Tampilkan postingan dengan label goresan tangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label goresan tangan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Oktober 2010

Pesona yang Dilupakan


Sungai-sungai jaman dulu merupakan urat nadi perkembangan kota. Kita tengok berkembangnya kerajaan2 dan kota-kota dimulai dari sungai. Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi, Kerajaan Siak di Sungai Siak, perkembangan Jakarta dimulai disekitar Sungai Ciliwung, Bandung dengan Citarumnya, Kota Pontianak di Sungai Kapuas, Banjarmasin di Sungai Barito dll.
Sungai jaman dulu merupakan jalur utama transportasi dan pusat perdagangan karena ditunjang dengan pelabuhan, sehingga mati hidupnya kota sangat tergantung padanya.
Sungai merupakan sumber air minum kita, sungai merupakan mata pencarian bagi peternak ikan, sungai tempat hidup makhluk-makhluk air dan yang tergantung padanya. Sungai tempat bermain, berolahraga dan berekreasi bagi penduduk kota.

Jadi ingat lagunya Gesang : Bengawan Solo ......riwayatmu dulu......

Lain dulu lain sekarang, semakin kita mengandalkan transportasi darat semakin kita tinggalkan peran sungai. Kepentingan ekonomi sesaat telah melupakan peran ekologi sungai.
Sungai sekarang sudah tidak diperhatikan lagi, lihat saja fakta-fakta ini :
Sungai-sungai ini telah menjadi MCK terpanjang di dunia.
Sungai-sungai sudah menjadi tempat pembuangan sampah dari buangan sampah rumah tangga hingga sampah kota.
Sungai-sungai kita telah menjadi tempat buangan limbah bagi kegiatan industri (beberapa sungai telah mengandung COD dan BOD melebihi ambang batas bahkan mengandung Mercury)
Sungai-sungai telah menjadi sumber bencana banjir dan sumber penyakit.
Daftar ini akan semakin panjang kalau semakin kita abaikan sungai-sungai kita.

Waduh terbayang....
Indahnya sungai kita bila bangunan-bangunan di kota menghadap sungai, dan kita bisa kemana-mana dengan menyusuri sungai karena ada angkutan sungai.
Anak-anak kita berenang/ bermain di sungai dan kita berrekreasi keluarga di pinggir sungai.
Kita memancing sambil mendengarkan kicauan burung di pinggir sungai yang teduh dengan pepohonan.
Aquarium kita dapat diisi dengan ikan-akan eksotis yang langsung dapat kita ambil dari sungai atau dari peternak ikan hias.
Kita dapat mengkonsumsi ikan tanpa harus was-was ikannya sudah tarakumulasi limabah.
Kita dapat menjadi eksportir ikan hias terbesar didunia karena keaneka ragaman ikan kita terbesar di dunia dan para peternak ikan kita tidak was-was ikannnya mati karena limbah.
Kita tidak perlu kuatir dengan bencana banjir dan tidak perlu pusing-pusing kehabisan air bersih dimusim kemarau.
PLTA kita tidak perlu pusing-pusing memikirkan bagaimana ketersedian listrik di musim kemarau atau kita tetap akan dijamin ketersediaan sumber listrik yang cukup.


Mimpi kali ye....Tetapi kalau ini kita bisa jadikan menjadi mimpi kita bersama saya yakin ini dapat kita wujudkan.

Sungguh besar jasamu

Sampah selalu jadi masalah… ya kotor, bau, sumber penyakit dll yang harus segera dimusnahkan.
Tunggu dulu, ternyata sampah bisa memberi manfaat, lihat saja dari penelitian para ahli ternyata bisnis pemulung di Bantar Gebang menghasilkan putaran uang minimal Rp 1,5 miliar per hari. Bahkan jika produksi kompos dari sampah dilakukan secara optimal melalui sistem pabrikasi terpadu, dapat diperoleh devisa 897.000 dollar AS per hari atau setara Rp 7,62 miliar. Dalam setahun, bisnis ini menghasilkan 2,78 triliun rupiah melebihi 20 persen APBD DKI Jakarta! (Tumpukan Busuk Itu Beromzet Miliaran Rupiah, Kompas; Sabtu, 10 Januari 2004)
Bantar Gebang menjadi tempat menyambung hidup sekitar 6.000 pemulung dari pelbagai daerah minus di Jawa dan Sumatera. (Kompas; Sabtu, 10 Januari 2004)
Ternyata pemulung memberi peran peting dalam pengelolaan sampah, diperkirakan pemulung dapat mereduksi sampah hingga 20 % dari total sampah dan 80 % sampah an organik. Ini artinya pemulung bisa mengurangi beban TPA dan mengurangi biaya angkutan sampah yang dikelola PD Kebersihan.
Jadi bagi para pengelola sampah, libatkan para pemulung dalam pengelolaan sampah kota. Beri dia (kelompok organisasi pemulung) hak pengelolaan di tiap TPS, Insya Allah TPS akan bersih, TPA berkurang buangannya, biaya operasi kendaraan angkutan sampah berkurang dan pemerintah telah memberi lapangan kerja.
Terimakasih pemulung, kamu telah berjasa membantu mengurangi sampah kota, semoga bertambah sejahtera penghidupanmu kalau pemerintah ikut memperhatikan kehidupanmu.

Sabtu, 10 Juli 2010

Akhwat jatuh cinta....???


Akhwat jatuh cinta..
Tak ada y aneh, mrk jg adalah manusia.
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?
Mereka jg punya hati dan rasa..

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu d wajah, tak ada buncah suka d dada..
Namun sebaliknya..
Ketika akhwat jatuh cinta..
Y mereka rasakan adalah penyesalan y amat sangat, atas sbuah hijab y tersingkap.
Ketika lelaki y tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirx, y mrk rasakan adalah ketakutan y bgt besar akan cinta y tak suci lg..
Ketika rasa rindu mulai merekah d hatinya, y mereka rasakan adalah kesedihan y tak terperih akan sbuah asa y tak semestinya..

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..
Yang ada adalah malam2 y d penuhi air mata penyesalan atas cintaNya y ternodai..
Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa y salah arah..
Yg ada adalah penderitaan akan hati y mulai sakit..

Ketika akhwat jatuh cinta..
Bukan harapan u btemu y mrk nantikan, tapi y ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.
Tak ada kata2 cinta, dan rayu.. Y ada adalah kehawatiran y amat sangat akan hati y mulai merindukan lelaki y blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan d hatinya y tak mampu lg memberix ketenangan d wajahnya y dulu teduh..
Mrk akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya.. Bahkan kendati dia harus menghilang, maka itu pun akan mrk lakux..

Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn y ada adalah penderitaan..

Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dr Rabbmu..
Matikan rasa itu secepatnya..
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..
Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai..
Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab y tersingkap..
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..
Pupusx rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..

Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya.. Krn bila memang kalian d takdirkan bersama, maka tak akan ada y dpt mencegah kalian bersatu..
Tp ketahuilah, bgm pun usaha kalian u bersatu, jika Allah tak menghendakix, maka tak akan pernah kalian bersatu..

Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah y mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..

BERHIJABLAH


Assalamualaikum....
Bissmillahirrahmanirrahim.......
Wahai muslimah.....berhijablah!!
Sesungguhnya hijab menjagamu dari pandangan yang beracun. Pandangan yang berasal dari penyakit hati dan penyakit kemanusiaan. Hijab memutuskan darimu ketamakan yang berapi api.
Maka pakailah hijab. Berpeganglah pada hijab. Dan janganlah kamu tergoda oleh pengumbar fitnah yang bertujuan memerangi hijab atau mengecilkan dari bentuknya. Sebab ia ingin menjadikanmu jahat.

Sebagaimana firman Allah:
Sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh jauhnya (dari kebenaran). " (An-Nisaa': 27)

Dalam firman-Nya yang lain:
"Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, putra-putra saudara perempuan mereka. " (An-Nur: 31)

Dalam firman-Nya yang lain:
"Dan apabila kamu ada sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir (hijab). " (Al-Ahzab: 53)

Selasa, 29 Juni 2010

bejalan berteman rembulan


Berjalan sendirian dalam kegelapan malam
Bukankah itu yang biasa kulakukan
Kekelaman dalam kehidupan
Bukankah itu sering kulalui dalam kehidupan

Dalam kesendirian
Aku mendapat banyak pelajaran
Aku memiliki keberanian
Aku mendapat kekuatan

Bukankah aku selalu sendirian??
Tapi aku tidak kesepian karma Rabku slalu ada untukku
Dan sampai kapapun aku slalu ditemaniNya,,,,

Langkah kaki ini semakin jauh di kehidupan
Melangkah terus ke masa depan
Jauh mengarah pada tujuan
Tujuan apa di depan,,,,,
Akan kah kudapatkan seorang teman...
Ya, teman tuk melewati kehidupan...
Teman tuk mengahadapi badai kehidupan
Ya, seorang teman yang diberikan Rabbku,,,
Itu semua akan terjawab bila waktunya tiba,,,
Karna aku yakin Rabbku telah menyiapkan aku seseorang dan waktu yg tepat tuk ku,,

Rabu, 09 Juni 2010

wanita modern dan busana

Katakan padaku
Untuk apa busana wanita diciptakan
bila wanita hanya menyukai secuil saja darinya

Katakan padaku
Yang manakah fungsinya busana wanita
Menutupi ataukah membukai

Katakan padaku

Manakah yang lebih modern
Wanita purba dengan secarik kulit kayu
ataukah Kylie Minogue
dengan sejumput kain yang nyaris sama lebar
cepat katakan
Aku sungguh ingin tahu!

Kamis, 20 Mei 2010

Istri Shalihah Mencintai Ilmu


Saudaraku, para suami yang shalih…
Ingatlah bahwa salah satu tanda istri yang shalihah adalah penuh perhatian dan cinta kepada ilmu. Bila sifat itu belum ada pada istrimu maka doronglah ia kepadanya. Dan jika sudah, maka usahakanlah untuk memberi kelapangan jalan untuk menuju ke sana. Memang, pada ilmu terdapat kenikmatan dan pada kebodohan bersemayam segudang penderitaan.

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha telah memuji wanita Anshor karena cinta mereka kepada ilmu. Ia berkata:

”sebaik-baik wanita adalah wanita Anshor. Rasa malu tidak menghalangi mereka memperdalam agama.”

Karena itu bantulah ia dan berikanlah kesempatan serta fasilitas untuk menambah khazanah ilmunya. Temanilah ia dan tidak ada salahnya engkau menggantikan tugasnya menjaga anak-anak agar istrimu bisa menghadiri majelis-majelis ilmu dan mendengarkan nasehat yang berharga.

Untuk memenuhi anjuran ini usahakan agar rumahmu ada perpustakaan, meskipun sederhana. Milikilah sarana pengetahuan yang bervariasi, seperti buku, radio, tape recorder ataupun CD-CD yang bermanfaat.

Ingatlah, semakin bertambah ketaqwaan dan keshalihan istrimu, maka engkaulah orang pertama yang akan menikmatinya.

Sungguh mengherankan, ada suami yang sepertinya merasa takut apabila istrinya lebih berilmu daripadanya. Ada juga suami yang giat berda’wah dan menyebarkan ilmu di tengah masyarakat, sementara ia biarkan istrinya hidup dalam kebodohan. Ia merana dan merugi serta tidak berkembang pengetahuannya.

Apakah Rasulullooh shololloohi ‘alahi wassalaam memang mengajari kira seperti itu?

Sekali-kali tidak, bahkan beliau adalah sosok suami yang memberikan perhatian penuh kepada keluarganya. Beliau membagi waktunya, sebagian untuk Robb-Nya, sebagian untuk keluarganya,dan sebagian lagi untuk ummatnya.

Rasulullah shololloohu ‘alahi wassalaam bersabda:

“Sesungguhnya istrimu punya hak atasmu, tamumu punya hak atasmu dan jasadmu juga punya hak atasmu”

Nabi shololloohu ‘alahi wassalaam juga membenarkan ucapan Salman yang berkata,

”Sesunnguhnya Robbmu punya hak atasmu, dirimu punya hak atasmu, keluargamu juga punya hak atasmu maka berikanlah setiap orang haknya.”





ditulis ulang oleh Ummu Tsaqiif dari buku Surat Terbuka untuk Suami

Minggu, 16 Mei 2010

Innalillahi...




aku hanya teringat anak-anak NTB yang busung lapar......

aku hanya teringat tetanggaku yang tidak mampu menyekolahkan anaknya karena dia cuma jadi tukang becak angkut barang di pasar

aku cuma teringat seorang bapak yang menggendong mayat anaknya karena tak punya uang untuk sewa ambulan

aku cuma teringat seseorang yang terpaksa 'menjual diri' karena tak punya uang untuk beli makanan, padahal tetangga-tetangganya bermobil sedan mengkilat

aku cuma teringat anak-anak yang lulus UAN tapi tak bisa lanjut sekolah karena uang tidak ada

aku cuma teringat kisah sekeluarga yang gantung diri karena tak punya harapan untuk mencari nafkah di hari esok

aku cuma teringat para pengungsi aceh yang masih tidur di tenda sampai hari ini

aku cuma teringat orang-orang yang bergotong royong untuk korupsi APBD

aku cuma teringat seorang anak kecil, yang gantung diri karena tak punya uang buat bayar SPP

aku cuma teringat....aku cuma teringat.....kalau semua itu berlangsung di Indonesia yang negaranya berpenduduk muslim terbesar di dunia

aku cuma teringat surat al Ma'un

aku juga teringat....

di tengah ketakberdayaan saudaraku di Palestina, rata-rata dua profesor di universitas-universitas amerika berasal dari palestina

rata-rata para dosen di universitas timur tengah, berasal dari palestina

sementara indonesiaku....yang katanya gemah ripah loh jinawi, lumbung makanan, penghasil oksigennya dunia.....negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.....

ternyata.......

ah, surat al ma'un.....apakah kau hanya akan jadi pusaka saja di rak-rak buku?

kasihan kau.....

