmu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S638SZWpvqI/AAAAAAAAAPk/Joloerrli58/s1600/mnulislah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 130px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S638SZWpvqI/AAAAAAAAAPk/Joloerrli58/s320/mnulislah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453292116789280418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Hidup bahagia,mati masuk syurga” yup,pasti setiap orang ingin seperti itu.Jadi apa yang dapat kita lakukan untuk mewujudkannya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Ta’ala telah mengajarkan sebuah doa dalam firmanNya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Wahai Rabb kami,berilah kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat” (QS.Al-Baqarah : 201)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hasan rahimahullah (wafat th. 110 H) berkata, ”Yang dimaksud kebaikan dunia adalah ilmu dan ibadah, dan kebaikan akhirat adalah Syurga ”Sedangkan Ibnu Wahb (wafat th.197 H) rahimahullah berkata, ”Aku mendengar Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata ”Kebaikan di dunia adalah rizki yang baik dan ilmu, sedangkan kebaikan di akhirat adalah syurga” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bagaimana para ulama memegang ilmu sebagai sumber kebaikan di dunia,yang dengannya dapat diraih pula kebaikan di akhirat berupa syurga.Karena itu, hal utama yang harus kita lakukan untuk mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah dengan terus menerus mengejar ilmu dengan mengikhlaskan niat karena Allah Ta’ala.Ilmu yang dimaksud adlah ilmu yang bermanfaat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Rajab (wafat th.795 H) rahimahullah mengatakan bahwa ”Ilmu yang bermanfaat menunjukkan pada dua hal : Pertama,mengenal Allah Ta’ala dan segala pa yang menjadi hak-Nya berupa nama-nama yang indah, sifat-sifat yang mulia, dan perbuatan-perbuatan yang agung. Hal ini mengharuskaan adanya pengagungan, rasa takut,cinta,harap,dan tawakkal kepada Allah serta ridha terhadap takdir dan segala musibah yang Allah Ta’ala berikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengetahui segala apa yang dibenci dan dicintai Allah Azza wa Jalla dan menjauhi apa yang dibenci dan dimurkai olehNya berupa keyakinan, perbuatan yang lahir dan bathin. Hal ini emengharuskan orang yang mengetahuinya untukbersegera melakukan segala apa yang dicintai dan diridhoi oleh Allah Ta’ala dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya. Apabila ilmu itu menghasilkan kedua hal ini bagi pemiliknya, maka inilah ilmu yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan saja ilmu itu bermanfaat dan menancap dalam hati maka sungguh, hati itu akan tunduk dan meras patuh pada Allah Azza wa Jalla, jiwa merasa cukup dan puas dengan sedikit dari keuntungan dunia yang halal dan merasa kenyang dengannya sehingga hal itu menjadikannya qanaah dan zuhud di dunia.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululah Salallahu Allaihi Wasallam mendoakan orang-orang yang mendengarkan sabda beliau dan memahaminya dengan keindahan dan berserinya wajah. Beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Semoga Allah memberikan cahaya pada wajah orang yang mendengarkan sebuah hadist dari kami, lalu menghafalkannya dan menyampaikannya kepada orang lain. Banyak orang yang membawa fiqih namun dia tidak memahami. Dan banyak orang yang menerangkan fiqih pada orang yang lebih faham darinya. Ada tiga hal yang tidak dapat dpungkiri hati seorang muslim selama-lamanya: melakukan sesuatu dengan ikhlas karena Allah, menasehati ulul amri (penguasa) dan berpegang teguh pada jama’ah kaum muslimin,karena do’a mereka meliputi orang-orang ayng berada dibelakang mereka.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa yang keinginannya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan kekuatannya,menjadikan kekayaan di hatinya dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina. Namun barangsiapa yang niatnya mencari dunia, Allah akan mencerai-beraikan urusan dunianya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia mendapat dunia menurut apa yang tealah ditetapkan baginya.” (Hadist Shahih diriwayatkan oleh Ahmad (V/183),ad-Darimi(I/75),Ibnu Hibban (no 72,73-Mawarid),Ibnu’Abdil Barr dalam Jaami’Bayaanil’Ilmi wa Fadhlihi(I/175-176,no.184),lafazh hadist ini milik Imam Ahmad dari Abdurrahman bin Aban bin ’Utsman radhiyallahu’anhum) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ayo semangat menuntut ilmu..!! supaya bahagia dunia dan akhirat, insyaAllah. Jangan lupa ikhlaskan niat pada Allah Subhanahu Wata’ala. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israil bin Yunus (wafat th.160 H) rahimahullah mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Barangsiapa menuntut ilmu karena Allah Ta’ala, maka ia mulia dan bahagia di dunia.Dan barangsiapa menuntut ilmu bukan karena Allah, maka ia merugi di dunia dan akhirat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara doa yang Rasulullah ucapkan adalah : ”Ya Allah, aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat,rizki yang halal, dan amal yang diterima.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disarikan dari buku: Menuntut Ilmu Jalan Menuju Syurga, oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawaz&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2815370697560762360?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2815370697560762360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2815370697560762360' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2815370697560762360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2815370697560762360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/03/mulia-di-akhirat-meraih-dunia-dengan.html' title='Mulia Di Akhirat &amp; Meraih Dunia dengan Ilmu'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S638SZWpvqI/AAAAAAAAAPk/Joloerrli58/s72-c/mnulislah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4838788817135159193</id><published>2010-03-16T21:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T21:57:23.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Hari-Hari Penantian</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S6BhH5lZTDI/AAAAAAAAANs/QfnNXV9TTCg/s1600-h/unt+buletin.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 177px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S6BhH5lZTDI/AAAAAAAAANs/QfnNXV9TTCg/s200/unt+buletin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449462337462946866" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang gadis, ada masa penantian yang acapkali menimbulkan suasana rawan, menanti jodoh. Padahal jodoh, maut dan rezeki adalah wewenang Allah semata. Tak ada sedikitpun hak manusia untuk mengklaim wewenang tersebut. Tapi, watak manusia terkadang lupa dengan janji Allah. Apalagi bila lingkungan sekitarnya terus menerus ‘memburu’nya untuk menikah, sementara jodoh yang dinantikan tak kunjung tiba. Dalam keadaan demikian, kerap muncul bermacam efek yang dapat membahayakan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita akan dianggap dewasa bila ia telah mengalami menstruasi. Islam mencatat masa ini sebagai masa awal mukallafnya seorang wanita. Yang perlu diketahui, wanita sekarang menjadi akil baligh jauh lebih cepat dibanding masa dahulu. Dua puluh tahun yang lampau, wanita paling cepat mengalami menstruasi pada usia 15 tahun. Namun pada masa ini, tak jarang wanita mulai mens pada usia 11 tahun. Akibatnya, kedewasaan wanita terhadap masalah- masalah perkawinan akan meningkat secara cepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keresahan mulai melanda tatkala usia sudah merangkak naik, tapi calon suami tak kunjung datang. Tanpa disadari, ada perilaku-perilaku yang mestinya tak layak dilakukan oleh seseorang yang sudah dianggap sebagai teladan dilingkungannya. Ada muslimah-muslimah yang menjadi sangat sensitif terhadap acara-acara walimah ataupun wacana-wacana seputar jodoh dan pernikahan. Ada juga yang bersikap seolah tak ingin segera menikah dengan berbagai alasan seperti karir, studi maupun ingin terlebih dulu membahagiakan orang tua. Padahal, hal itu cuma sebagai pelampiasan perasaan lelah menanti jodoh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, ada juga muslimah yang cenderung bersikap over acting. terlebih bila sedang menghadiri acara-acara yang juga dihadiri lawan jenisnya. Ia akan melakukan berbagai hal agar “terlihat”, berkomentar hal-hal yang nggak perlu yang gunanya cuma untuk menarik perhatian, atau aktif berselidik jika mendengar ada laki-laki (ikhwan) yang siap menikah. Seperti halnya wanita dimata laki-laki, kajian dengan tema “ikhwan” pun menjadi satu wacana favorit yang tak kunjung usai dibicarakan dalam komunitas muslimah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang terlihat dibeberapa biro jodoh juga menambah daftar panjang fenomena yang menggambarkan betapa kaum Hawwa sangat dihantui masalah-masalah rawan yang membuat kita berpikir panjang dan harus segera dicarikan jalan keluarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang hal diatas, Al qur’an dengan apik mengisahkan ketidakberdayaan seorang wanita menghadapi masa penantian. “Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali …” (QS. An Nahl:92). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikah memang bukan fardhu. Tidak ada dosa atas seseorang yang tidak menikah selama ia memang tidak menentang sunnah Rasul ini. Jadi, sekarang atau nanti kita menikah, bukanlah problem utama. Yang terpenting adalah bagaimana mengisi masa-masa penantian ini dengan hal-hal yang positif ataupun aktifitas yang berkenaan dengan persiapan pra nikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan berawal dari hati. Kebersihan hati akan membuat seseorang tenang dalam melangkah. Istilah “perawan tua” tidak akan menggetarkan perjalanannya dan membuat dia berpaling dari jalan dakwah. Kalaupun tak berjodoh di dunia, bukankah Allah akan menggantikannya di akhirat kelak sesuai dengan tingkatan amalnya? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersihan hati juga akan sangat menentukan sikap qona’ah (ikhlas menerima dan merasa cukup) terhadap pemberian Allah. Sehingga ia dengan senang hati menerima, jika sekiranya Allah memberinya jodoh seseorang yang secara fisik (selain agama) tidak sesuai harapannya, agar tidak kaget melihat standar kebahagiaan yang diluar bayangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua dan keluarga juga perlu dikondisikan, agar mereka tidak menyalahkan Islam. Banyak orang tua yang beranggapan bahwa jilbab adalah yang selama ini menjadi penghalang anaknya tidak mendapatkan pasangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bersabar dan berdo’a nampaknya merupakan kunci mutlak untuk menstabilkan moral (akhlaq). Dengan kesabaran, ada pintu-pintu yang terbuka yang barangkali tak terlihat ketika kita sedang sempit dada. Dengan do’a, ada jalinan mesra dengan Sang Pemilik. Mungkin tidak saat itu juga do’a-do’a kita akan segera dikabulkan, tetapi bukankah do’a adalah ibadah? Jadi, semakin banyak do’a terucap, semakin banyak pula ibadah dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat para muslimah yang baru saja menikmati keindahan meneguk bahtera rumah tangga, tampaknya ada sikap yang harus dilakukan untuk menjaga perasaan muslimah yang belum menikah. Istri-istri baru itu, biasanya senang “mengompori”. Sebenarnya sikap ini sah-sah saja, agar tampak bukti bahwa menikah tanpa pacaran, menikah dalam rangka dakwah adalah “pengorbanan” yang menyejukkan. Tapi jika hanya sekedar memanasi tanpa solusi, sebaiknya sikap seperti itu ditahan. Apalagi jika si muslimah itu tidak siap dengan cerita-cerita seputar nikah itu, bisa jadi akan memedihkan perasaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, lain halnya dengan muslimah-muslimah yang ‘bandel’, yang dengan berbagai alasan kerap menolak untuk menikah meski seharusnya sudah siap. Baik tuntutan dakwah maupun tuntutan lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah adalah ibadah. Tapi, ia bukan satu-satunya ibadah. Masih banyak alternatif ibadah yang bisa dilakukan. Alangkah naifnya bila kita malah banyak membuang waktu untuk memikirkan masalah pernikahan yang tak kunjung juga teralami. Masih banyak pekerjaan dan hal lain yang membutuhkan penyaluran potensi kita. Mumpung masih gadis, optimalkanlah potensi diri. Karena kelak, jika kesibukan menjadi istri dan ibu menghampiri kita, waktu untuk menuntut ilmu, menghapal ayat Qur’an dan hadits, bahkan untuk bertemu Allah di sepertiga malam, tentu saja akan berkurang. Nah, kenapa tidak kita optimalkan sejak sekarang?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4838788817135159193?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4838788817135159193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4838788817135159193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4838788817135159193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4838788817135159193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/03/hari-hari-penantian.html' title='Hari-Hari Penantian'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S6BhH5lZTDI/AAAAAAAAANs/QfnNXV9TTCg/s72-c/unt+buletin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-6109490068161383374</id><published>2010-03-16T21:32:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T21:58:57.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Akh, Tipis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S6BhiMpHd1I/AAAAAAAAAN0/6Sh80liXBJc/s1600-h/istiqomah.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 191px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S6BhiMpHd1I/AAAAAAAAAN0/6Sh80liXBJc/s200/istiqomah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5449462789255427922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat Maghrib baru saja ditunaikan. Oleh orang-orang yang masih mau menunaikannya tentu. Seorang aktivis mencari barang kebutuhan biasa yang cukup vital baginya: jam meja dengan alarm. Lumayan, bisa membangunkan sebelum datang waktu Shubuh. Karena belum ada orang yang siap membantu membangunkan. Dan iapun mendapatkan yang dicari dengan harga yang menurutnya tidak terlalu mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja turun lewat eskalator, ia menemukan ironi. Anak perempuan usia SD terlelap kelelahan di emperan. Tak punya rumah. Barangkali habis mengamen, atau mengemis seharian. Di sampingnya, sang adik belum tidur. Kira-kira 2 tahun usianya. Dekil. Kumal. Tak ada ayah ibu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sang aktivis merasa menjadi "akh tipis". Tipis kepedulian. Tipis pembuktian. Tipis karya. Ia teringat betapa mudahnya mengeluarkan sejumlah uang kepada penjaga warnet untuk nge-browse situs yang jauh dari bermanfaat. Padahal dengan uang itu ia sebenarnya bisa meringankan rasa lapar saudaranya. Di negerinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seruan tanpa teladan adalah seperti bapak yang menyuruh anaknya ke masjid sedangkan ia ada di rumah, tak sholat juga. Tidur sang "akh tipis" kini tak lagi nyenyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obrolan kita di meja makan&lt;br /&gt;tentang mereka yang kelaparan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-6109490068161383374?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/6109490068161383374/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=6109490068161383374' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6109490068161383374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6109490068161383374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/03/akh-tipis.html' title='Akh, Tipis'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S6BhiMpHd1I/AAAAAAAAAN0/6Sh80liXBJc/s72-c/istiqomah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3263548190802816862</id><published>2010-03-16T21:01:00.000-07:00</published><updated>2010-03-16T21:30:51.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Pulanglah Sore! (Potret Bangsa Pengutang)</title><content type='html'>Di Jakarta banyak orang pulang malam. Bukan pulang sore. "Sibuk," kata mereka. Sebagian memang benar karena sibuk. Sebagian lain, mungkin 90 persen, ingin dianggap sibuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesibukan utamanya baru mulai selepas makan siang. Sebagian besar untuk rapat. Menurut teori, rapat yang baik adalah yang ringkas. Cukup 30 menit hingga sejam. Namun 'orang-orang sibuk' selalu mampu mengadakan rapat hingga tiga jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu belum termasuk perbincangan panjang setelahnya. Katanya, perbincangan itu membahas iklim bisnis yang sedang berkembang. Juga soal konsep pengembangan produk atau usaha, bahkan juga politik. Hanya bila ada waktu tersisa, baru menangani pekerjaan teknis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah matahari terbenam, orang-orang pun memindahkan kantor ke kafe-kafe. "Bisnis adalah lobi," kata mereka. Kafelah tempatnya. Kafe juga menjadi standar gaul mereka yang menganggap diri "eksekutif". Termasuk yang baru setahun dua tahun kerja, dan masih memakai mobil milik orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu seberapa efisien untuk kerja pagi? "Kita 'kan sibuk sampai malam. Jangankan untuk produktif, kerja pagi pun susah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Sumarno --seorang nelayan sukses asal Jepara-- dunia yang dijalani para 'eksekutif muda' di Jakarta sungguh merupakan dunia ilusi. Omzet bisnis Sumarno mencapai Rp 3 miliar sebulan. Baginya, kerja, ya, kerja. Bukan rapat dan berdiskusi melulu. Baginya, pendapatan, ya, ditabung dan untuk membantu sanak keluarga serta masyarakat sekitar. Bukan dihabiskan di kafe dan mal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tingkat penghasilannya, ia sudah sangat bangga menggunakan Opel Blazer. Warga Jakarta, dengan penghasilan pas-pasan sekalipun, bahkan rela untuk berutang demi mendapatkan mobil yang lebih mewah. Sumarno hampir pasti tak memegang kartu kredit. Di Jakarta, semua berlomba menggunakan kartu kredit. Kartu kredit itu dipakai terutama bukan untuk memudahkan pembayaran, namun untuk gali lubang tutup lubang. Jangan tanyakan berapa saldo mereka yang tersisa di bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta jantung Indonesia. Jangan heran bila negara ini punya perilaku yang sama dengan warga Jakarta: bokek, namun suka gali lubang tutup lubang. Warga Jakarta merasa tidak dapat hidup kalau tidak mempunyai tagihan utang yang harus dipenuhinya. Demikian pula&lt;br /&gt;Republik kita tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini punya setumpuk utang. Tumpukan itu yang menjadi alasan untuk mengajukan utang berikutnya. Seolah tidak ada bangsa di dunia ini yang dapat hidup dan berkembang tanpa utang. Cina sukses bukan dengan mengutang, tetapi dengan menggali kekuatannya sendiri. Kekuatan kita memang masih jauh di bawah Cina, namun apakah benar bangsa kita tak lagi punya apa-apa termasuk harga diri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah," sabda Sang Rasul. Kita akan jauh lebih mampu untuk bangkit bila tidak menengadahkan tangan. Syaratnya hanya kesediaan kita berkorban meninggalkan kebiasaan ikut-ikutan mendapatkan kesan 'wah' untuk kembali&lt;br /&gt;hidup realistis seperti Sumarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita bangun dari tertidur dalam ilusi. Pulanglah sore. Nikmati suasana senja di beranda rumah sendiri. Mulailah bekerja lebih pagi. Bila merasa gengsi belajar dari Sumarno, tengoklah Singapura. Negara itu memajukan sejam patokan waktu negerinya. Maka, mereka lebih mampu memberi utang ketimbang berutang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3263548190802816862?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3263548190802816862/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3263548190802816862' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3263548190802816862'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3263548190802816862'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/03/pulanglah-sore-potret-bangsa-pengutang.html' title='Pulanglah Sore! (Potret Bangsa Pengutang)'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8642186639303957560</id><published>2010-03-10T00:56:00.000-08:00</published><updated>2010-03-10T00:58:12.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Integrasi Politik dan Dakwah</title><content type='html'>Dulu, saat awal ketika kita belum membuat partai, sebenarnya cukup mengenakkan kalau kita menjadi gerakan dakwah yang terbatas. Berada di&lt;br /&gt;lingkungan yang baik secara terus menerus, cerdas, berpendidikan tinggi, punya komitmen agama yang bagus serta lingkungan yang memberikan&lt;br /&gt;kenyamanan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, waktu kita membuat partai, seakan-akan kita keluar dari comfort zone. Zona nyaman, yaitu lingkungan orang shalih sepertinya terpecah,&lt;br /&gt;karena mulai dimasuki oleh orang-orang yang setengah shalih dan tidak shalih. Ruang lingkup pergaulan kita menjadi sangat luas. Sekarang kita&lt;br /&gt;bertemu dengan keadaan yang mungkin tidak nyaman secara psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Politik ini memberikan kita jadwal hidup yang sangat ketat karena ada pemilu 5 tahunan. Kita selalu mengukur kinerja setiap waktu karena ada&lt;br /&gt;banyak momentum. Kalau bukan kita yang mengukur kinerja kita maka orang lain yang mengukur kinerja kita. Sejak kita memutuskan untuk membuat partai, berarti kita membuka diri kita untuk diukur juga oleh orang lain. Dan itu membuat jadwal aktivitas kita menjadi sangat padat.&lt;br /&gt;Sehingga kita harus belajar untuk bekerja dengan rileks dalam keadaan stress berkepanjangan. Itu salah satu pelajaran penting yang kita peroleh secara tarbawiyah setelah kita membuat partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ada pelajaran lain, bahwa ktia harus bisa belajar berbeda pendapat secara rileks juga. Banyak pendapat, banyak ketegangan, tapi&lt;br /&gt;kita harus mampu menghadapinya secara rileks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin menyampaikan beberapa hal untuk membangun frame kita, khususnya terkait kerja-kerja tarbiyah dalam kontek amal siyasi. Sejak harakah ini didirikan , konsep awal tentang kehidupan yang ingin kita bangun adalah sebuah kehidupan islami yang integral dan komprehensif, dengan tidak membuat pemisahan-2 antara seluruh aspeknya. Oleh karena itu , sejak awal konsep integrasi ini menyebabkan harakah ini selalu berhadapan dengan sekulerisme yang memisahkan antara politik, negara dan agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu dengan baik jargon yang dibuat Imam Hasan Al-banna, bahwa islam adalah dinun wa daulah (agama dan negara) sekaligus. Jadi kita menganut konsep integrasi dari awal. Tetapi konsep integrasi ini bukan hanya ada pada integrasi antara negara dan agama saja, namun juga antara&lt;br /&gt;dakwah dan politik. Itu sebabnya 10 tahun setelah Imam Hasan Al-Banna mendirikan jamaah dakwahnya, beliau langsung mendeklarasikan untuk memasuki era jahriiyah (era keterbukaan) dan ikut terlibat dalam aktivitas politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tidak ada jalan bagi kita untuk menyatukan agam dan negara kecuali apabila kita mengambil bagian dalam aktivitas politik itu. Dan, sekarang ini, dalam sistem demokrasi, jalur orang untuk sampai kepada seluruh otoritas penting dalam negara hampir menjadi jalur tunggal, yaitu lewat partai politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sekarang orang baru menyadari betapa besarnya peranan partai politik dalam menentukan arah kehidupan kita. Orang tidak boleh&lt;br /&gt;jadi gubernur kecuali kalau di dapat mandat dari partai politik. Memang ada pemilihan langsung, tetapi yang mendaftarkan harus partai. Kemudian&lt;br /&gt;memang ada calon independen, tetapi aturannya belum selesai, dan tidak benar-benar independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk memperbesar akses harakah ke dalam negara itu jalannya cuma satu, yaitu memperbesar partai politiknya atau kendaraannya, atau kanalnya, yaitu partai politik. Apabila kanalnya besar, flow, arus yang akan masuk ke negara juga semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dulu birokrasi dikuasai Golkar? Ya, karena flow yang dibuatnya memang kanalnya besar. Bila kita mau masuk kesana, mesti membuat kanal&lt;br /&gt;besar bagi dakwah. Mengapa selama ini harakah terpinggirkan di banyak negara? Karena tidak ada kanalnya. Oleh karena itu, saya mengatakan&lt;br /&gt;bahwa lompatan pertama kita pada tahun 1999 adalah lompatan dari luar ke dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kita dianggap OTB (organisasi tanpa bentuk). Antum bayangkan, orang-orang shalih yang terpilih diantara umat ini, kita memilih orang-orang shalih setengah mati, kita merekrut mereka dengan kriteria anasir taghyir (memiliki unsur perubah), kita pilih orang-orang hebat semuanya ditengah masyarakat dan kita masih dianggap sebagai orang aneh. Begitu kita membuat partai, kita melompat dari luar sistem ke dalam sistem dan itu memberikan kita banyak keleluasaan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu suara kita menguat pada tahun 2004, saya menyebut lompatan kedua ini sebagai lompatan eksistensi. Kita dianggap sebagai satu kekuatan&lt;br /&gt;politik baru yang sangat disegani di negeri kita saat ini, karena kanal yang kita ciptakan ini makin besar. Sehingga arus orang yang masuk ke&lt;br /&gt;otoritas negara itu makin banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya kita lihat pada tahun 1999, akhwat kita yang ada di parlemen kita cuma satu orang, tetapi sekarang ini ada 72 orang. Artinya, di&lt;br /&gt;jamaah dakwah kikta ada 72 suami yang istrinya bekerja di parlemen dan setiap hari para suami itu ditinggal istrinya. Kalau dulu kita&lt;br /&gt;meninggalkan istri sekarang kita mulai ditinggalkan istri. Quota 30% masih akan terus berlaku. Tahun 2009 nanti jumlah akhwat yang masuk ke parlemen kita akan makin banyak. Lalu, kita punya 1 menteri, menteri ini membawa gerbong, bukan hanya gerbong birokrat tetapi juga gerbong&lt;br /&gt;pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba antum lihat, betapa banyak yang berubah begitu kanal ini membesar. Karena antum punya otoritas mencalonkan orang sebagai gubernur, maka&lt;br /&gt;orang mau bayar antum semua, supaya dia jadi gubernur. Oleh karen itu, ada banyak bisnis di dalamnya, seperti aktifitas tarbiyah hari ini,&lt;br /&gt;sudah mulai dikelola dengan cara bisnis. Ini sudah benar jalannya. Itu merupakan efek kanal yang kita ciptakan makin besar dan mempunyai efek&lt;br /&gt;dalam menciptakan lapangan kerja baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level integrai ketiga yang perlu kita waspadai karena kita belum mengenal dengan baik tabiatnya adalah integrasi aktivitas tarbawi dan&lt;br /&gt;aktifitas siyasi. Ini mungkin pengaruh dari dikotomi yang sebelumnya terjadi. Padahal, dua tahun terakhir ini, ada lebih dari 200 pilkada&lt;br /&gt;yang berlangsung. Itu berarti hampir per tiga hari ada satu pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang mengeluh pada dua tahun ini, bahwa pertumbuhan kader kita menjadi lambat. Bahkan, di DPP, ketika sekretariat melaporkan&lt;br /&gt;pertumbuhan kader tahun lalu minus, Presiden PKS keberatan,”Kok bisa minus? Ini gak mungkin.” Padahal itu laporan dari Wilayah. Kemudian&lt;br /&gt;Bidang Kaderisasi membuat evaluasi lagi di beberapa Wilayah, lalu ada pertambahan sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita lihat, ternyata salah sebabnya adalah kebingungan mengintegrasikan pekerjaan, karena terlalu banyak pekerjaan sekaligus.&lt;br /&gt;Pekerjaan ini belum dikelola dengan suatu pendekatan integrasi. Sebagai contoh, kalau orang luar melihat PKS, orang akan melihat PKS ini partai&lt;br /&gt;baru, dana kecil, tapi aktivitas partainya besar. Loadnya luar biasa penuh, tidak ada kosongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman-teman diluar PKS kalau bertemu saya, selalu bertanya satu hal,”Bagaimana keuangan PKS? Saya kemana mana ke daerah bertemu dengan PKS, dimana mana ada PKS. Jalan terus, begitu kerjanya tidak berhenti-berhenti. ” Ini adalah load pekerjaan yang luar biasa besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Integrasi ini terkait masalah efektifitas dan efisiensi dalam melakukan pekerjaan besar dengan usaha yang seminimal mungkin. Sebagai contoh, ada banyak aktifitas kita di internal ini sebenarnya menggunakan sangat banyak orang, sangat banyak waktu, banyak dana, juga menyentuh sangat&lt;br /&gt;banyak publik. Kemudian hal ini sama sekali tidak mendapatkan liputan apa apa di media. Akan tetapi, bila dari awal kita punya pandangan yang terintegrasi maka itu akan sangat berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain seperti aktifitas mukhayam (kemah). Antum lihat, berapa banyak tenaga yang kita keluarkan untuk aktifitas yang kita kerjakan?&lt;br /&gt;Harinya panjang, jumlah pesertanya banyak, kalau dikelola dalam satu kemasan, efek pelatihan tarbawi yang diharapkan dari mukhayam itu tetap&lt;br /&gt;dapat diperoleh dengan tetap mendapatkan liputan media yang luas. Tetapi ini belum kita kelola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin coba antum bayangkan waktu kita mengubahnya di Cibubur. Berapa banyak pekerjaan yang dapat diselesaikan sekaligus? Karena kita mulai mengintegrasikan. Jangan sampai nanti orang media hanya bekerja mengiklankan PKS kalau ada Muharram, kalau ada Milad atau kalau ada&lt;br /&gt;Ramadhan saja, baru itu yang dinamakan aktifitas media, sedangkan aktifitas tarbawi tidak ada liputannya. Padahal sebenarnya ini justru&lt;br /&gt;aktifitas yang punya nilai jual yang luar biasa bagi orang-orang luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum lihat, orang-orang yang berminat terhadap petualangan itu kan banyak. Sekarang acara petualangan di tv itu laris dan ratingnya tinggi.&lt;br /&gt;Kenapa pada sisi ini sebagai partai orang muda, tidak kita jadikan kekuatan. Pesona PKS yang bisa punya daya gugah dan daya rekrut bagi&lt;br /&gt;orang luar, bahwa partai ini mencanangkan suatu pola hidup yang sehat dan ingin membangun generasi muda yang kuat. Hanya dengan mengubah&lt;br /&gt;sedikit cara melakukannya untuk membuat suatu happening art yang bagus, membuat suatu release yang bagus, sedikit packaging yang bagus, maka&lt;br /&gt;semuanya akan berbeda hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum tidak akan kehilangan sedikitpun efek tarbawiyah yang ingin kita capai apabila kita mampu mengintegrasikannya . Menurut saya, level&lt;br /&gt;integrasi ketiga ini perlu dipelajari. Pilkada ini adalah salah medan uji cobanya. Waktu kita merancang strategi di DPW untuk pemenangan&lt;br /&gt;Pilkada ini, dari awal saya menekankan : “Masukkan satu poin di grand strategy di DPW untuk pemenangan pilkada ini, bahwa syarat untuk memenangkan DKI Jakarta adalah dengan meningkatkan kapasitas, kinerja dan citra PKS, sebagai partai utama.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin besar partai ini, makin mudah kita menyosialisasi calonnya. Kita bisa menggaransi bahwa sebab kemenangannya 70% lebih adalah oleh&lt;br /&gt;jaringan ini. Oleh karena itu, jaringan ini perlu diperbesar strukturnya maupun jumlah kadernya. Implikasinya apa? Semua target kaderisasi&lt;br /&gt;masukkan di target pilkada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi untuk memenangkan pilkada ini, kitta memerlukan 162 ribu kader baru untuk mencukupi angka total 200.000 kader di DKI dan dengan demikian&lt;br /&gt;jika target kita adalah 2 juta suara, maka satu kader harus merekrut sepuluh suara. Insya Allah hal ini efektif untuk mencapai target itu.