Rabu, 03 Februari 2010

Masalah Pada Ibu Menyusui Dan Solusinya




Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat dilalui dengan aman. Selama masa kehamilan, ibu dan janin adalah unit fungsi yang tak terpisahkan. Kesehatan ibu hamil dan menyusui adalah persyaratan penting untuk fungsi optimal dan perkembangan kedua bagian unit itu.

Dalam menanti kelahiran bayi, si Ibu harus menyiapkan terlebih dahulu keadaan psikologinya dalam menghadapi bayinya nanti, terutama dalam hal menyusui bayi. Berikut langkah-langkah yang harus diambil untuk mempersiapkan ibu secara kejiwaan untuk menyusui bayinya:

* Mendorong setiap ibu untuk percaya dan yakin bahwa ia dapat sukses dalam menyusui bayinya; menjelaskan pada ibu bahwa persalinan dan menyusui adalah proses alamiah yang hampir semua ibu berhasil menjalaninya, bila ada masalah hubungi dokter atau petugas kesehatan yang berkompeten.
* Meyakinkan ibu akan keuntungan ASI dan kerugian susu buatan/formula
* Memecahkan masalah yang timbul pada ibu yang mempunyai pengalaman menyusui sebelumnya, pengalaman kerabat atau keluarga lain
* Mengikutsertakan suami atau anggota keluarga lain yang berperan dalam keluarga, ibu dapat beristirahat cukup untuk kesehatannya dan bayi sehingga perlu adanya pembagian tugas dalam keluarga
* Setiap saat ibu diberi kesempatan untuk bertanya dan dokter atau petugas kesehatan harus dapat memperlihatkan perhatian dan kemauannya dalam membantu ibu sehingga hilang keraguan atau ketakutan untuk bertanya tentang masalah yang tengah dihadapinya.

Selain hal tersebut diatas, ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan :

1. Ukuran dan bentuk
Tidak berpengaruh pada produksi ASI. Perlu diperhatikan bila ada kelainan seperti pembesaran masif, gerakan yang tidak simetris pada perubahan posisi
2. Kontur/permukaan
Permukaan yang tidak rata, adanya depresi, elevasi (pengangkatan jaringan), retraksi (tindakan menarik kembali) atau luka pada kulit payudara harus dipikirkan ke arah tumor atau keganasan dibawahnya. Saluran limfe yang tersumbat dapat menyebabkan kulit membengkak, dan membuat gambaran seperti kulit jeruk
3. Warna kulit
Pada umumnya sama dengan warna kulit perut atau punggung, yang perlu diperhatikan adalah warna kemerahan tanda radang, penyakit kulit atau bahkan keganasan
4. Sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada puting susu dan areola sekitarnya. Cara ini mempunyai manfaat sebagai desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu.
5. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara :
1. Ibu duduk atau berbaring dengan santai, bila duduk lebih baik menggunakan kursi yang rendah (kaki ibu tidak tergantung dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi
2. Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan)
3. Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu dan yang satu di depan
4. Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)
5. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
6. Ibu menatap bayi dengan kasih sayang
6. Payudara dipegang dengan ibu jari diatas dan jari yang lain menopang di bawah, jangan menekan puting susu atau areolanya saja

Masalah yang sering terjadi pada saat menyusui:

1. Mastitis Mastitis adalah peradangan payudara yang dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Penyakit ini biasanya menyertai laktasi, sehingga disebut juga mastitis laktasional atau mastitis puerperalis. Abses (nanah) payudara, pengumpulan nanah lokal di dalam payudara, merupakan komplikasi berat dari mastitis. Dua penyebab utama dari mastitis adalah stasis (terhenti) ASI dan infeksi. Patogen yang paling sering diidentifikasi adalah staphilokokus aureus. Pada mastitis infeksius, ASI dapat terasa asin akibat kadar natrium dan klorida yang tinggi dan merangsang penurunan aliran ASI. Ibu harus tetap menyusui. Antibiotik (resisten-penisilin) diberikan bila ibu mengalami mastitis infeksius.
1. Gejala mastitis non-infeksius:
* Ibu memperhatikan adanya “bercak panas”, atau area nyeri tekan yang akut
* Ibu dapat merasakan bercak kecil yang keras di daerah nyeri tekan tersebut
* Ibu tidak mengalami demam dan merasa baik-baik saja
2. Gejala mastitis infeksius:
* Ibu mengeluh lemah dan sakit-sakit pada otot seperti flu
* Ibu dapat mengeluh sakit kepala
* Ibu demam dengan suhu di atas 34 oC
* Terdapat area luka yang terbatas atau lebih luas pada payudara
* Kulit pada payudara dapat tampak kemerahan atau bercahaya (tanda-tanda akhir)
* Kedua payudara mungkin terasa keras dan tegang “pembengkakan”