Minggu, 09 Mei 2010

Lowongan Kerja



Aku terperanjat mendengar kata-kata yang tak pernah kuduga sebelumnya, seorang gadis tamatan SMU yang sedang mencari kerja karena tak mendapatkan biaya untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dia seorang gadis yang sangat biasa, dengan setelan jilbab yang juga tidak mencolok. Benar-benar seorang gadis yang biasa.

"Kamu dimarahi lagi?" tanyaku.

"Nggak papa kok, hanya sedikit diomelin." katanya.

"Masih masalah yang sama?" kulanjutkan pertanyaanku, dia hanya tersenyum menatapku. Ya, kurasa masih masalah yang sama. Aku masih ingat ketika dia bercerita tentang apa yang dialaminya. Dia ditawari pekerjaan menjadi pegawai Negeri oleh kakak sepupunya yang mempunyai jabatan di sebuah institusi negeri. Dia di tawari karena memiliki kecerdasan yang bisa dibilang diatas rata-rata. Namun ada satu hal yang harus dia lakukan yaitu mengakui bahwa dia pernah ikut serta dalam kegiatan yang di gelar institusi itu. Hal itu terjadi karena jurusan yang diambilnya waktu SMU tidak cocok dengan jurusan yang diperlukan, dia akan mendapat dispensasi apabila pernah membantu dengan mengikuti kegiatan tersebut.

Mungkin itu adalah peluang emas bagi seorang pencari kerja seperti dia. Apalagi sepupunya itu telah berjanji akan menyiapkan dokumen-dokumen sebagai bukti keterlibatannya dalam kegiatan yang dimaksud. Masalah tes, semua yakin dia bisa mengatasinya. Senangkah dia? Jawabannya tidak sama sekali...

Namun situasi memaksanya untuk terus mengikuti tawaran itu, kedua orang tuanya sangat berharap dia bekerja, apalagi dalam keadaan ekonomi keluarga yang kian memburuk.

Tibalah hari yang ditentukan, dimana dia akan menghadap panitia penerimaan pegawai dan akan mengakui sesuatu yang tidak pernah dilakukannya. Wajah murungnya tak dapat di sembunyikan, kedua orang tua gadis itu melihat jelas mimik wajah buah hatinya, mereka tahu ini sesuatu yang amat sulit dilakukan untuk gadis yang berakhlak seperti dia, namun di zaman sekarang siapa yang akan menghargai sebuah kejujuran?

Dengan menumpang kendaraan sepupunya dia berangkat ke kantor itu. Sepanjang perjalanan dia tidak berbicara sepatah kata pun. Di dalam hati dia tak henti-hentinya menyebut nama Allah, Sang Penulis Takdir manusia. Dia yakin tidak ada satu kekuatan pun yang akan tercipta tanpa kehendak Allah.

Itu yang selalu ada dalam hatinya.

"Namamu Wia?" tanya seorang bapak didepannya. Dia hanya menganggukkan kepala. Tampak sekali gurat keheranan di wajah bapak itu.

"Tamatan dari sebuah sekolah yang terkenal ya?" lanjutnya, gadis itu kembali tersenyum.

"Dik, jurusan kamu nggak cocok dengan yang kami minta, tapi katanya kamu pernah ikut membantu kantor kita ya?" tanya bapak itu lagi. Gadis yang bernama Wia itu tampak sangat gugup, dia pejamkan matanya sesaat, entah apa yang ada dalam pikirannya. Bapak tadi nampak penasaran dan tak sabar menunggu jawaban Wia. Sebenarnya pertanyaan itu hanyalah formalitas, namun bagi Wia adalah pertaruhan antara kejujuran dan kebohongan.

Dia membuka matanya dan menjawab, "Tidak... Saya tidak pernah mengikuti kegiatan itu dan tak pernah membantu kantor ini." Bapak itu terdiam sesaat dan kembali bertanya, "Apa kamu yakin dengan apa yang kamu katakan?"

"Ya, sangat yakin." Sebuah jawaban yang kontroversial, namun seorang gadis yang belum genap 19 tahun yang mengatakannya.

"Kalau begitu maaf sekali Dik, kamu tidak bisa melanjutkan..." ucap bapak tadi.

"Nggak papa kok Pak." jawabnya begitu riang, seraya pamit dan melangkah keluar dengan senyuman. Tak ada lagi beban yang menghimpit dadanya.

"Alhamdulillah Ya Robb, Engkau menyelamatkanku dari sebuah lingkaran setan, yang apabila ku masuk kedalamnya, takkan biasa keluar lagi." Itu yang diucapkannya dalam perjalanan pulang.

***

"Kok senyum Mbak? Ada yang lucu?" tanyanya membuyarkan lamunanku.

"Wi, sampai saat ini orang tuamu masih kecewa ya?"

"Sepertinya iya, mbak. Tapi Wi yakin kok suatu hari mereka akan mengerti. Wi tau mereka ingin yang terbaik buat Wi, namun Allah yang Mahatahu apa yang terbaik buat hambaNya, masalah rezeki itu sudah dituliskanNya dalam takdir Wi, Wi yakin yang terbaik adalah yang diridhai Allah."

"Tapi pekerjaan yang ditawarkan pada kamu bukan pekerjaan yang hina lo Wi?" kataku mencoba melihat reaksinya.
"Iya, itu bukan pekerjaan yang hina, namun cara Wi mendapatkannya yang hina, Mbak. Wi memilih Allah diatas segalanya. Dengan ridha Nya, Wi ingin menatap masa depan dan menjalani hidup. Itu yang Wi harapkan, meski di mata dunia Wi dianggap orang yang gagal, Wi tak ingin gagal di hadapan Allah. Do'a kan ya, Mbak. Semoga Allah memberikan jalan yang lebih baik buat Wi."

Aku tatap wajah gadis dihadapanku. Gurat kebeliaan masih terukir di wajahnya, namun betapa indah hatinya.