&lt;br /&gt;Implikasi selanjutnya pada budgeting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum lihat flow kegiatan itu akan lebih lancar ketika dia diintegrasikan. Sehingga manajemennya menjadi lebih sederhana, jauh lebih efektif dan efisien. Selain itu, dengan integrasi ini ada efek lanjutan, yaitu memperbesar aset kita dan kemampuan kapitalisasi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum lihat suara partai-partai islam di Indonesia sepanjang sejarahnya tidak pernah lebih dari 45%. Artinya apa? Artinya afiliasi ideologi&lt;br /&gt;orang-orang islam indonesia masih ke ideologi sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini artinya semua gerakan dakwah yang pernah ada di Indonesia, ternyata tidak berhasil, padahal ormas-ormas dakwah seperti Muhammadiyah, NU jauh lebih tua dari Republik Indonesia ini. Apa yang menjelaskan PAN yang lahir dari Muhammadiyah Cuma dapat segitu suara? Apa yang menjelaskan&lt;br /&gt;PKB yang lahir dari NU Cuma dapat segitu suara? Bahkan kalau digabung misalnya dengan PPP tetap saja sedikit jumlah suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya gerakan dakwah ini dari awal menganut pemisahan antara dakwah dan politik. akibatnya dia tidak bisa mengkapitalisasi aset-asetnya.&lt;br /&gt;Bahkan sekarang kita lihat ada pendekatan yang intensif dari PDIP ke Muhammadiyah, dan dari Muhammadiyah ke PDIP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala harakah islamiyah dalam upaya menjadi partai besar , salah satunya adalah ketidakmampuan mengintegrasikan program-programnya.&lt;br /&gt;Sehingga selalu ada dua arus dalam jamaah dakwah, yaitu arus orang-orang tarbawi dan arus orang-orang politik. itu tidak bagus, tidak sehat, dan tidak benar-benar manhaj. Orang-orang tarbawi mengatakan,” Sudahlah, aktifitas kita sekarang sudah terlalu banyak politik. orang-orang sudah tidak memperhatikan lagi tarbiyah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seharusnya kita tidak pernah menganut pemisahan seperti itu. Attarbiyun, ‘assiyasiyun. Itu semua satu pekerjaan. Semua namanya&lt;br /&gt;dakwah. Semua pekerjaan ini sama untuk membangun aset kekuatan umat. Dengan mentarbiyah, kita membangun aset orang, dengan politik kita&lt;br /&gt;membangun aset kekuasaan. Hal ini tidak ada yang perlu dipisah-pisahkan lagi. Tetapi di banyak negara, penyakit ini bisa membesar, seperti di&lt;br /&gt;negeri kita juga. Kalau tidak segera merubahnya maka orang-orang tarbiyah akan merasa lebih nyaman, merasa hidup lebih tenang, lebih&lt;br /&gt;khusyuk dan sedikit merasa lebih religius dan lebih ikhlas dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang terlalu aktif di politik. kini ada satu&lt;br /&gt;gejala yang buruk dan tidak sehat dalam tarbiyah. Penting bagi kita untuk mengamatinya. Ada orang-orang yang merasa gagal di alam kenyataan, kemudian lari ke alam spiritual yang sedikit rada maya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal dana, misalnya, banyak orang mengatakan, “Sudahlah kita ini orang di DPR gak usah dibebankan cari dana untuk dakwah. Kita akan&lt;br /&gt;melaksanakan tugas dan tinggal kontrol kita saja.” Bisa jadi bukan karena ingin lempeng saja, Cuma mereka tidak mampu cari dana, tetapi&lt;br /&gt;kemudian mengcover ketidakmampuan dengan berbagai alasan. Orang-orang ini seolah-olah ingin mengatakan, bahwa jumlah barang halal jauh lebih sedikit dari jumlah barang yang haram. Logikanya adalah “Kalau yang halal itu lebih sedikit dari yang haram, terus kenapa islam menyuruh&lt;br /&gt;kita kaya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dia tidak ingin mengatakan itu. Tapi karena beberapa alasan. Pertama : dia tidak memahami manhaj dengan baik. Kedua : ada sesuatu&lt;br /&gt;yang disembunyikan di hati, yaitu ketidakmampuannnya. Ini juga gejala tarbawi yang tidak sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam soal aktifitas tarbiyah, ada juga gejala tidak sehat dari orang-orang yang tidak punya basis tarbawi yang bagus ketika kemudian&lt;br /&gt;terjun ke politik. ini harus diakui. Atas nama kesibukan di DPR dan DPRD dan seterusnya, akhirnya dia banyak ghaib di liqo’ pertemuan rutin&lt;br /&gt;kader, tidak lagi mentarbiyah, akhirnya secara ruhiyah dia kering dan semuanya kering. Hal itu kadang sebenarnya bukan karena aktifitas&lt;br /&gt;politik. sebelum terlibat di dalam politik pun orang-orang seperti ini sudah kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini rada rada mirip dengan perkataan Ali bin Abi Thalib saat pasukan Muawiyah dalam perang Shiffin mengangkat mushaf mengajak perdamaian.&lt;br /&gt;Susah ditolak. Orang mau damai pakai Al-quran susah ditolak, meski ada niat lain dibaliknya. Ali memahami dengan baik niat itu. Maka ia&lt;br /&gt;mengatakan,” Ini adalah kata yang benar tapi tujuannya adalah kebatilan.” Jadi kita mengungkap sesuatu yang terlihat nyata, tapi sebenarnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin Syaikh Qardhawi berdoa di Masjid Istiqlal. Ada satu isi doanya, saya baru dengar itu dan memberikan saya inspirasi. Beliau&lt;br /&gt;mengatakan,” Ya Allah hindarkan ibadah-ibadah kami dari riya, hindarkan hidup kami adri tanaqudh (paradoks).” Hidup yang paradoks itu karena&lt;br /&gt;hal-hal begini. Seperti kita menyembunyikan sesuatu dalam hati kita, dan kita cover dengan bungkus-bungkus yang katanya manhaji.&lt;br /&gt;Pemahaman ini diperlukan oleh para manajer-manajer tarbiyah ini, agar dapat mengelola dengan baik aktifitas ini, supaya tidak ada lagi&lt;br /&gt;pemisahan.&lt;br /&gt;Kalau antum lihat rutbah tarbawiyah (level keanggotaan) kita, level paling bawah adalah pemula (tamhidi), diatasnya ada muayyid. Piramidanya&lt;br /&gt;selalu mengecil, semakin keatas itu semakin mengecil. Jadi biasanya rasionya 1/5 atau kalau tidak 1/10. dua level paling bawah ini kita&lt;br /&gt;sebut sebagai kader pendukung. Sedang kader inti ada pada 4 level keatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin antum memahami falsafah manhaji pada sistem keanggotaan dalam perspektif strategy pergerakan. Anggota Madya (muntasib) konsepnya adalah orang-orang yang sudah memahami dakwah ini dengan baik, memahami islam dengan baik, berperilaku islami dan sudah terlibat dalam sebagian besar aktifitas dakwah ini dengan baik. Intisab artinya tergabung, dia mengetahui sudah bergerak dan tergabung di dalam jamaah dakwah ini.&lt;br /&gt;Kemudian satu tingkat di atasnya Anggota Dewasa (muntanzhim) , yang terjemahannya artinya terstruktur. Dia bkan sekadar berada atau tidaknya&lt;br /&gt;di mihwar dakwah, tapi dia sudah menjadi operator utama mihwar. Satu tingkat lagi adalah anggota ahli, lalu purna (takhassus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira kalau dalam hirarki militer itu ada yang takhassus ini namanya komandan, yang anggota ahli (amilin) ini namanya pasukan khusus.&lt;br /&gt;Kemudian yang muntanzhim itu pasukan strategisnya, yang muayyid ke bawah yang prajuritnya. Maka lapisan terkecil dari ummat adalah takhassus.&lt;br /&gt;Lapisan terluranya ada muhibbin, ada ummat dan terakhir lapisan terluarnya adalah al qaum. Semakin antun di tengah maka semakin antum&lt;br /&gt;ada di titik pusat yang menentukan arah pergerakan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum yang sudah jadi amilin sudah berada di titik pusat. Jadi dengan konsep ini, antum bisa mengetahui bahwa sebagian besar beban ini dipikul&lt;br /&gt;oleh orang yang makin ke dalam. Karena beban yang akan kita pikul semakin berat, maka syarat janji setianya juga semakin berat. Bukan pada&lt;br /&gt;kompetensi, tapi pada derajat atau bobot kesetiannya, karena amanah umat yang berat ini hanya orang-orang yang benar-benar setialah yang bisa&lt;br /&gt;memikul beba ini. Ini adalah konsep pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep yang kedua, Jamaah Dakwah ini dibangun dengan 4 basis, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qaidah harakiyah (basis pergerakan), maksudnya mereka inilah yang mengoperasikan gerakan dakwah ini.&lt;br /&gt;2. Qaidah fikriyah (basis pemikiran ), terdiri dari para pemikir, para perancang, para ulama dan para intelektual.&lt;br /&gt;3. Qaidah siyasiyah (basis politik), terdiri pada pimpinan-pimpinan (qiyadah) pengambil keputusan dan penentu kebijakan.&lt;br /&gt;4. Qaidah sya’biyah (basis massa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kader kita ini, semuanya ada di kategori Qaidah harakiyah, Qaidah Fikriyah dan Siyasiyah. Karena itu lapisan terbawah dari dakwah adalah&lt;br /&gt;umat. Dari umat ini kita merekrut orang terbaik untuk naik ke Qaidah Harakiyah, dari Qaidah Harakiyah ini kita rekrut lagi yang terbaik dan&lt;br /&gt;naik ke Qaidah fikriyah. Kemudian dari qaidah fikriyah kita rekrut lagi yang terbaik untuk naik ke Qaidah Siyasiyah. Hal yang membedakan mereka&lt;br /&gt;dalam level kepemimpinan biasanya adalah dalam soal wawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari mana kita merekrut ini semuanya? Kalau kader harakiyah itu adalah kader dengan enma ruthbah tarbawiyah itu tadi, maka tentu saja Qaidah&lt;br /&gt;Fikriyah dan Qaidah Siyasiyah ini diambilnya dari enam level tadi. Tentu saja Qaidah Fikriyah and Qaidah Siyasiyah itu paling mungkin diambil&lt;br /&gt;dari orang yang ruthbahnya paling atas dan itu yang paling mungkin. Makanya ketua DPD sebaiknya kader inti, karena sudah dalam level Qaidah&lt;br /&gt;Siyasiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau piramida keanggotaan kita ini tidak terisi dengan bagus, maka nanti sumber daya rekrutmen kita untuk mengirim basis-basis kepemimpinan&lt;br /&gt;kita dalam umat ini tidak akan terpenhi. Tujuan kita untuk menjadi Qiyadatul ummah (pemimpin umat) ini tidak akan tercapai. Karena stoknya&lt;br /&gt;tidak tersedia. Apabila stoknya tidak tersedia maka akan ada suatu ancaman. Yaitu, kalau kita mencapai keberhasilan poltik, misalnya,&lt;br /&gt;tetapi tidak ada stok maka kita terpaksa melakukan transaksi dengan orang lain. Karena ada stok kompetensi yang tidak kita miliki tapi&lt;br /&gt;dimiliki orang lain. Itu membahayakan kemampuan kontrol kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seandainya nanti kita dapat 20% dan karena itu kita mempunyai hak untuk mencalonkan Presiden dan Wakil Presiden, misalnya, dan setelah itu&lt;br /&gt;kita menang, bagaimana kita mengatur negara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau hierarki ini tidak terpenuhi, maka dampaknya akan terjadi ketika kita mencapai lompatan-lompatan politik. kalau tidak sejalan&lt;br /&gt;pertumbuhannya, maka akan menyebabkan bahaya yang besar. Itu baru tentang kontrol atas pemerintahan. Kalau kita bicara tentang kontrol&lt;br /&gt;atas umat, seandainya kita mempunyai otoritas, tapi umat kita pada dasarnya belum terdakwahi dengan baik, ini juga bahaya. Dalam strategi&lt;br /&gt;dakwah, kalau masuk ke alam demokrasi, begitu kita naik dan berkuasa, kita tidak mungkin langsung mengatakan,” Kita mau menerapkan sistem&lt;br /&gt;Islam. Tidak begitu prosedurnya. Tetapi kita harus mengikuti prosedur demokrasi. Harus ada tuntutan dari rakyat. Kalau rakyatnya tidak&lt;br /&gt;menuntut, bahkan menentang, maka kita tidak bisa mengetuk palu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi pada waktu Muhammad Natsir menjabat sebagai Perdana Menteri. Dia tidak bisa berbuat apa apa , karena umatnya belum siap.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penentuan target jumlah kader itu sebenarnya berangkat dari rasio pengendalian kita atas umat. Itulah sebabnya, kenapa jumlah&lt;br /&gt;kader kita harus banyak, karena jumlah penduduk umat kita di indonesia juga besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa besar dari umat ini yang dapat dikendalikan oleh 2 juta kader? Berapa rasio pengedalian kader per umat. Misalnya Cuma 20%. Satu kader&lt;br /&gt;20, misalnya. Maka kalau kita punya 2 juta suara, ternyata yang bisa kita kendalikan Cuma 40 juta umat. Itu angka yang bagus tapi tidak cukup&lt;br /&gt;untuk mengcover seluruh masyarakat di negara yang sangat luas seperti Indonesia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang namanya masyarakat islami dalam pengertian yang kuantitatif, adalah apabila jumlah orang shalihnya mencapai 50 plus 1% lebih banyak, jika&lt;br /&gt;dibandingkan dengan orang-orang yang tidak shalih.&lt;br /&gt;Ukuran kesalehan itu setidak-tidaknya ada 3, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki afiliasi ideologi, karena itu adalah hakekat dari aqidah&lt;br /&gt;2. melaksanakan semua fardhu ‘ain, khususnya Rukun Islam.&lt;br /&gt;3. Meninggalkan semua dosa-dosa besar, khususnya yang bersifat pidana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau dosa menengah dan kecil itu susah. Termasuk juga untuk kader inti. Karena itu ada mekanisme pengampunan rutin untuk dosa berjalan. Seperti melalui wudhu, berjalan ke mesjid, shalat berjamaah dan lain lain. Supaya – istilah orang akuntansi – neracanya seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sekali lagi, ini menyangkut masalah mengendalikan keshalihan umat. Itulah fungsinya jumlah kader. Oleh sebab itu mengapa kader mesti kita&lt;br /&gt;angkat kualitas hidupnya jauh lebih tinggi daripada umat, karena hanya dengan itu dia mampu mengendalikan umat. Karena dengan itu dia bisa jadi&lt;br /&gt;Qiyadah di tempatnya masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada faktor ketiga dari rasio ini selain pengendalian negara dan pengendalian umat, yaitu apabila kita menghadapi keadaan paling buruk.&lt;br /&gt;Ada satu fakta yaitu begitu kita berkuasa, ternyata kita tidak bisa bermimpi untuk langsung melakukan dan membangun ekonomi, mensejahterakan&lt;br /&gt;rakyat dan seterusnya. Begitu kita berkuasa, antum akan menemui apa yang ditemui oleh saudara kita Nurmahmudi Ismail di Depok. Digoyang terus&lt;br /&gt;oleh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan Rasulullah, fase pertama dari Madinah adalah marhalah(fase) meneguhkan eksistensi negara. Itu sebabnya dalam rangka&lt;br /&gt;menegakkan eksistensi, negara itu digoyang dari semua arah sebanyak 48 kali pertempuran dalam 5 tahun pertama. Itu sebabnya saya menemukan&lt;br /&gt;fakta-fakta bahwa pembangunan ekonomi saat itu tidak ada. Saat itu, Madinah adalah satu-satunya negara yang tidak punya bendahara. Tidak ada&lt;br /&gt;kas Negara di zaman Rasulullah. Tidak ada menteri keuangan bahkan tidak ada budget. Bahkan ketika kaum muslimin yang lelah berperang dan tidak&lt;br /&gt;sempat mengurusi bisnisnya serta lahan pertaniannya, mereka baru mulai berpikir, “Kapan ya kita rehat dari pertempuran ini?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menemukan hadist-hadist lain, waktu fatimah binti Muhammad melahirkan Hasan, cucu pertama Rasulullah, Ali bin Abi Thallib&lt;br /&gt;memberikannyanama Harb (perang). Itu kata yang disenangi dan macho. Tapi kata Rasulullah,” Jangan itu namanya, karena tidak bagus, ganti dengan&lt;br /&gt;Hasan.” Rasulullah memberi nama yang lembut. Artinya apa? Menurut Syaikh Qardhawi, kosa kata perang itu adalah kosa kata yang paling tidak&lt;br /&gt;disenangi dalam islam. Tidak ada orang yang senang dengan kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya tidak menginginkan peperangan. Tetapi kadang itu adalah keniscayaan dalam hidup yang dipaksakan kepada kita dan kita harus&lt;br /&gt;menghadapinya. Itu sudah pertarungan hidup yang diciptakan oleh Allah SWT antara al-haq dan al-bathil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu berarti begitu kita mengurus Negara, antum jangan bayangkan bahwa kita sudah melakukan program pemberdayaan kaum miskin, mengurangi&lt;br /&gt;pengangguran, membuka lapangan kerja dan kita undang investor dari luar, tidak begitu caranya menjalankan Negara. Sama sekali tidak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkanlah semua yang paling buruk dari yang pernah kita bayangkan. Berusahalah berpikir ada yang lebih buruk dari yang kita bayangkan. Oleh&lt;br /&gt;karena itu, pada saat kita menghadapi hal-hal yang seperti itu nanti, kita tidak hanya mengandalkan semua institusi Negara, walaupun kita&lt;br /&gt;mempunyai otoritas besar dalam Negara. Bagaimana kalau terjadi invasi? Saya bertemu dengan pejabat-pejabat tinggi TNI,”Pak, kalau kita diinvasi&lt;br /&gt;oleh Amerika seperti Irak,berapa lama bias bertahan?” Dia bilang,”Insya Allah tidak akan lebih dari dua hari seluruh kota di Indonesia akan&lt;br /&gt;dikuasai. Setelah itu kita akan masuk ke hutan dan baru memulai perang gerilya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika terjadi hal-hal seperti itu, siapa yang antum andalkan? Kader. Tidak ada lagi yang lain. Itulah alasannya dalam setiap level&lt;br /&gt;keanggotaan (ruthbah tanzimiyah) bukan kompetensi yang diuji, tapi derajat kesetiaan, karena sebenarnya ujiannya ada disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita memahami dengan baik, begitu aktivitas tarbawiyah di dalam melemah, itu artinya kekuatan strategis akan hancur dengan sendirinya.&lt;br /&gt;Artinya kita mengeropos walaupun secara politik mungkin saja kita membesar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau antum memahamai kata kunci pengendalian terhadap Negara, terhadap umat, dan terhadap keseluruhan teritori saat kita menghadapi bahaya,&lt;br /&gt;antum akan mulai mengerti mengapa kaderisasi adalah kata kunci bagi pertumbuhan dan kemajuan umat, karena antum sebagai pemimpin (qiyadah)&lt;br /&gt;yang ada pada lapisan terdalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum adalah saripatinya bangsa atau kaum ini. Kalau terjadi pelemahan disini maka lapisan-lapisan luar tidak bisa kita kendalikan. Baik dalam&lt;br /&gt;kategori pengendalian terhadap Negara, pengendalian terhadap kualitas umat, maupun terhadap fungsi pertahanan strategis kalau-kalau kita&lt;br /&gt;menghadapi bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah sekalian,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, poin terakhir yang ingin saya sampaikan adalah, masalah pandangan futuristic ke depan. Berdasarkan hasil analisa situasi politik&lt;br /&gt;sekarang, saya merumuskan bahwa di masa yang akan datang, partai-partai yang bisa bertahan adalah yang memiliki beberapa karakter, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PARTAI YANG MENGGABUNGKAN DEMOKRASI INTERNAL, SOLIDITAS DAN MILITANSI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Cuma ada demokrasi internal tapi tidak ada militansidan soliditas, ini bahaya. Karena demokrasi akan mengalami suatu proses materialisasi. Orang menjadi sangat materialistis. Saya mempunya satu asumsi bahwa semua partai besar di masa yang akan datang, akan mengalami penurunan&lt;br /&gt;perolehan suara karena berkurangnya soliditas internal mereka. Tetapi PKS juga punya ancaman tidak akan bertumbuh besar lagi kalau&lt;br /&gt;soliditasnya sudah mulai tidak terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soliditas internal kita ditentukan terutama oleh kematangan tarbawi kita semuanya. Jika kadar kematangan tarbawi itu rendah, itu menyebabkan kita mudah mengalami gempuran dari luar dan tiba-tiba akan mengakibatkan tidak solid. Misalnya, kalau kita tidak matang secara tarbawi, maka&lt;br /&gt;prinsip-prinsip tabayyun itu bisa hilang dan itu bisa merusak serta mengurangi tsiqah sesama kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga soliditas, kata kunci yang penting di jama’ah dakwah ini adalah jalur tarbawi. Jadi kalau level nuqaba saja sudah tidak ada&lt;br /&gt;kesolidan, maka ada ancaman jangka panjang bagi jama’ah dakwah ini. Itu sangat berbahaya. Karena itu harus ada early warning system di internal&lt;br /&gt;jama’ah dakwah ini tentang masalah kematangan tarbawi. Kaderisasi membutuhkan maufakkir tarbawi (pemikir tarbiyah). Kita harus mempunyai&lt;br /&gt;tiga level kualitas kader secara tarbawi. Ada yang levelnya adalah mufakkir (pemikir) tarbawi, ada yang levelnya ‘idari (manajer) tarbawi&lt;br /&gt;dan ada juga yang levelnya murabbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum semua yang ada disini seharusnya mempunyai ketiga kompetensi tersebut sekaligus, karena hanya dengan begitu antum bisa menjamin&lt;br /&gt;adanya peningkatan kedewasaan tarbawi antum. Salah satu alat ukur kedewasaan tarbiyah, kalau antum mau lihat, adalah mutu gossipnya dan&lt;br /&gt;jenis-jenis konflik yang sering terjadi antara ikhwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum lihat perhatian-perhatian nya. Concernya pada masalah kecil atau besar. Antum lihat lagi usar, apa perhatiannya? Yang mereka bicarakan&lt;br /&gt;diluar agenda resmi itu apa saja? Kalau yang mereka persoalkan itu adalah persoalan-persoalan kecil, antum bisa membayangkan, orang yang&lt;br /&gt;berada di lapisan terdalam di umat ini berarti pikiran-pikirannya kecil, concernnya yang kecil-kecil. Masalahnya bukan masalah-masalah yang&lt;br /&gt;strategis. Padahal, seharusnya level obrolan antum adalah level obrolan-obrolan yang strategis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usar-usar ‘amilin dan nuqaba, harus berpikir di level-level strategis tersebut. Karena mereka sekaligus mufakkir tarbawi,’idari dan murabbi.&lt;br /&gt;Pada tiga kualitas ini lihat kedewasaannya, dengan melihat concernya. Saya melihat masih banyak sekali kader inti di level sangat inti ini,&lt;br /&gt;obrolan-obrolannya itu masalah kecil semuanya. Kalau antum semuanya para qiyadatul ummah itu membicarakan masalah-masalah kecil, terus yang akan membicarakan masalah-masalah besar siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level of problem itu menentukan kualitas hidup orang. Jenis masalah yang antum hadapi itu, tidak akan keluar dari lingkaran kepribadian antum.&lt;br /&gt;Kalau antum temperamental, antum pasti punya masalah dalam soal komunikasi dan hubungan dengan orang. Kalau antum lemah dan malas, antum&lt;br /&gt;punya masalah dengan produktivitas. Kalau terlalu agresiv, antum biasanya punya persoalan dengan kerjasama dan amal jama’i. jadi, level&lt;br /&gt;of problem menentukan kualitas orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antum lihat lagi, konflik-konflik yang terjadi di internal kita, layakkan hal-hal itu menjadi penyebab konflik? Semua itu menentukan&lt;br /&gt;ukuran-ukuran kematangan tarbawi. Ada orang yang misalnya karena belum mendapatkan sosialisasi, terus mutung, “Ya sudah terserah saja, deh”.&lt;br /&gt;Itu tidak bagus. Mutu konflik kita kadang tidak menunjukkan bahwa kita berkelas. Begitu juga dengan cara kita mengelola konflik, seringkali&lt;br /&gt;tidak juga menunjukkan cara yang berkelas, punya tradisi ilmiah, punya tradisi syura’ dan seterunya. Inilah kronik-kronik permasalahan yang kita hadapi dalam proses pendewasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pembesaran PKS terutama disebabkan oleh menurunnya perolehan suara-suara partai-partai besar dan meningkatnya perolehan suara kita&lt;br /&gt;yang disebabkan Karen meninggkatnya kepercayaan kepada institusi. Harus kita lihat dari awal, bahwa kita mengedepankan institusi dan bukan pada&lt;br /&gt;tokoh. Jadi kalau kita sudah tidak punya tokoh, kemudian institusi kita rapuh, maka yang akan dipilih orang dari PKS ini apa? Tidak ada lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah-masalah yang akan dihadapi Indonesia di masa-masa yang akan datang sebagian besarnya masalah-masalah global. Rakyat Indonesia , akan&lt;br /&gt;menghadapi suatu fakta persoalan nasional yang tidak bisa diselesaikan dengan pertimbangan internasional, dalam konteks globalisasi. Begitu PKS&lt;br /&gt;berada di puncak kepemimpinan nasional, misalnya, persoalan-persoalan efek globalisasi ini akan jauh semakin besar. Maka, tidak ada partai&lt;br /&gt;yang bisa bertahan kecuali partai yang memiliki visi dan misi peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, implikasinya, parpol merupakan sumber daya utama kepemimpinan nasional. Dan, bahwa pemimpin harakah yang akan kita migrasikan untuk&lt;br /&gt;menjadi pemimpin Negara harus yang mempunyai kapasitas qiyadah hadhariyah (pemimpin peradaban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin Negara yang kita harus kita persiapkan adalah pemimpin yang kosmopolit. Tsaqafahnya, pergaulannya, semuanya punya cirri kosmopolit.&lt;br /&gt;Implikasi internalnya adalah proses tarbawiyah kita harus semakin terintegrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader baru yang kita lahirkan di kemudian hari harus merupakan kader yang memiliki wawasan ini. Sehingga dari tahun ke tahun, orang-orang&lt;br /&gt;yang kita cemplungkan ke dalam ke kepemimpinan di lembaga-lembaga Negara ini menjadi icon-icon peradaban yang bagus. Mulai sekarang harus ada&lt;br /&gt;pematangan terus menerus dari segi wawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Qardhawi dalam banyak taujihnya ketika di Indonesia mengatakan, bahwa Indonesia itu mempunyai semua asset untuk menjadi sebuah peradaban&lt;br /&gt;besar di kemudian hari. Itu berarti yang paling bertanggunjawab untuk mengubah Indonesia menjadi icon peradaban dunia adalah PKS, karena kita&lt;br /&gt;adalah saripatinya bangsa ini. Ini adalah konsep perjuangan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ust. Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disampaikan di acara BPK DPW DKI Jakarta)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8642186639303957560?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8642186639303957560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8642186639303957560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8642186639303957560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8642186639303957560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/03/integrasi-politik-dan-dakwah.html' title='Integrasi Politik dan Dakwah'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-7508470395717037044</id><published>2010-02-20T02:47:00.000-08:00</published><updated>2010-02-20T02:51:15.325-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Bercerai dari Suami Akibat Kecanduan Chatting</title><content type='html'>Duh,…siapa yang tidak kenal dengan chatting?? Rasanya hampir sebagian besar umat manusia diatas muka bumi ini mengenal chatting dengan baik,…bahkan amat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari.Sarana yang satu ini memang sangat bermanfaat sekali bagi mereka yang jauh dari keluarga,handai taulan,teman atau saudara dan yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3--R2WGWAI/AAAAAAAAANY/Rfp1l9QbxBA/s1600-h/lope.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3--R2WGWAI/AAAAAAAAANY/Rfp1l9QbxBA/s200/lope.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440276088742107138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak mengobrol di sini karena selain murah juga praktis ditambah teknologi sekarang yang bisa memuat suara kita didalamnya sekaligus webcamnya maka jadilah berkomunikasi jarak jauh ini nyaris sempurna.Orang jadi lebih suka memilih teknologi ini dibandingkan dengan komunikasi lewat telpon karena biayanya yang tidak murah selain itu Penelpon tidak bebas ngobrol karena teringat biaya pulsa yang bisa aja membengkak!!Akan tetapi tahukah anda bahwa dibalik itu semua bagi mereka yang tidak pandai menggunakannya bisa terfitnah dengannya,..terfitnah dengan chatting kok bisa?? Ya…bisa bahkan ada salah satu akhwat muslimah tertinah dengan chatting ini,..sampai ia harus bercerai dengan suaminya gara-gara chatting ini,…kisah nyata yang perlu kita baca untuk diambil ibrahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i…ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah disini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya.Dirumah iapun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya dimana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon.Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya beliaupun mahir bermain internet.Yang akhirnya iapun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah,…hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah..sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya beliau akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting ,…sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk diinternet.Sang istripun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian,… ia merahasiakan dengan siapa ia chatting ..khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi….sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lekai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnahpun semakin terjadi didalam hatinya,..ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda..dan sejuta keindahan lainnya dimana setan telah mengukir begitu indah didalam lubuk hatinya,..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duhai fitnah asmara semakin membara,…ketika ia chatting lagi sang laki-laki itupun tambah menggodanya,..ia pun ingin bertemu empat mata dengannya..Gembiralah hatinya,..iapun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa.Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran,..lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab.Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya,..sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya..Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar,…lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya iapun meminta cerai dari suaminya.Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki terse but yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu,..karena terus didesak sang istri akhirnya iapun dengan berat hati menceraikan istrinya.Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu.Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya iapun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda.Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya,..ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini,…dengan tegasnya silelaki itu berkata “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau Hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami.Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia Kapadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!” Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini,..sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya….iapun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu…mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kisah diatas patut untuk direnungkan bersama semoga kita semua ukhti muslimah tidak terfitnah dengan sarana ini (chatting ini),..dan agar lebih waspada serta hati-hati…bila ada yang ingin menggodamu maka acuhkan saja,…selain karena resikonya yang tinggi (kita tidak tahu siapa dia)mungkin ia hanya ingin meluangkan waktu senggangnya dengan menggoda anda…Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita.Dan, penulis berdo’a semoga peristiwa diatas tidak menimpa muslimah lainnya.amiin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-7508470395717037044?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/7508470395717037044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=7508470395717037044' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7508470395717037044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7508470395717037044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/02/bercerai-dari-suami-akibat-kecanduan.html' title='Bercerai dari Suami Akibat Kecanduan Chatting'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3--R2WGWAI/AAAAAAAAANY/Rfp1l9QbxBA/s72-c/lope.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2857843271505896159</id><published>2010-02-19T19:45:00.000-08:00</published><updated>2010-02-19T19:58:27.221-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>TIPS MEMBELI KACAMATA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S39dYaiO2oI/AAAAAAAAANQ/Y8XGx3mpde4/s1600-h/Membeli+kacamata+Baru.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S39dYaiO2oI/AAAAAAAAANQ/Y8XGx3mpde4/s200/Membeli+kacamata+Baru.