Kamis, 26 Maret 2009




Tangisan Isam bin Yusuf

Dikisahkan bahwa ada seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf, dia sangat warak dan sangat khusyuk sembahyangnya. Namun demikian dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih baik ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasanya kurang khusyuk.

Pada suatu hari Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Asam dan bertanya: "Wahai Aba Abdurrahman (Nama gelaran Hatim), bagaimanakah caranya tuan sembahyang?"

Berkata Hatim: "Apabila masuk waktu sembahyang, aku berwuduk zahir dan batin."
Bertanya Isam: "Bagaimana wuduk batin itu?"
Berkata Hatim: "Wuduk zahir sebagaimana biasa, yaitu membasuh semua anggota wuduk dengan air. Sementara wuduk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara:
* Bertaubat.
* Menyesali akan dosa yang telah dilakukan.
* Tidak tergila-gila dengan dunia.
* Tidak mencari atau mengharapkan pujian dari manusia
* Meninggalkan sifat bermegah-megahan.

* Meninggalkan sifat khianat dan menipu.
* Meninggalkan sifat dengki."

Seterusnya Hatim berkata: "Kemudian aku pergi ke Masjid, kukemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku bayangkan Allah ada di hadapanku, syurga di sebelah kananku, neraka di sebelah kiriku, malaikat maut berada di belakangku. Dan kubayangkan pula bahawa aku seolah-olah berdiri di atas titian Shiratul Mustaqim' dan aku menganggap bahwa sembahyangku kali ini adalah sembahyang terakhir bagiku (kerana aku rasa akan mati selepas sembahyang ini), kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam sembahyang ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawaduk (merasa hina), aku bertasyahud (tahiyat) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersembahyang selama 30 tahun.

Apabila Isam mendengar menangislah ia sekuat-kuatnya kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim

Minggu, 08 Februari 2009

Intektual Cul-De-Sac




Setelah kran-kran kebebasan dibuka, sebagai akibat kebebasan dibuka, sebagai akibat gerakan reformasi, ada suatu struktur berpikir aneh yang diidab oleh sebagian masyarakat Indonesia. Gejalanya setidaknya bisa kita lihat dalam beberapa bentuk ekspresi. Misalnya , ketika pertanggungjawaban Presiden B.J. Habibie ditolak oleh MPR, sontak orang Sulawesi Selatan marah. Habibie dihimbau agar pulang saja kekampung halamannya untuk memdirikan Negara sendiri “Indonesia Timur Raya”.setelah Megawati kalah bertanding melawan Gus Dur dalam perebutan kursi Presiden, warga PDI P dengan garang melakukan kerusuhan di beberapa daerah, seperti Solo, Bali dan Jakarta. Begitu juga saat Gus Dur dilengser di tengah jalan oleh lawan-lawan politiknya, muncul kelompok pembela Gus Dur atas yang menamakan “Pasukan Berani Mati” dan seterusnya.
Dalam beberapa ekspresi di atas terlihat bahwa tampak ada gejala keterputusan dalam jalinan bangunan struktur berpikir yang dipakai sebagian masyarakat kita. Model berpikir terkesan meloncat, rancu dan bahkan irrasional. Keracuanan berpikir tersebut dalam perkembangannya kemudian memproduksi konsebsi-konsebsi dan prilaku yang secara paradigmatic sangat instant dan secara prktis membahayakan bagi kehidupan demokrasi dan keadaban.
Seperti dapat kita lihat dalam beberapa contoh kasus diatas, tidak terdapat satu pun kualitas logis dan utuh secara filosofis mendasari beberapa peristiwa yang terjadi. Yang ada tak lebih dari sebuah emosi instant yan mengakumulasi, kemudian menjadi sebuah konsebsi dan mewujud dalam praktis yang tidak mempunyai basis rasio yang kukuh dan logis, bahkan cenderung dipelintir dan dipolitisi.terlihat dimasyarakat kita gagap dengan keterbukaan dan kebebasan yang tiba-tiba didapat, sehingga munsul kekacauan dan kerancuan berpikir dan bersikap yang berbuntut anarki.
Modus dari kerancuan berpikir resebut sangat beragam, yaitu mengunakan satu kasus untuk mendukung argument yang bersifat general. Misalnya, orang meyakini bahwa Orde Baru sebanarnya sangat mendukung umat Islam. Buktinya, banyak masjid Amal Bhakti Muslim Pancasila yang dibangun oleh Presiden Soeharto. Padahal, kita bisa mengajukan contoh yang bertolak belakang yang justru lebih banyak. Ada sebagian masyarakat kita yang menggunakan otoritas sebagai argument, meskipun otoritas itu sebenarnya tidak relevan dengan objek masalah. Ada yang mengkonstruksi konsebsi yang didasarkan pada logika kepentingan (ras, suku, golongan dan agama). Buntutnya, sikap tentang kebenaran, keadilan dan demokrasi ditentukan oleh logika ”kepentingan” yang primordialistik.
Beberapa bentuk kerancuan berpikir diatas, sebenarnya merupakan penyakit yang sudah sangat lama mewabah dalam masyakat kita. Virusnya secara politis dengan halus telat tersemai sejak rezim Orba. Penyakit kekacauan berpikir itu harus segara ditangani secara serius dengan cara membangun kerangka berpikir yang logis dan filosofis dalam bentuk prilaku. Ini tentu signifikan untuk membuat arah yang benar dalam membangun kehidupan yang adil dan demikratis sesuai cita-cita remormasi.
Semua teriak ”Hidup reformasi”, tanpa tahu makna reformasi. Banyak masyarakat bukan hanya politikus kita, yang tidak mampu membedakan antara demokrasi dan anarki, antara kritik dan pelecehan, antara kebebasan dan kebablasan, antara hak dan kewajiban, antara amanat dan nikmat, antara argumentasi dan agitasi.