Aku berkata pada diriku sendiri, "Dunia, lihatlah apa yang kau lakukan pada gadis kecil ini, tidakkah negeri ini memerlukan orang-orang seperti dia? Mengapa justru yang menduduki kursi-kursi itu adalah anak pejabat yang terkadang tak punya aturan dalam hidupnya? Kejujuran yang dia pertahankan membuahkan kekecewaan pada orang tuanya, membuatnya kembali harus mengumpulkan koran, untuk mencari kolom "LOWONGAN KERJA".

"Siapa yang akan menghargai kejujuranmu?" itu pertanyaan yang selalu di lontarkan orang tuanya.

"Allah dan RosulNya." jawabnya dalam hati.

Dan dia pun kembali mengelilingi kota yang panas, mencari adakah yang memerlukan karyawan?

***

Kejujuran adalah sesuatu yang amat berharga, sayang pada masa ini begitu banyak orang yang takut akan kejujuran. Ketika kita di hadapkan pada dua pilihan, yaitu kemegahan dunia atau berjuang di jalan Allah, adakah kita akan dengan tegas menjawab seperti Wia, "Aku memilih Allah di atas segalanya." (laut)

Sabtu, 01 Mei 2010

Membaca dan Menulis




"Kemampuan menulis itu berbanding lurus dengan ketekunan kita membaca." Begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan teman yang belum lama saya kenal.

Teman saya ini mampu membaca buku yang tebalnya ratusan halaman dalam waktu satu malam saja. Koleksi bukunya pun tak tanggung-tanggung, sekitar tujuh ratusan buah buku yang dia miliki, dan sudah pasti sudah dia baca semua. Buku-buku itu ia kumpulkan sejak ia mulai bekerja dengan gaji ratusan ribu rupiah. Maka tak heran jika dia mampu menghasilkan tulisan-tulisan ringan, enak dibaca namun penuh hikmah.

Seorang penulis yang sering saya 'ambil' artikel di blognya pernah menceritakan dalam salah satu tulisannya, bahwa ketika beliau pindah rumah, sebagian besar kardus yang dibawa penuh berisi dengan buku-buku. Maka tak heran jika beliau begitu produktif dalam membuat artikel-artikel penuh dengan nasihat-nasihat dan petuah-petuah bijak.

Membaca buku mungkin bukanlah yang sulit bagi saya dan Anda, toh kita sudah bisa membaca sejak lama. Sejak kita berada di sekolah dasar kita sudah mampu membaca buku pelajaran. Namun, untuk membaca apa yang tersirat dari setiap yang kita alami itu mungkin yang sulit. Padahal bila kita mau merenung sejenak, insya Allah kita bisa menemukan makna dari semua kejadian itu. Bukankah Allah dalam menciptakan sesuatu tidak dalam kesia-siaan?

Mungkin itulah kemampuan yang dimiliki oleh kedua orang yang saya ceritakan di atas. Selain mampu membaca apa yang tersurat dari setiap buku yang dibaca, keduanya juga membaca apa yang tersirat di dalamnya. Mereka mampu menggunakan kedua mata mereka yang sehat dan afiat, serta mata hati mereka dalam memandang perjalanan hidup.

Mereka pun mampu untuk membuat tulisan sebagai buah karya berharga. Menebar hikmah dalam goresan pena. Memberikan tausiyah dalam lembaran-lembaran artikel. Mengalirkan manfaat bagi diri serta bagi orang-orang yang membacanya.

Mudah-mudahan saya bisa seperti mereka.

Selasa, 20 April 2010

Perlukah Seorang Akhawat Menentukan Kriteria Pasangan, Perlukah?







Kali ini Ani benar-benar stres. Asih temannya baru saja melakukan manuver tak terduga. Beberapa saat yang lalu. Asih telah mendatangi orang tuanya untuk mempromosikan seorang pria, “Pokoknya orang ini baik deh tante. Saya yakin dia cocok untuk Ani, jadi saya tau deh sifat-sifatnya.” Ibunya termakan provokasi ini. Sejak tadi ibu mempromosikan pria itu kepadanya.

Ani bukannya tak senang atas usaha teman baiknya ini. Usianya kini telah 25 tahun, ia memang sudah sangat ingin untuk menikah. Tapi ia tidak ingin membina hubungan khusus dengan pria. “Islam melarang kita pacaran.” Begitu katanya, tatkala ibu terus menanyakan mengapa tak seorangpun pria pernah berkunjung ke rumah untuk berkenalan dengan ibu. Makanya ketika Asih datang kepadanya menawarkan pria itu, ia pun sangat bersyukur. Persoalannya adalah Asih terlalu mendesak dan ingin Ani segera menerima tawarannya itu. “Kamu kayak gak percaya aja sama aku.” Ia kini benar-benar terpojok.

Ia sepertinya tidak diberikan kesempatan untuk memilih dan mengidamkan pria idealnya.

Ani tidak seorang diri menghadapi persoalan ini. Ini adalah masalah umum bagi seseorang yang telah memasuki masa dewasa muda (20-30 th), pada masa ini orang telah dapat memulai kehidupan dengan memilih dan menentukan kedudukannya ditengah masyarakat. Ia telah mampu menilai ide-ide yang telah didapatinya dari dunia secara umum, mengajukan perencanaan karir, mengambil peran dalam keluarga dan masyarakat, menyeleksi kawan hidup dan menikah. Dua hal terakhir inilah yang sedang menjadi masalah bagi Ani.

Lalu bagaimanakah sebaiknya kita memilih pasangan? Perlukah kita menetapkan kriteria ideal pasangan kita? Sebelum membahas masalah ini lebih jauh, ada baiknya kita pahami apa sebenarnya pernikahan itu.

Pernikahan adalah suatu hubungan antara dua orang, pria dan wanita, yang diketahui oleh umum, diatur melalui suatu aturan tertentu baik oleh agama, negara, maupun adat istiadat dalam masyarakat. Selain itu ada beberapa unsur dalam pernikahan yang perlu diperhatikan. Unsur-unsur ini telah diungkapkan oleh Stinnett dalam Lifespan Development (1984). Ia mengatakan bahwa dalam pernikahan terkandung unsur-unsur sebagai berikut:

a. Komitmen
Tiap orang ingin merasakan ada yang memperhatikan dirinya tanpa pamrih. Pernikahan merupakan ekspresi dari dedikasi pada seseorang. Upacaranya sendiri merupakan symbol

dari pengabdian ini.

b. One to one relationship.
Tiap orang ingin dekat dengan orang lain berdasarkan kedekatan emosi, seperti rasa percaya diri, mengasihi, menghargai, dan intim. Salah satu tugas perkembangan dari usia dewasa muda adalah belajar intim dengan orang lain.

c. Bekerja sama (companionship) dan berbagi (sharing)
Pernikahan adalah cara untuk mengusir kesepian dan rasa teriolasi. Dengan menikah, kita belajar untuk bekerja sama, dan saling berbagi/sharing. Sharing, paling penting dalam hubungan. Bila pasangan bisa sharing dan kebutuhannya saling terpenuhi, mereka akan lebih mencapai kepuasan.

d. Love
Seseorang ingin merasakan mencintai dan dicintai. Hidup akan terasa hampa bila kita tidak memiliki pasangan hidup yang kita cintai dan mencintai kita.

e. Kebahagiaan (happiness)
Orang berfikir bahwa dengan menikah ia akan bahagia. Tetapi harus diingat bahwa bahagia tidak berasal dari pernikahan tapi tergantung bagaimana individu itu berinteraksi dengan pasangannya.

f. Legitimasi dari seks dan anak
Pernikahan merupakan pengesahan social dari perilaku seksual dan memiliki anak.