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440169548907993730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini hanya sekedar berbagi. Kebetulan juga sebagai pengalaman pribadi diri sendiri dan juga beberapa dari sahabat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk kita yang memiliki mata minus (yah mungkin ada sedikit kekurangan kesehatan) tentunya tidak sedikit yang perlu tambahan alat bantuan. Salah satunya ya Kacamata Minus. Berikut tips bagi yang terbiasa mengupdate kacamatanya setiap tahun… dan juga bagi yang baru membeli kacamata. &lt;br /&gt;A. Untuk yang baru membeli kacamata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya periksakan dulu ke Optik, tetapi jangan membeli dulu. Ini sebagai patokan kita perlu ke Dokter atau Tidak. Biasanya gejalanya timbul ketika ada masalah pada saat membaca tulisan yang sedikit lebih kecil. (Biasanya gratis). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala minus biasanya kabur penglihatan, jika ada rasa pusing yang sangat jika focus pada obyek ini menandakan ada kondisi atau gejala minus silinder. Untuk silinder memang harus menggunakan kacamata agar tidak gampang pusing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan tergiur perkataan optic, jika tidak menggunakan kacamata, minusnya akan bertambah besar. Sesuai keterangan dokter pada saat pemeriksaan. Biasanya usia di atas 20an Minusnya tidak akan bertambah tinggi, jika ada penambahan itu juga tidak signifikan dan tidak mempengaruhi nilai minus pada kacamata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jika optic mengatakan harus memakai kacamata, sebaiknya periksa dulu ke dokter spesialis mata untuk memastikan nilai focus kacamata yang diperlukan. Sebaiknya juga periksa yang dirumah sakit saja. Bila ingin berpamitan kepada optic bisa dengan cara yang halus agar tidak membuat jengkel. Mungkin dengan alasan “Pastiin dulu ke dokter perusahaan, mungkin nanti akan kembali untuk kacamatanya”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pemeriksaan dokter, belum tentu anda harus membeli kacamata. Mugkin hanya akan diberikan obat tetes mata untuk rileksasi focus mata anda agar tidak lelah. Itulah gunanya cek di dokter rumah sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan rujukan baru membeli kacamata di Optic. Yang penting saat pembelian, nilai focus akan di cek ulang dengan sebuah alat. Entah apa namanya biar pas aja. Kalo udah ada duitnya ya beli deh…. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Untuk yang upgrade tahunan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang ini boleh ke dokter dulu atau langsung ke optic. Untuk lebih yakinnya bisa ke dokter dulu. Namun jika sudah akan membeli, di optic juga ada untuk pengukuran ulang nilai minus. Seperti kami katakan dari pemeriksaan. Usia 20an ke atas nilai minus tidak akan bertambah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap upgrade untuk ganti lensa dan frame. Bawa surat keterangan kacamata lama sebagai ukuran awal bagi optic. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pastikan ukur ulang nilai focus kacamata anda. Mungkin saja lensanya sudah tidak focus untuk mata anda. Tanyakan kepada optic untuk hal ini ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo sudah semua proses yang di atas ya tinggal belinya aja. Jangan lupa bayar ya… hehehe… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Untuk pemilihan frame &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kita ketahui model frame saat ini beragam dan juga dengan harga yang sangat bervariasi. Modelnyapun sudah bemacam-macam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaiknya pilih frame yang berbahan plastic/mika. Atau berbahan besi aluminium yang berlapis karet bening. Ini agar tidak mudah berkarat. Jangan yang berlapis plastic tipis, ini mudah terkelupas dan berkarat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuaikan harga dengan dana yang ada di kocek anda ya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk model terserah anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dr blog kawan sesama pecinta blog&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2857843271505896159?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2857843271505896159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2857843271505896159' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2857843271505896159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2857843271505896159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/02/cerita-ini-hanya-sekedar-berbagi.html' title='TIPS MEMBELI KACAMATA'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S39dYaiO2oI/AAAAAAAAANQ/Y8XGx3mpde4/s72-c/Membeli+kacamata+Baru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5003547500251795667</id><published>2010-02-17T23:44:00.000-08:00</published><updated>2010-02-18T00:11:37.926-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Usia PelangiQu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3z2L_fzdWI/AAAAAAAAANI/Raz8J5v2u0c/s1600-h/happy+milad.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3z2L_fzdWI/AAAAAAAAANI/Raz8J5v2u0c/s200/happy+milad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5439493135840540002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27  tahun yang lalu aku dilahirkan dengan iringan tangisan dan senyuman&lt;br /&gt;Berarti telah berjalan 27 tahun aku mengontrak dibumi ini&lt;br /&gt;dan aku tak tahu entah sudah atau belum aku membayar kontrakkan ini&lt;br /&gt;dan aku tak tau entah berapa banyak ku dapatkan segala fasilitas di kontrakkan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 27 tahun itu, adakalanya aku terpikat pada kematian&lt;br /&gt;yang aku sebut namanya dengan sebutan mesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini, kehidupan ataupun kematian&lt;br /&gt;seharusnya menjadi 2 hal yang sama-sama indah bagiku..&lt;br /&gt;kata-kata indah itu kini merayuku dan terbuai akan kata mesra itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kini aku mulai menyebut setiap hariku, sebagai Hari kasih sayang......&lt;br /&gt;emmm.........semoga dunia ini tidak membuyarkan kemesraanku terhadap keindahan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pojok gubuk 3x5  meter&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5003547500251795667?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5003547500251795667/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5003547500251795667' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5003547500251795667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5003547500251795667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/02/27-tahun-yang-lalu-aku-dilahirkan.html' title='Usia PelangiQu'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3z2L_fzdWI/AAAAAAAAANI/Raz8J5v2u0c/s72-c/happy+milad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8134034679106178337</id><published>2010-02-09T01:49:00.001-08:00</published><updated>2010-02-10T02:58:20.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>pelangiku didunia angkot</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3KREhs7J0I/AAAAAAAAALA/dcAIMoEZmWc/s1600-h/penduduk2520miskin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3KREhs7J0I/AAAAAAAAALA/dcAIMoEZmWc/s200/penduduk2520miskin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436567207141910338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya tidak ada yang spesial. Hari ini seperti biasa ku lalui perjalanan dari rumah ke tempat kerja dengan angkot, emmmmmmm skrg ku sedang menikmati dunia angkot untuk mengenal sisiologi masyarakat daerah yang ku tempati kini. ku akui daerah ini sangat unik tidak hanya sisiologinya saja tapi topografi dan cuacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku masuk dan duduk didalam angkot kedua mataku tertuju pada semua penumpang didalamnya,ada yang membalas senyumku dengan sangat manis kepadaku dan ada yang dengan muka cuek. ku ambil posisi duduk paling tepi menjauh dari pintu itu adalah posisi duduk my favorit. pertama yang ku lakukan adalah senyum, diam dan mendengarkan mereka berbicara atau sekali-kali aku melihat keluar jendela. hari ini mobil yang ku tumpangi hanya empat orang dan semua hanya seorang wanita ya....... lebih jelasnya para ibu-ibu ini sudah mempunyai anak besar-besar. Mereka berbicara memakai bahasa batak toba sehingga tidak terlalu mengerti pembicaraan mereka tp secara garis besar aku tau. Terkadang merka berbicara  mereka juga mengikut sertakan diriku untuk bergabung dalam pembicaraan mereka. Salah satu ibu memulai pembicaraan tentang anak angkatnya dari family mereka. mereka menceritakan suka duka dalam mengangkat anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ku alihkan wajahku keluar angkot dan aku terpaku pada seorang wanita, ya seorang wanita kalian tahu sedang apa wanita itu. dia sedang mengais-ngais tempat sampah tah untuk mencari makanan atau mencari barang untuk bisa diuangkan. mengiris memang melihat fenomena ini ternyata kota unikku dilanda kemiskinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pejabat kini sibuk-sibuk untuk memberkaya diri tp warga kota unikku dilanda kemiskinan. Para pejabat sampai kapan kalian selalu dilanda penyakit WAHAN cinta dunia takut mati. Berakhir sampai sini dunia angkotku, ku dapat pelajaran ternyata kota unik ini dilanda kemiskinan dan masih banyak yang perlu kita bantu. Dakwah tidak membutuhkan kita tapi kita yang membutuhkan dakwah............saatnyaaaa kita bergerak bukan untuk mengeluh kesah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8134034679106178337?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8134034679106178337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8134034679106178337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8134034679106178337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8134034679106178337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/02/pelangiku-didunia-angkot.html' title='pelangiku didunia angkot'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3KREhs7J0I/AAAAAAAAALA/dcAIMoEZmWc/s72-c/penduduk2520miskin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1616072453615900283</id><published>2010-02-03T20:53:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T01:39:07.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3EtI1bLjwI/AAAAAAAAAKw/J7Of7uNJ5ao/s1600-h/me.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 98px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3EtI1bLjwI/AAAAAAAAAKw/J7Of7uNJ5ao/s200/me.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436175855016185602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi. Berikut langkah-langkah yang harus diambil untuk mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui bayinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya; menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninya, bila ada masalah hubungi dokter atau petugas kesehatan yang berkompeten.&lt;br /&gt;    * Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula&lt;br /&gt;    * Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain&lt;br /&gt;    * Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayi sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga&lt;br /&gt;    * Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan dokter atau petugas kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang tengah dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain hal tersebut diatas, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Ukuran dan bentuk&lt;br /&gt;      Tidak berpengaruh pada produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran masif, gerakan yang tidak simetris pada perubahan posisi&lt;br /&gt;   2. Kontur/permukaan&lt;br /&gt;      Permukaan yang tidak rata, adanya depresi, elevasi (pengangkatan jaringan), retraksi (tindakan menarik kembali) atau luka pada kulit payudara harus dipikirkan ke arah tumor atau keganasan dibawahnya. Saluran limfe yang tersumbat dapat menyebabkan kulit membengkak, dan membuat gambaran seperti kulit jeruk&lt;br /&gt;   3. Warna kulit&lt;br /&gt;      Pada umumnya sama dengan warna kulit perut atau punggung, yang perlu diperhatikan adalah warna kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau bahkan keganasan&lt;br /&gt;   4. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.&lt;br /&gt;   5. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara :&lt;br /&gt;         1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi&lt;br /&gt;         2. Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan)&lt;br /&gt;         3. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu di depan&lt;br /&gt;         4. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)&lt;br /&gt;         5. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus&lt;br /&gt;         6. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang&lt;br /&gt;   6. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah yang sering terjadi pada saat menyusui:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Mastitis Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Abses (nanah) payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis adalah stasis (terhenti) ASI dan infeksi. Patogen yang paling sering diidentifikasi adalah staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI dapat terasa asin akibat kadar natrium dan klorida yang tinggi dan merangsang penurunan aliran ASI. Ibu harus tetap menyusui. Antibiotik (resisten-penisilin) diberikan bila ibu mengalami mastitis infeksius.&lt;br /&gt;         1. Gejala mastitis non-infeksius:&lt;br /&gt;                * Ibu memperhatikan adanya “bercak panas”, atau area nyeri tekan yang akut&lt;br /&gt;                * Ibu dapat merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut&lt;br /&gt;                * Ibu tidak mengalami demam dan merasa baik-baik saja&lt;br /&gt;         2. Gejala mastitis infeksius:&lt;br /&gt;                * Ibu mengeluh lemah dan sakit-sakit pada otot seperti flu&lt;br /&gt;                * Ibu dapat mengeluh sakit kepala&lt;br /&gt;                * Ibu demam dengan suhu di atas 34 oC&lt;br /&gt;                * Terdapat area luka yang terbatas atau lebih luas pada payudara&lt;br /&gt;                * Kulit pada payudara dapat tampak kemerahan atau bercahaya (tanda-tanda akhir)&lt;br /&gt;                * Kedua payudara mungkin terasa keras dan tegang “pembengkakan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pengobatan:&lt;br /&gt;               1. Lanjutkan menyusui&lt;br /&gt;               2. Berikan kompres panas pada area yang sakit&lt;br /&gt;               3. Tirah baring (bersama bayi) sebanyak mungkin&lt;br /&gt;               4. Jika bersifat infeksius, berikan analgesik non narkotik, antipiretik (ibuprofen, asetaminofen) untuk mengurangi demam dan nyeri&lt;br /&gt;               5. Pantau suhu tubuh akan adanya demam. Jika ibu demam tinggi (&lt; 39oC), periksa kultur susu terhadap kemungkinan adanya infeksi streptokokal&lt;br /&gt;               6. Pertimbangkan pemberian antibiotik antistafilokokus kecuali jika demam dan gejala berkurang.&lt;br /&gt;   2. Kandida/sariawan Merupakan hal yang biasa terjadi pada ibu yang menyusui dan bayi setelah pengobatan antibiotik. Manifestasinya seperti area merah muda yang menyolok menyebar dari area puting, kulit mengkilat, nyeri akut selama dan setelah menyusui; pada keadaan yang parah, dapat melepuh. Ibu mengeluh nyeri tekan yang berat dan rasa tidak nyaman, khususnya selama dan segera setelah menyusui.Bayi dapat menderita ruam popok, dengan pustula yang menonjol, merah, tampak luka dan/atau seperti luka terbakar yang kemerahan. Pada kasus-kasus yang berat, bintik-bintik atau bercak-bercak putih mungkin terlihat merasakan nyeri dan menolak untuk menghisap.Pengobatan:&lt;br /&gt;         1. Obati ibu dan bayinya&lt;br /&gt;         2. Oleskan krim atau losion topikal antijamur ke puting dan payudara setiap kali sehabis menyusui, dan seka mulut, lidah dan gusi bayi setiap kali sehabis menyusui.&lt;br /&gt;         3. Anjurkan ibu untuk mengkompreskan es pada puting sebelum menyusui untuk mengurangi nyeri.&lt;br /&gt;   3. Cacar air (virus varisela zoster) Kebanyakan ibu dan pekerja rumah sakit pernah menderita cacar air dan tidak beresiko. Ketika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum kelahiran bayi, bayi menjadi beresiko karena antibodi ibu yang memberikan kekebalan pada bayi belum mempunyai kesempatan untuk berkembang.Perawatan :&lt;br /&gt;         1. Jika ibu sudah pernah mengalami cacar, menyusui akan memberikan antibodi kepada bayi. Menyusui tidak perlu dihentikan&lt;br /&gt;         2. Jika ibu belum pernah mengidap cacar air, ibu dan bayinya harus menerima vaksin varisela jika mereka sudah terpapar.&lt;br /&gt;         3. Jika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum melahirkan :&lt;br /&gt;                * ibu dan bayi harus diisolasi secara terpisah jika neonatus tidak mengalami lesi (hilangnya fungsi suatu bagian). Hanya sekitar 50% bayi yang terpapar akan berkembang menjadi penyakit&lt;br /&gt;                * keluarkan ASI jika bayi ditempatkan pada tempat lain&lt;br /&gt;                * jika bayi menderita lesi, isolasi bayi dengan ibu; menyusui tidak dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So…para ibu..ga perlu cemas karena semua itu ada solusinya..biidznillah.. Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur: Pedoman pelayanan farmasi untuk ibu hamil dan menyusui, dirjen bina kefarmasian dan alkes, Dep. Kes RI 2006&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1616072453615900283?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1616072453615900283/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1616072453615900283' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1616072453615900283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1616072453615900283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/02/masalah-pada-ibu-menyusui-dan-solusinya.html' title='Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3EtI1bLjwI/AAAAAAAAAKw/J7Of7uNJ5ao/s72-c/me.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2527403170930342532</id><published>2010-02-03T20:15:00.000-08:00</published><updated>2010-02-09T01:42:37.857-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Can We MEET  my mom</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3Et8aMQfYI/AAAAAAAAAK4/43NA1S7ca24/s1600-h/ibu-dan-bayi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3Et8aMQfYI/AAAAAAAAAK4/43NA1S7ca24/s200/ibu-dan-bayi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436176741059034498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;To my mom..............&lt;br /&gt;my mom..............and my mom&lt;br /&gt;I want to see your smile&lt;br /&gt;I want to grip your hand  &lt;br /&gt;I want to kiss your brow&lt;br /&gt;can I kiss your foot  at heaven.................&lt;br /&gt;i miss you mom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disudut ruang 3x5 meter&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2527403170930342532?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2527403170930342532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2527403170930342532' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2527403170930342532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2527403170930342532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2010/02/can-we-meet-my-mom.html' title='Can We MEET  my mom'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3Et8aMQfYI/AAAAAAAAAK4/43NA1S7ca24/s72-c/ibu-dan-bayi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4545735945235360780</id><published>2009-12-03T22:20:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T19:35:46.388-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>KIAT PRAKTIS MENGAJARKAN AL QUR’AN pada ANAK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oSidjf8XI/AAAAAAAAALQ/88llXABV8fw/s1600-h/hiasan+dunia.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oSidjf8XI/AAAAAAAAALQ/88llXABV8fw/s320/hiasan+dunia.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438679883261669746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; Anak adalah amanah dari Allah swt. Tidak semua orang mendapatkan anugerah ini,&lt;br /&gt;kecuali hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya. Amanah ini harus dipelihara&lt;br /&gt;secara baik dan terus menerus dengan memberinya pendidikan yang baik dan benar.&lt;br /&gt;Seorang pendidik harus belajar bagaimana memberikan hak dan kewajibannya dengan&lt;br /&gt;baik. Ia harus mengetahui perkembangan-perkembangan baru tentang metode dan&lt;br /&gt;media pendidikan yang baik untuk menunaikan tugasnya, sehingga memperoleh hasil&lt;br /&gt;yang maksimal.“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya”(HRAhmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu pekerjaan pendidik yang harus mendapatkan perhatian serius adalah&lt;br /&gt;mencari metode yang tepat untuk mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak usia&lt;br /&gt;dini. Mengajarkan Al Qur’an adalah salah satu dasar pendidikan Islam, sehingga&lt;br /&gt;anak-anak tumbuh berdasarkan fitrah yang baik dan hati mereka dituntun oleh&lt;br /&gt;hikmah sehingga mampu membendung polusi kesesatan dan keruhnya kemaksiatan.&lt;br /&gt;Para sahabat Nabi Saw tahu benar betapa pentingnya menghafal Al Qur’an dan&lt;br /&gt;pengaruhnya terhadap psikologis anak, maka mereka berlomba-lomba mengajarkan Al&lt;br /&gt;Qur’an kepada anak-anak mereka, sebagai implementasi sabda Nabi saw &lt;br /&gt;Mempelajari Al qur’an dapat memberikan pengaruh baik terhadap diri seseorang,&lt;br /&gt;jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menggunakan metode dan cara yang bias membuat anak mencintai Al-Qur’an. Mengajarkan Al Qur’an dengan cara yang baik tidak hanya membuat anak menjadi-cinta terhadap Al Qur’an tetapi juga meningkatkan kemampuan anak untuk mengingatdan memahami Al Qur’an. Dari sini kemudian terbentuk pemahaman pada anak bahwa menghafal Al Qur’an adalah amal dan perbuatan yang mulia. Oleh karena itu, perluditumbuhkan kecintaan anak terhadap Al Qur’ansebelum memulai menghafalnya. Hal ini perlu dilakukan karena menghafal Al-Qur’an tanpa didasari cinta terhadap Al-Qur’an tidak akan membuahkan apa-apa. Sebaliknya bahwa mencintai Al-Qur’an dibarengi dengan menghafalnya,akanmembentuk perilaku mulia dan beradab pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pendidik  diharapkan menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan dibawah ini:&lt;br /&gt;1.apakah metode menghafal yang paling ideal untuk anak-anak &lt;br /&gt;2. langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar anak mencintai Al Qur’an &lt;br /&gt;3. apa saja kendala yang mungkin terjadi, dan apa solusinya &lt;br /&gt;4. bagaimana menguji kecintaan anak terhadap Al Qur’an dan banyak pertanyaan lain yang berhubungan dengan keahlian dalam mendidik anak-anak untuk menghafal Al Qur’an.&lt;br /&gt;Mengikat jiwa si anak dengan sosok teladan Rasulullah saw dan menumbuhkan cinta terhadap pribadi Rasul, merupakan cara terpenting yang dapat mendorong si anak untuk berkarya dan mengerahkan segenap kemampuan diri. Ibnu Abbas r.a. menuturkan,” Suatu malam saya tidur di rumah bibiku Maimunah. Memasuki sepertiga malam pertama, Rasulullah saw bangkit lalu mengambil tempat air kemudian berwudhu. Setelah itu beliau melakukan shalat. Aku pun bangun dan melakukan apa yang Rasulullah perbuat. Aku shalat di sebelah kiri Rasul. Lantas Rasul menggeserkanku ke sebelah kanan beliau. Rasul shalat dengan penuh khusyu’. Setelah itu beliau membaringkan badan sebelah kanannya, hingga tertidur. Lantas bangun kembali ketika adzan berkumandang mengajak shalat Shubuh. Rasul berangkat ke masjid dan menunaikannya.” (HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Khuzaimah ). &lt;br /&gt;Berdasarkan riwayat diatas, sangat jelas bagi kita betapa pentingnya mengikat&lt;br /&gt;jiwa si anak dengan sosok Rasulullah yang serta merta dapat mencetak kepribadian&lt;br /&gt;si anak menjadi manusia shalih, bertakwa serta mencintai Al Qur’an dan ilmu.&lt;br /&gt;Dengan demikian, motivasi yang mendorong si anak untuk belajar adalah internal&lt;br /&gt;dirinya sendiri yang bersumber dari keimanan yang mendalam dan cinta yang murni.&lt;br /&gt;Tak ayal, motivasi semacam demikian adalah motivasi yang paling efektif dan&lt;br /&gt;pengaruhnya sangat kuat. Disamping paling tahan banting dan bersifat konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika spirit cinta Nabi menghujam dalam jiwa si anak, maka ketika si anak&lt;br /&gt;mendengar hadits yang mengajak untuk mempelajari Al Qur’an, niscaya si anak&lt;br /&gt;tersebut akan bersegera memenuhinya berkat dorongan cinta terhadap sang Nabi dan mengharapkan pahala dari Alloh Swt. Demikian salah satu dari 24 Kiat Membantu Anak Rajin Menghapal Al Qur’an. Anak bisa hapal Al Qur’an ? Semua orangtua muslim tentu mendambakannya. Fakta membuktikan, anak yang banyak hapalan Al Qur’an memiliki kecerdasan nalar, emosi dan spiritual yang seimbang.&lt;br /&gt;Tapi mungkinkah itu putra-putri Anda ? Mungkinkah juga bagi anak didik Anda (bagi seorang guru di Taman Pendidikan Al Qur’an ). Jawabannya sangat mungkin.&lt;br /&gt;Tentu setelah Anda sebagai orangtua/pendidik memahami dan menjalankan tips-tipsnya, selamet mempraktekkannya…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4545735945235360780?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4545735945235360780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4545735945235360780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4545735945235360780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4545735945235360780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/12/kiat-praktis-mengajarkan-al-quran-pada.html' title='KIAT PRAKTIS MENGAJARKAN AL QUR’AN pada ANAK'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oSidjf8XI/AAAAAAAAALQ/88llXABV8fw/s72-c/hiasan+dunia.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8125248636150756899</id><published>2009-11-12T00:35:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T19:50:12.876-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Penyejuk Qalbu'/><title type='text'>Rumah Tangga Sebagai Cermin Kepribadian Kader</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oTEg67_EI/AAAAAAAAALY/Y0LxTLKQ9p8/s1600-h/keluarga+impian.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 288px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oTEg67_EI/AAAAAAAAALY/Y0LxTLKQ9p8/s320/keluarga+impian.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438680468280835138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;MasyarakatRumah Tangga Sebagai Cermin Kepribadian Kader  Islam bagaikan bangunan kokoh. Usrah (keluarga) bukan saja sebagai sendi terpenting dalam bangunan tersebut, tetapi juga menjadi unsur pokok bagi eksistensi umat Islam secara keseluruhan. Oleh sebab itu, agama Islam memberikan perhatian khusus masalah pembentukan keluarga ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian istimewa terhadap pembentukan usrah tersebut tercermin dalam beberapa hal, yaitu: &lt;br /&gt;Pertama, Al-Qur’an menjabarkan cukup terinci tentang pembentukan keluarga ini. Ayat-ayat tentang pembinaan keluarga termasuk paling banyak jumlahnya dibandingkan dengan ayat-ayat yang menjelaskan masalah lain. Al-Qur’an menjelaskan tentang keutamaan menikah, perintah menikah, pergaulan suami-istri , menyusui anak, dan sebagainya. &lt;br /&gt;Kedua, sejak dini As-Sunah telah mengajarkan takwinul usrah yang shalihah dengan cara memilih calon mempelai yang shalihah. Rasulullah SAW bersabda, “Pilihlah tempat untuk menanam benihmu karena sesungguhnya tabiat seseorang bisa menurun ke anak” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW suami teladan &lt;br /&gt;Rasulullah SAW sejak masa remaja sudah terkenal sebagai orang yang bersih dan berbudi mulia. Ketika beliau menginjak umur 25 tahun menikahi Khadijah binti Khuwalid. Sejak saat itulah beliau mengarungi kehidupan rumah tangga bahagia penuh ketenteraman dan ketenangan. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW amat menghormati wanita, lebih-lebih istrinya. Beliau bersabda, “Tidaklah orang yang memuliakan wanita kecuali orang yang mulia dan tidaklah yang menghinakannya kecuali orang yang hina”. Menghormati istri adalah kewajiban suami. Al-Qur’an berkali-kali memerintahkan agar menghormati dan berbuat baik terhadap istri. Kita tidak mendapatkan kata-kata dalam Al-Qur’an yang mengharuskan untuk berbuat baik dalam mempergauli istri, baik dalam keadaan marah atau tidak. Kecuali, ditekankan kewajiban berbuat ma’ruf dan ihsan terhadap istri dan dilarang menyakiti atau menyiksanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan baik ini tidak terbatas pada perlakuan sopan terhadap istri saja tapi mencakup ketabahan dan kesabaran ketika menghadapi kemarahan istri sebagian kasih sayang atas kelemahannya. Rasulullah SAW menyatakan, “Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, bila kamu luruskan (dengan keras) maka berarti mematahkannya”. (Al-Hadits) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW amat sayang terhadap istri-istrinya. Beliau amat marah bila mendengar seorang wanita dipukul suaminya. Pernah datang seorang wanita mengadu kepada Rasulullah SAW bahwa suaminya telah memukulnya. Maka beliau berdiri seraya menolak perlakuan tersebut dengan bersabda, “Salah seorang dari kamu memukul istrinya seperti memukul seorang budak, kemudian setelah itu memeluknya kembali, apakah dia tidak merasa malu?” &lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW mengizinkan memukul istri dengan pukulan yang tidak membahayakan, dan setelah diberi nasihat dan ancaman secukupnya. Beliau didatangi 70 wanita dan mengadu bahwa mereka dipukuli suami. Rasulullah SAW berpidato seraya berkata, “Demi Allah, telah banyak wanita berdatangan kepada keluarga Muhammad untuk mengadukan suaminya yang sering memukulnya. Demi Allah, mereka yang suka memukul istri tidaklah aku dapatkan sebagai orang-orang yang terbaik di antara kamu sekalian.” &lt;br /&gt;Rasulullah SAW merupakan contoh indah dalam kehidupan rumah tangganya. Beliau sering bercanda dan bergurau dengan istri-istrinya. Dalam satu riwayat beliau balapan lari dengan Aisyah, terkadang beliau dikalahkan dan pada hari lain beliau menang. Beliau senantiasa menegaskan pentingnya bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada istrinya. Kita banyak menjumpai hadits yang seirama dengan hadits berikut, “Orang mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaqnya dan paling lembut pada keluarganya”. Riwayat lain, “Sebaik-baik di antara kamu adalah yang paling baik pada keluarganya dan aku adalah yang paling baik terhadap keluargaku”. &lt;br /&gt;Di antara yang menunjukkan keteladanan beliau dalam menghormati istri adalah menampakkan sikap lembut, penuh kasih sayang, tidak mengkritik hal-hal yang tak berguna dikritik, memaafkan kekeliruannya, dan memperbaiki kesalahannya dengan lembut dan sabar Bila ada waktu senggang beliau ikut membantu istrinya dalam mengerjakan kewajiban rumah tangganya, &lt;br /&gt;Aisyah pernah ditanya tentang apa yang pernah dilakukan Rasulullah SAW di rumahnya. Beliau menjawab, “Rasulullah mengerjakan tugas-tugas rumah tangga, dan bila datang waktu shalat dia pergi shalat.