Pengobatan:
1. Lanjutkan menyusui
2. Berikan kompres panas pada area yang sakit
3. Tirah baring (bersama bayi) sebanyak mungkin
4. Jika bersifat infeksius, berikan analgesik non narkotik, antipiretik (ibuprofen, asetaminofen) untuk mengurangi demam dan nyeri
5. Pantau suhu tubuh akan adanya demam. Jika ibu demam tinggi (< 39oC), periksa kultur susu terhadap kemungkinan adanya infeksi streptokokal
6. Pertimbangkan pemberian antibiotik antistafilokokus kecuali jika demam dan gejala berkurang.
2. Kandida/sariawan Merupakan hal yang biasa terjadi pada ibu yang menyusui dan bayi setelah pengobatan antibiotik. Manifestasinya seperti area merah muda yang menyolok menyebar dari area puting, kulit mengkilat, nyeri akut selama dan setelah menyusui; pada keadaan yang parah, dapat melepuh. Ibu mengeluh nyeri tekan yang berat dan rasa tidak nyaman, khususnya selama dan segera setelah menyusui.Bayi dapat menderita ruam popok, dengan pustula yang menonjol, merah, tampak luka dan/atau seperti luka terbakar yang kemerahan. Pada kasus-kasus yang berat, bintik-bintik atau bercak-bercak putih mungkin terlihat merasakan nyeri dan menolak untuk menghisap.Pengobatan:
1. Obati ibu dan bayinya
2. Oleskan krim atau losion topikal antijamur ke puting dan payudara setiap kali sehabis menyusui, dan seka mulut, lidah dan gusi bayi setiap kali sehabis menyusui.
3. Anjurkan ibu untuk mengkompreskan es pada puting sebelum menyusui untuk mengurangi nyeri.
3. Cacar air (virus varisela zoster) Kebanyakan ibu dan pekerja rumah sakit pernah menderita cacar air dan tidak beresiko. Ketika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum kelahiran bayi, bayi menjadi beresiko karena antibodi ibu yang memberikan kekebalan pada bayi belum mempunyai kesempatan untuk berkembang.Perawatan :
1. Jika ibu sudah pernah mengalami cacar, menyusui akan memberikan antibodi kepada bayi. Menyusui tidak perlu dihentikan
2. Jika ibu belum pernah mengidap cacar air, ibu dan bayinya harus menerima vaksin varisela jika mereka sudah terpapar.
3. Jika ibu mengidap cacar air beberapa hari sebelum melahirkan :
* ibu dan bayi harus diisolasi secara terpisah jika neonatus tidak mengalami lesi (hilangnya fungsi suatu bagian). Hanya sekitar 50% bayi yang terpapar akan berkembang menjadi penyakit
* keluarkan ASI jika bayi ditempatkan pada tempat lain
* jika bayi menderita lesi, isolasi bayi dengan ibu; menyusui tidak dihentikan.

So…para ibu..ga perlu cemas karena semua itu ada solusinya..biidznillah.. Semoga bermanfaat

Literatur: Pedoman pelayanan farmasi untuk ibu hamil dan menyusui, dirjen bina kefarmasian dan alkes, Dep. Kes RI 2006

Can We MEET my mom


To my mom..............
my mom..............and my mom
I want to see your smile
I want to grip your hand
I want to kiss your brow
can I kiss your foot at heaven.................
i miss you mom


disudut ruang 3x5 meter

Kamis, 03 Desember 2009

KIAT PRAKTIS MENGAJARKAN AL QUR’AN pada ANAK


Anak adalah amanah dari Allah swt. Tidak semua orang mendapatkan anugerah ini,
kecuali hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya. Amanah ini harus dipelihara
secara baik dan terus menerus dengan memberinya pendidikan yang baik dan benar.
Seorang pendidik harus belajar bagaimana memberikan hak dan kewajibannya dengan
baik. Ia harus mengetahui perkembangan-perkembangan baru tentang metode dan
media pendidikan yang baik untuk menunaikan tugasnya, sehingga memperoleh hasil
yang maksimal.“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya”(HRAhmad).