Kriteria Ideal, Perlukah?

Ani. seperti setiap orang yang lain pasti memiliki kriteria-kriteria ideal adalah memilih pasangan hidupnya. Ia tentu menginginkan sifat/karakteristik/kondisi yang dia idam-idamkan ada pada calon pasangannya. Kriteria ini lahir dari prinsip yang diyakini dan dari hasil interaksi dengan lingkungan sekitar.

Di samping kriteria ideal versi dirinya sendiri, didalam memilih calon pasangan hidup, biasanya seseorang juga akan menghadapi kriteria ideal yang disodorkan oleh orang tuanya/keluarga maupun oleh lingkungan pergaulannya.

Namun dalam beberapa kasus pemilihan calon pasangan hidup yang hanya berdasarkan pada kriteria ideal, sering kali mempersulit langkah orang tersebut dalam mendapatkan pasangan hidup. Pematokan kriteria ideal yang terlalu tinggi, rasa dibutuhkan mukjizat, atau setidak-tidaknya keberuntungan yang besar untuk mendapatkannya. Hal ini akan sangat potensial bagi timbulnya kesulitan dalam mendapatkan calon pasangan hidup.

Jangan pernah berfikir akan mendapatkan sosok yang sempurna, karena setiap orang membawa kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Kita boleh saja mengharapkan pendamping yang sempurna tanpa cela, asalkan kita juga bisa membuktikan bahwa kita sosok yang sempurna tanpa cela. Kita harus mau dan mampu untuk berlapang dada menerima kekurangan calon pasangan hidup kita karena pada saat yang sama calon pasangan kita juga telah melapangkan dada untuk menerima segala kekurangan kita.

Meskipun begitu penyusunan kriteria ideal tetap kita idamkan. Ada dua kriteria utama

yaitu:

1. Paling Sedikit Potensi Timbulnya Konflik
Jika seorang wanita ingin menjadi wanita karir yang bebas membangun karirnya di luar rumah, tentu akan mencari calon suami yang mendukung keinginnannya tersebut. Mendapatkan suami yang mendukung keinginnya tersebut.

Mendapatkan suami yang mengharuskan tinggal di rumah saja tentu akan menjadi potensi konflik dalam rumah tangga. Contoh di atas menggambarkan bagaimana seseorang mencari calon pasangan dengan kriteria tertentu agar dapat memperkecil potensi konflik. Semua orang punya kecenderungan untuk mencari pasangan yang kira-kira tidak “menghambat” dirinya.

Hal ini syah-syah saja, hanya yang perlu diingat, jangan sampai terjebak pada egoisme yang sempit dan kaku. Ketika kita menetapkan kriteria calon pasangan yang tidak “mengahambat” sebenarnya kita sedang berfikir egois, bahwa kita punya keinginan/sifat seperti ini dan calon pasangan kita harus mau mengikuti keinginan/sifat kita tersebut. Jadi tempatkanlah segala sesuatunya secara proporsional dan realistis, apalagi jika keinginan kita itu tidak menyangkut hal yang prinsip, seperti keinginan menjalankan ibadah dengan tenang dan lain-lain.

2. Paling besar potensi untuk mencapai rumah tangga yang diidam-idamkan
Jika seseorang mengatakan bahwa calon pasangannya haruslah orang yang mempunyai pemahaman agama yang baik, bisa jadi secara implisit dia mengatakan bahwa kembali ke ajaran agama adalah prinsip yang ingin dia terapkan dalam mengarungi bahtera rumah tangga, sehingga mempunyai pasangan hidup yang pemahaman agamanya bagus diharapkan akan membantu mencapai keinginannya tersebut.

Jadi patut saja Ani merasa stres. Ia tentu tak ingin sembarangan memilih pasangan hidup. Yang perlu kita ingatkan agar ia jangan pula terlalu muluk, dalam menetapkan kriteria calon suami.






Jumat, 16 April 2010



fiuuhh.....

akhirnya selesai juga hoby yang terpendam beberapa hari walaupun mengerjakannya pas kita hati lagi gak enak, eh ternyata obatnya membuat kerajianan deh walaupun tidak cantik sih yaitu tempat HP. klw untuk jilbabnya lumayan lama mngerjakannya.....

Saya berharap hobi saya ini bisa terus saya geluti, dan saya juga sangat berharap bisa sharing, berbagi pengetahuan, pengalaman, dan belajar lebih banyak lagi dengan para ahlinya yang sudah sangat mahir, selain untuk mengembangkan pengetahuan, produk, dan kesempurnaan karya saya nantinya.

ini foto sebagian hasil karya saya,


Jumat, 02 April 2010

Tak Semua...!!!

Tak semua yang ku ratapi
Mengoyak kepiluan di relung hati
Tak semua yang kuinginkan
Sesuai dengan yang kuharapkan

*** ----- ***-----***----***----***

Tak semua yang kuresapi
Punya ragam makna dihati
Tak semua yang kuimpikan
Dapat berubah jadi kenyataan

***----***----***----***---***----

Tak semua yang kusayangi
Mampu membahagiakan sanubari
Tak semua yang membuatku terlena
Mampu membawaku terbang kesana

***----***----***----***----***

Tak semua harta yang kumiliki
Akan kubawa sampaiku mati

lalu,haruskahku berhenti berharap???
Oh tidak ya Tuhan
Karena Engkaulah sang segala Maha....................

Selasa, 16 Maret 2010

Akh, Tipis




Shalat Maghrib baru saja ditunaikan. Oleh orang-orang yang masih mau menunaikannya tentu. Seorang aktivis mencari barang kebutuhan biasa yang cukup vital baginya: jam meja dengan alarm. Lumayan, bisa membangunkan sebelum datang waktu Shubuh. Karena belum ada orang yang siap membantu membangunkan. Dan iapun mendapatkan yang dicari dengan harga yang menurutnya tidak terlalu mahal.