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memiliki kelapangan dada dan sikap toleran terhadap istrinya. Bila istrinya salah atau marah, beliau memahami betul jiwa seorang wanita yang sering emosional dan berontak. Beliau memahami betul bahwa rumah tangga adalah tempat yang paling layak dijadikan contoh bagi seorang dai, yaitu rumah tangga yang penuh kecintaan dan kebahagiaan. Kehidupan rumah tangga harus dipenuhi gelak tawa, kelapangan dada, dan kebahagiaan agar tidak membosankan. &lt;br /&gt;Bila terpaksa harus bertindak tegas, beliau lakukan itu disertai dengan kelembutan dan kerelaan. Sikap keras dan tegas untuk mengobati keburukan dalam diri wanita sedangkan kelembutan dan kasih sayang untuk mengobati kelemahan dan kelembutan dalam dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah sebagai istri teladan. &lt;br /&gt;Khadijah binti Khuwailid adalah seorang wanita bangsawan Quraisy yang kaya. Dia diberi gelar wanita suci di masa jahiliyah, juga di masa Islam. Banyak pembesar Quraisy berupaya meminangnya, akan tetapi beliau selalu menolak. Beliau pedagang yang sering menyuruh orang untuk menjualkan barang dagangannya keluar kota Mekkah. &lt;br /&gt;Ketika beliau mendengar kejujuran Muhammad SAW, ia menyuruh pembantunya dan meminta Muhammad menjualkan barang dagangannya ke Syam bersama budak laki-laki bernama Maisyarah. Nabi Muhammad menerima permohonan itu dengan mendapatkan keuntungan besar dalam perjalanan pertama ini. &lt;br /&gt;Setelah mendengar kejujuran dan kebaikan Muhammad, Khadijah tertarik dan meminta kawannya, Nafisah binti Maniyyah, untuk meminangkan Muhammad. Beliau menerima pinangan itu dan terjadilah pernikahan ketika beliau menginjak 25 tahun sedang Khadijah berumur 40 tahun. &lt;br /&gt;Khadijah sebagai ummul mukminin telah menyiapkan rumah tangga yang nyaman bagi Nabi SAW. Sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan membantunya ketika beliau sering berkhalwat di gua Hira, Khadijah adalah wanita pertama yang beriman kepadanya ketika Nabi mengajaknya masuk Islam. Khadijah adalah sebaik-baik wanita yang mendukung Rasulullah SAW dalam melaksanakan dakwahnya baik dengan jiwa, harta, maupun keluarganya. Perikehidupannya harum semerbak wangi, penuh kebajikan, dan jiwanya sarat dengan kehalusan. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW pernah menyatakan dukungan ini dengan sabdanya, ”Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa. Allah mengaruniai aku &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anak darinya dan mengharamkan bagiku anak dari selainnya”. (H.R. Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya) &lt;br /&gt;Khadijah amat setia dan taat kepada suaminya, bergaul dengannya, siap mengorbankan kesenangannya demi kesenangan suaminya dan membesarkan hati suaminya di kala merasa ketakutan setelah mendapatkan tugas kenabian. Beliau gunakan jiwa dan semua harta miliknya untuk mendukung Rasul dan kaum Muslimin. Pantaslah kalau beliau dijadikan sebagai istri teladan pendukung risalah dakwah Islamiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadijah mendampingi Nabi SAW selama seperempat abad, berbuat baik kepadanya di saat beliau gelisah, menolongnya di waktu-waktu sulit, membantunya dalam menyampaikan risalah, ikut serta merasakan penderitaan yang pahit pada saat jihad, dan menolongnya dengan jiwa dan hartanya. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW senantiasa menyebut-nyebut kebaikan Khadijah selama hidupnya sehingga ini pernah membuat Aisyah cemburu kepada Khadijah yang telah tiada. Dengan ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa ini, pantas kalau Allah SWT menyampaikan salam lewat malaikat Jibril seperti yang pernah diungkapkan Rasulullah SAW dalam sebuah hadits, “Jibril datang kepada Nabi lalu berkata, wahai Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan dan minuman, apabila datang kepadamu sampaikan salam dari Tuhannya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di surga, terbuat dari mutiara yang tiada suara gaduh di dalamnya dan tiada kepenatan.” (H.R Bukhari) &lt;br /&gt;Itulah sekelumit tentang sosok Khadijah sebagai seorang istri yang layak dijadikan teladan bagi wanita-wanita sekarang dalam mendukung suami melaksanakan kewajiban dakwah dan menyampaikan risalah Islam . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri rumah tangga kader dakwah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sendi bangunan keluarga kader adalah taqwallah. Taqwa merupakan sendi yang kuat untuk bangunan usrah Islamiyah. Memilih istri harus sesuai dengan taujih Rasulullah, yaitu mengutamakan sisi agama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kebahagiaan rumah tangga bukanlah berdasarkan atas kesenangan materi saja tapi kebahagiaan hakiki harus muncul dari dalam jiwa berupa ketaqwaan kepada Allah SWT. Bila taqwa telah menjadi sendi utama, maka kekurangan material apapun akan menjadi ringan. Dengan taqwa akan memunculkan tsiqah antara keduanya sehingga akan melahirkan ketenteraman dan ketenangan. Dengan ketaqwaan, hubungan antara suami dan istri serta anak-anaknya akan menjadi indah karena semua akan sadar akan tanggung jawabnya dan hak-haknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rumah yang dibangun untuk keluarga kader seharusnya sederhana, mengutamakan dharuriyyat (prioritas), mengurangi hal-hal yang tersier, dan tidak ada israf. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam masalah pakaian dan makanan hendaknya menjauhi israf, mewah-mewahan, tapi justru harus menekankan masalah kesederhanaan, kebersihan, menghindari yang haram. Rumah tangga kader lebih mengutamakan memperbanyak sedekah untuk fakir dan miskin. Nasihat pada setiap kader dalam hal makanan harus selalu halal dan baik, menjauhi yang haram dan yang syubhat &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sekitar anggaran rumah tangga haruslah menjadi contoh . Dalam hal ini kita harus: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. mencari rezki yang halal dan baik serta menjauhi yang haram. Sebab, semua daging yang lahir dari barang haram maka api neraka lebih berhak untuk membakarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Perlu ada kesepakatan antara suami dan istri dalam menentukan anggaran belanja rumah tangga, untuk apa saja penggunaan anggaran tersebut. Yang jelas, pengeluaran tidak boleh melebihi penghasilan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Mencukupkan diri dengan hal-hal yang dharuriyyat dan menjauhi hal-hal yang sifatnya kamaliyat semampu mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Memperhatikan hak Allah SWT seperti menunaikan zakat, menunaikan ibadah haji kalau sudah mampu. Dalam rumah tangga diutamakan bila mampu menyediakan kotak khusus untuk sedekah. Wallahu a’lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8125248636150756899?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8125248636150756899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8125248636150756899' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8125248636150756899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8125248636150756899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/11/rumah-tangga-sebagai-cermin-kepribadian.html' title='Rumah Tangga Sebagai Cermin Kepribadian Kader'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oTEg67_EI/AAAAAAAAALY/Y0LxTLKQ9p8/s72-c/keluarga+impian.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3430308750607490764</id><published>2009-11-12T00:26:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T19:59:41.558-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Kisah'/><title type='text'>Cinta sejati seorang ibu terhadap anak-anaknya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oYJUd86DI/AAAAAAAAALg/dCkHBmUZJ0o/s1600-h/ummi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oYJUd86DI/AAAAAAAAALg/dCkHBmUZJ0o/s320/ummi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438686048395520050" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita yang masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang disekitarnya. Maklumlah, ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa bin Amru, demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada Sakhr, malang. Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang dii ufuk barat Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku." &lt;br /&gt;Setelah Khansa memeluk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakan untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya diajar ilmu bersyair dna dididik berjuang dengan berani. Kemudian puteranya itu telah diserahkan untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai 41,000 orang tentera. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuan tentera Islam. &lt;br /&gt;Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan ke medan perang, "Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan sukarela pula. Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara-maramu, aku tidak pernah merendahkan keturuna kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahwasaya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imran yang bermaksud, "Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga menjadi orang yang beruntung." Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya. &lt;br /&gt;Seterusnya Khansa berkata, "Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak, masuklah akmu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncanya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapat balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subuh esoknya semua tentera Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah iaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap-sedia sebaik saja semboyan perang berbunyi. Perang satu lawan satu pun bermula dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari bondanya, mereka tidak sedikit pun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang dari mereka bersyair, &lt;br /&gt;"Hai saudara-saudaraku! Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah. Insya Allah akan kita buktikan sedikit masa lagi." &lt;br /&gt;Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat dari ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur mush-musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah." &lt;br /&gt;Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya dan bersyair, &lt;br /&gt;"Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas tidak goncang Beliau telah menggalakkan kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri Dapatkan kemenangan yang bakal membawakegembiraan di dalam hati Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair, &lt;br /&gt;"Bukanlah aku putera Khansa', bukanlah aku anak jantan Dan bukanlah pula kerana 'Amru yang pujiannya sudah lama terkenal Kalau aku tidak membuat tentera asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahay, dan musnah mangsa oleh senjataku." &lt;br /&gt;Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat bondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya kebingungan dan kacau kerana pada mulanya tentera Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera berjalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu. Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi yang lannya. Kesempatan ini digunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka. Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya mereka lari lintang-pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil saja yang dapat menyelamatkan diri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syuhada itu terbujur empat orang adik-beradik Khansa. Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahwa keempat-empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan mensyahidkan mereka, dan aku mengahrapkan darii Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengan mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!" &lt;br /&gt;Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat-mayat puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperanan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan 'Ummu syuhada yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati sy&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3430308750607490764?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3430308750607490764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3430308750607490764' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3430308750607490764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3430308750607490764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/11/cinta-sejati-seorang-ibu-terhadap-anak.html' title='Cinta sejati seorang ibu terhadap anak-anaknya'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oYJUd86DI/AAAAAAAAALg/dCkHBmUZJ0o/s72-c/ummi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-222182316597051761</id><published>2009-08-20T21:27:00.000-07:00</published><updated>2010-02-15T20:01:18.982-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Kisah'/><title type='text'>Canda dan Gurauan Rasulullah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oYftilEFI/AAAAAAAAALo/33i7qk5aUfg/s1600-h/akhwat-cute.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 190px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oYftilEFI/AAAAAAAAALo/33i7qk5aUfg/s320/akhwat-cute.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438686433082937426" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bergaul dengan semua orang. Baginda menerima hamba, orang buta, dan anak-anak. Baginda bergurau dengan anak kecil, bermain-main dengan mereka, bersenda gurau dengan orang tua. Akan tetapi Baginda tidak berkata kecuali yang benar saja.&lt;br /&gt;Suatu hari seorang perempuan datang kepada beliau lalu berkata,  "Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta", katanya. "Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta", kata Rasulullah SAW.  "Ia tidak mampu", kata perempuan itu. "Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta". "Ia tidak mampu". Para sahabat yang berada di situ berkata,  "bukankah unta itu juga anak unta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".  "Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW. Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".  "Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan. "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.&lt;br /&gt;Seorang perempuan lain berkata kepada Rasulullah SAW,  "Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam syurga". "Wahai ummi fulan, syurga tidak dimasuki oleh orang tua".  Perempuan itu lalu menangis.  Rasulullah menjelaskan, "tidakkah kamu membaca firman Allah ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serta kami telah menciptakan istri-istri mereka dengan ciptaan istimewa, serta kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat Rasulullah SAW suka tertawa tapi iman di dalam hati mereka bagai gunung yang teguh. Na'im adalah seorang sahabat yang paling suka bergurau dan tertawa. Mendengar kata-kata dan melihat gelagatnya, Rasulullah turut tersenyum.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-222182316597051761?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/222182316597051761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=222182316597051761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/222182316597051761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/222182316597051761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/08/canda-dan-gurauan-rasulullah.html' title='Canda dan Gurauan Rasulullah'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oYftilEFI/AAAAAAAAALo/33i7qk5aUfg/s72-c/akhwat-cute.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8078988848324634195</id><published>2009-08-05T08:44:00.001-07:00</published><updated>2010-02-15T20:06:16.238-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RI’AYAH MA’NAWIYAH (2)</title><content type='html'>Pertama, at-tawazun fit tauzhif, keseimbangan dalam memfungsikan potensi yang tersedia, potensi yang ada pada ikhwan dan akhwat, apakah potensi itu, potensi intelektual dengan tsaqafah kauniyahnya ataukah potensi ulama dengan tsaqafah syar’iyahnya ataukah potensi para praktisi bisnis apakah para budayawan, para seniman, para pedagang menengah, pedagang kecil, para pendidik, para sosiolog, seluruhnya harus seimbang terfungsikan. Saya sebutkan seimbang, terfungsikan, mengingat selain fungsi-fungsi dakwah, mereka pun dituntut akan fungsi-fungsi dari kafaah masing-masing. Kafaah mereka sebagai mu’allim, kafaah mereka sebagai mudarris kafaah mereka sebagai birokrat, kafaah mereka sebagai politisi, kafaah mereka sebagai pedagang dan kafaah-kafaah yang lain juga perlu difungsikan, karena semuanya adalah bagian dari khazanatud da’wah. Sekali lagi harus dengan tawazun, at-tawazun fit tauzhif. Allahu akbar walillahil hamd &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang kedua, at-tawazun fit tafwidh, keseimbangan dalam pendelegasian wewenang. Ikhwan dan akhwat semuanya masulin dan masulat amamallah, jangan sampai menjadi seksi sibuk sementara yang lainnya tidak kebagian pekerjaan, karena kurang pendelegasian. Pendelegasian pekerjaan sudah barang tentu dengan keseimbangan. Jangan sampai dengan alasan kekurangan pendelegasian akhirnya si pemegang wewenang tidak melakukan apa-apa. Itu namanya tidak seimbang. &lt;br /&gt;At-tawazun fit-tafwidh, seimbang dalam mendelegasikan wewenangnya, seimbang dalam melalui saluran-saluran wazhifah tanzhimiyah yang tersedia di bawah tanggung jawabnya kita salurkan, karena dengan kurang seimbangnya kadar atau tafwidh pendelegasian maka akan terjadi akumulatif kesibukan, tertumpuknya kerepotan, yang akhirnya kadang-kadang menuntut diri kita menjadi otoriter, dictator, karena semuanya harus memutuskan sendiri. Padahal banyak hal yang sebetulnya bisa didelegasikan untuk memutuskan. Oleh karena itu sekali lagi at-tawazun fit-tafwidh itu harus dilakukan agar seluruh fungsionaris, ikhwan dan akhwat di jajarannya masing-masing bisa mustaqir tanzhimiyan (stabil secara struktural) &lt;br /&gt;Yang ketiga, at-tawazun fit-taqrir (keseimbangan dalam pengambilan keputusan), sebab pendelegasian wewenang tanpa diberi hak mengambil keputusan dalam bidangnya juga adalah pendelegasian yang mubadzir, pendelegasian yang membuat terbengkalainya potensi orang yang menerima pendelegasian itu, makanya harus ada juga keseimbangan dalam pengambilan keputusan. &lt;br /&gt;Yang keempat, at-tawazun fit-tamtsil (keseimbangan dalam perwakilan), artinya fungsi-fungsi, tugas-tugas, pendelegasian-pendelegasian yang kita berikan harus juga seimbang kepada potensi-potensi semuanya merasa terwakili; potensi ulama, intelektual, potensi birokrat, potensi teknokrat, potensi bisnismen, potensi pendidik, seluruhnya terwakili, tawazun fit-tamtsil. Mengingat jamaah kita ini semakin luas dari segi tajnid jamahiri dimana para tokoh-tokoh, pakar-pakar, shahibul kafaah bergabung dengan kita atau fit tajnid rekruiting kaderisasi sudah menampakkan aneka ragam kafaah, aneka ragam muyul, yang kita rekrut, sudah barang tentu mereka secara structural merasa terwakili. Ini harus diperhatikan mengingat qa’idah tanzhimiyah kita semakin luas semakin menjangkau aneka entitas kemasyarakatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya bisa mengekspresikan, bisa mengaktualisasikan, bahkan bisa mengartikulasikan ide-idenya, pendapat-pendapatnya, bakat-bakatnya, ahli-ahlinya, seluruhnya tampil dalam hidup kejamaahan yang memang membutuhkan mereka semua karena doktrin kesyumuliyahannya dan ketakamuliyahannya. &lt;br /&gt;Yang kelima, at-tawazun fi tamwil, sebagai dukungan bagi kokohnya tawazun fi tauzhif, tawazun fi tafwidh, tawazun fi taqrir dan tawazun fi tamtsil jama’ah. Kita memerlukan tawazun fi tamwil. Kekokohan istiqrar tanzhimi selalu membutuhkan keseimbangan anggaran, keseimbangan pendanaan, atau keseimbangan pembiayaan. Karena amwal merupakan darah dari aktivitas manusia, begitu juga gerakan dakwah kita memerlukan darah itu, sesuai dengan tuntutan dan tuntunan Al-Qur’an surat At-Taubah: 41, &lt;br /&gt;Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Q.S. At-Taubah: 41) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keseimbangan anggaran dalam jamaah adalah merupakan keharusan, jangan sampai terjadi adanya bidang miskin dan bidang kaya, atau departemen ‘basah’ dan departemen ‘kering’, atau wilayah dakwah gemuk dan wilayah dakwah kurus. Untuk terjaganya tawazun fi tamwil atau keseimbangan anggaran, atau keseimbangan pembiayaan diperlukan dua hal: &lt;br /&gt;Pertama, adanya keadilan anggaran antar pusat dan daerah, antara wilayah, dan antar bidang, antar departemen. Keadilan anggaran juga berarti keharusan memperhatikan keseimbangan antara kemampuan otoritas keuangan jamaah dalam memenuhi anggaran dengan tuntutan kebutuhan bidang-bidang, departemen-departemen, dan wilayah-wilayah atas anggaran &lt;br /&gt;Kedua, adanya semangat ta’awun, semangat tadhamum, dan semangat takaful antar bidang, antar departemen, antar wilayah dan bahkan antar personil jamaah dakwah ini, sehingga jamaah dakwah ini benar-benar menjadi 'kal jasadil wahid’ yang seluruh komponennya saling merespon satu sama lain secara proaktif. &lt;br /&gt;Istiqrar Da'wi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, jika istiqrar tanzhimi tadi bisa terwujud dengan seluruh muqawwimat-nya yang lima tersebut terpenuhi, maka, insya Allah terjadilah istiqrar da'wi, dakwah kita stabil, jalan terus. Guncangan apapun tidak akan membuat kita terguling, jebakan apapun tidak akan membuat kita terperosok, situasi apapun kita tidak membuat kita terkecoh, insya Allah dakwah yang mustaqirrah, istiqrar da’wi itu adalah sangat penting dalam rangka mewujudkan matanatul jamaah tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayawiyatul Harakah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, kemudian yang ingin saya sampaikan tadi yang kedua adalah hayawiyatul harakah (masalah dinamika harakah). Dinamika harakah ini juga mempunyai keterkaitan dengan aspek manajerial yang sering saya sebutkan sebagai khuthuwat tahfizhiyah (langkah-langkah penggairahan, pembangkitan semangat) dari seluruh anggota jamaah ini, dari seluruh aktivis dakwah ini seperti yang sering saya sebutkan, &lt;br /&gt;1. Pertama, musyarakah ‘inda ittikhadzil qarar (keterlibatan dalam mengambil keputusan), syuriyan wa istisyaratan, secara isytisyarah konsultatif (syura secara informal), &lt;br /&gt;2. Kedua, at-tasyji’ ‘indal ijtihad (membangkitkan semangat berijtihad), berani mengemukakan pendapat, berani memberikan kontribusi pemikiran, berani memasukkan usulan-usulan harus digalakkan. Karena salah satu potensi besar yang dianugerahkan Allah pada kemanusiaan adalah akal. Kalau akal para aktivis duat dan daiyat tidak dirangsang untuk berijtihad maka akal mereka akan terbengkalai, artinya kita telah menelantarkan potensi terbesar dari kemanusiaan yang merupakan anugerah Allah Taala. At-tasyji’ ‘indal ijtihad adalah merupakan dari bagian dari keseharian manajemen dakwah. &lt;br /&gt;3. Ketiga, ad-da’m ‘inda tanfizh (memberikan dukungan dalam melaksanakan tugas-tugas). Mungkin dukungan itu berupa yang mubarakah; Allah yanshurkum, Allahu yutsabbit aqdaamakum atau bahkan dengan memikirkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam back-up dalam pelaksanaan tugas-tugas kita pikirkan bersama. Jika setiap ikhwan dan akhwat di lapangan merasa bahwa ia tidak berjalan sendirian, ada ikhwan dan akhwat yang mendukungnya, ada ikhwan dan akhwat yang mendukung dengan menyediakan fasilitas sarana dan prasarana, ada ikhwan dan akhwat yang memberikan dukungan pemikiran, ada ikhwan dan akhwat yang melakukan tawashau bil haq, tawashau bis shabr, dan tawashau bil marhamah, yang menuntun dari kemungkinan-kemungkinan terpeleset kepada kesalahan, dan membantu mengokohkan kesabaran dalam menghadapi tantangan, juga yang menolong ketika mengalami kesulitan atau musibah dengan penuh kasih sayang, maka dia akan semakin dinamis dalam bergerak. Hayawiyatul harakah adalah salah satu bagian dari yang harus diperhatikan melalui khuthuwat tahfizhiyah tadi. &lt;br /&gt;4. Keempat, al-i’tiraf wat taqdir ‘indal injaz (pengakuan dan penghargaan ketika berkarya). Karena sudah menjadi fitrah manusia, selain dia perlu pengakuan akan eksistensi dirinya, tapi juga perlu penghargaan atas prestasi dirinya jazaan bima kanu ya’malun itulah yang dicontohkan oleh Allah Taala, selalu ditawarkan al-jaza, al-jaza, dan al-jaza. Sudah barang tentu kita tahu bahwa seluruh duat dan daiyat motivasinya lillahi Taala. Laa uridu minhum jazaan au syukura, bahasanya memang begitu yang menjadi landasan keyakinannya dalam berjuang tapi sebagi jamaah sudah barang tentu harus menghargai setiap fitrah dari setiap aktivis dakwah. Jika berprestasi kita berikan jazaan au syukura, kalau tidak memberikan imbalan berilah ucapan terima kasih atas prestasinya. &lt;br /&gt;5. Kelima, al-insyaf indal khatha’ (keinsyafan ketika dia melakukan kesalahan) sehingga jika dia bersalah pun disambut dengan sikap afwan watasamuha. Bukan saja berprestasi kita sambut dengan jazaan aw syukura tetapi jika bersalah pun afwan wa tasamuha (pemaafan dan toleransi). Kita mengakui hak kemanusiaan untuk kemungkinan bersalah jangan sampai akibat kesalahannya seorang ikhwan, seorang akhwat dilecehkan, didiskreditkan sehingga potensinya hancur di perjalanan. Padahal kesalahannya itu hanya sebuah kepeseletan dari sekian ribu langkah dakwahnya yang sudah diayunkan selama ini dengan benar. Kita jangan membunuh masa depan mereka, masa depan dakwah mereka. Karenanya lihat tuntunan manajemen dakwah Allah Taala. &lt;br /&gt;Jika terjadi kesalahan, fa’fu anhum, maafkan mereka, wastaghfir lahum, bahkan secara proaktif memohonkan ampunan baginya dari Allah Taala, dan bahkan sesudah salah pun masih diperintahkan fasyawirhum fil amri, masih diajak musyawarah. Sudah mendapatkan afwu wa thalabul maghfirah, fasyawirhum fil amri, Sehingga bangkit kembali azam dia untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Sehingga memiliki kembali tekad bersama faidza ‘azamta fatawakkal alallah, innallaha yuhibbul mutawakkilin. &lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, khuthuwat tahfizhiyah ini untuk memelihara hayawiyatud da’wah. Untuk memelihara hayawiyatud da’wah kita harus mendorong: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Semangat interaktif dari seluruh kader-kader dakwah dengan segala permasalah Islam wal muslimin, segala permasalahan bangsa dan tanah air, segala permasalahan dunia dan kemanusiaan. Dengan semangat interaktif terus-menerus dengan segala qadhaya, Islam wa qadhaya ummah, qadhaya wathan wal qaum, wa qadhaya insaniyah wa ‘alamiyah, insya Allah, kegairahan itu bisa terpelihara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Syajaah adabiyah, keberanian moral untuk melangkah karena sadar akan tanggung jawabnya dalam perjalanan dakwah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jur-atul mubadarah, keberanian untuk berinisiatif, keberanian untuk melangkah, keberanian untuk melakukan sesuatu, if’al syai’an lillah, if’al syai’an lil islam wal muslimin, dia lakukan sesuatu, berani dengan jur-atul mubadarah. dengan keberanian berinisiatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jur-atul ibtikarah, keberanian berkreativitas, menemukan asalib jadidah (metode-metode baru), wasail jadidah (sarana/prasarana baru) dan mungkin ijra-at jadidah (prosedur-prosedur baru) untuk mensukseskan dakwah ini. Ikhwan dan akhwat fillah insya Allah dengan dua hal tadi hayawiyatul harakah (dinamika gerakan) dakwah kita akan dipelihara dengan terus menerus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keberanian menghadapi kenyataan, apapun adanya kenyataan yang kita hadapi, kita harus bisa mengontrol diri, dan kemampuan mengontrol diri merupakan langkah awal untuk mampu mengontrol keadaan dan bahkan mampu merubah keadaan menjadi lebih baik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka disebabkan rahmat dari Allahlah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka… (Q.S. Ali Imran: 159) &lt;br /&gt;Intajiyatud Da’wah &lt;br /&gt;Munthalaq da’wah kita yang ketiga adalah intajiyatud da’wah (produktivitas dakwah) . Berdakwah sering kali hasilnya itu bernilai substansial tapi secara material tidak ril kelihatan. Kadang-kadang kita bekerja, bekerja, bekerja,.. apa ya hasilnya? Sudah barang tentu ada ukuran-ukuran yang menandai keberhasilan dakwah itu. Tapi ukuran-ukuran itu memang cenderung normatif tapi bisa dijadikan patokan, yaitu pertama intajiyatud da’wah kita bimayurdhillah (dengan apa-apa yang membuat Allah ridha. Dan keridhaan Allah yang diturunkan kepada para dai membuat dia, hatinya dikucuri rahmat oleh Allah sehingga hatinya lembut (rahabatush shadr), santun, fabima rahmatillahi linta lahum. Jadi ada refleksi dari hasil dakwah yang menghasilkan ridha Allah yaitu hati yang penuh dengan ghamarati rahmatillah (curahan rahmat Allah) yang qulub layyinah, mutasamihah (hati yang lembut, santun toleran dan seterusnya. Itu tandanya ada keberhasilan bima yurdhillah. Begitu juga bima yanfa’ul islam wal muslimin, yang kedua, keberhasilan dakwah dengan memberikan manfaat kepada Islam dan muslimin. Ini responnya akan nampak lebih jelas lebih real kelihatannya yaitu kalau kita melakukan perintah Allah dengan uslubul ihsan saja, salah satu uslubnya wa ahsin kama ahsanallahu ilaik, sudah barang tentu, hal jazaul ihsan illal ihsan. Kalau kita nuhsinu lin nas bima yanfa'uhum mereka pun akan yuhsinu bid da'wah bima yanfa’ul jamaah. Otomatis saja, kalau kita selalu berbuat memproduk keihsanan bima yanfa’ul islam wal muslimin. Otomatis al-muslimun yuhsinuna ilaina bima yanfaud da’wah wal jamaah. Itu otomatis. &lt;br /&gt;Coba kita hitung perjalanan dakwah kita sekian puluh tahun atau sekian belas tahun. Betapa kontribusi dari al-muslimin wal muhsinun lid da’wah terasa. Di tahun pertengahan 80-an, liqaat ikhwan dan akhwat tidak diketemukan mobil bahkan motor pun jarang Sekarang tempat parkir pun sempit oleh mobil-mobil para duat, itu adalah bima ahsanallahu ilaikum. Itulah ihsan Allah kepada antum semua setelah berbuat ihsan dalam dakwah, berbuat itqan dalam dakwah, sehingga orang-orang pun ikut yuhsinuna ila da’watina wa ila jamaatina. Dulu kita untuk menyelenggarakan pertemuan semacam ini berpikir beberapa kali untuk mengeluarkan uang; sewa gedung dengan segala sarana/prasarana, karena ketidakmampuan kita. Tapi faqad ahsanallahu ilaina, karena Allah telah berbuat ihsan kepada kita, oleh karena itu sekali lagi fa ahsin kama ahsanallahu ilaih, kita tingkatkan keihsanan kita karena Allah telah terbukti meningkatkan keihsanannya kepada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, sudah barang tentu terkait dengan intajiyatud da’wah juga selain bima yanfaul islam wal muslimin atau bima yanfa’unnas atau bima yurdhillah (dengan membuat Allah ridha) kita pun harus berpikir juga bimaa yunasyitud da’wah, apa yang membuat aktivitas dakwah &lt;br /&gt;meningkat, gairah dakwah meningkat, gelora dakwah meningkat. Sudah barang tentu kegairahan, gelora dakwa sesuatu yang fenomena bisa dirasakan atau dilihat. Jika betul-betul langkah-langkah dakwah kita memberikan manfaat kepada semua, sudah barang tentu kegairahan itu akan meningkat merata, imma qudwatan, untuk merupakan keteladanan atau juga da’m, support yang diberikan. &lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, begitu juga bima yutsabbitul jamaah, manfaat itu dengan apa-apa yang mengokohkan kejamaahan kita. Apakah kontribusi, na'udzubillah membuat kita longgarnya kehidupan berjamaah membuat goyangnya kehidupan berjamaah na'udzubillah min dzalik. Atau kontribusi kita justru mengokohkan jamaah dan semuanya bisa dirasakan secara langsung dalam kehidupan struktural kita dan operasional kita dalam berdakwah. &lt;br /&gt;Insya Allah, ikhwan dan akhwat fillah, jika kita berusaha memenuhi tuntutan-tuntutan dari soliditas jamaah, hayawiyatul harakah dan intajiyatud da’wah yang saya sebutkan tadi tantangan-tantangan yang kita hadapi, pekerjaan berat yang akan kita pikul, tanggung jawab yang luar biasa berat yang akan kita hadapi, insya Allah dengan dipikul secara amal jama’i semuanya akan terasa ringan dan terselesaikan binashrin minallah, Insya Allah. &lt;br /&gt;Allahu yanshurukum wa yutsabbit aqdamakum, insya Allah. Amin ya rabbal alamin. Sekian saja kalimat dari saya, semoga tulisan ini bermanfaat....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8078988848324634195?