Kamis, 05 Februari 2009

Susahnya Menjadi Wanita Islam



Kaum hawa bilang susah jadi WANITA ISLAM,mungkin memang karena kewajiban dan peraturan??
1. Wanita auratnya susah dijaga dibandingkan laki-laki.
2. Wanita perlu meminta izin hendak keluar rumah,tetapi tidak sebaliknya
3. Wanita sangsinya kurang dibandingkan laki-laki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari laki-laki
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya,tetapi suami tidak perlu taat terhadap istri
7. Talak terletak ditangan suami bukan istri
8. Wanita kurang dalam beribadah karena terhalang haid dan nifas

Bisa jadi karena berbagai peraturan dan kewajiban seperti diatas,fenomena wanita mempromosikan MEMERDEKAN WANITA ISLAM, pernahkah kita lihat kenyataannya??? Benda yana mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan di tempat yang paling aman dan terbaik, sudah pasti intan permata tidak kan berserak bukan??!

1. Itulah bandinnya dengan seorang yang perlu taat kepada suaminya, tetapi laki-laki wajib kepada ibunya 3x lebih utama dari bapaknya,bukan kah ibu seorang wanita?!
2. Wanita menerima pusaka setengah dari laki-laki,tetapi hartanya jadi milik pribadi dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya.tetapi laki-laki menerima pusaka digunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya
3. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak,tetapi setiap saat dia didoakan oleh malaikat dan seluruh makhluk Allah dimuka bumi ini dan dijanjikan Allah bahwa meninggalnya wanita Islam karena melahirkan adalah syahid,sementara suami kan diminta dipertanggungjawaban terhadap 4 wanita yaitu istrinya,ibunya,saudara perempuannya dan anak perempuannya.
4. Janji Allah pasti bahwa seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu syurga yang disukainya,cukup dengan 4 syarat yaitu shalat 5 waktu, puasa di bulan ramadhan, taat kepada suaminya,menjaga kehormatannya.

DENGARLAH WAHAI WANITA ISLAM BETAPA SAYANGNYA ALLAH KEPADA MU...