Baru saja turun lewat eskalator, ia menemukan ironi. Anak perempuan usia SD terlelap kelelahan di emperan. Tak punya rumah. Barangkali habis mengamen, atau mengemis seharian. Di sampingnya, sang adik belum tidur. Kira-kira 2 tahun usianya. Dekil. Kumal. Tak ada ayah ibu.

Tiba-tiba sang aktivis merasa menjadi "akh tipis". Tipis kepedulian. Tipis pembuktian. Tipis karya. Ia teringat betapa mudahnya mengeluarkan sejumlah uang kepada penjaga warnet untuk nge-browse situs yang jauh dari bermanfaat. Padahal dengan uang itu ia sebenarnya bisa meringankan rasa lapar saudaranya. Di negerinya sendiri.

Seruan tanpa teladan adalah seperti bapak yang menyuruh anaknya ke masjid sedangkan ia ada di rumah, tak sholat juga. Tidur sang "akh tipis" kini tak lagi nyenyak.

Obrolan kita di meja makan
tentang mereka yang kelaparan...

Pulanglah Sore! (Potret Bangsa Pengutang)

Di Jakarta banyak orang pulang malam. Bukan pulang sore. "Sibuk," kata mereka. Sebagian memang benar karena sibuk. Sebagian lain, mungkin 90 persen, ingin dianggap sibuk.

Kesibukan utamanya baru mulai selepas makan siang. Sebagian besar untuk rapat. Menurut teori, rapat yang baik adalah yang ringkas. Cukup 30 menit hingga sejam. Namun 'orang-orang sibuk' selalu mampu mengadakan rapat hingga tiga jam.

Itu belum termasuk perbincangan panjang setelahnya. Katanya, perbincangan itu membahas iklim bisnis yang sedang berkembang. Juga soal konsep pengembangan produk atau usaha, bahkan juga politik. Hanya bila ada waktu tersisa, baru menangani pekerjaan teknis.

Setelah matahari terbenam, orang-orang pun memindahkan kantor ke kafe-kafe. "Bisnis adalah lobi," kata mereka. Kafelah tempatnya. Kafe juga menjadi standar gaul mereka yang menganggap diri "eksekutif". Termasuk yang baru setahun dua tahun kerja, dan masih memakai mobil milik orang tua.

Lalu seberapa efisien untuk kerja pagi? "Kita 'kan sibuk sampai malam. Jangankan untuk produktif, kerja pagi pun susah."

Bagi Sumarno --seorang nelayan sukses asal Jepara-- dunia yang dijalani para 'eksekutif muda' di Jakarta sungguh merupakan dunia ilusi. Omzet bisnis Sumarno mencapai Rp 3 miliar sebulan. Baginya, kerja, ya, kerja. Bukan rapat dan berdiskusi melulu. Baginya, pendapatan, ya, ditabung dan untuk membantu sanak keluarga serta masyarakat sekitar. Bukan dihabiskan di kafe dan mal.

Dengan tingkat penghasilannya, ia sudah sangat bangga menggunakan Opel Blazer. Warga Jakarta, dengan penghasilan pas-pasan sekalipun, bahkan rela untuk berutang demi mendapatkan mobil yang lebih mewah. Sumarno hampir pasti tak memegang kartu kredit. Di Jakarta, semua berlomba menggunakan kartu kredit. Kartu kredit itu dipakai terutama bukan untuk memudahkan pembayaran, namun untuk gali lubang tutup lubang. Jangan tanyakan berapa saldo mereka yang tersisa di bank.

Jakarta jantung Indonesia. Jangan heran bila negara ini punya perilaku yang sama dengan warga Jakarta: bokek, namun suka gali lubang tutup lubang. Warga Jakarta merasa tidak dapat hidup kalau tidak mempunyai tagihan utang yang harus dipenuhinya. Demikian pula
Republik kita tercinta ini.

Negeri ini punya setumpuk utang. Tumpukan itu yang menjadi alasan untuk mengajukan utang berikutnya. Seolah tidak ada bangsa di dunia ini yang dapat hidup dan berkembang tanpa utang. Cina sukses bukan dengan mengutang, tetapi dengan menggali kekuatannya sendiri. Kekuatan kita memang masih jauh di bawah Cina, namun apakah benar bangsa kita tak lagi punya apa-apa termasuk harga diri?

"Tangan di atas lebih mulia dari tangan di bawah," sabda Sang Rasul. Kita akan jauh lebih mampu untuk bangkit bila tidak menengadahkan tangan. Syaratnya hanya kesediaan kita berkorban meninggalkan kebiasaan ikut-ikutan mendapatkan kesan 'wah' untuk kembali
hidup realistis seperti Sumarno.

Mari kita bangun dari tertidur dalam ilusi. Pulanglah sore. Nikmati suasana senja di beranda rumah sendiri. Mulailah bekerja lebih pagi. Bila merasa gengsi belajar dari Sumarno, tengoklah Singapura. Negara itu memajukan sejam patokan waktu negerinya. Maka, mereka lebih mampu memberi utang ketimbang berutang.

Sabtu, 20 Februari 2010

Bercerai dari Suami Akibat Kecanduan Chatting

Duh,…siapa yang tidak kenal dengan chatting?? Rasanya hampir sebagian besar umat manusia diatas muka bumi ini mengenal chatting dengan baik,…bahkan amat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari.Sarana yang satu ini memang sangat bermanfaat sekali bagi mereka yang jauh dari keluarga,handai taulan,teman atau saudara dan yang lainnya.




Enak mengobrol di sini karena selain murah juga praktis ditambah teknologi sekarang yang bisa memuat suara kita didalamnya sekaligus webcamnya maka jadilah berkomunikasi jarak jauh ini nyaris sempurna.Orang jadi lebih suka memilih teknologi ini dibandingkan dengan komunikasi lewat telpon karena biayanya yang tidak murah selain itu Penelpon tidak bebas ngobrol karena teringat biaya pulsa yang bisa aja membengkak!!Akan tetapi tahukah anda bahwa dibalik itu semua bagi mereka yang tidak pandai menggunakannya bisa terfitnah dengannya,..terfitnah dengan chatting kok bisa?? Ya…bisa bahkan ada salah satu akhwat muslimah tertinah dengan chatting ini,..sampai ia harus bercerai dengan suaminya gara-gara chatting ini,…kisah nyata yang perlu kita baca untuk diambil ibrahnya

Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i…ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah disini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…

Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya.Dirumah iapun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya dimana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon.Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya beliaupun mahir bermain internet.Yang akhirnya iapun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.

Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah,…hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah..sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.

Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya beliau akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting ,…sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk diinternet.Sang istripun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian,… ia merahasiakan dengan siapa ia chatting ..khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi….sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lekai tersebut.

Fitnahpun semakin terjadi didalam hatinya,..ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda..dan sejuta keindahan lainnya dimana setan telah mengukir begitu indah didalam lubuk hatinya,..