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8078988848324634195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8078988848324634195' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8078988848324634195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8078988848324634195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/08/riayah-manawiyah-2.html' title='RI’AYAH MA’NAWIYAH (2)'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3607291579995148524</id><published>2009-07-10T20:51:00.002-07:00</published><updated>2010-02-15T20:02:38.744-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>puteri, bagaimana cermin itu??</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oY10JpCKI/AAAAAAAAALw/4k2sLn_5ffs/s1600-h/bingkai+akhwt.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 235px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oY10JpCKI/AAAAAAAAALw/4k2sLn_5ffs/s320/bingkai+akhwt.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438686812814510242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Saat ini malam telah larut, cuaca terasa dingin dan sekitarku menjadi hening, sebening hati dan perasaan sayangku kepadamu. Walau kini tidak disampingmu, aku masih selalu ingat padamu, seperti yang kulakukan setiap waktu. Dan kini, kujalankan jari-jemariku untuk menulis sebuah surat yang hanya khusus untukmu…..bukan untuk yang lain….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri..&lt;br /&gt;Aku teringat akan cerita ibumu tempo hari…&lt;br /&gt;Saat itu engkau masih kecil seumur bayi..&lt;br /&gt;Engkau belum bisa apa-apa, sehingga untuk menarik perhatian, engkau hanya menangis ditengah malam membangunkan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, engkau tumbuh menjadi gadis kecil yang selalu bermanja di pangkuan Bunda. Dan waktu terus berjalan…..sehingga kini engkau telah menginjak remaja. Engkau menjadi semakin besar, pintar, dan makin banyak pengalaman hidup yang telah engkau miliki. Ah…aku pun jadi rindu ibuku…mungkin akupun seperti itu saat masih kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri….&lt;br /&gt;Saat ini, aku sedang melukis bentuk kamarmu dibenakku. Kamar dimana kita sering berkumpul untuk bercerita banyak hal. Aku masih ingat detil kamarmu, ada almari baju, rak buku, kotak permen, dan  Hmmm……cermin itu …yang selalu kau sebut sebagai cermin paling indah… Engkau memang sudah lama memilikinya, dan aku yakin engkau pasti makin suka, karena setiap hari membutuhkannya.&lt;br /&gt;Puteri….. Aku teringat sesuatu tentang cermin itu. Dirumahmu, ada satu lagi cermin besar di ruang tamu. Tak jarang aku melihatmu bercermin disitu ketika engkau tergesa-gesa berangkat.Bahkan didepan kaca jendela, sering….sering sekali aku melihatmu mematut diri apakah terlihat rapi atau tidak. Agar teman-temanmu nanti tidak mengolokmu, begitu selalu katamu.Aku menduga, mungkin engkau juga sering mengaca didepan etalase pertokoan untuk bercermin. Iya nggak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri yang amat kusayangi,,,, Jauh di lubuk hati yang paling dalam, ada yang ingin kubicarakan dengamu hari ini. Hanya sebentar saja, cukup sebentar. Nggak akan lama. Engkau ada waktu, kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan, bukan pertanyaan bagaimana kabarmu, atau kabar teman-teman seperti yang biasanya kita bicarakan. Namun lebih dari itu. Aku ingin kita berbicara khusus mengenai diri kita,karena aku sadar bahwa semakin hari kita tumbuh semakin tinggi, bukan hanya tinggi badan kita, namun juga ketinggian pola berpikir kita. Kita bukan kanak-kanak lagi yang harus menyuruh kita begini begitu. Kini kita sudah besar, sehingga banyak yang harus kita siapkan agar makin dewasa untuk menentukan sendiri jalan hidup kita nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai puteri….. Hari demi hari telah kita lalui.Telah banyak perubahan yang terjadi , ‘kan? Izinkanlah aku untuk bertanya sesuatu padamu…Kalau kau pandangi dirimu di cermin indah kamarmu itu, apa yang engkau lihat disana? Apakah sesosok gadis remaja yang sudah cukup matang mengarungi hidup ataukah yang masih menjalani proses perubahan membentuk diri? Mungkin, engkau akan menjawab kedua-duanya…atau mungkin hanya salah satu jawaban…&lt;br /&gt;Nggak apa-apa Puteri…Aku bisa memahaminya….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri, ketika engkau didepan cermin yang indah itu….&lt;br /&gt;Masih ingatkah dirimu berapa sering engkau bercermin?&lt;br /&gt;Dan sadarkah engkau siapa yang muncul di cermin itu?&lt;br /&gt;Ya, memang itu adalah engkau.Engkau Puteri…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau yang dulu terlahir dari rahim Bunda, setelah malaikat meniup ruh dan menulis catatan tentangmu ketika engkau masih menjadi janin usia 4 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Puteri…. Ketahuilah…Kita semakin beranjak dewasa, dan telah banyak waktu yang kita lalui bersama-sama. Kukenal dirimu jauuuh lebih baik dari yang lainnya. Begitupula sebaliknya. Ada satu hal yang ingin kutanyakan lagi, “Apakah saat ini engkau telah mengenal dirimu sendiri, wahai saudaraku tercinta?Bukan sekedar mengiyakan bahwa sosok bayangan depan cermin itu adalah dirimu? ” Jawablah Puteri, tak usah engkau malu-malu…..karena ini penting. Ini penting sekali sebagai bekal hidupmu kelak, karena seperti yang kita sama-sama mengerti, sekarang ini kita sedang dalam proses mendewasakan diri…dan itu butuh bekal agar kita tidak salah arah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri sayang….. Izinkanlah aku mengatakan sesuatu kepadamu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah oleh dirimu, bahwa aku dan kau sama-sama manusia, dua orang hamba yang banyak diberi karunia oleh Allah….karena memang Allah yang menciptakan diriku dan dirimu… Allah yang memenuhi kebutuhanku dan kebutuhanmu, dan Allah pula yang telah mengatur semuanya sehingga kita tumbuh segini besar. Hanya Dia, Puteri….&lt;br /&gt;Ditangan-Nyalah diatur segala urusan, termasuk urusan langit, bumi, hewan, tumbuhan, dan kita para manusia…. Allah di atas langit pula yang telah menentkan bahwa kita tercipta sebagai wanita, sebagai muslimah…Dan lihatlah, betapa tingginya Allah memberi kedudukan kepada kita, sampai-sampai dalam kita suci kita, Al-Quran, Allah membuat surat khusus bernama “An-Nisa” yang artinya perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Puteri, engkau masih ingat nama surat itu bukan ? Ini adalah satu diantara sekian tanda bahwa Allah memuliakan kedudukan wanita. Kelak Insya Allah, dari rahim kita lah akan lahir  ummat Islam yang banyak, sehingga di hari Akhir nanti, Nabi kita, Nabi Muhammad Shollallaahu’alayhi wa sallam akan mengatakah dengan bangga atas jumlah ummat yang banyak. Bahkan, tentang kodrat wanita, RasuluLlah pun bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik  perhiasan dunia adalah wanita shalehah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini disampaikan oleh Imam Muslim, dan memang benar dan shahih bahwa ini perkataan Rasul. Engkau kini yakin bukan bahwa Allah dan Rasul-Nya amat menjunjung martabat kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri yang amat kusayangi… Kuajak diriku dan dirimu…Yakinlah dengan seyakin-yakinnya bahwa Allah memilih aku dan kau untuk hadir kedunia ini dengan hikmah penciptaan yang agung ; bukan sembarangan, karena Allah Maha Kuasa mencipta apapun yang dikehendaki-Nya, sehingga mustahil bagi Allah untuk sembarangan dalam berbuat, karena Dia Maha Mengetahui dan Maha Luas ilmu-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, cobalah pikirkan lebih dalam… Sampai detik ini, telah banyak sekali nikmat Allah yang tercurah kepada kitam sedari kita kecil sampai sekarang. Dan itu memang karena kebaikan Allah semata, bukan dari yang lain. Allah yang berkuasa berbuat kebaikan, Allah memberi nikmat sehat, ketenangan hati, teman sepergaulan yang baik, ini….itu…., tentu amat sangat banyak, sehingga aku tidak mampu menuliskan semuanya untukmu, karena aku yakin Allah selalu berbuat kebaikan kepada kita semua. Engkau ingat bukan……tempo hari kakimu tidak tergores meski berjalan di atas batu-batu. Itu adalah nikmat Allah yang mungkin terasa kecil bagi kita. Sedangkan nimat yang besar, dan yang paling besar yang mungkin kurang terpikirkan oleh kita…..adalah nikmat iman. Dengan nimat dari Allah yang satu ini, kita bisa dengan bangga menyandang predikat muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Puteri……..tidak banyak wanita-wanita di dunia ini yang bisa dipanggil muslimah. Tengoklah ke negara-negara yang penduduknya tidak mengenal Allah sama sekali, atau mengenal Allah dengan hanya menyebut nama-Nya ketika sedang susah tertimpa bencana, atau bahkan mereka yang malah menyekutukan Allah dengan memohon bantuan kepada selain Dia. Engkau mengetahui keadaan mereka, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi kita supaya tidak termasuk golongan mereka. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Puteri….. Marilah bersama-sama mengucapkan syukur AlhamduliLlah atas nikmat ini…karena semakin kita mempelajari nikmat Allah dan meyakini betapa Allah Maha Mengetahui atas jiwa-jiwa ini, kita akan bisa semakin memahami hikmah mengapa aku dan kau diciptakan, dan mengapa pula kita semua harus beribadah hanya kepada-Nya…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, benar….hanya kepada-Nya, karena memang Dia satu-satunya yang berhak untuk disembah. Lain tidak, karena selain Dia hanyalah ciptaan-Nya. Sehingga kita tidak boleh menduakan-Nya dengan apapun atau siapapun. Bagaimana, Puteri ? Engkau memahami hal ini, ‘kan? Aku berharap demikian, karena bagiku, tidak ada yang lebih kuinginkan darimu, kecuali kebaikan untukmu di dunia dan akhiratmu kelah. Karena apa? itu karena aku amat sayang kepadamu…..Aku sayang sekali padamu….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puteri tercinta, tak terasa sudah kutulis berbaris-baris surat cintaku ini kepadamu. Insya Allah, apa yang kutulis ini adalah sebuah nasehat yang tulus dari hatiku, sebuah nasehat bagiku dan bagimu, agar kita bisa menemukan sosok dewasa cermin indah itu…. karena suatu hari nanti, kita pasti dan harus lebih dewasa daripada hari ini. Dan sebaiknya memang begitu, seiring usia yang bertambah, kita mejadi lebih mengenal akan diri kita yang sebenarnya dan lebih mengerti hak-hak Allah atas diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuakhiri suratku ini…puteri… Semoga Allah mengaruniakan kesempatan kepadaku sehingga bisa kutulis lagi surat untukmu. Dan kuberdoa semoga Allah mengasihi diriku, dirimu, keluarga kita dan kaum muslimin semuanya. Semoga kita selalu mencintai Allah dan Allah pun mencintai kita….Amin. (Sahabat: Asy-D3in)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujukan :&lt;br /&gt;1.Abdur Rahman , Abdul Muhsin ; Jagalah Dirimu&lt;br /&gt;2.Majalah As-Sunnah edisi 08/V/1422H-2001 M&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketik kembali dari oleh Ummu ‘umar dari Buletin Puteri (Jilbab Online)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3607291579995148524?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3607291579995148524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3607291579995148524' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3607291579995148524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3607291579995148524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/07/puteri-bagaimana-cermin-itu_210.html' title='puteri, bagaimana cermin itu??'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oY10JpCKI/AAAAAAAAALw/4k2sLn_5ffs/s72-c/bingkai+akhwt.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4079555368333847546</id><published>2009-06-12T23:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T23:06:41.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Kisah'/><title type='text'>Kisah sepotong kue</title><content type='html'>Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam, masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba, untuk membuang waktu ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita itu membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu atau dua dari kue yang berada dianrata mereka. Wanita tersebut mencoba mengabaikan agar tidak terjadi keributan. Ia membaca, menguyah kue dan melihat jam. Sementara sipencuri kue yang pemberani menghabiskan persediannya, ia semakin kesal sementara menit-menit berlalu. Wanita itupun sempat berpikir”kalau aku bukan orang baik sudah ku tonjok dia!!”. Setiap ia mengambil satu kue, silelaki juga mengambil satu. Ketika hanya satu kue yang tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan dilakukan lelaki itu dengan senyum tertawa diwajahnya dan tawa gugup, silelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Silelaki menawarkan separo miliknya sementara ia makan yang separohnya lagi. Siwanita itupun merebut kue itu dan berpikir” ya ampun orang ini benar berani sekali dan ia juga kasar, malah ia tidak kelihatan berterimakasih” belum pernah rasanya ia begitu kesal. Ia menghela nafas lega saat penerbangannya diumumkan.&lt;br /&gt; Ia mengumpulkan barang miliknya dan menuju pintu gerbang, menolak untuk menoleh pada si’pencuri kue’ tak tau terima kasih. Ia naik pesawat dan duduk dikursinya, lalu mencari bukunya yang hamper selesai membacanya. Saat ia merogoh tasnya, disitu ada kantong kuenya, di depan matanya!!!. Koq milikku ada disini erangnya dengan patah hati, jadi kue tadi milik lelaki itudan ia mencoba berbagi, terlambat untuk minta maaf ia tersandar sedih bahwa sesungguhnya dialah yang kasar tak tau terima kasih dan dialah pencuri kue itu!!!&lt;br /&gt; Dalam hidup ini kisah pencuri kue seperti tadi sering berprasangka dan melihat orang lain dengan kacamata kita sendiri, serta tak jarang kita berprasangka buruk terhadapnya.&lt;br /&gt;   Orang lainlah yang selalu salah&lt;br /&gt;   Orang lainlah yang patut disingkirkan&lt;br /&gt;   Orang lainlah yang tak tau diri&lt;br /&gt;   Orang lainlah yang berdosa&lt;br /&gt;   Orang lainlah yang selalu buat masalah&lt;br /&gt;   Orang lainlah yang pantas diberi pelajaran&lt;br /&gt;Padahal  kita sendiri yang mencuri kue&lt;br /&gt;  kita sendiri yang tak tau tarima casi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kita sering mempengaruhi, mengomentari, mencemooh dan menilai gagasan orang lain, sementara sebetulnya kita tidak tau betul permasalahannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4079555368333847546?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4079555368333847546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4079555368333847546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4079555368333847546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4079555368333847546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/06/kisah-sepotong-kue.html' title='Kisah sepotong kue'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4954996008294746170</id><published>2009-06-12T22:53:00.000-07:00</published><updated>2009-06-12T22:55:24.590-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>RI’AYAH MA’NAWIYAH</title><content type='html'>Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (lagi) yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang shalih. Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif." dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (Q.S. An-Nahl: 120-123) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;       Ikhwan dan akhwat fillah,  Tugas apapun, situasi apapun, kondisi apapun yang kita hadapi, modalnya sebagai basis utama munthalaqat da’wah kita hanya tiga, yaitu adanya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Matanatul jamaah (kekokohan/kesolidan jamaah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hayawiyatul harakah (dinamika gerakan) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Intajiyatud da’wah (produktivitas dakwah), tidak lebih dari itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tiga kalimat ini, kalau kita buka-buka catatan kita, mungkin sudah tertulis belasan kali, bahkan mungkin ada yang sudah menulisnya puluhan kali. Tetapi karena kesibukan kita, tanggung jawab kita yang berat, himpitan dan tantangan internal dan eksternal yang berat, kadang-kadang ketika menghadapi situasi kondisi itu, kita lupa membuka untuk merujuknya dari segi siyasatud da’wah, dari segi idaratud da’wah dan dari segi fiqhud da’wah. &lt;br /&gt; Tapi sebagaimana kebutuhan orang-orang yang aktif yang juga diingatkan oleh Allah yang selalu memerlukan tadzkirah, fadzakkir fainnadzikra tanfa’ul mu’minin, maka kalimat saya di petang hari ini merupakan suatu dzikra, merupakan suatu tadzkirah, faman syaa-a dzakarah, yang mudah-mudahan bagi yang menghendakinya bisa mengingatnya sebagai bekalan langkah-langkah perjuangan sebelum melaksanakan 'am intikhabi atau ketika melaksanakan program-program intikhabi atau sesudah 'am intikhabi kita selenggarakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanatul Jama’ah &lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, untuk sebuah soliditas jamaah, kita memerlukan suatu kondisi, yang sering disebut dengan istiqrar, ketenangan atau kestabilan. Sudah barang tentu kondisi ini pertama-tama dituntut dari setiap aktivis dari jamaah ini, dari setiap kader, dari ikhwah atau akhwat yang mempunyai komitmen dengan gerakan dakwah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqrar Nafsi &lt;br /&gt;Pertama, setiap kader harus selalu memperhatikan istiqrarun nafsi, ketenangan dan stabilitas jiwanya. Jangan sampai akibat kesibukan yang demikian banyak, tantangan yang demikian berat, tuntutan akan pengorbanan yang melampaui batas-batas kemampuan membuat jiwa kita menjadi kacau, an-nufus al-murtabikah, yang kacau terguncang, yang akhirnya seperti yang sering disindir oleh Sayyid Quthub, sebagai an-nuful al-mahzumah, jiwa yang kalah lebih dulu sebelum terjun ke medan pertempuran. Oleh karena itu setiap kader, ikhwan dan akhwat harus memperhatikan, harus memberikan inayah yang cukup terhadap istiqrarun nafsi, ketenangan jiwanya. Ketenangan jiwa hanya bisa diraih melalui upaya: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengarahkan hati kita selalu berhubungan dengan Allah Taala. Bagaimana menjadikan hati kita menjadi hati yang al-muta’alliqah billah, hati yang senantiasa berhubungan dengan Allah. Hanya dengan itulah itmi’nanun nafsi, ketenangan jiwa bisa ditumbuhkan, bisa dipelihara dan bisa dikembangkan. Bahkan melalui fenomena khalqillah, dengan segala fenomenanya dan dengan segala interaktifnya, kita pun harus bisa menggali ibrah wal hikmah litathminil qulub, untuk membuat hati kita tenang. Fenomena universal dengan segala interaksinya, dengan segala gerak dan perilakunya selalu memberikan hikmah wal ibrah untuk memberikan tathminul qulub, penenangan hati. Karena langsung dengan demikian mengingat akan keagungan Allah, kebesaran Allah, kasih sayang Allah, rahmat Allah dan karunia Allah yang demikian banyak ala bidzikrillah tathmainnul qulub. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, kita sebagai duat dan da’iyat ilallah harus menjadi orang yang paling sanggup memelihara hatinya dalam kondisi al-qulub al-muthmainnah dari sanalah akan tumbuh tsiqah, watsiqun billah, watsiqun binashrillah, yakin betul kepada Allah, yakin betul akan adanya kemenangan yang dianugerahkan oleh Allah. Tanpa itu dengan tantangan dan tugas berat ini kita akan gelisah, oleh karena itu hati kita harus selalu dihubungkan dengan kekuatan Maha Besar, yaitu Allah Taala Maa indakum yanfadu wa maa indallaahi baaqin, apa-apa yang disediakan oleh Allah untuk para mujahidin, para duat ilallah la yanfad, baaqin laa yanfad. Qanaah inilah yang harus kita miliki. Tanpa qanaah kita akan ngeri melihat kekayaan yang dimiliki partai-partai besar dengan hasil rampokannya yang demikian banyak seolah-olah di mata kita akan berlomba dengan kekuatan seperti itu. Tetapi kalau kita yakin bahwa yang memerintahkan kita berlomba adalah Allah Taala dalam rangka al-khairat, fastabiqul khairat, kita insya Allah tidak akan ragu untuk start dan berjalan dengan manhaj Allah dan mencapai finish, mardhatillah. Allah akbar, Allah akbar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwan dan akhwat fillah, alhamdulillah, kita selama ini, jamaah selalu memahami kita, menjaga kita, memelihara kita, memberi inayah kepada kita agar hati kita terpelihara, jangan sampai menjadi nufus murtabikah, jangan menjadi jiwa yang guncang, jiwa yang kalut dalam menghadapi tantangan. Dan bahkan Allah Taala telah mengarahkan kepada kita bagaimana agar istiqrarun nafsi itu bisa dipelihara, maka kemudian Allah mewajibkan dan menyunahkan akan adanya sunnah berumah tangga dan berkeluarga. Karena berkeluarga adalah salah satu jenjang, salah satu sarana, salah satu wadah untuk memelihara nufus mustaqirrah. &lt;br /&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Q.S. Ar-Ruum: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqrar ‘Aili &lt;br /&gt; Oleh karena itu istiqrarun nafsi itu harus dilanjutkan dengan upaya mewujudkan yang kedua, yaitu: istiqrarun ‘aili, ketenangan dan kestabilan keluarga para dai dan daiyat. Saya menyadari, sesadar-sadarnya bahwa keluarga duat dan daiyah tidak seperti keluarga kebanyakan manusia. Dari mulai munthalaqnya, pangkal bertolaknya mereka berumah tangga, dimana rumah tangga itu dibangun dengan mahabbah fillah. Apa lagi sama-sama dibangun melalui kesatuan wihdatul aqidah, wihdatul fikrah dan wihdatul minhaj. Bahkan selalu seiring bergandengan tangan dalam perjalanan dakwah dengan segala pengorbanannya, maka ikatan mahabbah fillah yang didasari wihdatul aqidah, wihdatul fikrah dan wihdatul manhaj itu diikat pula oleh ikatan romantisme dakwah. Ikatan romantika dakwah yang mengikat rumah tangga kita. Allahu akbar walillahil hamd.&lt;br /&gt; Oleh karena itu bagi yang sudah berumah tangga untuk selalu memelihara istqrarun nafsi, kita pun harus betul-betul memelihara istiqrar ‘aili kita, stabilitas dan ketenangan rumah tangga kita. Rumah tangga dai adalah rumah tangga qa’idah da’wiyah, homebase bagi dakwah itu, dan komandan markasnya adalah istri. Sudah barang tentu para junudullah membutuhkan ri’ayah dari komandan agar kegairahan berdakwahnya tetap bergelora, agar semangat dakwahnya tetap menggebu, agar daya juangnya tetap berkobar. Oleh karena itu mu’asyarah bil ma’ruf, mu’asyarah zaujiyah bil ma’ruf adalah merupakan sendi-sendi yang harus diperhatikan dalam memelihara istiqrar ‘aili, kestabilan keluarga dai. Pelihara hubungan dengan istri, dengan suami, dengan anak dengan mertua dengan orang tua, dengan siapa pun yang terkait dengan keluarga kita, karena seluruhnya adalah merupakan ra’sul mal, modal utama bagi dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqrar Ijtima’i &lt;br /&gt; Ikhwan dan akhwat fillah, yang ketiga adalah istiqrar ijtima’i, stabilitas sosial kita dalam berkomunikasi dengan tetangga, dengan masyarakat lingkungan. Kita harus husnul jiran, baik jari dzil qurba, apakah tetangga yang memang kerabat atau jari dzil junub, atau tetangga yang jauh, apakah jauh lokasi rumahnya, mungkin terselang beberapa rumah, tapi masih bagian dari lingkungan kehidupan kita atau dekat tapi jauh dari nasabnya. Seluruhnya harus kita pelihara. Kalau kita bisa memelihara istiqrar ijtima’i, insya Allah lingkungan kita akan menjadi al-qaidah al-ijtima’iyah bagi dakwah kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ikhwan dan akhwat fillah, sudah barang tentu untuk mencapai istiqrar tanzhimi itu ada beberapa rukunnya, ada beberapa muqawwimatnya, ada beberapa sendinya bagi istiqrar tanzhimi, yaitu adanya ketawazunan, adanya keseimbangan. &lt;br /&gt;Pertama, at-tawazun fit tauzhif, (bersambung yaaa, bosan kan baca sepanjang inis…….)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4954996008294746170?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4954996008294746170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4954996008294746170' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4954996008294746170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4954996008294746170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/06/riayah-manawiyah.html' title='RI’AYAH MA’NAWIYAH'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3690951827244807070</id><published>2009-03-26T21:38:00.000-07:00</published><updated>2010-02-15T20:06:54.561-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Di mana Darmaga itu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/ScxZhJCf6KI/AAAAAAAAAIA/jCf8qn7LC4Q/s1600-h/S4023500.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/ScxZhJCf6KI/AAAAAAAAAIA/jCf8qn7LC4Q/s200/S4023500.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317723685914667170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan semua kenikmatan dan keindahan di alam semesta ini. Subhanallah Allah telah menciptakan alam raya dan kehidupan yang ada di dalamnya dibalut dengan beragam keindahan Setiap sudut yang terlihat adalah keserasian dan keseimbangan dari karya cipta dari Yang Mahaagung. Tidak ada detail yang tercecer dari keindahan yang Allah ciptakan. Inilah yang patut kita syukuri sebagai hamba yang beriman. &lt;br /&gt; Keindahan ini bisa juga dirasakan terhadap kedua insan yang saling mencintai karena Allah. Keindahan saling mencintai dalam bingkai Islam sungguh sangat begitu indah cinta itu terpancar. &lt;br /&gt; Ada seorang wanita menyukai keindahan yang ada dihatinya yaitu mencintai….ketika datang seorang laki-laki yang ingin mengisi cerita kehidupan mereka, tapi si wanita bingung apakah laki-laki ini layak untuk mengisi cerita dan keindahan di hatinya!? Dan wanita itu kemudian pergi mengembara mencari teman yang layak mengisi keindahan kehidupan di hatinya. Mungkin orang lain berpikir bahwa dia seorang wanita pemilih atau sok cantik dan bla bla bla…..tapi wanita ini tetap mengembara dan berlabuh dari satu darmaga ke darmaga lain. Wanita ini hanya ingin mencari teman hidup pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah keindahan untuk mencintai-Mu, apakah salah bila wanita ini hanya ingin menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu dan menjaga rindu padanya agar tidak lalai merindukan syurga-Mu. Wanita ini terus mengembara karena dia begitu merindukan seseorang yang merindui syahid di jalan-Mu tapi dia tetap menjaga kerinduan padanya agar tidak lalai merindukan syurga-Mu.&lt;br /&gt; Wanita ini ingin sekali perlabuh di suatu darmaga karena dia tahu pengembaraannya ada halangan dan hambatan. Akhirnya wanita ini menangis dalam kesendirian setiap sujud malam panjangnya, dia takut pengembaraan yang dia lakukan sia-sia sehingga hanya murka-Nya yang didapat. Wanita ini terus menangis dan menangis karena dia begitu takut murka dan ujian tidak bisa lagi dia bedakan, dia pun takut berhenti apakah cinta karenaNya atau hanya syahwat tidak bisa lagi dibedakan. &lt;br /&gt; Wanita ini terus mencari di mana kah darmaga hatinya kan berhenti. Dia selalu berdoa “Ya muhaimin, jika aku jatuh cinta, jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu. Ya Allah.....Rabbul izzati jikalau aku jatuh hati jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepada-Mu. Ya Allah, engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu. Penuhilah hati-hati ini dengan nur cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dadaku dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakkal di jalan-Mu..”&lt;br /&gt; Sebagian wanita berharap dapat menikah dengan laki-laki yang mereka cintai, tapi dia beda, dia berharap agar mencintai laki-laki yang dinikahinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                             Salam &lt;br /&gt;                                                                               dD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3690951827244807070?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3690951827244807070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3690951827244807070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3690951827244807070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3690951827244807070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/03/di-mana-darmaga-itu.html' title='Di mana Darmaga itu'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/ScxZhJCf6KI/AAAAAAAAAIA/jCf8qn7LC4Q/s72-c/S4023500.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4080585671969947385</id><published>2009-03-26T21:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T21:38:31.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Kisah'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/ScxX9cfHNgI/AAAAAAAAAH4/b7hV1pyO7Qc/s1600-h/Vista9.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 134px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/ScxX9cfHNgI/AAAAAAAAAH4/b7hV1pyO7Qc/s200/Vista9.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317721973148038658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                              &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                              Tangisan Isam bin Yusuf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikisahkan bahwa ada seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sembahyangnya. Namun demikian dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasanya kurang khusyuk.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Asam dan bertanya: "Wahai Aba Abdurrahman (Nama gelaran Hatim), bagaimanakah caranya tuan sembahyang?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Hatim: "Apabila masuk waktu sembahyang, aku berwuduk zahir dan batin." &lt;br /&gt;Bertanya Isam: "Bagaimana wuduk batin itu?"     &lt;br /&gt;Berkata Hatim: "Wuduk zahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wuduk dengan air. Sementara wuduk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara:     &lt;br /&gt;*  Bertaubat.     &lt;br /&gt;*  Menyesali akan dosa yang telah dilakukan.     &lt;br /&gt;*  Tidak tergila-gila dengan dunia.     &lt;br /&gt;*  Tidak mencari atau mengharapkan pujian dari manusia     &lt;br /&gt;*  Meninggalkan sifat bermegah-megahan.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*  Meninggalkan sifat khianat dan menipu.     &lt;br /&gt;*  Meninggalkan sifat dengki."     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seterusnya Hatim berkata: "Kemudian aku pergi ke Masjid, kukemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku. Dan kubayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian Shiratul Mustaqim' dan aku menganggap bahwa sembahyangku kali ini adalah sembahyang terakhir bagiku (kerana aku rasa akan mati selepas sembahyang ini), kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam sembahyang ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawaduk (merasa hina), aku bertasyahud (tahiyat) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersembahyang selama 30 tahun.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Isam mendengar menangislah ia sekuat-kuatnya kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4080585671969947385?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4080585671969947385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4080585671969947385' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4080585671969947385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4080585671969947385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/03/tangisan-isam-bin-yusuf-dikisahkan.html' title=''/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/ScxX9cfHNgI/AAAAAAAAAH4/b7hV1pyO7Qc/s72-c/Vista9.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-6745905573346542834</id><published>2009-02-08T22:27:00.001-08:00</published><updated>2010-02-15T20:12:21.