Salah satu pekerjaan pendidik yang harus mendapatkan perhatian serius adalah
mencari metode yang tepat untuk mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak usia
dini. Mengajarkan Al Qur’an adalah salah satu dasar pendidikan Islam, sehingga
anak-anak tumbuh berdasarkan fitrah yang baik dan hati mereka dituntun oleh
hikmah sehingga mampu membendung polusi kesesatan dan keruhnya kemaksiatan.
Para sahabat Nabi Saw tahu benar betapa pentingnya menghafal Al Qur’an dan
pengaruhnya terhadap psikologis anak, maka mereka berlomba-lomba mengajarkan Al
Qur’an kepada anak-anak mereka, sebagai implementasi sabda Nabi saw
Mempelajari Al qur’an dapat memberikan pengaruh baik terhadap diri seseorang,
jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menggunakan metode dan cara yang bias membuat anak mencintai Al-Qur’an. Mengajarkan Al Qur’an dengan cara yang baik tidak hanya membuat anak menjadi-cinta terhadap Al Qur’an tetapi juga meningkatkan kemampuan anak untuk mengingatdan memahami Al Qur’an. Dari sini kemudian terbentuk pemahaman pada anak bahwa menghafal Al Qur’an adalah amal dan perbuatan yang mulia. Oleh karena itu, perluditumbuhkan kecintaan anak terhadap Al Qur’ansebelum memulai menghafalnya. Hal ini perlu dilakukan karena menghafal Al-Qur’an tanpa didasari cinta terhadap Al-Qur’an tidak akan membuahkan apa-apa. Sebaliknya bahwa mencintai Al-Qur’an dibarengi dengan menghafalnya,akanmembentuk perilaku mulia dan beradab pada anak.

Seorang pendidik diharapkan menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan dibawah ini:
1.apakah metode menghafal yang paling ideal untuk anak-anak
2. langkah-langkah apa yang harus dilakukan agar anak mencintai Al Qur’an
3. apa saja kendala yang mungkin terjadi, dan apa solusinya
4. bagaimana menguji kecintaan anak terhadap Al Qur’an dan banyak pertanyaan lain yang berhubungan dengan keahlian dalam mendidik anak-anak untuk menghafal Al Qur’an.
Mengikat jiwa si anak dengan sosok teladan Rasulullah saw dan menumbuhkan cinta terhadap pribadi Rasul, merupakan cara terpenting yang dapat mendorong si anak untuk berkarya dan mengerahkan segenap kemampuan diri. Ibnu Abbas r.a. menuturkan,” Suatu malam saya tidur di rumah bibiku Maimunah. Memasuki sepertiga malam pertama, Rasulullah saw bangkit lalu mengambil tempat air kemudian berwudhu. Setelah itu beliau melakukan shalat. Aku pun bangun dan melakukan apa yang Rasulullah perbuat. Aku shalat di sebelah kiri Rasul. Lantas Rasul menggeserkanku ke sebelah kanan beliau. Rasul shalat dengan penuh khusyu’. Setelah itu beliau membaringkan badan sebelah kanannya, hingga tertidur. Lantas bangun kembali ketika adzan berkumandang mengajak shalat Shubuh. Rasul berangkat ke masjid dan menunaikannya.” (HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahih Khuzaimah ).
Berdasarkan riwayat diatas, sangat jelas bagi kita betapa pentingnya mengikat
jiwa si anak dengan sosok Rasulullah yang serta merta dapat mencetak kepribadian
si anak menjadi manusia shalih, bertakwa serta mencintai Al Qur’an dan ilmu.
Dengan demikian, motivasi yang mendorong si anak untuk belajar adalah internal
dirinya sendiri yang bersumber dari keimanan yang mendalam dan cinta yang murni.
Tak ayal, motivasi semacam demikian adalah motivasi yang paling efektif dan
pengaruhnya sangat kuat. Disamping paling tahan banting dan bersifat konsisten.

Ketika spirit cinta Nabi menghujam dalam jiwa si anak, maka ketika si anak
mendengar hadits yang mengajak untuk mempelajari Al Qur’an, niscaya si anak
tersebut akan bersegera memenuhinya berkat dorongan cinta terhadap sang Nabi dan mengharapkan pahala dari Alloh Swt. Demikian salah satu dari 24 Kiat Membantu Anak Rajin Menghapal Al Qur’an. Anak bisa hapal Al Qur’an ? Semua orangtua muslim tentu mendambakannya. Fakta membuktikan, anak yang banyak hapalan Al Qur’an memiliki kecerdasan nalar, emosi dan spiritual yang seimbang.
Tapi mungkinkah itu putra-putri Anda ? Mungkinkah juga bagi anak didik Anda (bagi seorang guru di Taman Pendidikan Al Qur’an ). Jawabannya sangat mungkin.
Tentu setelah Anda sebagai orangtua/pendidik memahami dan menjalankan tips-tipsnya, selamet mempraktekkannya…….