Duhai fitnah asmara semakin membara,…ketika ia chatting lagi sang laki-laki itupun tambah menggodanya,..ia pun ingin bertemu empat mata dengannya..Gembiralah hatinya,..iapun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa.Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran,..lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab.Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya….

Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya,..sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya..Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar,…lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya iapun meminta cerai dari suaminya.Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki terse but yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.

Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu,..karena terus didesak sang istri akhirnya iapun dengan berat hati menceraikan istrinya.Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu.Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya iapun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda.Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???

Ya,..ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini,…dengan tegasnya silelaki itu berkata “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau Hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami.Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia Kapadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!” Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini,..sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya….iapun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu…mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.

Sungguh kisah diatas patut untuk direnungkan bersama semoga kita semua ukhti muslimah tidak terfitnah dengan sarana ini (chatting ini),..dan agar lebih waspada serta hati-hati…bila ada yang ingin menggodamu maka acuhkan saja,…selain karena resikonya yang tinggi (kita tidak tahu siapa dia)mungkin ia hanya ingin meluangkan waktu senggangnya dengan menggoda anda…Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita.Dan, penulis berdo’a semoga peristiwa diatas tidak menimpa muslimah lainnya.amiin

Selasa, 09 Februari 2010

pelangiku didunia angkot



Hari ini sama seperti hari-hari sebelumnya tidak ada yang spesial. Hari ini seperti biasa ku lalui perjalanan dari rumah ke tempat kerja dengan angkot, emmmmmmm skrg ku sedang menikmati dunia angkot untuk mengenal sisiologi masyarakat daerah yang ku tempati kini. ku akui daerah ini sangat unik tidak hanya sisiologinya saja tapi topografi dan cuacanya.

Ketika aku masuk dan duduk didalam angkot kedua mataku tertuju pada semua penumpang didalamnya,ada yang membalas senyumku dengan sangat manis kepadaku dan ada yang dengan muka cuek. ku ambil posisi duduk paling tepi menjauh dari pintu itu adalah posisi duduk my favorit. pertama yang ku lakukan adalah senyum, diam dan mendengarkan mereka berbicara atau sekali-kali aku melihat keluar jendela. hari ini mobil yang ku tumpangi hanya empat orang dan semua hanya seorang wanita ya....... lebih jelasnya para ibu-ibu ini sudah mempunyai anak besar-besar. Mereka berbicara memakai bahasa batak toba sehingga tidak terlalu mengerti pembicaraan mereka tp secara garis besar aku tau. Terkadang merka berbicara mereka juga mengikut sertakan diriku untuk bergabung dalam pembicaraan mereka. Salah satu ibu memulai pembicaraan tentang anak angkatnya dari family mereka. mereka menceritakan suka duka dalam mengangkat anak.

Kemudian ku alihkan wajahku keluar angkot dan aku terpaku pada seorang wanita, ya seorang wanita kalian tahu sedang apa wanita itu. dia sedang mengais-ngais tempat sampah tah untuk mencari makanan atau mencari barang untuk bisa diuangkan. mengiris memang melihat fenomena ini ternyata kota unikku dilanda kemiskinan.

Para pejabat kini sibuk-sibuk untuk memberkaya diri tp warga kota unikku dilanda kemiskinan. Para pejabat sampai kapan kalian selalu dilanda penyakit WAHAN cinta dunia takut mati. Berakhir sampai sini dunia angkotku, ku dapat pelajaran ternyata kota unik ini dilanda kemiskinan dan masih banyak yang perlu kita bantu. Dakwah tidak membutuhkan kita tapi kita yang membutuhkan dakwah............saatnyaaaa kita bergerak bukan untuk mengeluh kesah.

Rabu, 03 Februari 2010

Can We MEET my mom


To my mom..............
my mom..............and my mom
I want to see your smile
I want to grip your hand
I want to kiss your brow
can I kiss your foot at heaven.................
i miss you mom


disudut ruang 3x5 meter

Kamis, 03 Desember 2009

KIAT PRAKTIS MENGAJARKAN AL QUR’AN pada ANAK


Anak adalah amanah dari Allah swt. Tidak semua orang mendapatkan anugerah ini,
kecuali hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya. Amanah ini harus dipelihara
secara baik dan terus menerus dengan memberinya pendidikan yang baik dan benar.
Seorang pendidik harus belajar bagaimana memberikan hak dan kewajibannya dengan
baik. Ia harus mengetahui perkembangan-perkembangan baru tentang metode dan
media pendidikan yang baik untuk menunaikan tugasnya, sehingga memperoleh hasil
yang maksimal.“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya”(HRAhmad).

Salah satu pekerjaan pendidik yang harus mendapatkan perhatian serius adalah
mencari metode yang tepat untuk mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak usia
dini. Mengajarkan Al Qur’an adalah salah satu dasar pendidikan Islam, sehingga
anak-anak tumbuh berdasarkan fitrah yang baik dan hati mereka dituntun oleh
hikmah sehingga mampu membendung polusi kesesatan dan keruhnya kemaksiatan.
Para sahabat Nabi Saw tahu benar betapa pentingnya menghafal Al Qur’an dan
pengaruhnya terhadap psikologis anak, maka mereka berlomba-lomba mengajarkan Al
Qur’an kepada anak-anak mereka, sebagai implementasi sabda Nabi saw
Mempelajari Al qur’an dapat memberikan pengaruh baik terhadap diri seseorang,
jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menggunakan metode dan cara yang bias membuat anak mencintai Al-Qur’an. Mengajarkan Al Qur’an dengan cara yang baik tidak hanya membuat anak menjadi-cinta terhadap Al Qur’an tetapi juga meningkatkan kemampuan anak untuk mengingatdan memahami Al Qur’an. Dari sini kemudian terbentuk pemahaman pada anak bahwa menghafal Al Qur’an adalah amal dan perbuatan yang mulia. Oleh karena itu, perluditumbuhkan kecintaan anak terhadap Al Qur’ansebelum memulai menghafalnya. Hal ini perlu dilakukan karena menghafal Al-Qur’an tanpa didasari cinta terhadap Al-Qur’an tidak akan membuahkan apa-apa. Sebaliknya bahwa mencintai Al-Qur’an dibarengi dengan menghafalnya,akanmembentuk perilaku mulia dan beradab pada anak.