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Intektual Cul-De-Sac</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oaQWkgO7I/AAAAAAAAAL4/uwZK2nUwd6g/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 99px; height: 139px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oaQWkgO7I/AAAAAAAAAL4/uwZK2nUwd6g/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438688368242211762" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Setelah kran-kran kebebasan dibuka, sebagai akibat kebebasan dibuka, sebagai akibat gerakan reformasi, ada suatu struktur berpikir aneh yang diidab oleh sebagian masyarakat Indonesia. Gejalanya setidaknya bisa kita lihat dalam beberapa bentuk ekspresi. Misalnya , ketika pertanggungjawaban Presiden B.J. Habibie ditolak oleh MPR, sontak orang Sulawesi Selatan marah. Habibie dihimbau agar pulang saja kekampung halamannya untuk memdirikan Negara sendiri “Indonesia Timur Raya”.setelah Megawati kalah bertanding melawan Gus Dur dalam perebutan kursi Presiden, warga PDI P dengan garang melakukan kerusuhan di beberapa daerah, seperti Solo, Bali dan Jakarta. Begitu juga saat Gus Dur dilengser di tengah jalan oleh lawan-lawan politiknya, muncul kelompok pembela Gus Dur atas yang menamakan “Pasukan Berani Mati” dan seterusnya.&lt;br /&gt;    Dalam beberapa ekspresi di atas terlihat bahwa tampak ada gejala keterputusan dalam jalinan bangunan struktur berpikir yang dipakai sebagian masyarakat kita. Model berpikir terkesan meloncat, rancu dan bahkan irrasional. Keracuanan berpikir tersebut dalam perkembangannya kemudian memproduksi konsebsi-konsebsi dan prilaku yang secara paradigmatic sangat instant dan secara prktis membahayakan bagi kehidupan demokrasi dan keadaban.&lt;br /&gt;    Seperti dapat kita lihat dalam beberapa contoh kasus diatas, tidak terdapat satu pun kualitas logis dan utuh secara filosofis mendasari beberapa peristiwa yang terjadi. Yang ada tak lebih dari sebuah emosi instant yan mengakumulasi, kemudian menjadi sebuah konsebsi dan mewujud dalam praktis yang tidak mempunyai basis rasio yang kukuh dan logis, bahkan cenderung dipelintir dan dipolitisi.terlihat dimasyarakat kita gagap dengan keterbukaan dan kebebasan yang tiba-tiba didapat, sehingga munsul kekacauan dan kerancuan berpikir dan bersikap yang berbuntut anarki.&lt;br /&gt;    Modus dari kerancuan berpikir resebut sangat beragam, yaitu mengunakan satu kasus untuk mendukung argument yang bersifat general. Misalnya, orang meyakini bahwa Orde Baru sebanarnya sangat mendukung umat Islam. Buktinya, banyak masjid Amal Bhakti Muslim Pancasila yang dibangun oleh Presiden Soeharto. Padahal, kita bisa mengajukan contoh yang bertolak belakang yang justru lebih banyak. Ada sebagian masyarakat kita yang menggunakan otoritas sebagai argument, meskipun otoritas itu sebenarnya tidak relevan dengan objek masalah. Ada yang mengkonstruksi konsebsi yang didasarkan pada logika kepentingan (ras, suku, golongan dan agama). Buntutnya, sikap tentang kebenaran, keadilan dan demokrasi ditentukan oleh logika ”kepentingan” yang primordialistik. &lt;br /&gt;    Beberapa bentuk kerancuan berpikir diatas, sebenarnya merupakan penyakit yang sudah sangat lama mewabah dalam masyakat kita. Virusnya secara politis dengan halus telat tersemai sejak rezim Orba. Penyakit kekacauan berpikir itu harus segara ditangani secara serius  dengan cara membangun kerangka berpikir yang logis dan filosofis dalam bentuk prilaku. Ini tentu signifikan untuk membuat arah yang benar dalam membangun kehidupan yang adil dan demikratis sesuai cita-cita remormasi. &lt;br /&gt;Semua teriak ”Hidup reformasi”, tanpa tahu makna reformasi. Banyak masyarakat bukan hanya politikus kita, yang tidak mampu membedakan antara demokrasi dan anarki, antara kritik dan pelecehan, antara kebebasan dan kebablasan, antara hak dan kewajiban, antara amanat dan nikmat, antara argumentasi dan agitasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-6745905573346542834?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/6745905573346542834/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=6745905573346542834' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6745905573346542834'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/6745905573346542834'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/02/intektual-cul-de-sac_08.html' title='Intektual Cul-De-Sac'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oaQWkgO7I/AAAAAAAAAL4/uwZK2nUwd6g/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-7176241295588732143</id><published>2009-02-05T07:15:00.001-08:00</published><updated>2010-02-15T20:14:32.042-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='goresan tangan'/><title type='text'>Susahnya Menjadi Wanita Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oboLmgReI/AAAAAAAAAMA/NrrSB07ZTKQ/s1600-h/emmmmm.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 227px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oboLmgReI/AAAAAAAAAMA/NrrSB07ZTKQ/s320/emmmmm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438689877126301154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum hawa bilang susah jadi WANITA ISLAM,mungkin memang karena kewajiban dan peraturan??&lt;br /&gt;1. Wanita auratnya susah dijaga dibandingkan laki-laki.&lt;br /&gt;2. Wanita perlu meminta izin hendak keluar rumah,tetapi tidak sebaliknya&lt;br /&gt;3. Wanita sangsinya kurang dibandingkan laki-laki.&lt;br /&gt;4. Wanita menerima pusaka kurang dari laki-laki&lt;br /&gt;5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak&lt;br /&gt;6. Wanita wajib taat kepada suaminya,tetapi suami tidak perlu taat terhadap istri&lt;br /&gt;7. Talak terletak ditangan suami bukan istri&lt;br /&gt;8. Wanita kurang dalam beribadah karena terhalang haid dan nifas &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Bisa jadi karena berbagai peraturan dan kewajiban seperti diatas,fenomena wanita mempromosikan MEMERDEKAN WANITA ISLAM, pernahkah kita lihat kenyataannya??? Benda yana mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang paling aman dan terbaik, sudah pasti intan permata tidak kan berserak bukan??!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Itulah bandinnya dengan seorang yang perlu taat kepada suaminya, tetapi laki-laki wajib kepada ibunya 3x lebih utama dari bapaknya,bukan kah ibu seorang wanita?!&lt;br /&gt;2. Wanita menerima pusaka setengah dari laki-laki,tetapi hartanya jadi milik pribadi dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya.tetapi laki-laki menerima pusaka digunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya&lt;br /&gt;3. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi setiap saat dia didoakan oleh malaikat dan seluruh makhluk Allah dimuka bumi ini dan dijanjikan Allah bahwa meninggalnya wanita Islam karena melahirkan adalah syahid,sementara suami kan diminta dipertanggungjawaban terhadap 4 wanita yaitu istrinya,ibunya,saudara perempuannya dan anak perempuannya.&lt;br /&gt;4. Janji Allah pasti bahwa seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu syurga yang disukainya,cukup dengan 4 syarat yaitu shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, taat kepada suaminya,menjaga kehormatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DENGARLAH WAHAI WANITA ISLAM BETAPA SAYANGNYA ALLAH  KEPADA MU...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-7176241295588732143?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/7176241295588732143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=7176241295588732143' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7176241295588732143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/7176241295588732143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/02/susahnya-menjadi-wanita-islam.html' title='Susahnya Menjadi Wanita Islam'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oboLmgReI/AAAAAAAAAMA/NrrSB07ZTKQ/s72-c/emmmmm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-9120056635468865747</id><published>2009-01-13T04:40:00.000-08:00</published><updated>2010-02-15T20:20:00.478-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Kenapa wanita menangis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oc6rS4L0I/AAAAAAAAAMQ/fRPXkHz4O1Y/s1600-h/sedih.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oc6rS4L0I/AAAAAAAAAMQ/fRPXkHz4O1Y/s200/sedih.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438691294383189826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari seorang anak melihat ibunya menangis,kemudian anak tersebut bertanya kepada ibu,"kenapa ibu menangis?",ibu berkata"karena ibu wanita". Jawaban itu tidak dimengerti oleh sang anak,kemudian anak bertanya kepada ayahnya."ayah kenapa ibu menangis?",sang ayah menjawab "karena ibu wanita". Sang anak tak mengerti juga kenapa ayahnya menjawab seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita makhluk unik yang Allah ciptakan,begitu halus perasaannya. Baik kali ini saya kan membahas kenapa wanita menangis, mungkin para wanita sendiri juga tidak mengerti dan tidak bisa mengungkapkannya. Baik untuk para laki-laki dan wanita pembahasan ini kan sangat membantu kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa wanita menangis...? Alasannya karena:&lt;br /&gt;Saat Allah ciptakan wanita Allah membuatnya sangat utama.  Allah ciptakan bahunya agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya. Walaupun bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Allah berikan kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari rahimnya. Walau sering kali kerap kali menerima cerca dari para anak-anak mereka. Allah berikan perkasaan yang akan membuatnya bertahan pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa. Pada wanita Allah berikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, sakit, lelah tanpa berkeluh kesah. Allah berikan kepada wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anak-anaknya dalam kondisi apapun dan dalam situasi apapun, walau tidak jarang anak-anak mereka melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberi kehangatan para bayi-bayi yang terkantung menahan lelap, sentuhan inilah yang akan memberi kenyamanan disaat dekap lembut olehnya. Allah berikan kepada wanita untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya sebab bukankah tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tidak terkoyak. Allah berikan kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberi peringatan dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai istrinya, walaupun sering kali kebijaksanaan itu kan menguji setiap kesetiaan yang diberikan oleh suaminya agar tetap berdiri sejajar saling melengkapi dan saling menyayangi dan akhirnya Allah berikan wanita air mata,agar dapat mencurahkan perasaanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang khusus Allah berikan kepada wanita agar dapat menggunakan kapanpun ia inginkan, hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan, maka dekatkanlah dirimu kepada ibu bila beliau masih hidup, karena dikakinyalah kalian kan menemukan syurga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-9120056635468865747?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/9120056635468865747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=9120056635468865747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/9120056635468865747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/9120056635468865747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/01/kenapa-wanita-menangis.html' title='Kenapa wanita menangis'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oc6rS4L0I/AAAAAAAAAMQ/fRPXkHz4O1Y/s72-c/sedih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8500892135003736847</id><published>2009-01-12T03:38:00.001-08:00</published><updated>2010-02-15T20:21:29.493-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Munajat di malam hari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3odRNzPvOI/AAAAAAAAAMY/HndiVvc3NAs/s1600-h/luruskan.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 140px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3odRNzPvOI/AAAAAAAAAMY/HndiVvc3NAs/s200/luruskan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438691681602878690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Malam ini adalah malam ksekian&lt;br /&gt;Dalam untaian hari-hari merajut asa&lt;br /&gt;Ku hadapkan wajah penuh debu dalam hadiratMu&lt;br /&gt;Ku coba menggapai nostalgia manis yang pernah teruntai bersama&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ya Rabbi...&lt;br /&gt;Telah sedemikian tebal sekat antara kita&lt;br /&gt;Telah begitu kokohkah dinding pemisah antara kita&lt;br /&gt;Hingga tak dapat lagi ku rasakan hangatnya nur-Mu&lt;br /&gt;Hingga tak ku tahu lagi sejuknya siraman kasih-Mu&lt;br /&gt;Hingga tak pernah lagi rindu berkhalwat denganMu&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rabbi..&lt;br /&gt;Tak tahu apa yang harus ku sampaikan padaMu&lt;br /&gt;Ketika ku sadari masih ada bilik kecil di hati ini&lt;br /&gt;Kau buatkan khusus untukku&lt;br /&gt;Merenung,menatap jalan panjang ke depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi..&lt;br /&gt;Bantu aku menghiasi bilik ini&lt;br /&gt;Agar dapat menerangi pori-pori kehidupan ku&lt;br /&gt;Izinkan aku bernafas dalam buaianMu&lt;br /&gt;Hingga ringan langkahku dalam ketaatan padaMu&lt;br /&gt;Tak ada yang terindah, selain Engkau dalam jiwaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbi..&lt;br /&gt;Izinkan darahku mengalir dalam dzikir padaMu&lt;br /&gt;Sungguh Rabbi....&lt;br /&gt;Aku Rindu!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8500892135003736847?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8500892135003736847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8500892135003736847' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8500892135003736847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8500892135003736847'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2009/01/munajat-di-malam-hari.html' title='Munajat di malam hari'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3odRNzPvOI/AAAAAAAAAMY/HndiVvc3NAs/s72-c/luruskan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-4126322571796758255</id><published>2008-12-27T10:08:00.001-08:00</published><updated>2010-02-15T20:22:36.659-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DearyQu'/><title type='text'>Pelangi Dunia Ku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3odhckXN2I/AAAAAAAAAMg/TdCB3BL9KVc/s1600-h/indah.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 248px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3odhckXN2I/AAAAAAAAAMg/TdCB3BL9KVc/s320/indah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438691960444893026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala kau memandangku &lt;br /&gt;Yang kau dapat liat hnyakah&lt;br /&gt; jilbab yg menutupi mahkotaku  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah ini pembebasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriku bukanlah untuk djual&lt;br /&gt;Aku tdk bisa dbeli&lt;br /&gt;Atau dpromosikan krn pesonaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yg mengajarkn 'kbebasan' modern ini&lt;br /&gt;Dimana laki-laki dpt mcintai dan menelantarkan wanita&lt;br /&gt;Itu bukan kbebasan mlainkan sbuah kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah wanita 'hijab' &lt;br /&gt;Maka kau mdapatkan hidupmu&lt;br /&gt;Hidupku lebih tentram&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Aku tertutupi dan dhormati&lt;br /&gt;Sungguh itulah yang ku harapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tdk mau hidup mnurut kriteria laki-laki&lt;br /&gt;Aku menari mnurut nadaku sdiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-4126322571796758255?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/4126322571796758255/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=4126322571796758255' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4126322571796758255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/4126322571796758255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/12/pelangi-dunia-ku.html' title='Pelangi Dunia Ku'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3odhckXN2I/AAAAAAAAAMg/TdCB3BL9KVc/s72-c/indah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5842427693450179222</id><published>2008-12-27T09:43:00.001-08:00</published><updated>2010-02-15T20:29:46.308-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oe6o-y6FI/AAAAAAAAAMo/vUtAyIyutjg/s1600-h/uki.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 243px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oe6o-y6FI/AAAAAAAAAMo/vUtAyIyutjg/s320/uki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438693492785342546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah seseorang bcerita kpdmu,&lt;br /&gt;Betapa bharganya dirimu?&lt;br /&gt;Cahaya yg kau pancarkan,&lt;br /&gt;Kuat skali,bahkan menyinari sbuah bintang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah seseorang bcerita kpdmu,&lt;br /&gt;Betapa dirimu mbuat org lain mrasa penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah seseorang bcerita kpdmu,&lt;br /&gt;Kerap kala mereka sedih,&lt;br /&gt;Pesanmu mbuat mereka tsenyum sdikit&lt;br /&gt;Ssungguhnya itu mbuat mereka bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ssungguhnya waktu yg kau lewatkn mnyampaikan fakta-fakta&lt;br /&gt;Dan bbagi apa saja yang kau temukan&lt;br /&gt;Tiada kata untuk bterimakasih kpdmu&lt;br /&gt; Pernahkah seseorang bcerita kpdmu?&lt;br /&gt;Sungguh betapa besar mereka mngasihimu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5842427693450179222?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5842427693450179222/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5842427693450179222' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5842427693450179222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5842427693450179222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/12/pernahkah-seseorang-bcerita-kpdmu.html' title=''/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oe6o-y6FI/AAAAAAAAAMo/vUtAyIyutjg/s72-c/uki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-2197632431867863786</id><published>2008-10-27T21:31:00.002-07:00</published><updated>2008-10-27T21:49:51.928-07:00</updated><title type='text'>LUCU ya</title><content type='html'>Bangsa Indonesia bangsa ku, tp kenapa bangsa ini menjadi bangsa yang murat-marit . lucu....ya..lucu dan sungguh lucu melihat tingkah laku bangsa ini. Masalah RUU pornografi semua ribut baik yang pro dan kontra, yang kontra menganggap RUU ini melanggar HAM krn budaya bangsa indonesia dlm segi bpakaian ada yang terbuka seperti saudara kita di Irian Jaya, sungguh lucu bangsa ini ketika ada yang menikah anak gadis di umur 12 tahun itupun diributkan padahal klw dibawa mslh HAM bahwa itu sah2 aja.Jadi bangsa ini sebenarnya lagi bermasalah yaitu yang paling penting adalah MORAL. Jadi mau bangsa ini apa diatur gak mau tapi mau ngatur bangsa ini ya..yang ada seperti sekarang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-2197632431867863786?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/2197632431867863786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=2197632431867863786' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2197632431867863786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/2197632431867863786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/10/lucu-ya.html' title='LUCU ya'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-1556581600845598792</id><published>2008-10-27T21:28:00.000-07:00</published><updated>2010-02-15T20:34:26.555-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah-Kisah'/><title type='text'>Wnita tangguh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3ogRz_Q_YI/AAAAAAAAAM4/upyzygMpG4o/s1600-h/polisi+muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 184px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3ogRz_Q_YI/AAAAAAAAAM4/upyzygMpG4o/s200/polisi+muslimah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438694990388723074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika pulang dari perjalanan dari Syam (&lt;st1:country-region&gt;&lt;st1:place&gt;Syria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;), Malik menjumpai Ummu Sulaim binti Milhan isterinya telah masuk Islam. Tentu saja dia marah. "Apakah kau sudah berpindah agama?" tanya Malik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Tidak, aku tidak berpindah agama. Tetapi aku percaya dengan anak laki-laki ini" jawab isterinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Yang dimaksud anak laki-laki itu adalah Anas bin Malik Al Anshary, yang lahir di Madinah pada tahun ke-10 sebelum Hijriyah.Mendengar isterinya mengajarkan syahadat kepada anak lelakinya, Malik yang kafir itu semakin emosi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan muka merah padam dia membentak isterinya."Jangan kau rusak anakku ini!""Aku tidak merusaknya" jawab isterinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selang beberapa hari, Malik pergi lagi ke Syam. Di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dia dihadang musuh-musuhnya hingga akhirnya tewas terbunuh. Sejak itu Ummu Sulaim berikrar, "Aku tidak akan menceraikan Anas dari menyusui hingga ia meninggalkannya sendiri. Dan aku tidak akan kawin lagi sebelum dia dapat duduk dan dapat menyuruh aku." katanya.Menanggapi tekad ibunya, Anas selalu berdoa kepada Allah agar berkenan membalas jasa dan amal ibunya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sebagai seorang janda, Ummu Sulaim cukup teguh pada pendiriannya. Ketika seorang lelaki, Abu Talkhah datang meminangnya, dia menolaknya. Tekadnya, dia harus berhasil menaklukkan calon suaminya dari musyrik menjadi muslim."Abu Talkhah, Allah mengetahui bahwa aku sungguh cinta kepadamu, namun sayang sekali kau masih kafir, sedang aku ini muslimah. Jika kamu mau memeluk Islam, aku tidak keberatan menerima lamaranmu. Aku tidak akan menuntut emas kawin kecuali keislamanmu itu, tiada yang lain." Katanya.Dengan perasaan malu dan kecewa, Abu &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Talkhah meninggalkan Ummu Sulaim karena keberatan masuk Islam. Tetapi karena dia sudah terlanjur cinta, pada kesempatan lain dia datang kembali, namun Ummu Sulaim tetap pantang menyerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;"Abu Talkhah, apakah anda tidak malu menyembah kayu?" katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mendengar ucapan itu, Abu Talkhah menjadi sadar dan insaf serta berikrar memeluk Islam seraya mengikrarkan syahadatain. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mendengar ucapan itu, Ummu Sulaim segera memanggil Anas anaknya. "Wahai Anas, kawinkan Abu Talkhah ini"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Demikianlah, berkat kebijaksanaan Ummu Sulaim, Abu Talkhah memeluk Islam. Bahkan akhirnya di kenal sebagai pembantu dan pendukung Rasulullah yang gagah berani dalam jihad fi sabilillah serta ikut menghadiri bai'at Aqabah.Ummu Sulaim sendiri dikenal sebagai wanita yang ikut terjun langsung dalam berbagai pertempuran bersama Rasulullah. Dialah yang memberi pertolongan kepada para prajurit muslim dengan memberi makanan dan minuman, serta merawat mereka yang terluka. Bahkan bersama Abu Talkhah suaminya, ibu ini pernah bertempur langsung merebut senjata musuh untuk membentengi Rasulullah.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-1556581600845598792?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/1556581600845598792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=1556581600845598792' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1556581600845598792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/1556581600845598792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/10/wnita-tangguh.html' title='Wnita tangguh'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3ogRz_Q_YI/AAAAAAAAAM4/upyzygMpG4o/s72-c/polisi+muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-8279271932338159098</id><published>2008-10-27T20:53:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T21:08:07.719-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Jangan Pernah Takut</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/SQaOEc1lD7I/AAAAAAAAAFU/N4eRMGDJXbg/s1600-h/2821444310_ee9a7cdd05_o.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 146px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/SQaOEc1lD7I/AAAAAAAAAFU/N4eRMGDJXbg/s200/2821444310_ee9a7cdd05_o.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262049421740543922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="domon" style="text-align: justify;"&gt;Mendengar kata cantik, mungkin benak kita langsung membayangkan sosok&lt;br /&gt;tinggi- langsing, berkulit halus-lembut, dan memiliki wajah seindah&lt;br /&gt;purnama. Persis seperti model iklan kosmetika di televisi. Berjuta-&lt;br /&gt;juta perempuan dengan wajah pas-pasan iri dan tergoda mencoba&lt;br /&gt;kosmetika tersebut. &lt;span style="" lang="SV"&gt;Apalagi narasi iklan sering menggambarkan begitu&lt;br /&gt;banyaknya laki-laki tampan tertarik padanya. Secara tak langsung&lt;br /&gt;iklan tersebut berkampanye; seperti inilah perempuan idaman laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kebanyakan orang menilai cantik tidaknya perempuan hanya dari fisik&lt;br /&gt;semata. Dan beruntunglah mereka yang dianugerahi rupa seindah&lt;br /&gt;mutiara. Tapi, bagaimana dengan mereka yang punya jasmani pas-pasan?&lt;br /&gt;Betapapun mereka sudah menggunakan kosmetik mahal, sulit menandingi&lt;br /&gt;perempuan yang sejak lahir sudah cantik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ada&lt;br /&gt;cara yang mudah dan murah untuk membuat perempuan cantik, meskipun&lt;br /&gt;secara fisik mereka kurang menarik. Yang pertama kali harus dilakukan&lt;br /&gt;adalah mendefinisikan kembali makna cantik tersebut. Cantik bukan&lt;br /&gt;masalah fisik semata. &lt;span style="color: rgb(255, 153, 102);"&gt;K&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ecantikan sejati juga bisa diraih dengan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;memaknakan kecantikan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;1. Kecantikan perempuan ada dalam iman taqwanya yang menyejukkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;mata kaum laki-laki.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Seorang perempuan yang menghias jasmaninya dengan iman da taqwa akan&lt;br /&gt;memancarkan cahaya surga. Dengan kepatuhannya menjalankan ibadah, ia&lt;br /&gt;akan memesona. Yang kuasa akan memberikannya kecantikan abadi, magnet&lt;br /&gt;alami. Tak perlu kosmetik, parfum atau penampilan berlebih, laki-laki&lt;br /&gt;akan tertarik padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;2. Kecantikan perempuan ada pada kehangatan sikapnya yang mampu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;menggetarkan sensifitas dan kecintaan pria&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara umum laki-laki memang responsif terhadap perempuan yang bagus&lt;br /&gt;fisiknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Tapi ketertarikan itu tak kekal, bisa membuat laki-laki&lt;br /&gt;bosan. Kehangatan kasih sayang dan cinta kasih yang tuluslah yang&lt;br /&gt;akan membuat sang pria nyaman berada di sisinya. Tak bisa&lt;br /&gt;melupakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;3.&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt; Kecantikan Perempuan ada pada kelembutan sikapnya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Kelembutan bukan berarti lembek dan manja. Kelembutan seperti roti.&lt;br /&gt;Meskipun sedikit, tapi mengenyangkan. Dari toko roti manapun roti&lt;br /&gt;berasal, ia tetap lembut. Jadi perempuan dari suku manapun bisa tetap&lt;br /&gt;lembut, pada pasangannya, pada anak-anaknya. Asalkan ia mau berusaha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;4. Kecantikan perempuan berada dalam pandangannya yang teduh dan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;suaranya yang hangat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Walau mata tak seindah bintang kejora, setiap perempuan bisa memiliki&lt;br /&gt;mata embun. Teduh. Sejuk. Tak gampang emosi. Menyikapi tingkah laku&lt;br /&gt;sekitarnya secara bijak. Ia selau berprasangka baik. Perkatannya&lt;br /&gt;bukan pisau yang menikam. Perkataannya adalah bara yang menyalakan&lt;br /&gt;semangat di dada. Tak ada kata sia-sia yang terucap dari bibirnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;5. Kecantikan perempuan berada dalam senyumannya yang menambah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;kecantikannya dan membuat gembira hati orang yang melihatnya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Senyum adalah sedekah. Murah senyum tanpa bermaksud menggoda apalagi&lt;br /&gt;berlebihan bisa membuat wajah indah. Meskipun berwajah rupawan, tapi&lt;br /&gt;jika malas tersenyum, hanya aura negatif yang akan ditangkap oleh&lt;br /&gt;orang-orang di sekitarnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;6. Kecantikan perempuan berada pada intelektualitasnya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Ukuran intelektual bukan pada gelar sarjananya atau di mana ia pernah&lt;br /&gt;menuntut. Banyak ilmu-ilmu yang bisa dipungut dari sekitar, yang&lt;br /&gt;membuat si perempuan mejadi cerdas. Kehidupan adalah sekolah yang tak&lt;br /&gt;pernah tamat sebelum ajal menjelang. Tak ada sekolah untuk menjadi&lt;br /&gt;istri yang baik. Tak ada universitas yang melahirkan ibu yang baik.&lt;br /&gt;Ruang dan waktulah yang akan menempa perempuan mejadi istri dan ibu&lt;br /&gt;yang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;7. Kecantikan perempuan berada pada seberapa jauh pengetahuannya akan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;tanggung jawabnya terhadap keluarga, rumah, anak-anak , masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;dan umat manusia&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perempuan adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Seberapa jauh&lt;br /&gt;pengetahuan seorang perempuan akan terlihat dari tingkah laku&lt;br /&gt;keluarganya. Ia selalu berusaha menjadi orang yang bermanfaat bagi&lt;br /&gt;sekitarnya. Mengambil peran penting dalam rangka memperbaiki&lt;br /&gt;lingkungan. Lihatlah laki-laki sukses di jagat raya. Dibalik&lt;br /&gt;kesuksesannya, pasti ada perempuan tangguh di menemani. Menjadi&lt;br /&gt;pendukung nomor satu, tempat kembali saat sang pahlawan lelah&lt;br /&gt;berjuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;8. Kecantikan perempuan berada pada kemampuan dan keinginannya untuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 204, 0);"&gt;memberi.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Orang bisa miskin harta, tapi ia bisa kaya hati. Selalu memberi,&lt;br /&gt;tanpa mengharap imbalan yang berarti. Ia senang ketika orang lain&lt;br /&gt;senang. Ia sedih ketika orang lain sedih. Kemurahan hatinya membuat&lt;br /&gt;wajahnya bersinar. Membuat ia selalu dirindukan, meskipun sosoknya&lt;br /&gt;biasa-biasa saja.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Mungkin masih banyak kecantikan lain yang tercecer. &lt;span style="" lang="FI"&gt;Tapi dengan&lt;br /&gt;kecantikan-kecantik an ini, perempuan manapun bisa tampil memikat.&lt;br /&gt;Mudah caranya, murah biayanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;Satu hal yang paling penting, kecantikan-kecantik an ini sifatnya&lt;br /&gt;abadi. Akan dikenang meskipun si perempuan telah tiada. Tidak seperti&lt;br /&gt;kecantikan lahiriah yang sementara. Setelah tua, ketika senja&lt;br /&gt;menyapa, ia tak menarik lagi. Manakah yang akan Anda pilih?&lt;br /&gt;Kecantikan sementara atau kecantikan abadi? &lt;/span&gt;(by: Koko Nata)&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumber: “Ya Ma’syaru Ar-Rijaal, Rifqan bin An-nisaa&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-8279271932338159098?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/8279271932338159098/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=8279271932338159098' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8279271932338159098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/8279271932338159098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/10/jangan-pernah-takut.html' title='Jangan Pernah Takut'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/SQaOEc1lD7I/AAAAAAAAAFU/N4eRMGDJXbg/s72-c/2821444310_ee9a7cdd05_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-681568915469327244</id><published>2008-08-14T22:02:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T00:34:00.417-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>HAK ISTRI TERHADAP SUAMI</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="font-family: courier new;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oiN2A9QtI/AAAAAAAAANA/nRfmqY54jWA/s1600-h/keluarga.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oiN2A9QtI/AAAAAAAAANA/nRfmqY54jWA/s320/keluarga.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438697121236468434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:courier new;" align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-weight: bold;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekarang saya mengambil topic ini karena begitu banyaknya permasalahan keluarga dimana ini salah satunya,terkadang masalah ini dianggap remeh, dalam kenyataannya ini jadi awal dari perceraian. Padahal hati wanita mudah tersentuh, tapi apakah kaum adam atau suami-suami sudah menggapainya??? &lt;o:p style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Syari'at mewajibkan kepada suami untuk memenuhi kebutuhan isterinya yang berupa kebutuhan material seperti nafkah, pakaian, tempat tinggal, pengobatan dan sebagainya, sesuai dengan kondisi masing- masing, atau seperti yang dikatakan oleh Al Qur'an "bil ma'ruf" (menurut cara yang ma'ruf/patut) Namun, Syari'at tidak pernah melupakan akan kebutuhan-kebutuhan spiritual yang manusia tidaklah bernama manusia kecuali dengan adanya kebutuhan-kebutuhan tersebut, sebagaimana kata seorang pujangga kuno: "Maka karena jiwamu itulah engkau sebagai manusia, bukan cuma dengan badanmu." Bahkan Al Qur'an menyebut perkawinan ini sebagai salah satu ayat diantara ayat-ayat Allah di alam semesta dan salah satu nikmat yang diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Firman-Nya:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Ar Rum: 21) Ayat ini menjadikan sasaran atau tujuan hidup bersuami isteri ialah ketenteraman hati, cinta, dan kasih sayang antara keduanya, yang semua ini merupakan aspek kejiwaan, bukan material. Tidak ada artinya kehidupan bersuami isteri yang sunyi dari aspek-aspek maknawi ini, sehingga badan berdekatan tetapi ruh berjauhan. Dalam hal ini banyak suami yang keliru - padahal diri mereka sebenarnya baik - ketika mereka mengira bahwa kewajiban mereka terhadap isteri mereka ialah memberi nafkah, pakaian, dan tempat tinggal, tidak ada yang lain lagi. Dia melupakan bahwa wanita (isteri) itu bukan hanya membutuhkan makan, minum, pakaian, dan lain-lain kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;perkataan yang baik, wajah yang ceria, senyum yang manis, sentuhan yang lembut, ciuman yang mesra, pergaulan yang penuh kasih sayang, dan belaian yang lembut yang menyenangkan hati &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dan menghilangkan kegundahan. Imam Ghazali mengemukakan sejumlah hak suami isteri dan adab pergaulan diantara mereka yang kehidupan berkeluarga tidak akan dapat harmonis tanpa &lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;semua itu. Diantara adab-adab yang dituntunkan oleh Al-Qur'an dan Sunnah itu ialah berakhlak yang baik terhadapnya dan sabar dalam menghadapi godaannya. Allah berfirman: "... Dan gaulilah mereka (isteri-isterimu) dengan cara yang ma'ruf (patut) ..., An Nisa': 19) "... &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"  style="font-size:130%;"&gt;Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat." &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;(An Nisa': 21 ) "... Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak,karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahayamu ...." (An Nisa: 36) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Ada yang menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan "teman sejawat" dalam ayat di atas ialah isteri. Imam Ghazali berkata, "Ketahuilah bahwa berakhlak baik kepada mereka (isteri) bukan cuma tidak menyakiti mereka, tetapi juga sabar menerima keluhan mereka, dan penyantun ketika me eka sedang emosi serta marah, sebagaimana diteladankan Rasulullah saw. Isteri-isteri beliau itu sering meminta beliau untuk mengulang-ulangi perkataan, bahkan pernah ada pula salah seorang dari mereka menghindari beliau sehari semalam. Beliau pernah berkata kepada Aisyah, "Sungguh, aku tahu kalau engkau marah dan kalau engkau rela." Aisyah bertanya, "Bagaimana engkau tahu?" Beliau menjawab, "Kalau engkau rela, engkau berkata, 'Tidak, demi Tuhan Muhammad,' dan bila engkau marah, engkau berkata, 'Tidak, demi Tuhan Ibrahim.' Aisyah menjawab, "Betul, (kalau aku marah) aku hanya menghindari menyebutnamamu." Dari adab yang dikemukakan Imam Ghazali itu dapat ditambahkan bahwa disamping bersabar menerima atau menghadapi kesulitan isteri, juga bercumbu, bergurau, dan bermain-main dengan mereka, karena yang demikianitu dapat menyenangkan hati wanita. Rasulullah saw. biasa bergurau dengan isteri-isteri beliau dan menyesuaikan diri dengan pikiran mereka dalam bertindak dan berakhlak, sehingga diriwayatkan bahwa beliau pernah melakukan perlombaan lari cepat dengan Aisyah. Umar r.a. - yang dikenal berwatak keras itu – pernah berkata, "Seyogyanya sikap suami terhadap isterinya seperti anak kecil, tetapi apabila mencari apa yang ada disisinya (keadaan yang sebenarnya) maka dia adalah seorang laki-laki." Dalam menafsirkan hadits: "Sesungguhnya Allah membenci alja'zhari al-jawwazh," dikatakan bahwa yang dimaksud ialah orang yang bersikap keras terhadap isteri (keluarganya) dan sombong pada dirinya. Dan ini merupakan salah satu makna firman Allah: 'utul. Ada yang mengatakan bahwa lafal 'utul berarti orang yang kasar mulutnya dan keras hatinya terhadap keluarganya. Keteladanan tertinggi bagi semua itu ialah Rasulullah saw. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Meski bagaimanapun besarnya perhatian dan banyaknya kesibukan beliau dalam mengembangkan dakwah dan menegakkan agama, memelihara jama'ah, menegakkan tiang daulah dari dalam dan memeliharanya dari serangan musuh yang senantiasa mengintainya dari luar, beliau tetap sangat memperhatikan para isterinya. Beliau adalah manusia yang senantiasa sibuk berhubungan dengan Tuhannya seperti berpuasa, shalat, membaca Al-Qur'an, dan berzikir, sehingga kedua kaki beliau bengkak karena lamanya berdiri ketika melakukan shalat lail, dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya. Namun, sesibuk apa pun beliau tidak pernah melupakan hak-hak isteri-isteri beliau yang harus beliau penuhi. Jadi, aspek-aspek Rabbani tidaklah melupakan beliau terhadap aspek insani dalam melayani mereka dengan memberikan makanan ruhani dan perasaan mereka yang tidak dapat terpenuhi dengan makanan yang mengenyangkan perut dan pakaian penutup tubuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dalam menjelaskan sikap Rasulullah dan petunjuk beliau dalam mempergauli isteri, Imam Ibnu Qayyim berkata: "Sikap Rasulullah saw. terhadap isteri-isterinya ialah bergaul dan berakhlak baik kepada mereka. Beliau pernah menyuruh gadis-gadis Anshar menemani Aisyah bermain.Apabila isterinya (Aisyah) menginginkan sesuatu yang tidak terlarang menurut agama, beliau menurutinya. Bila Aisyah minum dari suatu bejana, maka beliau ambil bejana itu dan beliau minum daripadanya pula dan beliau letakkan mulut beliau di tempat mulut Aisyah tadi (bergantian minum pada satu bejana/tempat), dan beliau juga biasa makan kikil bergantian dengan Aisyah." Beliau biasa bersandar di pangkuan Aisyah, beliau membaca Al Qur'an sedang kepala beliau berada di pangkuannya. Bahkan pernah ketika Aisyah sedang haidh, beliau menyuruhnya memakai sarung, lalu beliau memeluknya. Bahkan, pernah juga menciumnya, padahal beliau sedang berpuasa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: courier new;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:130%;"&gt;Diantara kelemahlembutan dan akhlak baik beliau lagi ialah beliau memperkenankannya untuk bermain dan mempertunjukkan kepadanya permainan orang-orang Habsyi ketika mereka sedang bermain di masjid, dia (Aisyah) menyandarkan kepalanya ke pundak beliau untuk melihat permainan orang-orang Habsyi itu. Beliau juga pernah berlomba lari dengan Aisyah dua kali, dan keluar dari rumah bersama-sama. Sabda Nabi saw: "Sebaik-baik kamu ialah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap keluargaku." &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apabila selesai melaksanakan shalat ashar, Nabi senantiasa mengelilingi (mengunjungi) isteri-isterinya dan beliau tanyakan keadaan mereka, dan bila malam tiba beliau pergi ke rumah isteri beliau yang pada waktu itu tiba giliran beliau untuk bermalam. Aisyah berkata, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;"Rasulullah saw. tidak melebihkan sebagian kami terhadap sebagian yang lain dalam pembagian giliran. Dan setiap hari beliau mengunjungi kami semuanya, yaitu mendekati tiap-tiap isteri beliau tanpa menyentuhnya, hingga sampai kepada isteri yang menjadi giliran beliau, lalu beliau bermalam di situ."1 Kalau kita renungkan apa yang telah kita kutip disini mengenai petunjuk Nabi saw. tentang pergaulan beliau dengan isteri-isteri beliau, kita dapati bahwa beliau sangat memperhatikan mereka, menanyakan keadaan mereka, dan mendekati mereka. Tetapi beliau mengkhususkan Aisyah dengan perhatian lebih, namun ini bukan berarti beliau bersikap pilih kasih, tetapi karena untuk menjaga kejiwaan Aisyah yang beliau nikahi ketika masih perawan dan karena usianya yang masih muda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; text-indent: 36pt;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:130%;" &gt;Beliau mengawini Aisyah ketika masih gadis kecil yang belum mengenal seorang laki-laki pun selain beliau. Kebutuhan wanita muda seperti ini terhadap laki-laki lebih besar dibandingkan dengan wanita janda yang lebih tua dan telah berpengalaman. Yang kami maksudkan dengan kebutuhan disini bukan sekadar nafkah, pakaian, dan hubungan biologis saja, bahkan kebutuhan psikologis dan spiritualnya lebih penting dan lebih dalam daripada&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:130%;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;semua itu. Karena itu, tidaklah mengherankan jika kita lihat Nabi saw. selalu ingat aspek tersebut dan senantiasa memberikan haknya serta tidak pernah melupakannya meskipun tugas yang diembannya besar, seperti mengatur strategi dakwah, membangun umat, dan menegakkan daulah. "Sungguh pada diri Rasulullah itu terdapat teladan yang bagus bagi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: courier new;font-size:130%;" &gt;kamu. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:courier new;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-681568915469327244?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/681568915469327244/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=681568915469327244' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/681568915469327244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/681568915469327244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/08/hak-istri-terhadap-suami.html' title='HAK ISTRI TERHADAP SUAMI'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/S3oiN2A9QtI/AAAAAAAAANA/nRfmqY54jWA/s72-c/keluarga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-3056006872265853491</id><published>2008-08-14T21:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-14T21:42:45.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Bawang MeraH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Bawang Merah&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Saya akan bagi pengetahuan apa sih manfaat bawang merah??!!kenapa kali ini saya ambil topic bawang merah karena saya termasuk yang suka sekali&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makan bawang merah baik dimakan mentah sebagai penafsu makan maupun yang sudah dimasak sebagai pengharum makanan.Bawang merah merupakan rumpun &lt;i style=""&gt;mercury &lt;/i&gt;(air raksa) yang memiliki bau yang menembus tajam. Bawang merah sering digunakan para ibu rumah tangga untuk memasak dan siapa sangka bawang merah banyak sekali kegunaannya dibidang kesehatan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Para ilmuwan dari kalangan dokter dahulu kala menyanjung manfaat bawang merah dengan mengatakan ; “bahwa mengonsumsi bawang merah atau dimasak dapat memerahkan wajah dan melawan bahaya racun, menguatkan perut, membangkitkan dan menguatkan gairah seks, melunakkan dahak lender, membuka penyumbatan, memperlancar dan memperhalus usus, menyembuhkan penyakit kulit (gatal-gatal), juga dapat menyembuhkan batuk dan kekasaran pada dada, menyembuhkan rasa sakit pada pundak dan pinggul. Air bawang jika digunakan celak mata yang dicampur madu, berfaedah menyembuh lemah pandangan mata dan air yang keluar dari mata. Jika diteteskan pada telinga dapat memperbaiki pendengaran, dengungan ditelinga dan menahan cairan nanah..Namun demikian para ilmuwan masa lampau juga mengatakan bahwa jika berlebihan mengonsumsi bawang merah akan menimbulkan campuran buruk dalam perut (usus), dan membuat sakit kepala, bersin-bersin, menjadi pelupa dan membuat bau mulut tidak sedap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ibnu sina berkomentar tentang bawang merah dengan berkata;” Bahwa tunas bawang merah dapat menghilangkan penyakit kulit yang berwarna putih karena kehilangan pigmen dan dapat berfungsi membersihkan penyakit yang merontokkan rambut di kepala. Jika dicampur dengan garam maka akan mampu menghilangkan kutil. Air bawang dapat membersihkan luka-luka dan jika airnya dihirup dapat membersihkan kepala. Bawang yang dimasak banyak mengandung gizi.”&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:red;"  &gt;Bersambung……..&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-3056006872265853491?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/3056006872265853491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=3056006872265853491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3056006872265853491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/3056006872265853491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/08/bawang-merah.html' title='Bawang MeraH'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5359053943235206004</id><published>2008-06-30T06:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T06:53:56.868-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Bukan sebagai SIMBOL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; color: rgb(0, 102, 0); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bukanlah bendera-bendera kecil berkibar yang akan memperkenalkan manusia dengan dakwah. Bukan pula slogan-slogan kosong di mimbar. Namun gerak langkah dan setiap desiran jiwa yang dipenuhi dengan dzikrullah nan bercahaya. Mempesonakan setiap mata dan perlahan akan menarik mereka ke dalam dakwah laksana laron mengelilingi pelita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; color: rgb(0, 102, 0); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kita berbeda bukan karena kita lebih mulia, kita berbeda bukan karena kita lebih utama, kita berbeda karena perbedaan tersebut pilihan dan kita telah memilih. Kita memilih untuk bersama keimanan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; color: rgb(0, 102, 0); font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wahai Ikhwah al-mujahidin, saya ingin kita benar-benar memahami dimana kedudukan kita di tengah-tengah zaman ini?Dimanakah posisi dakwah kita diantara dakwah yang ada? Jama’ah apakah jama’ah kita ini?? Dan yang paling terpenting untuk tujuan apakah Allah menghimpun, menyatukan hati dan pandangan kita, serta menampilkan fikrah kita disaat dunia dilanda situasi krisis dan merindukan kedamaian dan keselamatan!!!!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5359053943235206004?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5359053943235206004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5359053943235206004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5359053943235206004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5359053943235206004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/06/bukan-sebagai-simbol.html' title='Bukan sebagai SIMBOL'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-640837376488521117</id><published>2008-06-30T06:43:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T06:46:10.953-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Komitmen Kader</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Seseorang bukan dikatakan zuhud, mereka yang tidak memiliki harta. Itu namanya pengakuan yang tak beralasan. Mereka yang zuhud justru orang yang memiliki fasilitas berlimpah, namun dengan sadar mengekang dirinya untuk tunduk dalam kezuhudan. Komitmen hidup!!, inilah orang-orang yang memproklamasikan komitmen kepada dakwah dan jihad. Merekalah yang dibanggakan oleh Allah dalam QS. Al-Hujurat: 15.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;      Imam Ibnu Qoyyim mengingatkan, bahwa hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukkan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukkan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang kita keluar dari setiap desah nafas kita. Itulah bukti wawasan, itulah bentuk nyata pemahaman, dan itulah cara kita proklamasikan komitmen dakwah kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;     Decap lidah dan alunan retorika kita, kini banyak tidak menemukan bentuknya yang hidup. Padahal disitu rahasia hati untuk jatuh cinta. Disitulah semua mata ummat sedang menilai. Disitulah keteguhan dan kekuatan dikumpulkan. Untuk kelak suatu saat, Allah tetapkan diri kita, lulus bergabung dalam barisan para pelaku sejarah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: courier new; color: rgb(0, 0, 153);"&gt; Kitalah dakwah itu!! kitalah ruh pergerakkan itu!! kitalah kemenangan seruan itu!! karena kita dan dakwah laksana jasad dan ruhnya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-640837376488521117?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/640837376488521117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=640837376488521117' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/640837376488521117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/640837376488521117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/06/komitmen-kader.html' title='Komitmen Kader'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-5669360401714768668</id><published>2008-05-01T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T22:33:48.057-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kesehatan'/><title type='text'>Working Moms Dilemma</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pusing tujuh keliling. Itu mungkin yang dihadapi perempuan bekerja yang kemudian mendapatkan dirinya tengah mengandung. Apalagi jika selama ini Anda biasa menangani seabrek pekerjaan dan menjadi tangan kanan bos. &lt;em&gt;"What should I do?"&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika perempuan yang bekerja hamil, yang ada dalam pikiran mereka bukan hanya suami, si jabang bayi, dan dirinya, tetapi satu lagi, yaitu pekerjaannya. Tampaknya akan sulit mengambil cuti panjang untuk persiapan melahirkan dan pasca melahirkan, karena membayangkan harus meninggalkan pekerjaan sekian lama! &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Belum lagi ngidam dan keseimbangan hormon yang berubah ketika Anda memasuki tiga bulan pertama kehamilan. Uh! Kehamilan yang dinanti-nantikan bisa menjadi mimpi buruk jika Anda tidak bisa menanganinya dengan benar. Mulailah mengatur jadwal dan pekerjaan Anda mulai dari sekarang, ketika kehamilan Anda masih berada di tahap awal.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mudah atau sulitnya permohonan cuti dan keringanan pekerjaan memang tergantung pada hubungan Anda dengan atasan. Beritahukan atasan Anda beberapa gagasan dan rencana Anda sehubungan dengan kehamilan dan permohonan cuti Anda nanti. Yakinkan atasan Anda bahwa perubahan kerja yang terjadi akan sehalus mungkin ketika Anda cuti. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anda juga harus mencari tahu sedetail mungkin mengenai ketentuan permohonan cuti melahirkan yang diberikan oleh perusahaan, sebelum Anda mengajukan permohonan cuti tersebut kepada atasan. Anda bisa berbicara dan mencari tahu mengenai hal itu kepada bagian HRD untuk mengetahui detilnya. Berapa lama cuti melahirkan yang bisa Anda dapatkan. Dan pastikan informasi itu Anda dapatkan secara tertulis. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika perempuan bekerja hamil, banyak pertimbangan yang harus dipikirkan. Apakah ia akan kembali bekerja setelah melahirkan? Atau ia akan berhenti bekerja? Apapun keputusan Anda, pastikan kalau itu sudah dipertimbangkan secara matang. Karena mungkin Anda akan merasakan hal yang berbeda ketika sudah melahirkan. Jadi jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Buatlah catatan-catatan penting mengenai &lt;em&gt;job description&lt;/em&gt; Anda, termasuk jadwal pekerjaan harian, mingguan, dan/atau bulanan.  Lampirkan juga langkah-langkah instruksi, daftar petunjuk yang bisa membantu, informasi mengenai klien dan informasi kontak. Instruksi mengenai langkah apa yang sebaiknya dilakukan ketika suatu hal terjadi, terutama yang berhubungan langsung dengan atasan, akan sangat membantu. Tinggalkan instruksi-instruksi dan informasi-informasi tersebut untuk orang yang akan menggantikan posisi Anda. Anda juga bisa melatihnya sebentar sebelum Anda cuti.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Perubahan adalah hal yang mutlak, khususnya dalam bisnis. Ketika Anda kembali dari cuti melahirkan, jangan pernah berharap segala sesuatu akan sama seperti ketika Anda meninggalkannya. Mungkin ada beberapa perubahan internal pada perusahaan Anda, atau kekuatan pasar yang membuat cara kerja bisnis menjadi berubah. Atau mungkin lebih buruk, orang yang bertugas menggantikan Anda ternyata melakukan pekerjaan dengan lebih baik. Tapi jangan takut, bagaimanapun Anda sudah memiliki &lt;em&gt;track record&lt;/em&gt; Anda sendiri, dan perusahaan sudah mengenal Anda jauh lebih baik dibandingkan orang baru itu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Yang penting, Anda harus mengomunikasikan semua keinginan dan rencana Anda secara jelas. Dan jangan lupa, berterimakasihlah pada setiap orang yang telah membantu Anda selama itu. Jangan biarkan pekerjaan membuat masa kehamilan dan persiapan melahirkan Anda jadi berantakan dan tidak menyenangkan. Selamat menjadi seorang ibu!&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/821567244908334351-5669360401714768668?l=blogkokoronotomo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/feeds/5669360401714768668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=821567244908334351&amp;postID=5669360401714768668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5669360401714768668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/821567244908334351/posts/default/5669360401714768668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blogkokoronotomo.blogspot.com/2008/05/working-moms-dilemma.html' title='Working Moms Dilemma'/><author><name>Dumasari Daulay,S.TP</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03548200427494380995</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_FgT58aRNtV8/TCWmzq8tUSI/AAAAAAAAAT0/SKUmOi80PP8/S220/cadar1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-821567244908334351.post-6681086063402685810</id><published>2008-05-01T22:13:00.000-07:00</published><updated>2008-05-01T22:31:30.824-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><title type='text'>Perhiasanku Auratku</title><content type='html'>&lt;ul style="margin-top: 0cm; color: rgb(255, 102, 102);" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Batas dibolehkannya Melihat Aurat Laki-Laki atau Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan keterangan yang kami sebutkan di atas, jelas bahawa perempuan melihat laki-laki tidak pada auratnya, iaitu di bahagian atas pusar dan di bawah lutut, hukumnya mubah, selama tidak diikuti dengan syahwat atau tidak dikhuwatirkan akan menimbulkan fitnah. Sebab Rasulullah sendiri pernah memberikan izin kepada Aisyah untuk menyaksikan orang-orang Habasyi yang sedang mengadakan permainan di masjid Madinah sampai lama sekali sehingga dia bosan dan pergi .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang seperti ini ialah seorang laki-laki melihat perempuan tidak kepada auratnya, iaitu di bahagian muka dan dua tapak tangan, hukumnya mubah selama tidak diikuti dengan syahwat atau tidak dikhuwatirkan menimbulkan fitnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aisyah meriwayatkan, bahawa saudaranya iaitu Asma' binti Abubakar pernah masuk di rumah Nabi dengan berpakaian jarang sehingga tampak kulitnya. Kemudian beliau berpaling dan mengatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Hai Asma'! Sesungguhnya seorang perempuan apabila sudah datang waktu haidh, tidak patut diperlihatkan tubuhnya itu, melainkan ini dan ini -- sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya." (Riwayat Abu Daud)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam hadis ini ada kelemahan, tetapi diperkuat dengan hadis-hadis lain yang membolehkan melihat muka dan dua tapak tangan ketika diyakinkan tidak akan membawa fitnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ringkasnya, bahawa melihat biasa bukan kepada aurat baik terhadap laki-laki atau perempuan, selama tidak berulang dan menjurus yang pada umumnya untuk kemesraan dan tidak membawa fitnah, hukumnya tetap halal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Salah satu kelapangan Islam, iaitu: Dia membolehkan melihat yang sifatnya mendadak pada bahagian yang seharusnya tidak boleh, seperti tersebut dalam riwayat di bawah ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah s.a. w. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi: Palingkanlah pandanganmu itu!" (Riwayat Ahmad, Muslim, Abu Daud dan Tarmizi) -- yakni: Jangan kamu ulangi melihat untuk kedua kalinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Perhiasan Perempuan yang Boleh Tampak dan yang Tidak Boleh&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini ada hubungannya dengan masalah menundukkan pandangan yang oleh dua ayat di surah an-Nur 30-31, Allah perintahkan kepada laki-laki dan perempuan. Adapun yang khusus buat orang perempuan dalam ayat kedua (ayat 31) iaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;a) Firman Allah: “Janganlah orang-orang perempuan menampakkan perhiasannya, melainkan apa yang biasa tampak daripadanya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang dimaksud perhiasan perempuan, iaitu apa saja yang dipakai berhias dan untuk mempercantik tubuh, baik berbentuk ciptaan asli seperti wajah, rambut dan potongan tubuh, ataupun buatan seperti pakaian, perhiasan, make-up dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam ayat di atas Allah memerintahkan kepada orang-orang perempuan supaya menyembunyikan perhiasan tersebut dan melarang untuk dinampak-nampakkan. Allah tidak memberikan pengecualian, melainkan apa yang biasa tampak. Oleh kerana itu para ulama kemudian berbeza pendapat tentang arti apa yang biasa tampak itu dan ukurannya. Apakah artinya: apa yang tampak kerana terpaksa tanpa disengaja, misalnya terbuka kerana ditiup angin; ataukah apa yang biasa tampak dan memang dia itu asalnya tampak?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kebanyakan ulama salaf berpendapat menurut arti kedua, Misalnya Ibnu Abbas, ia berkata dalam menafsirkan apa yang tampak itu ialah: celak dan cincin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang berpendapat seperti ini ialah sahabat Anas. Sedang bolehnya dilihat celak dan cincin, berarti boleh dilihatnya kedua tempatnya, iaitu muka dan kedua tapak tangan. Demikianlah apa yang ditegaskan oleh Said bin Jubair, 'Atha', Auza'i dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedang Aisyah, Qatadah dan lain-lain menisbatkan dua gelang termasuk perhiasan yang boleh dilihat. Dengan demikian, maka sebahagian lengan ada yang dikecualikan. Tetapi tentang batasnya dari pergelangan sampai siku, masih diperselisihkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di samping satu kelonggaran ini, ada juga yang mempersempit, misalnya: Abdullah bin Mas'ud dan Nakha'i. Kedua beliau ini menafsirkan perhiasan yang boleh tampak, iaitu selendang dan pakaian yang biasa tampak, yang tidak mungkin disembunyikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tetapi pendapat yang kami anggap lebih kuat (rajih), iaitu dibatasinya pengertian apa yang tampak itu pada wajah dan dua tapak tangan serta perhiasan yang biasa tampak dengan tidak ada maksud kesombongan dan berlebih-lebihan, seperti celak di mata dan cincin pada tangan. Begitulah seperti apa yang ditegaskan oleh sekelompok sahabat dan tabi'in [3].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ini tidak sama dengan make-up dan cat-cat yang biasa dipakai oleh perempuan-perempuan zaman sekarang untuk mengecat pipi dan bibir serta kuku. Make-up ini semua termasuk berlebih-lebihan yang sangat tidak baik, yang tidak boleh dipakai kecuali di dalam rumah. Sebab perempuan-perempuan sekarang memakai itu semua di luar rumah, adalah untuk menarik perhatian laki-laki. Jadi jelas hukumnya adalah haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedang penafsiran apa yang tampak dengan pakaian dan selendang yang biasa di luar, tidak dapat diterima. Sebab itu termasuk hal yang lumrah (tabi'i) yang tidak boleh dibayangkan untuk dilarangnya sehingga perlu dikecualikan. Termasuk juga terbukanya perhiasan kerana angin dan sebagainya yang boleh dianggap darurat. Sebab dalam keadaan darurat, bukan suatu yang dibuat-buat. Jadi baik dikecualikan ataupun tidak, sama saja. Sedang yang cepat diterima akal apa yang dimaksud istimewa (pengecualian) adalah suatu rukhsah (keringanan) dan justru untuk mengentengkan kepada perempuan dalam menampakkan sesuatu yang mungkin disembunyikan; dan ma'qul sekali (boleh diterima akal) kalau dia itu adalah muka dan dua tapak tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adanya kelonggaran pada muka dan dua taak tangan, adalah justru menutupi kedua anggota badan tersebut termasuk suatu hal yang cukup memberatkan perempuan, lebih-lebih kalau mereka perlu bepergian atau keluar yang sangat menghajatkan, misalnya dia orang yang tidak mampu. Dia perlu usaha untuk mencari nafkah buat anak anaknya, atau dia harus membantu suaminya. Mengharuskan perempuan supaya memakai cadar dan menutup kedua tangannya adalah termasuk menyakitkan dan menyusahkan perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Imam Qurthubi berkata: "Kalau menurut ghalibnya muka dan dua tapak tangan itu dinampakkan, baik menurut adat ataupun dalam ibadat, seperti waktu sembahyang dan haji, maka layak kiranya kalau pengecualian itu kembalinya kepada kedua anggota tersebut. Dalil yang kuat untuk pentafsiran ini ialah hadis riwayat Abu Daud dari jalan Aisyah r.a., bahawa Asma' binti Abubakar pernah masuk ke rumah Nabi s.a.w. dengan berpakaian tipis, kemudian Nabi memalingkan mukanya sambil ia berkata: "Hai Asma'! Sesungguhnya perempuan apabila sudah datang waktu haidhnya (sudah baligh) tidak patut dinampakkan badannya, kecuali ini dan ini -- sambil ia menunjuk muka dan dua tapak tangannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedang firman Allah yang mengatakan: "Katakanlah kepada orang-orang mu'min laki-laki supaya menundukkan pandangan" itu memberikan suatu isyarat, bahawa muka perempuan itu tidak tertutup. Seandainya seluruh tubuh perempuan itu tertutup termasuk mukanya, niscaya tidak ada perintah menundukkan sebahagian pandangan, sebab di situ tidak ada yang perlu dilihat sehingga memerlukan menundukkan pandangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun, kiranya sesempurna mungkin seorang muslimah harus bersungguh-sungguh untuk menyembunyikan perhiasannya, termasuk wajahnya itu sendiri kalau mungkin, demi menjaga meluasnya kerusakan dan banyaknya kefasikan di zaman kita sekarang ini. Lebih-lebih kalau perempuan tersebut mempunyai paras yang cantik yang sangat dikhuwatirkan akan menimbulkan fitnah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;b) Firman Allah: “Hendaknya mereka itu melabuhkan kudungnya sampai ke dadanya.” (an-Nur: 31)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengertian khumur (kudung), iaitu semua alat yang dapat dipakai untuk menutup kepala. Sedang apa yang disebut juyub kata jama' (bentuk plural) dari kata jaibun, iaitu belahan dada yang terbuka, tidak tertutup oleh pakaian/baju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setiap perempuan muslimah harus menutup kepalanya dengan kudung dan menutup belahan dadanya itu dengan apapun yang memungkinkan, termasuk juga lehernya, sehingga sedikitpun tempat-tempat yang membawa fitnah ini tidak terbuka yang memungkinkan dilihat oleh orang-orang yang suka beraksi dan iseng.