Seorang pendidik diharapkan menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan dibawah ini:
1.apakah metode menghafal yang paling ideal untuk anak-anak
2. langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar anak mencintai Al Qur’an
3. apa saja kendala yang mungkin terjadi, dan apa solusinya
4. bagaimana menguji kecintaan anak terhadap Al Qur’an dan banyak pertanyaan lain yang berhubungan dengan keahlian dalam mendidik anak-anak untuk menghafal Al Qur’an.
Mengikat jiwa si anak dengan sosok teladan Rasulullah saw dan menumbuhkan cinta terhadap pribadi Rasul, merupakan cara terpenting yang dapat mendorong si anak untuk berkarya dan mengerahkan segenap kemampuan diri. Ibnu Abbas r.a. menuturkan,” Suatu malam saya tidur di rumah bibiku Maimunah. Memasuki sepertiga malam pertama, Rasulullah saw bangkit lalu mengambil tempat air kemudian berwudhu. Setelah itu beliau melakukan shalat. Aku pun bangun dan melakukan apa yang Rasulullah perbuat. Aku shalat di sebelah kiri Rasul. Lantas Rasul menggeserkanku ke sebelah kanan beliau. Rasul shalat dengan penuh khusyu’. Setelah itu beliau membaringkan badan sebelah kanannya, hingga tertidur. Lantas bangun kembali ketika adzan berkumandang mengajak shalat Shubuh. Rasul berangkat ke masjid dan menunaikannya.” (HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Khuzaimah ).
Berdasarkan riwayat diatas, sangat jelas bagi kita betapa pentingnya mengikat
jiwa si anak dengan sosok Rasulullah yang serta merta dapat mencetak kepribadian
si anak menjadi manusia shalih, bertakwa serta mencintai Al Qur’an dan ilmu.
Dengan demikian, motivasi yang mendorong si anak untuk belajar adalah internal
dirinya sendiri yang bersumber dari keimanan yang mendalam dan cinta yang murni.
Tak ayal, motivasi semacam demikian adalah motivasi yang paling efektif dan
pengaruhnya sangat kuat. Disamping paling tahan banting dan bersifat konsisten.

Ketika spirit cinta Nabi menghujam dalam jiwa si anak, maka ketika si anak
mendengar hadits yang mengajak untuk mempelajari Al Qur’an, niscaya si anak
tersebut akan bersegera memenuhinya berkat dorongan cinta terhadap sang Nabi dan mengharapkan pahala dari Alloh Swt. Demikian salah satu dari 24 Kiat Membantu Anak Rajin Menghapal Al Qur’an. Anak bisa hapal Al Qur’an ? Semua orangtua muslim tentu mendambakannya. Fakta membuktikan, anak yang banyak hapalan Al Qur’an memiliki kecerdasan nalar, emosi dan spiritual yang seimbang.
Tapi mungkinkah itu putra-putri Anda ? Mungkinkah juga bagi anak didik Anda (bagi seorang guru di Taman Pendidikan Al Qur’an ). Jawabannya sangat mungkin.
Tentu setelah Anda sebagai orangtua/pendidik memahami dan menjalankan tips-tipsnya, selamet mempraktekkannya…….

Minggu, 08 Februari 2009

Intektual Cul-De-Sac




Setelah kran-kran kebebasan dibuka, sebagai akibat kebebasan dibuka, sebagai akibat gerakan reformasi, ada suatu struktur berpikir aneh yang diidab oleh sebagian masyarakat Indonesia. Gejalanya setidaknya bisa kita lihat dalam beberapa bentuk ekspresi. Misalnya , ketika pertanggungjawaban Presiden B.J. Habibie ditolak oleh MPR, sontak orang Sulawesi Selatan marah. Habibie dihimbau agar pulang saja kekampung halamannya untuk memdirikan Negara sendiri “Indonesia Timur Raya”.setelah Megawati kalah bertanding melawan Gus Dur dalam perebutan kursi Presiden, warga PDI P dengan garang melakukan kerusuhan di beberapa daerah, seperti Solo, Bali dan Jakarta. Begitu juga saat Gus Dur dilengser di tengah jalan oleh lawan-lawan politiknya, muncul kelompok pembela Gus Dur atas yang menamakan “Pasukan Berani Mati” dan seterusnya.
Dalam beberapa ekspresi di atas terlihat bahwa tampak ada gejala keterputusan dalam jalinan bangunan struktur berpikir yang dipakai sebagian masyarakat kita. Model berpikir terkesan meloncat, rancu dan bahkan irrasional. Keracuanan berpikir tersebut dalam perkembangannya kemudian memproduksi konsebsi-konsebsi dan prilaku yang secara paradigmatic sangat instant dan secara prktis membahayakan bagi kehidupan demokrasi dan keadaban.
Seperti dapat kita lihat dalam beberapa contoh kasus diatas, tidak terdapat satu pun kualitas logis dan utuh secara filosofis mendasari beberapa peristiwa yang terjadi. Yang ada tak lebih dari sebuah emosi instant yan mengakumulasi, kemudian menjadi sebuah konsebsi dan mewujud dalam praktis yang tidak mempunyai basis rasio yang kukuh dan logis, bahkan cenderung dipelintir dan dipolitisi.terlihat dimasyarakat kita gagap dengan keterbukaan dan kebebasan yang tiba-tiba didapat, sehingga munsul kekacauan dan kerancuan berpikir dan bersikap yang berbuntut anarki.
Modus dari kerancuan berpikir resebut sangat beragam, yaitu mengunakan satu kasus untuk mendukung argument yang bersifat general. Misalnya, orang meyakini bahwa Orde Baru sebanarnya sangat mendukung umat Islam. Buktinya, banyak masjid Amal Bhakti Muslim Pancasila yang dibangun oleh Presiden Soeharto. Padahal, kita bisa mengajukan contoh yang bertolak belakang yang justru lebih banyak. Ada sebagian masyarakat kita yang menggunakan otoritas sebagai argument, meskipun otoritas itu sebenarnya tidak relevan dengan objek masalah. Ada yang mengkonstruksi konsebsi yang didasarkan pada logika kepentingan (ras, suku, golongan dan agama). Buntutnya, sikap tentang kebenaran, keadilan dan demokrasi ditentukan oleh logika ”kepentingan” yang primordialistik.
Beberapa bentuk kerancuan berpikir diatas, sebenarnya merupakan penyakit yang sudah sangat lama mewabah dalam masyakat kita. Virusnya secara politis dengan halus telat tersemai sejak rezim Orba. Penyakit kekacauan berpikir itu harus segara ditangani secara serius dengan cara membangun kerangka berpikir yang logis dan filosofis dalam bentuk prilaku. Ini tentu signifikan untuk membuat arah yang benar dalam membangun kehidupan yang adil dan demikratis sesuai cita-cita remormasi.
Semua teriak ”Hidup reformasi”, tanpa tahu makna reformasi. Banyak masyarakat bukan hanya politikus kita, yang tidak mampu membedakan antara demokrasi dan anarki, antara kritik dan pelecehan, antara kebebasan dan kebablasan, antara hak dan kewajiban, antara amanat dan nikmat, antara argumentasi dan agitasi.