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;c) Firman Allah: “Dan hendaknya mereka itu tidak menampak-nampakkan perhiasannya terhadap suami atau ayahnya.” (an-Nur: 31)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pengarahan ini tertuju kepada perempuan-perempuan mu'minah, dimana mereka dilarang keras membuka atau menampakkan perhiasannya yang seharusnya disembunyikan, misalnya: perhiasan telinga (anting-anting), perhiasan rambut (tusuk); perhiasan leher (kalung), perhiasan dada (belahan dadanya) dan perhiasan kaki (betis dan gelang kaki). Semuanya ini tidak boleh dinampakkan kepada laki-laki lain. Mereka hanya boleh melihat muka dan kedua tapak tangan yang memang ada rukhsah untuk dinampakkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;Larangan ini dikecualikan untuk 12 orang:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;1. Suami. Yakni si suami boleh melihat isterinya apapun ia suka. Ini ditegaskan juga oleh hadis Nabi yang mengatakan: "Peliharalah auratmu, kecuali terhadap isterimu."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;2. Ayah. Termasuk juga datuk, baik dari pihak ayah ataupun ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;3. Ayah mertua. kerana mereka ini sudah dianggap sebagai ayah sendiri dalam hubungannya dengan isteri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;4. Anak-anak laki-lakinya. Termasuk juga cucu, baik dari anak laki-laki ataupun dari anak perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;5. Anak-anaknya suami. kerana ada suatu keharusan untuk bergaul dengan mereka itu, ditambah lagi, bahawa si isteri waktu itu sudah menduduki sebagai ibu bagi anak-anak tersebut &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;6. Saudara laki-laki, baik sekandung, sebapa atau seibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;7. Keponakan. kerana mereka ini selamanya tidak boleh dikahwin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;8. Sesama perempuan, baik yang ada kaitannya dengan nasab ataupun orang lain yang seagama. Sebab perempuan kafir tidak boleh melihat perhiasan perempuan muslimah, kecuali perhiasan yang boleh dilihat oleh laki-laki. Demikianlah menurut pendapat yang rajih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;9. Hamba sahaya. Sebab mereka ini oleh Islam dianggap sebagai anggota keluarga. Tetapi sebahagian ulama ada yang berpendapat: Khusus buat hamba perempuan (amah), bukan hamba laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;10. Keponakan dari saudara perempuan. kerana mereka ini haram dikahwin untuk selamanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;11. Bujang/orang-orang yang ikut serumah yang tidak ada rasa bersyahwat. Mereka ini ialah buruh atau orang-orang yang ikut perempuan tersebut yang sudah tidak bersyahwat lagi kerana masalah kondisi badan ataupun rasio. Jadi yang terpenting di sini ialah: adanya dua sifat, iaitu mengikut dan tidak bersyahwat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;12. Anak-anak kecil yang tidak mungkin bersyahwat ketika melihat aurat perempuan. Mereka ini ialah anak-anak yang masih belum merasa bersyahwat. Kalau kita perhatikan dari kalimat ini, anak-anak yang sudah bergelora syahwatnya, maka orang perempuan tidak boleh menampakkan perhiasannya kepada mereka, sekalipun anak-anak tersebut masih belum baligh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam ayat ini tidak disebut-sebut masalah paman, baik dari pihak ayah ('aam) atau dari pihak ibu (khal), kerana mereka ini sekedudukan dengan ayah, seperti yang diterangkan dalam hadis Nabi: "Pamannya seseorang adalah seperti ayahnya sendiri." (Riwayat Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Aurat Perempuan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari uraian terdahulu, kita tahu bahawa semua bahagian tubuh yang tidak boleh dinampakkan, adalah aurat. Oleh kerana itu dia harus menutupinya dan haram dibuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Aurat perempuan dalam hubungannya dengan laki-laki lain atau perempuan yang tidak seagama, iaitu seluruh badannya, kecuali muka dan dua tapak tangan. Demikian menurut pendapat yang kami anggap lebih kuat. kerana dibolehkannya membuka kedua anggota tersebut --seperti kata ar-Razi-- adalah kerana ada suatu kepentingan untuk bekerja, mengambil dan memberi. Oleh kerana itu orang perempuan diperintah untuk menutupi anggota yang tidak harus dibuka dan diberi rukhsah untuk membuka anggota yang biasa terbuka dan mengharuskan dibuka, justru syariat Islam adalah suatu syariat yang toleran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Ar-Razi selanjutnya berkata: "Oleh kerana membuka muka dan kedua tapak tangan itu hampir suatu keharusan, maka tidak salah kalau para ulama juga bersepakat, bahawa kedua anggota tersebut bukan aurat."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Adapun kaki, kerana terbukanya itu bukan suatu keharusan, maka tidak salah juga kalau mereka itu berbeza pendapat (ikhtilaf), apakah dia itu termasuk aurat atau tidak?[5]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedang aurat orang perempuan dalam hubungannya dengan duabelas orang seperti yang disebut dalam ayat an-Nur itu, terbatas pada perhiasan (zinah) yang tidak tersembunyi, iaitu telinga, leher, rambut, dada, tangan dan betis. Menampakkan anggota-anggota ini kepada duabelas orang tersebut diperkenankan oleh Islam. Selain itu misalnya punggung, kemaluan dan paha tidak boleh diperlihatkan baik kepada perempuan atau laki-laki kecuali terhadap suami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pemahaman terhadap ayat ini lebih mendekati kepada kebenaran daripada pendapat sementara ulama yang mengatakan, bahawa aurat perempuan dalam hubungannya dengan mahram hanyalah antara pusar dan lutut. Begitu juga dalam hubungannya dengan sesama perempuan. Bahkan apa yang dimaksud oleh ayat tersebut yang kiranya lebih mendekati kepada pendapat sebahagian ulama, iaitu: "Bahawa aurat perempuan terhadap mahramnya ialah anggota yang tidak tampak ketika melayani. Sedang apa yang biasa tampak ketika bekerja di rumah, mahram-mahram itu boleh melihatnya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Justru itu Allah memerintahkan kepada perempuan-perempuan mu'minah hendaknya mereka itu memakai jilbab ketika keluar rumah, supaya berbeza dengan perempuan-perempuan kafir dan perempuan-perempuan lacur. Untuk itu pula Allah perintahkan kepada Nabi-Nya supaya menyampaikan pengumuman Allah ini kepada ummatnya; yang berbunyi sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;          "Hai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu'min semua hendaklah mereka menghulurkan jilbab-jilbab mereka atas (muka-muka) mereka. Yang demikian itu lebih mendekati mereka untuk dikenal supaya mereka tidak diganggu." (al-Ahzab: 59)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jilbab, iaitu pakaian yang lebarnya semacam baju kurung untuk dipakai perempuan guna menutupi badannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebahagian perempuan jahiliah apabila keluar rumah, mereka menampakkan sebahagian kecantikannya, misalnya dada, leher dan rambut, sehingga mereka ini diganggu oleh laki-laki fasik dan yang suka iseng, kemudian turunlah ayat di atas yang memerintahkan kepada orang-orang perempuan mu'minah untuk menghulurkan jilbabnya itu sehingga sedikitpun bahagian-bahagian tubuhnya yang biasa membawa fitnah itu tidak tampak. Dengan demikian secara lahiriah mereka itu dikenal sebagai wanita yang terpelihara (afifah) yang tidak mungkin diganggu oleh orang-orang yang suka iseng atau orang-orang munafik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jadi jelasnya, bahawa ayat tersebut memberikan illah (alasan) perintahnya itu kerana khuwatir perempuan-perempuan muslimah itu diganggu oleh orang-orang fasik dan menjadi perhatian orang-orang yang suka iseng. Bukan ketakutan yang timbul dari perempuan itu sendiri atau kerana tidak percaya kepada mereka, sebagaimana anggapan sementara orang, sebab perempuan yang suka menampakkan perhiasannya, yang berjalan dengan penuh bergaya (in action) dan bicaranya dibuat-buat, sering membuat perhatian orang laki-laki dan membikin sasaran orang-orang yang suka iseng. Ini cocok dengan firman Allah yang mengatakan: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Janganlah perempuan-perempuan itu berlaku lemah dengan perkataannya, sebab akan menaruh harapan orang yang dalam hatinya ada penyakit.” (al-Ahzab: 32)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Islam memperkeras persoalan menutup aurat dan menjaga perempuan muslimah. Hanya sedikit sekali perempuan diberinya rukhsah (keringanan), misalnya perempuan-perempuan yang sudah tua. Firman Allah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Dan perempuan-perempuan yang sudah putus haidhnya dan tidak ada harapan untuk kahwin lagi, maka tidak berdosa baginya untuk melepas pakaiannya, asalkan tidak menampak-nampakkan perhiasannya. Tetapi kalau mereka menjaga diri akan lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (an-Nur: 60)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang dimaksud al-qawa'id (perempuan-perempuan yang duduk), iaitu perempuan-perempuan yang sudah tidak haidh dan tidak beranak lagi kerana sudah tua. Justru itu mereka sudah tidak ada keinginan untuk kahwin dan sudah tidak suka kepada laki-laki, begitu juga laki-laki itu sendiri sudah tidak suka kepada mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Untuk mereka ini, Allah memberikan kelonggaran dan tidak menganggap suatu perbuatan dosa, jika mereka itu menanggalkan sebahagian pakaian luar yang biasa tampak, seperti baju kurung, kebaya, kudung dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Al-Quran memberikan batas rukhsah ini dengan kata: tidak menampak-nampakkan perhiasannya, yakni tidak bermaksud menanggalkan pakaiannya itu untuk menunjuk-nunjukkan. Akan tetapi kelonggaran ini diberikan jika memang mereka itu memerlukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berdasar rukhsah ini, maka kiranya yang lebih afdhal dan lebih baik hendaknya mereka tetap menjaga diri dengan selalu mengenakan pakaian-pakaian tersebut, untuk mencari kesempurnaan dan supaya terhindar dari segala syubhat. kerana itu Allah mengatakan dan kalau mereka itu menjaga diri adalah lebih baik bagi mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Perempuan Masuk Pemandian&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Demi perhatian Islam terhadap masalah pemeliharaan aurat, maka Rasulullah s.a.w. melarang perempuan-perempuan masuk pemandian umum dan telanjang di hadapan perempuan-perempuan lain yang memungkinkan sifat-sifat badannya itu akan menjadi pembicaraan dalam majlis-majlis dan oleh mulut-mulut yang usil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Begitu juga Rasulullah s.a.w. melarang laki-laki masuk pemandian kecuali dengan memakai kain yang dapat menutupi badannya dari pandangan mata orang lain. Sebagaimana tersebut dalam riwayat di bawah ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan masuk pemandian kecuali dengan memakai kain. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan memasukkan (membiarkan masuk) isterinya ke pemandian." (Riwayat Nasa'i Tarmizi ia hasankan; dan Hakim ia berkata: hadis ini diriwayatkan dengan rawi-rawi Muslim) - lihat Targhib. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Dari Aisyah r.a., ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. melarang perempuan-perempuan masuk pemandian, kemudian ia membolehkan laki-laki masuk pemandian dengan memakai kain." (Riwayat Abu Daud -- dan ia tidak melemahkan dan lafaz ini terdapat dalam sunannya -- juga diriwayatkan oleh Tarmizi dan Ibnu Majah, dan dalam sanadnya ada seorang yang tidak terkenal) - lihat Targhib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dikecualikan perempuan yang masuk pemandian guna berubat kerana sakit yang dideritanya atau kerana nifas dan sebagainya. kerana ada suatu riwayat dari Abdullah bin Umar, bahawa Rasulullah s.a.w. pernah mengatakan perihal pemandian sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Janganlah seorang laki-laki masuk pemandian kecuali dengan memakai kain, dan hendaklah mereka itu melarang perempuan-perempuan masuk pemandian kecuali kerana sakit atau nifas." (Riwayat Ibnu Majah, Abu Daud - tetapi dalam sanadnya ada seorang yang bernama Abdurrahman bin Ziadah bin An'am al-Afriqi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam hadis ini ada sedikit kelemahan, tetapi berdasar kaidah-kaidah syara' sehubungan dengan masalah rukhshah untuk orang yang sakit dan demi memudahkan mereka untuk beribadah dan menunaikan kewajiban-kewajiban, maka semua itu dapat memperkuat dan menunjang hadis tersebut. Diperkuat juga dengan kaidah yang sudah masyhur, bahawa sesuatu yang diharamkan kerana membendung bahaya, boleh menjadi mubah justru ada kepentingan yang sangat dan demi kemaslahatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan dikuatkan juga oleh hadis riwayat Ibnu Abbas yang menerangkan, bahawa Rasuluilah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut: "Berhati-hatilah kamu terhadap rumah yang disebut pemandian. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah! Sesungguhnya dia itu dapat menghilangkan kotoran dan berguna bagi orang yang sakit. Maka jawab Nabi: (Bolehlah kamu masuk) tetapi barangsiapa yang masuk hendaknya memakai tutup." (Riwayat Hakim dan ia berkata: Sahih dengan sanad Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Oleh kerana itu kalau seorang perempuan masuk pemandian tanpa ada uzur yang mengharuskan, maka berarti dia telah berbuat yang haram dan akan mendapat ancaman Rasulullah s.a.w. Dalam Hadisnya yang diriwayatkan dari jalan Abu Malik al-Hudzali, bahawa beberapa orang perempuan dari Himasha atau dari Syam masuk ke rumah Aisyah kemudian ia berkata: Apakah kamu ini perempuan-perempuan yang memasukkan anak-anak perempuanmu ke pemandian? Sungguh aku pernah mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Tidak seorang pun perempuan yang melepas pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia merobek tabir antara dia dengan Tuhannya." (Riwayat Tarmizi - dan lafaz ini baginya, dan ia berkata: hadis ini hasan. Juga diriwayatkan oleh Abu Daud dan Hakim; dan ia berkata: rawi-rawinya adalah rawi-rawi Bukhari dan Muslim) - lihat Targhib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Dari Ummu Salamah, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. bersabda: Siapapun perempuan yang melepas pakaiannya bukan di rumahnya sendiri, maka Allah akan merobek daripadanya tabirnya." (Riwayat Ahmad, Abu Ya'Ia, Thabarani dan Hakim) - lihat Targhib.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kalau demikian kerasnya Islam dalam persoalan perempuan yang masuk pemandian, iaitu sebuah bangunan yang berdinding empat yang hanya dimasuki orang-orang perempuan, maka bagaimana lagi hukumnya orang-orang perempuan cabul yang mahu menampakkan auratnya di hadapan laki-laki yang suka iseng dan ditampakkan tubuhnya itu di pinggir laut yang menjadi sasaran semua mata yang sedang lapar dan membangkitkan gharizah yang menggelora?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan kalau perempuan-perempuan tersebut telah merobek-robek dinding antara dia dan Tuhannya, maka suami-suaminya yang membiarkan mereka ini bersekutu dalam dosa, kerana mereka adalah yang tertanggungjawab kalau benar-benar mereka mengetahuinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Menampak-nampakkan Perhiasan adalah Haram&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Seorang muslimah mempunyai budi yang dapat membezakan dari perempuan kafir atau perempuan jahiliah. Budi perempuan muslimah ialah pandai menjaga diri, tunduk, terhormat dan pemalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Berbeza dengan perempuan jahiliah, moralnya senang menunjuk-nunjukkan perhiasannya (tabarruj) dan suka menarik laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Arti tabarruj yang sebenarnya ialah: membuka dan menampakkan sesuatu untuk dilihat mata. Mahligai disebut buruj seperti ayat yang mengatakan burujim musyyadah, tempat perjalanan bintang juga disebut buruj, kerana tingginya dan tampak jelas oleh orang-orang yang melihatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Zamakhsyari berkata: "Bahawa tabarruj itu ialah memaksa diri untuk membuka sesuatu yang seharusnya disembunyikan." Seperti kata orang Arab: safinatun barij (perahu yang tidak pakai atap).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Namun tabarruj dalam ayat di atas adalah khusus untuk perempuan terhadap laki-laki lain, iaitu mereka nampakkan perhiasannya dan kecantikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dalam mengertikan tabarruj ini, Zamakhsyari menggunakan unsur baru, iaitu: takalluf (memaksa) dan qashad (sengaja) untuk menampakkan sesuatu perhiasan yang seharusnya disembunyikan. Sesuatu yang harus disembunyikan itu ada kalanya suatu tempat di badan, atau gerakan anggota, atau cara berkata dan berjalan, atau perhiasan yang biasa dipakai berhias oleh orang-orang perempuan dan lainlain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tabarruj ini mempunyai bentuk dan corak yang bermacam-macam yang sudah dikenal oleh orang-orang ramai sejak zaman dahulu sampai sekarang. Ahli-ahli tafsir dalam menafsirkan ayat yang mengatakan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Dan tinggallah kamu (hai isteri-isteri Nabi) di rumah-rumah kamu dan jangan kamu menampak-nampakkan perhiasanmu seperti orang jahiliah dahulu.” (Ahzab: 33)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yujahid berkata: Perempuan ke luar dan berjalan di hadapan laki-laki. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Qatadah berkata: Perempuan yang cara berjalannya dibikin-bikin dan menunjuk-nunjukkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Muqatil berkata: Yang dimaksud tabarruj, iaitu melepas kudung dari kepala dan tidak diikatnya, sehingga kalung, kriul dan lehernya tampak semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Cara-cara di atas adalah macam-macam daripada tabarruj di zaman jahiliah dahulu, iaitu: bercampur bebas dengan laki-laki, berjalan dengan melenggang, kudung dan sebagainya tetapi dengan suatu mode yang dapat tampak keelokan tubuh dan perhiasannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jahiliah pada zaman kita sekarang ini ada beberapa bentuk dan macam tabarruj yang kalau diukur dengan tabarruj jahiliah, maka tabarruj jahiliah itu masih dianggap sebagai suatu macam pemeliharaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Beberapa Hal yang Dapat Mengeluarkan Perempuan dari Batas Tabarruj&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang mengeluarkan seorang perempuan muslimah dari batas tabarruj yang selanjutnya disebut kesopanan Islam, iaitu hendaknya dia dapat menepati hal-hal sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;a) Ghadh-dhul Bashar (menundukkan pandangan), sebab perhiasan perempuan yang termahal ialah malu, sedang bentuk malu yang lebih tegas ialah: menundukkan pandangan, seperti yang difirmankan Allah: "Katakanlah kepada orang-orang mu'min perempuan hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;b) Tidak bergaul bebas sehingga terjadi persentuhan antara laki-laki dengan perempuan, seperti yang biasa terjadi di gedung-gedung bioskop, ruangan-ruangan kuliah, perguruan-perguruan tinggi, kendaraan-kendaraan umum dan sebagainya di zaman kita sekarang ini. Sebab Ma'qil bin Yasar meriwayatkan, bahawa Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya." (Riwayat Thabarani, Baihaqi, dan rawi-rawinya Thabarani adalah kepercayaan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;c) Pakaiannya harus selaras dengan tata kesopanan Islam. Sedang pakaian menurut tata kesopanan Islam, iaitu terdapatnya sifat-sifat sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;1. Harus menutup semua badan, selain yang memang telah dikecualikan oleh al-Quran dalam firmannya: "Apa-apa yang biasa tampak" yang menurut pendapat yang lebih kuat, iaitu muka dan dua tapak tangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;2. Tidak tipis dan tidak membentuk badan sehingga tampak kulit. Sebab sesuai apa yang dikatakan Nabi: "Sesungguhnya termasuk ahli neraka, iaitu perempuan-perempuan berpakaian tetapi telanjang, yang condong kepada maksiat dan menarik orang lain untuk berbuat maksiat. &lt;span style="" lang="DE"&gt;Mereka ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan mencium baunya." (Riwayat Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Maksud berpakaian tetapi telanjang, iaitu: pakaian mereka itu tidak berfungsi menutup aurat, sehingga dapat mensifati kulit yang di bawahnya justru kerana tipis dan sempitnya pakaian itu. Beberapa orang perempuan dari Bani Tamim masuk rumah Aisyah, dengan berpakaian yang sangat tipis, kemudian Aisyah berkata: "Kalau kamu sebagai orang mu'min, maka bukan ini macamnya pakaian orang-orang perempuan mu'min itu." (Riwayat Thabarani dan lain-lain). Ada pula seorang perempuan yang baru saja menjadi pengantin, dia memakai kudung yang sangat tipis sekali, maka kata Aisyah kepadanya: "Perempuan yang memakai kudung seperti ini berarti tidak beriman dengan surah an-Nur."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;3. Tidak memperhatikan batas-batas anggota tubuh dan menampakkan bahagian-bahagian yang cukup menimbulkan fitnah, sekalipun tipis, seperti pakaian yang dianggap mode kebudayaan tubuh dan syahwat (atau dengan kata lain pakaian kebudayaan barat) yang oleh ahli mode dijadikan perlombaan dalam memotong pakaian yang membentuk tetek yang bulat, pinggang, punggung dan sebagainya. Suatu mode yang cukup dapat membangkitkan syahwat. Sedang yang memakainya itu sendiri seperti berpakaian tetapi telanjang. Ini cukup lebih menarik dan menimbulkan fitnah, daripada pakaian yang sekadar tipis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;4. Bukan pakaian spesialis yang dipakai oleh orang laki-laki seperti celana di zaman kita sekarang ini. Sebab Rasulullah s.a.w. pernah melaknat perempuan-perempuan yang menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang menyerupai perempuan. Begitu juga Rasulullah s.a.w. pernah melarang perempuan memakai pakaian laki-laki dan laki-laki memakai pakaian perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;5. Bukan pakaian spesialis yang dipakai oleh orang-orang kafir seperti Yahudi, Kristian dan penyembah-penyembah berhala. Sebab menyamai mereka itu dilarang dalam Islam, supaya ummatnya ini baik yang laki-laki ataupun perempuan mempunyai ciri-ciri tersendiri baik dalam hal-hal yang tampak mahupun yang tersembunyi. Justru itu Rasulullah s.a.w. memerintahkan supaya ummat Islam berbeza dengan orang kafir dalam beberapa hal. Sabda beliau:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Barangsiapa menyerupai sesuatu kaum, maka dia itu dari golongan mereka." (Riwayat Thabarani)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;6. Khusyu' dan bersahaja, baik dalam cara berjalannya mahupun berbicaranya; dan supaya menjauhkan gerak-gerak yang tidak baik pada tubuh mahupun wajahnya. Sebab gerakan-gerakan yang dibuat-buat adalah termasuk perbuatan perempuan-perempuan lacur, bukan budi perempuan muslimah. Oleh kerana itu Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Janganlah perempuan-perempuan melembikkan perkataannya, sebab orang-orang yang hatinya ada penyakit akan menaruh perhatian.” (al-Ahzab: 32)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;7. Tidak bermaksud untuk menarik perhatian orang laki-laki supaya mereka mengetahui apa yang disembunyikan baik dengan bau-bauan ataupun dengan bunyi-bunyian. Untuk itu Allah berfirman: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;“Janganlah perempuan-perempuan itu memukul-mukulkan kakinya di tanah supaya diketahui apa yang mereka sembunyikan dari perhiasan mereka.” (an-Nur: 31)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perempuan-perempuan jahiliah dahulu kalau berjalan di hadapan laki-laki, mereka pukul-pukulkan kakinya supaya terdengar suara gelang kakinya. Untuk itu maka al-Quran melarangnya, kerana hal tersebut dapat membangkitkan khayal laki-laki yang bergelora syahwatnya, dan cukup menunjukkan niat jahatnya perempuan-perempuan supaya diperhatikan oleh laki-laki. Yang sama dalam hal ini ialah perempuan yang suka memakai aneka macam wangi-wangian yang cukup dapat membangkitkan syahwat dan menarik perhatian laki-laki. Maka bersabdalah Nabi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;"Perempuan apabila memakai wangi-wangian, kemudian berjalan melalui suatu majlis (laki-laki), maka berarti dia itu begini -yakni: perempuan lacur." (Riwayat Abu Daud, Tarmizi dan ia berkata: hasan sahih. Yang semakna dengan ini diriwayatkan juga oleh Nasa'i, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan al-Hakim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari keterangan-keterangan di atas dapat kita ketahui, bahawa Islam tidak mengharuskan seorang perempuan muslimah --seperti yang biasa dituduhkan--- selamanya dipenjara dalam rumah, tidak boleh keluar kecuali ke kubur (sampai mati). Tetapi Islam membolehkan seorang perempuan muslimah keluar rumah untuk pergi bersembahyang, mencari ilmu, melaksanakan keperluannya dan setiap tujuan agama atau duniawi yang dibenarkan, seperti yang biasa dilakukan oleh isteri-isteri sahabat dan berikutnya, padahal mereka itu sebaik-baik kurun (abad).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Di antara mereka ada yang keluar ikut dalam peperangan bersama Rasulullah, dengan para khulafa' dan panglima-panglima perang lainnya. Bahkan Rasulullah s.a.w. sendiri pernah berkata kepada salah seorang isterinya, iaitu Saudah sebagai berikut: "Sungguh Allah telah mengizinkan kamu keluar rumah untuk urusan-urusanmu." (Riwayat Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan sabdanya pula: "Apabila salah seorang isterimu minta izin untuk pergi ke masjid, maka jangan halang-halangi dia." (Riwayat Bukhari)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan dalam hadisnya yang lain pula, ia bersabda: "Jangan kamu halang-halangi hamba Allah yang perempuan itu untuk pergi ke masjid-masjid Allah." (Riwayat Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sebahagian ulama yang ekstrimis menganggap, bahawa perempuan samasekali tidak boleh melihat anggota laki-laki yang manapun. Mereka membawakan dalil hadis yang diriwayatkan oleh Nabhan bekas hamba Ummu Salamah, bahawa Rasulullah s.a.w. pernah berkata kepada Ummu Salamah dan Maimunah yang waktu itu Ibnu Ummi Maktum masuk ke rumahnya. Nabi bersabda: "pakailah tabir". Kemudian kedua isteri Nabi itu berkata: "Dia (Ibnu Ummi Maktum) itu buta!" Maka jawab Nabi: "Apakah kalau dia buta, kamu juga buta? Bukankah kamu berdua melihatnya?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tetapi dari kalangan ahli tahqiq (orang-orang yang ahli dalam penyelidikannya terhadap suatu hadis/pendapat) mengatakan: hadis ini tidak sah menurut ahli-ahli hadis, kerana Nabhan yang meriwayatkan Hadis ini salah seorang yang omongannya tidak dapat diterima.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kalau ditakdirkan hadis ini sahih, adalah suatu sikap kerasnya Nabi kepada isteri-isterinya kerana kemuliaan mereka, sebagaimana beliau bersikap keras dalam persoalan hijab. Seperti apa yang diisyaratkan oleh Abu Daud dan lain-lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan demikian tinggal satu hadis sahih yang berbunyi sebagai berikut: "Rasulullah s.a.w. pernah menyuruh Fatimah binti Qais supaya menghabiskan iddahnya di rumah Ummu Syarik. Tetapi kemudian menyusuli perkataan: Dia (Ummu Syarik) adalah seorang perempuan yang disibukkan oleh urusan sahabat-sahabatku, justru itu beriddah sajalah kamu di rumah Ibnu Ummi Maktum kerana dia itu seorang laki-laki buta, kamu lepas pakaianmu tetapi dia tidak melihatmu." (Tafsir Qurthubi, juz 1-2:228)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Isteri yang Melayani Tamu-Tamu Suaminya&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan lebih tegas lagi, bahawa seorang isteri boleh melayani tamu-tamu suaminya di hadapan suami, asal dia melakukan tata kesopanan Islam, baik dalam segi berpakaiannya, berhiasnya, berbicaranya dan berjalannya. Sebab secara wajar mereka ingin melihat dia dan dia pun ingin melihat mereka. Oleh kerana itu tidak berdosa untuk berbuat seperti itu apabila diyakinkan tidak terjadi fitnah suatu apapun baik dari pihak isteri mahupun dari pihak tamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sahal bin Saad al-Anshari berkata sebagai berikut: "Ketika Abu Asid as-Saidi menjadi pengantin, dia mengundang Nabi dan sahabat-sahabatnya, sedang tidak ada yang membuat makanan dan yang menghidangkannya kepada mereka itu kecuali isterinya sendiri, dia menghancurkan (menumbuk) korma dalam suatu tempat yang dibuat dari batu sejak malam hari. Maka setelah Rasulullah s.a. w. selesai makan, dia sendiri yang berkemas dan memberinya minum dan menyerahkan minuman itu kepada Nabi." (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari hadis ini, Syaikhul Islam Ibnu Hajar berpendapat: "Seorang perempuan boleh melayani suaminya sendiri bersama orang laki-laki yang diundangnya ..." Tetapi tidak diragukan lagi, bahawa hal ini apabila aman dari segala fitnah serta dijaganya hal-hal yang wajib, seperti hijab. Begitu juga sebaliknya, seorang suami boleh melayani isterinya dan perempuan-perempuan yang diundang oleh isterinya itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dan apabila seorang perempuan itu tidak menjaga kewajiban-kewajibannya, misalnya soal hijab, seperti kebanyakan perempuan dewasa ini, maka tampaknya seorang perempuan kepada laki-laki lain menjadi haram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;ul style="margin-top: 0cm;" type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="" lang="DE"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;Hubungan Kelamin yang Tidak Normal adalah Berdosa Besar&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/u
